
Luna hendak mengayuh sepedanya, namun terhenti ketika seseorang memanggil Luna, Luna langsung menoleh ke arah sahutan tersebut. Pandangan Luna semakin di pertajam untuk melihat sosok seperti apa yang memanggilnya.
Orang tersebut semakin dekat. Semakin jelas terlihat. Ternyata Angel, dia menghampiri Luna dengan sedikit berlari dan nafas yang terengah.
"Angel?! Mau apa dia datang kepada ku? Jangan-jangan mau membuat onar kembali dengan ku. Sudah lah hiraukan saja!" Gerutu Luna dalam hati, lalu kembali memboseh sepedanya. Berharap menghindari Angel.
Angel terus menyahut Luna, "Luna ku mohon berhentilah! Ada yang mau Angel bicarakan dengan mu! Ini penting!",
Kemudian Luna menghentikan memboseh sepedanya, Angel segera berlari mengejar posisi hingga setara dengan Luna.
"Apa yang kamu ingin katakan?! Cepat!" ucap Luna dingin.
"Hmm lebih baik kita bicarakan ini di suatu tempat, jangan dipinggir jalan. Bagaimana kalau di restoran sebrang itu?" tawar Angel dengan mata penuh harapan.
"Pasti dia mau mengerjai aku! Ini adalah akan bulusnya lagi untuk mempermalukan aku!" Gerutu Luna dalam hati.
"TIDAK!" Tolak Luna tegas,
"Tapi... Luna ku mohon... Ada hal penting yang harus dibicarakan kepada mu .. Ku mohon..." jawab Angel memohon.
"Sekali tidak ya tidak! Kalau mau bicara disini saja! Terserah kamu mau menerima atau tidak!" tumpas Luna.
Angel menggertak giginya, "Oke oke, aku akan bicara disini saja." Balas nya dengan sedikit terpaksa.
"Angel mau minta maaf atas sikap Angel yang selalu semena-mena dengan mu Luna, dan Angel sadar sekarang hati Kak Daniel bukan untuk Angel lagi. Kak Daniel sangat mencintai mu Luna. Dan Angel harap kamu bisa menerima kak Dan.."
Luna langsung memotong ucapan Angel, "Stop! Luna sudah memaafkan Angel! Dan perihal Kak Daniel tidak ada sangkut pautnya dengan Luna!".
"Luna beneran sudah memaafkan Angel?" ungkap Angel meyakinkan kembali kepada Luna dengan mata berlinang.
"Ya! Sekali lagi Luna sudah memaafkan Angel! Maaf Luna harus segera pulang! Bye.." Luna hendak mengayuh sepeda nya kembali, namun dihentikan lagi oleh Angel.
"Tunggu dulu Luna. Sebagai ucapan terima kasih Angel kepada Luna yang telah memaafkan Angel, nih... Undangan ulang tahun Angel, Luna datang ya... Angel sangat berharap dengan kedatangan Luna. Angel sudah berjanji tidak akan menyakiti Luna dan akan menjadi teman baik Luna. Angel Janji!" Ujarnya penuh rasa yakin.
Kemudian Luna mengangguk dan menerima surat undangan tersebut, lalu kembali mengayuh sepedanya. Angel melambai tangan bahagia kepada Luna.
---
#Back to Ussy
Jam kuliah telah selesai, Ussy bergegas untuk pergi bekerja. Hari pertama Ussy bekerja di kota orang. Rasa bahagia campur haru menjadi satu, sulit untuk diungkapkan. Karena begitu bahagianya.
Dengan semangat Ussy segera melangkah kaki menuju gerbang keluar kampus, saat hendak keluar Ussy berpapasan dengan Anton yang datang secara mendadak.
Terkejut sekali ketika Anton datang, Ussy berusaha menghindar. Namun, sulit baginya untuk menghindari Anton. Rasa sakit di leher masih berbekas, dan membuat trauma tersendiri bagi Ussy ketika melihat Anton.
"MAU APA LAGI KAMU KESINI!!" ucap Ussy gemetar ketakutan.
Anton mendekati perlahan, "Aku hanya ingin memastikan kembali. Apakah Ussy bersedia bergabung dengan tim kami?" Jelas Anton dengan pandangan tajam.
"CUKUP! ANTON CUKUP! Sudah ku katakan TIDAK YA TETAP TIDAK! Pliss... Ussy hanya ingin hidup tenang! Jangan ganggu Ussy! Ussy mohon sekali kepadamu Anton! Ussy tidak ingin hidup dengan tim aneh seperti kamu, yang tidak jelas apa tujuannya! Berapa kali kamu akan meyakini ku tetap jawabnya TIDAK!" Jelas Ussy,
"Tim kami akan menjelaskan segala aspek tujuan setelah Ussy masuk ke dalamnya dan menjadi anggota, perihal ekonomi sudah tertata rapih bahkan sangat di mimpikan setiap...,"
Anton langsung mendongak dagu Ussy dengan tangannya secara paksa. "Pantas saja, Tuan GE menyukai mu Ussy. Karena kamu sangat keras kepala Haha! Sudah ku duga! Jangan salahkan tangan ku karena merenggut jiwa mu!" Timpalnya,
Tangan Anton semakin menurun ke arah leher perlahan mencekik Ussy, semakin kuat tangannya mencekik Ussy, semakin sulit Ussy untuk bernafas. Sulit bagi Ussy untuk memberontak. Wajahnya mulai membiru, menahan nafas yang tertahan.
