Love In Bet

Love In Bet
Antisipasi Yang Sukses



Edward berhadapan dengan papa Aryanto di ruang kerjanya. Setelah hampir empat hari menghilang, akhirnya pria bermata biru itu akhirnya menghadap sang ayah mertuanya.


"Well, ada penjelasan apa Ed?" papa Aryanto bertanya sembari meletakkan kedua tangannya di meja kerja dan menangkupkan kan kedua telapaknya.


"Nggak ada penjelasan apa-apa, Pa. Saya hanya mengikuti permintaan Yuna" cengir Edward.


"Dasar anak itu! Apa kalian sudah mengantisipasi keusilan keluarga kalian?" Papa Aryanto memincingkan matanya.


"Sebenarnya Yuna yang sudah mengantisipasi semuanya."


POV Hari Pernikahan


"Sekarang beritahu padaku, apa rencana licikmu?" tanya Edward.


"Aku tahu pasti bang Mike dan anggota keluarga lain terutama anak buahmu akan mengerjai dirimu. Jadi seminggu sebelum hari ini, aku sudah membeli apartemen lengkap dengan isinya."


Edward melongo. "Apa kamu yakin Mike akan mengganggu?"


Yuna mengangguk sembari memasukkan barang-barangnya ke dalam koper Louis Vuitton besar.


"Kamu ganti baju dulu. Ini aku sudah siapkan."


Yuna memberikan sebuah Hoodie abu-abu dan celana coklat.


"Kok kamu tahu ukuranku?" tanya Edward.


"Hhmmm. Sudah, ganti baju dulu di kamar mandi nanti tuxedonya aku masukkan ke dalam kantung jas."


Edward pun menurut lalu dia mengganti tuxedonya dengan Hoodie yang disiapkan Yuna. Setelah itu Yuna membereskan baju Edward dan gantian dia yang berganti pakaian pengantin ke Hoodie hijau.


"Halo? Karen? Tolong bawa semua ini barang-barang saya dengan pak Edward ya. Bawa ke rumah papa."


Edward terkejut ketika Yuna mengeluarkan tas selempang Louis Vuitton dan sebuah duffle bag Balenciaga.


Tak lama suara bel pintu berbunyi dan Yuna membuka pintunya. Tampak Karen datang bersama cleaning service dan asistennya langsung membawa koper besar Louis Vuitton sedangkan Yuna menarik tangan Edward keluar kamar yang hendak dibersihkan.


"Ingat Karen, jangan sampai ketahuan siapa pun."


Karen mengangguk. "Baik Bu."


Yuna sengaja mengajak Edward lewat lift yang langsung menuju ke mall. Keduanya lalu membeli makanan untuk mereka makan di apartemen.




Usai berbelanja, keduanya berjalan menuju jembatan yang menghubungkan hotel mall ke apartemen.


"Ternyata apartemen mu sebelahan dengan hotel tempat kita menikah?" tanya Edward.


"Sengaja dan ponselku juga sudah kumatikan. Kuharap ponselmu juga karena aku ingin berduaan dengan suamiku tanpa ada drama pengganggu." Yuna tersenyum licik.


"Aku suka gayamu, Mrs Edward Blair."


POV End


Edward hanya tertawa. "Mike datang ke kamar kami?"


Papa Aryanto tertawa terbahak-bahak. "Tentu saja dia datang ke kamar kalian untuk mencegah malam pertama."


"Dasar ipar durjana!" umpat Edward.


"Ternyata anak papa cerdas juga sudah tahu kelakuan keluarga nya" kekeh papa Aryanto. "So, senang menikah?"


"Senang lah pa, ada yang ngopeni, ada yang dikeloni..."


Papa Aryanto mengangkat tangannya. "Sudah cukup, nggak usah diperjelas."


Edward terbahak.


***


"Gimana pertemuan dengan papa tadi?" Yuna menyambut suaminya yang pulang dari kantor papanya.


"Ya biasa, papa marah-marah kita menghilang tapi bisa memaklumi karena kita punya keluarga durjana yang bakalan mengganggu. Kamu tahu, Mike membawa Jack dan Bryan buat menggagalkan malam pertama kita."


Yuna hanya tertawa. "Sudah kuduga. Keluargamu memang minus akhlak jadi aku sudah mengantisipasi."


"Ternyata istriku cerdas sekali" kekeh Edward sembari mencium pipi Yuna.


"Bersih-bersih dulu darling. Aku sudah siapkan makan siang."


"Makan siangnya apa hari ini istriku?"


"Soto ayam lengkap."


"Pencuci mulutnya?"


"Ada puding coklat." Yuna menunjukkan di kulkas.


"Hhhmmm... aku lebih suka kamu menjadi dessert nya" bisik Edward di sisi telinga Yuna.


"Haaaiissshhhh! Dasar Casanova!"


***


Yuhuuu Up Dikit dulu Yaaaa


Ini ajah ngetik dengan hidung panas nggak nyaman.


Kalau dah much better baru up lagi.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️