Love In Bet

Love In Bet
Mike Cahill v Rendang



Maria dan Yuna pergi ke Asian market untuk membeli bahan rendang. Maria tidak henti-hentinya heboh ketika mengetahui Yuna akan menjadi nyonya rumah mansion Blair.


"Beneran Nyonya Yuna, aku sangat bahagia mendengar tuan mengejar nyonya supaya menjadi istrinya. Biarpun ada drama tapi aku bersyukur nyonya mau memaafkan dan menerima tuan."


Yuna hanya tersenyum mendengar ocehan kepala pelayan di mansion Edward.


"Kenapa Maria sangat senang aku menjadi nyonya rumah mansion Blair?"


"Karena nyonya satu-satunya perempuan yang dibawa tuan ke rumah yang mau masuk ke dapur."


Yuna melongo. "Memang mantan Edward ada berapa?"


Maria menutup mulutnya merasa keceplosan berbicara.


"Eh? Nyonya marah nggak kalau saya bercerita?"


Yuna menggeleng. "Kita semua punya masa lalu dan masa sekarang serta masa depan Edward adalah milikku dan aku milik Edward. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak kehidupan rumah tangga ku baik yang berasal dari Edward maupun dariku."


"Nyonya yakin tidak apa saya bercerita?" Maria meyakinkan lagi.


"No problemo Maria. Aku tahu Edward adalah Casanova dulu. Bang Mike dan mbak Nabila juga sudah memberitahu ku."


Maria pun menceritakan selama sepuluh tahun bekerja dengan Edward ada beberapa perempuan yang dibawa ke mansion tapi tidak ada yang dibawa ke kamar utama.


"Kenapa Edward tidak membawa ke kamar utamanya?" tanya Yuna.


"Karena menurut tuan, hanya wanita yang tepat yang boleh tidur di kamar utama. Dan nyonya Yuna seorang yang boleh tidur di kamar utama."


Yuna tertegun.


***


Edward tersenyum masam ketika melihat Mike Cahill datang ke ruangannya. Pria bermata biru itu datang dengan santainya langsung duduk di sofa milik Edward.


"Ada apa kamu kemari Mike?" tanya Edward dingin.


"Menengok adik ipar lah!" goda Mike.


"Ish, aku lupa kalau kamu jadi iparku" umpat Edward.


Mike tergelak. "Nasibmu Ed menikah dengan adik Nabila."


"Haaaiissshhhh, aku berharap Yuna bukan adik Nabila supaya tidak menjadi saudara iparmu."


Mike semakin terbahak. "Itu sudah takdir bro."


"Kamu ngapain ke London?"


"Ada meeting sesama dokter bedah disini. Cuma Nabila nggak bisa ikut karena ada jadwal operasi sama Sean."


"Kirain Nabila ikut jadi bisa ketemu dengan Yuna." Edward kemudian melanjutkan pekerjaannya.


"Yuna gimana kabarnya Ed?"


"Alhamdulillah baik. Ini mau masakin aku rendang" sahut Edward.


"Aku ke rumahmu ya" goda Mike.


"Tidak! Kamu pulang ke mansion Duncan saja!"


"Hei! Yuna masak rendang, masa kamu nggak menawari aku?"


"NO! Itu masakan istriku ya buat aku lah!" eyel Edward.


"Dasar pelit!" cebik Mike.


"Minta Nabila masakin rendang besok kalau kamu sudah pulang ke Edinburgh!"


"Ipar durjana!"


"Biarin!" Edward nyengir.


"Menyesal aku membawa Yuna ke dalam kehidupanmu" gerutu Mike.


"Itu sudah takdir Mike!"


"Sialan kau!" kekeh Mike.


***


Yuna, Maria dan beberapa pelayan membantu nyonya rumah membuat rendang. Dapur luas milik Edward pun ramai dengan hebohnya para wanita bule menanyakan resep masakan Indonesia.


Usai mempersiapkan rendang, Yuna mempersiapkan masakan udang balado, sambal hijau dan telur dadar.


"Orang Indonesia itu terlalu banyak bumbu yang dipakai."


"Orang Indonesia kalau nggak berani pakai bumbu kalau masak, nggak mantap" ucap Yuna.


Maria dan beberapa pelayan hanya bisa melongo banyaknya bumbu yang dipakai.


