LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 75



Derap kakinya begitu cepat, wajah yang kesal terlihat jelas. Ussy membuka pintu dengan kasar dan menutup kembali sedikit membanting.


"Argh! Fahrul gila!"


"Kenapa dia begitu gegabah!"


Emosi Ussy semakin tersulut, saat kejadian yang baru saja menjadi persolakan emosi. Dia langsung menghempaskan tasnya ke arah kursi, perlahan membuka sepatu.


Saat mulai berjalan menuju kamar mendadak suara pintu terketuk, ada seseorang diluar mendatangi. Ussy membalikkan badannya dan melihat dibalik jendela. Untuk mengetahui siapa gerangan yang mengetuk pintu rumahnya.


Awas saja kalau dia berani kesini! Tidak akanku buka! Gerutunya.


Pikir Ussy yang langsung memberi benteng pertahanan. Apabila Fahrul yang datang menyusul, tapi pikirnya salah, diluar terlihat jelas seorang kurir yang mengantarkan sebuah paket. Membuat Ussy terheran dengan kehadiran nya, Ussy membuka pintu.


"Iya, ada apa?"


Seorang kurir itu langsung mengeluarkan card identitas rahasia terhadap Ussy.


Dia tim Ville Blood. Ussy termangut setelah membacanya.


"Saya mengantarkan paket dari Tuan GE, untuk anda Lussy,"


"Paket?" Terheran.


"Iya, dan Tuan GE bilang kamu harus datang tepat waktu."


"Baiklah."


Pria tersebut mengangguk pelan lalu pergi berlalu meninggalkan. Ussy masih mematung dengan sorot mata yang terus terpaku pada paket yang Mr.GE beri. Segera Ussy masuk kembali dengan menutup rapat pintu, Ussy membuka paket, penasaran dengan isi didalamnya.


Paket telah terbuka, mata Ussy membelalak saat mendapati sehelai Gaun berwarna merah muda dengan panduan hiasan manik-manik yang menambah kesan elegan. Juga sepasang sepatu heals dengan tinggi sepuluh centi.


"Gaun? Heals?"


"Buat apa dia mengirim semua ini?"


Selembar kertas tertinggal dibalik baju, Ussy langsung membukanya dan membacanya.


Kamu harus tampil begitu cantik di perjamuan malam hari ini. Karna Perjamuan ini sangat penting.


~Gabriel Elnata


"Perjamuan macam apa ini? Sampai dia memberiku Gaun yang aneh ini!"


Nada dering terus bergetar panjang, Ussy menoleh ke arah ponsel, tertera jelas panggilan dari Fahrul. Ussy langsung menolaknya dan mematikan ponsel. Dalam hatinya masih kesal atas perilaku Fahrul yang berlebihan.


...***...


Hari mulai malam, Ussy segera bersiap diri. Dia memandang sebentar Gaun pemberi GE, dalam hatinya merasa risih melihat desain baju tersebut.


"Apa Gaun ini cocok ya untukku?" Ussy menatap diri nya di pantulan cermin.


Kemudian dia pakai. Gaun dengan ukuran sangat tepat untuk tubuhnya, melekat indah nan anggun. Dengan bagian punggung yang terlihat.


"Eum apa tidak terlalu terbuka ya?" Dia masih melihat lihat lekuk tubuhnya yang tertampak jelas, apa lagi bagian punggungnya yang terbuka.


"Gila ya! Kenapa juga aku pakai gaun ini! Jelas-jelas ini engga cocok!" dumel Ussy.


Namun saat hendak membuka bajunya kembali tiba tiba ponsel Ussy mendapati sepucuk pesan. Segera Ussy membukanya.


"Kamu harus pake gaun itu. Jangan diganti dengan gaun lainnya! Kalau tidak akan ada konsekuensi khusus untukmu!"


"Argh ... Bre*gsek!" umpat kesal Ussy.


Jam menunjukkan pukul tujuh malam Ussy segera mengaplikasikan riasan wajah yang simple tidak terlalu tebal. Terakhir langsung mengenakan heals.


"Sepatu macam apa ini! Tinggi banget mana ribet lagi!"


Ungkal Ussy yang lagi dan lagi tidak menyukai atas pemberian Mr. GE


Tok ... Tok ...


Suara ketuk pintu terdengar begitu keras, Ussy langsung berjalan dan membukanya.


"Sebentar...,"


Saat pintu telah terbuka Ussy terheran dengan dua pria berbadan tinggi besar dengan kepala plontos dan berkacamata hitam.


"Ada apa, ya?"


"Maaf Nona kami utusan Tuan GE, menyuruh untuk menjemput Anda."


"Maaf Nona, tapi ini perintah, Tuan."


"Enggak apa-apa Saya bisa sendiri," tolak Ussy menjelas, karena begitu takut dengan tampang kedua Bodyguard suruhan Mr. GE


"Maaf Nona perintah ini tidak bisa ditolak. Apabila Nona tidak ikut bersama kami, maka taruhannya adalah kepala kami, maka dari itu mohon atas pengertiannya..,"


Astaga! Benar benar makhluk menyebalkan umpat! Ussy begitu kesal.