"TUHAN.. KU MOHON JANGAN JEMPUT JIWA KU DALAM KEADAAN SEPERTI INI!" Dalam hati Ussy menahan sakit dan sulit bernafas.
Duaagghhhh
Pundak Anton tertimpa benda keras, membuat tangan Anton melepaskan Ussy yang mencoba membunuhnya. Seorang pria pemberani berparas tampan dengan warna kulit sawo matang dengan berani dia memukul Anton dengan kayu dahan yang cukup tebal. Membuat Anton sempoyongan dan lari menjauh dari pandangan mereka.
"Woy!! JANGAN LARI!!" teriak pria tersebut, lalu mengejar Anton dengan cepat. Meninggalkan Ussy sendirian dengan keadaan Ussy terkulai lemas.
Lutut Ussy mencium tanah, kakinya tidak mampu untuk berdiri, terlalu lemas untuk melangkah. Nafasnya terbatuk batuk. Tangannya refleks memegang lehernya yang kesakitan. Kemudian tidak selang lama datang Fahrul, dengan segera Fahrul menghampiri Ussy yang terduduk dibawah tanah dengan wajah yang pucat.
"KAMU KENAPA?!" Cemasnya dan membantu Ussy untuk berdiri,
Ussy masih terdiam lalu Fahrul memapah Ussy ke tempat duduk taman yang berada dekat di sebelahnya. Dan memberikan minum kepada Ussy, upaya untuk mentenangkan hatinya.
"Kamu kenapa bisa kaya gini sih?!" Tanya Fahrul kembali dengan mengelap keringat dingin Ussy dengan selembar Tissue.
Namun Ussy hanya terdiam kaku, "Jawab dong Ussy! Jangan buat aku khawatir terus." tambah Fahrul cemas,
"Tidak ada apa-apa." Jawab Ussy berbohong.
"Jangan bohong! Aku tau kamu kena masalah kan! Gak mungkin wajah kamu sampe pucat dan gemetaran kaya gini!" Elak Fahrul tidak percaya,
"Ussy belum makan! Jadi ya kaya gini!" Jawabnya kembali berbohong. Karena tidak ingin masalahnya membebani Fahrul.
"Ya ampun .. kenapa kamu bisa gak makan sih? Yaudah yuk kita makan dulu. Aku yang bayar. Cepetan yu." Ajak Fahrul.
"Tidak ada waktu! Aku harus segera kerja, kalau tidak aku bakal kesiangan. Lebih baik antar aku saja." Pinta Ussy,
Fahrul berdiri lalu berlutut dan menatap Ussy, "Apa kamu gila? Keadaan kamu lagi gak baik gini! Masih tetep aja mau kerja! Kamu ngejar apasih?! Sampai kamu melupakan kesehatan kamu sendiri!",
Ussy hanya terdiam membisu, sulit baginya untuk memberi respon.
"Sudah lebih baik Ussy jadi pacar aku. Dan semua pengeluaran dan kebutuhan kamu, biar aku yang tanggung. Ussy gak perlu repot-repot kerja. Cukup kamu ada disamping aku!". Jelas Fahrul mengutarakan rasa sukanya kepada Ussy.
Plakkk..
Ussy menampar keras tepat wajah Fahrul, membuat Fahrul terkejut atas respon yang diberikan Ussy, "Maaf Senior! Aku bukan wanita yang gila harta! Dan bukan wanita murahan yang mampu dibujuk dengan uang, baju mewah, ataupun barang-barang Breanded lainnya!" Ucap kesal Ussy, lalu pergi beranjak meninggalkan Fahrul.
Dengan sigap Fahrul menahan Ussy, "Bukan itu maksudnya! Kamu salah paham!".
Ussy membalikan badannya, dan melepaskan genggaman Fahrul, "Salah paham?! Jelas-jelas Ussy paham dengan pikiran Senior untuk mendapatkan hati wanita hanya cukup dengan harta! Tidak bagi Ussy! Ussy bukan wanita MATRE!",
"Dan asal Senior tahu. Lebih baik aku mati dalam keadaan menahan lapar, dari pada Ussy memohon kepada pria kaya untuk makan di restoran mewah! Cukup sampai disini pertemuan kita Senior! Ussy sudah muak melihat tipe pria busuk seperti Senior!" Jelas Ussy meluap amarah. Seketika hati Fahrul bergetar mendengar pernyataan Ussy, membuatnya sulit berkata.
Ussy pergi meninggalkan Fahrul, dengan langkah yang semakin menjauh, Fahrul berupaya menghentikan Ussy. Namun Ussy tetap berjalan tidak menggubris sahutan Fahrul.