Edward pulang sebelum jam lima sore karena dia ingin segera bertemu dengan istrinya dan mencoba rendang daging.


"Darling!" teriak Edward ketika sudah di dalam rumah.


"Nyonya di kamar tuan" jawab Maria.


"Hari ini istriku ngapain aja?" tanya Edward.


Edward mengangguk. "Aku keatas dulu Maria."


Maria mengangguk.


***


Yuna sedang menikmati acara berendam di kamar mandi Edward yang luas ketika mendengar suara pintu dibuka.



"Halo sayang" sapa Edward memandang istrinya yang sedang berendam penuh dengan busa yang menutup tubuhnya.


"Sudah pulang? Tadi mbak Nabila telpon katanya bang Mike di London" ucap Yuna.


"Ipar durjana itu memang ke London dan tadi ke kantorku" balas Edward sembari melepaskan jas, kemeja dan celana nya.


"Kamu mau ngapain Ed?" tanya Yuna sembari memincingkan mata.


"Mandilah! Mandi dengan istriku." Edward pun masuk ke dalam bathub setelah tubuhnya polos.


"Alamat lama deh ini mandinya" kekeh Yuna.


"Mandi lama yang nikmat" bisik Edward sambil merengkuh tubuh istrinya.


***


Setelah acara mandi yang lama, keduanya turun dari tangga menuju ruang makan. Betapa terkejutnya Edward dan Yuna melihat Mike sudah ada di ruang tengah.


"Siapa yang menyuruhmu masuk Mike?" tanya Edward kesal.


"Siapa yang melarang anak Duncan McGregor datang ke rumah Edward Blair?" balas Mike jahil. "So, berapa ronde tadi?"


Yuna memerah wajahnya sedangkan Edward hanya mendengus kesal.


"Shut up Mike!" hardiknya yang membuat Mike terbahak.


"Look man, kita sudah sama-sama menikah, sama-sama masih pengantin baru suasananya. Jadi, nggak usah malu lah!"


"Mbak Nabila nggak bisa ikut ke London ya bang?" tanya Yuna.


"Ada ops yang nggak bisa ditinggal Na. Dia sama Sean harus mengurus." Mike mengikuti kedua tuan rumah menuju ruang makan.


"Sayang banget nggak bisa ikut ya, kan ramai rumah" ucap Yuna yang mendapat pelototan Edward.


"Apa kapan-kapan kamu ke Edinburgh atau ke Manchester?" tawar Mike.


"Bilang saja kamu minta Yuna menghandle Vivienne" cebik Edward.


"Nah tuh paham!" kekeh Mike.


"Udah, udah. Ayo kita makan. Hari ini menunya masakan Padang" ajak Yuna.



"Mantap!" ucap Mike.


"Bilang saja kamu memang sengaja datang kesini karena pengen rendang" gerutu Edward.


"Siapa tadi yang cerita Yuna masak rendang. Kamu kan Ed" balas Mike.


"Boys! Bisa nggak makan dengan tenang?" tegur Yuna.


Edward dan Mike pun terdiam. Setelahnya keadaan meja makan pun hanya terdengar suara sendok dan garpu saja.


***


Edward dan Yuna sudah berada di atas tempat tidur sambil memegang gadget masing-masing. Edward memeriksa jadwal yang dikirim oleh Jack sedangkan Yuna memeriksa pekerjaan Karen.


Sebuah email membuat Yuna mengerutkan keningnya. Edward yang melihat perubahan wajah istrinya, menjadi bertanya-tanya.


"Baby? Ada apa?" tanya Edward.


"Tante Yana meminta aku ke Los Angeles Minggu depan. Ini email yang menunjukkan barang-barang yang minta dilelang oleh aku. Gimana Ed?" Yuna menunjukkan email-nya kepada Edward.


"Aku cek dulu pekerjaan aku seminggu ini, nanti kita bisa ke Los Angeles."


"Nggak papa kan Ed?"


"Nggak papa. Selama masih pekerjaan itu masih berhubungan dengan keluarga, aku tidak masalah. Itung-itung sekalian bulan madu."


"Terimakasih sayangku."


"Anything for you, darling."


***


Yuhuuu Up Sore Dulu Yaaaa


Maaf hari ini agak slow down yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️