
Setelah sekian lama perjalanan yang begitu berkalut akhirnya sampai menuju tujuan, jam telah menunjukan pukul sepuluh malam, Ussy segera keluar dengan menggendong Lily yang tertidur.
Fahrul segera membuka bagasi mobil dan mengeluarkan beberapa koper Ussy. Kemudian Fahrul membantunya membawa beberapa koper tersebut ke dalam Indekos Ussy. Beberapa menit kemudian akhirnya selesai sudah semua perpindahan.
Ussy merebahkan Lily diatas kasusnya, dan melepas sepatu Lily yang masih melekat di kakinya. Lantas Ussy menemui Fahrul yang sedang terduduk lelah diatas kursi tamu.
"Ini minumlah Teh jahe, agar tidak terlalu pegal badan," ucap Ussy sambil menyodorkan Teh buatannya,
"Terima Kasih,"
Segera Fahrul menerimanya dan menyeruput Teh tersebut, badannya terasa hangat setelah meminumnya, kemudian Fahrul menaruh Teh tersebut.
"Ternyata kamu pandai ya bikin Teh," puji Fahrul,
Ussy hanya membalas dengan tersenyum simpul.
"Terima Kasih untuk hari ini Senior telah membantu Ussy untuk pindahan," lanjut Ussy,
"Iya, tapi apa kamu yakin akan tinggal disini? Lebih baik bersama ku saja kebetulan ada rumah kosong yang cukup besar," tawar Fahrul,
"Tidak usah Senior, Terima kasih." Jawab Ussy dengan datar.
"Ya sudah, aku ikut tidur ya.." lanjut Fahrul sambil berjalan menuju kamar Ussy,
Dengan sigap Ussy menahan Fahrul dan menghalanginya agar tidak masuk kamar,
"Tidak! Disini sudah penuh!" Tolak Ussy,
Fahrul tersenyum simpul melihat reaksi Ussy yang begitu menggemaskan dengan bibirnya yang sedikit mengerucut.
"Ih sebentar saja aku cape banget!" Paksa Fahrul,
"Tidak! Sekali tidak tetap tidak!!" Ussy bersikukuh,
Kemudian Ussy mendorong Fahrul untuk segera pergi dari tempat tinggalnya,
"Sana.. Sana.. pergi saja..",
"Yayaya.. Aku pergi!" Jawab Fahrul,
Lalu Fahrul perlahan mendekati Mobil dan secara mendadak Fahrul membalikan badannya lalu mengecup kening Ussy, membuat Ussy terdiam membisu atas perlakuan Fahrul.
Muach
"Aarrgghh!! Senior gila!!" Kesal Ussy,
Ussy segera mengejar Fahrul dengan tangan yang mengepal keras ingin sekali memukulnya, tapi Fahrul berlari lebih cepat daripada Ussy sehingga sulit bagi Ussy untuk membalas. Sesekali terdengar suara Fahrul yang tertawa, kejar-kejaran layaknya kucing dan tikus
Segera Fahrul masuk kedalam mobil dan dengan cepat mengendarainya sambil melambaikan tangannya. Sikap jahil Fahrul membuat rona merah tergambar jelas di wajah Ussy, segera Ussy tersadar dan kembali ke dalam rumah.
***
"Nak.. Tolong.. Tolong.." teriak seseorang dengan nada yang parau,
"Siapa disana?" Tanya Ussy sambil melihat sekeliling,
"Nak.. Tolong.." suara semakin menjauh,
Ussy merasa tidak enak hati dan langsung mengikuti suara tersebut yang membuat rasa penasaran dalam benak begitu bergejolak.
Semilir angin malam membuat bulu kuduk berdiri tegak, pohon rindang yang bergoyang tertiup Angin, namun Ussy tetap melangkah kaki mengikuti suara tersebut.
"Nak.. Tolong.." teriaknya kembali semakin terdengar jelas,
Ussy langsung mempercepat langkahnya dan matanya melihat begitu jelas Bapak dipenghujung jalan sedang berlumur darah dengan Becaknya yang terjungkal.
"Bapak!!" Sontak Ussy terkejut,
Ussy langsung menghampiri Bapak dengan badan yang berlumur darah, tangan Ussy gemetar melihat kondisi Bapak begitu banyak luka.
Saat Ussy hendak mendekati Bapak, secara mendadak seseorang menggusur Bapak dengan paksa membuat Bapak meraung kesakitan, orang tersebut sangat kasar terhadap Bapak.
"Aarrghh.. Ampun.. Ampun!!" Ucap Bapak begitu penuh rasa sakit,
"Bapak?!" Ucap Ussy Refleks,
Orang tersebut menoleh ke arah Ussy, seketika Ussy bersembunyi di balik pohon, berupaya untuk menyelamatkan Bapak.