"Baiklah."


Terpaksa Ussy menerima ajakannya, tentu saja Ussy selalu waspada. Apalagi dengan keadannya yang sekarang selalu menantang maut, banyak sekali musuh disekelilingnya.


 


Mobil telah sampai tujuan, salah satu dari mereka dengan cepat turun dan membuka pintu mobil, perlahan Ussy menurunkan kakinya terlihat begitu bersih dan putih, Mr. GE yang sudah berdiri sedari tadi menunggunya didepan. Untuk menyambut secara langsung.


Ussy turun, tangan Mr.GE mengulur layaknya menyambut tuan putri. Sesekali menatapnya sebentar.


Dia sangat mirip Elisa ...


Dalam batin Mr.GE merasa begitu senang saat melihat jelas wajah Ussy. Mr.GE tersenyum begitu takjub. Ussy merasa canggung untuk merima uluran tangan Tuannya tersebut, karena Ussy begitu lama merespon, Mr. GE langsung menarik tangan Ussy dan menggandengnya. Keduanya berjalan mendekati ruangan.


Banyak sekali tamu undangannya, semua memakai pakaian dengan harga yang fantastis dalam benak Ussy merasa tidak enak berada dalam lingkup kalangan atas.


"Tenanglah ... Jangan gugup, aku ada disini," bisik Mr. GE.


Ussy menghela nafas pendek, berusaha tetap tenang.


"Panggil saya Gabriel," bisiknya kembali.


"Kenapa?"


"Ikuti saja, jangan banyak bertanya," balasnya membuat Ussy langsung terdiam saat menatap mata tajam Mr. GE


Mr. GE semakin mempererat posisinya, tangannya kini merangkul pinggul, membuat Ussy sedikit risih atas perlakuan nya. Dalam Hati Ussy ingin segera melepas diri dari manusia keji seperti Mr. GE


Sesekali berpapasan dengan para tamu undangan yang lain, yang mungkin kerabat dari Mr. GE, Ussy hanya mampu tersenyum palsu saat berhadapan dengan yang lainnya, dia tidak mengerti topik apa yang mereka bicarakan.


Saat pembicaraan yang sangat membosankan, seketika ada seorang gadis yang menyahut dan menghampiri Mr.Ge, rambutnya berwarna coklat keemasan yang terurai bebas, sedikit ikal dibawahnya. Memakai Gaun yang sangat cantik dan terlihat begitu lucu. Dia berlari kecil dan memanggil Mr. GE dengan panggilan Kakak.


"Kakak...,"


Mr. GE menoleh kearah sahutan tersebut, dia langsung merespon dan menyambut sang Adik dengan peluknya. "Angel..,"


Hah! ANGEL? Apakah dia... Dalam benak Ussy sangat tersontak saat Mr.GE memanggilnya dengan sebutan Angel nama tidak asing di telinga Ussy.


"Kakak kemana saja? Kenapa baru datang diperjamuan keluarga sekarang?" Tanya Angel begitu manja.


Oh jadi ini perjamuan Keluarga, berarti ini semua keluarga dari Tuan GE, dengan kata lain mereka semua golongan mafia? Batin Ussy semakin heran dengan perjamuan malam itu, begitu canggung.


"Maaf ya akhir-akhir ini Kakak sibuk," jawabnya dengan tertawa kecil dan mengusap puncak kepala Angel.


"Oh iya, kenalkan ini Lussy," Mr. GE memperkenalkan Ussy kepada Angel.


"Hallo Kak Lussy, kenalkan Aku Angel," salam perkenalan Angel.


Beberapa detik berlalu Ussy hanya memandang sebentar tangan Angel yang mengulur perlahan menyambutnya.


"Lussy..," balas Ussy dengan tersenyum paksa.


"Apa dia kekasih Kakak?" Tanya Angel kepada Mr.GE


"Bukan, saya hanya temannya," jawab Ussy dengan cepat menumpas segala pertanyaan Angel.


"Ah ... sayang sekali, padahal Kak Lussy ini sangat cantik, ku pikir kalian pacaran," Ungkap Angel membuat rona merah terukir diwajah Mr. GE


Mr. GE hanya tersenyum dan mencubit manja Angel, keduanya tertawa singkat.


"Ya sudah ... Angel tinggal dulu ya," tuturnya sambil berlalu.


Oh jadi itu yang namanya Angel, semua ciri terlihat begitu sama persis. Dia yang telah membuat Luna mati! Hah, lihat saja nanti ...


Ussy tersenyum simpul, pandangannya masih menatap serius pada Angel yang berlalu pergi meninggalkannya.


Apakah Lussy akan menbalaskan dendamnya atas kematian Luna? Sedangkan Angel adalah Adik dari Majikannya sendiri, lantas bagaimana cara dia membalaskan semua dendamnya?


...***...


Jangan lupa untuk Like, komen dan Vote ya Readers ☺