Segera Orang itu membuka jubahnya dan mengeluarkan pedang dibalik bajunya, pedang yang begitu tajam dan panjang membuat sekali menggores akan menghilangkan nyawa.
"Mama?!" Sontak kaget Ussy ketika melihat orang berjubah tersebut adalah Mama Jamy,
Segera Ussy menutupi mulutnya sendiri dengan tangan, tanpa pikir panjang lagi Mama Jamy memenggal kepala Bapak.
Cratt..
"Aaarhhhgg Bapak!!"
Sontak Ussy terkejut, langsung mendekati Bapak dan keluar dari persembunyian. Kepala Bapak terputus, darahnya memuncrat keras membasahi sebagain baju Mama jamy.
Mama melihat Ussy dan segera menghunuskan pedang tepat arah belakang Ussy, mata Ussy melihat bayangan Mama yang ingin membunuhnya segera Ussy menoleh arah belakang.
"Aaarrggghh Tidak!!!"
---
"Kak.. Kak Ussy... Bangun kak!!" Lily menepuk lembut pipi Ussy, upaya untuk membangunkan Ussy,
Seketika Ussy membuka matanya ketika mendengar suara Lily, kemudian Ussy bangun dari tempat tidurnya dengan kepala sedikit pening.
"Hanya mimpi!" Ucapnya dengan nada pelan,
"Kak Ussy kenapa? Apa Kakak sakit?" Tanya Khawatir Lily,
"Tidak, Kak Ussy hanya mimpi buruk saja.",
"Ah ternyata sudah pagi, Kak Ussy mandi dulu ya.." lanjut Ussy sambil berlalu,
Segera Ussy memasuki pintu Toilet, handuk mulai digantung. Perlahan Ussy membuka kran air, sedikit demi sedikit air membasahi tubuh Ussy.
"Tenangkan Hati kamu Ussy! Itu semua hanya mimpi!" Ucapnya mentenangkan pikiran yang selalu membawa ke dalam mimpi buruk.
Beberapa menit kemudian Ussy selesai mandi, dan keluar dengan tubuh yang hanya berbalut handuk kemudian menyuruh Lily untuk segera mandi. Lily menganggukan kepalanya dan mematuhi perintah sang Kakak.
Segera Ussy membuka lemari pakaian dan mulai mengenakan bajunya, pandangannya kini beralih menuju beberapa koper yang masih berjajar membuat didalam kamar sungguh terasa sempit.
"Huh! Berantakan sekali! Mungkin setelah pulang kerja aku akan membereskan semua ini," ujar Ussy dengan menghela nafas berat.
Lily telah selesai mandi dan segera berpakaian, kemudian mereka berdua memakan sarapan dengan sehelai Roti. Ussy segera memberikan segelas susu hangat kepada Lily, perlahan Lily teguk sampai habis susu tersebut.
"Nah Lily, Kak Ussy akan berangkat dulu kuliah. Kamu tunggu disini ya.. Jangan nakal," perintah Ussy,
"Oke Kak,"
"Janji?" Ucap Ussy sambil mengeluarkan janji kelingking,
"Janji!" Balas Lily dengan menyetujui janji melingkar kelingking.
"Ya sudah Kak Ussy berangkat dulu ya. Muaachh," Ussy kecup kening Lily dan berlalu meninggalkan Lily sendirian.
Sebelum itu Ussy sudah memberi informasi kepada Ibu pemilik Indekos dan menitipkan Lily kepada nya, segera Ussy berangkat. Perlahan langkahnya mulai keluar, saat Ussy membuka pintu tiba-tiba seseorang dengan Bouqet Bunga Mawar yang berukuran cukup besar hingga menutupi wajahnya.
"Siapa dia?" Tanya Ussy heran,
"Pagi..," ucapnya sambil memunculkan wajah,
"Senior Fahrul?",
Ussy sedikit terkejut ketika Fahrul datang dengan membawa Bouqet Bunga Mawar begitu indah, matanya seakan tidak menyangka bahwa itu Fahrul dengan penampilan yang begitu berbeda saat gaya rambutnya baru.
"Haacchhuuu.." Seketika Ussy bersin,
"Kamu kenapa?" Tanya Fahrul khawatir,
"Jauhkan bunga itu! Aku alergi bunga! Hachhuu..." balas Ussy dengan terus bersin,
Segera Fahrul melempar jauh bunga tersebut hingga masuk kedalam halaman tetangga.
"Kenapa dibuang?! Hachhuu.." tanya Ussy terheran melihat reaksi Fahrul,
"Tadi kan suruh kamu buang," polos Fahrul menjawab dan menyodorkan selembar Tissue kepada Ussy,
Segera Ussy menerimanya Tissue tersebut, "Maksudnya jauhkan dari pandangan aku! Bukan dibuang gitu aja! Sayang tahu!",
"Aku juga sayang kamu," balas Fahrul,
"Gombal!" Segera Ussy melintasi Fahrul,