
"Anton kamu mau kemana?" Tanya Ussy terheran saat Anton tiba-tiba membuka sabuk mobil.
Anton tidak memberi respon atas pertanyaan Ussy. Lalu, Anton mengambil sesuatu barang dibelakang jok mobil. Yaitu Sebuah laptop, Anton langsung membukanya dan mengaktifkan dengan segera. Ussy masih terheran dengan sikap Anton. Apa yang akan dilakukannya?
"Kamu diam dimobil, awasi Anak buah Albert dari pantauan kamera yang sudah berhasil aku retas lewat laptop ini, kamu perhatikan gerak gerik mereka. Aku yang akan masuk membawa Pink Star." Jelas Anton,
"Tapi... bukankah aku yang disuruh Mr.GE untuk mengambil Pink Star itu?"
"Aku tidak tega kalau kamu yang mengambilnya, ini sangat berbahaya! Kamu cukup pantau keamanannya," perintah Anton,
Apakah Anton berusaha membantu ku?
"Kita adalah Tim! Jadi masalah kamu, ya masalah aku juga. Paham'kan?" Ungkap Anton meyakini Ussy,
Ussy hanya mengangguk dan segera Anton memasang Earphone di telinganya, begitupun Ussy. Segera Ussy mengoperasikan laptop, dengan kemampuan Ussy yang cukup bagus dalam meretas akses keamanan rumah Albert. Anton tercengang melihat kemampuan Ussy dalam meretas suatu keamanan yang cukup sulit untuk di retas, namun bagi Ussy sesuatu yang mudah.
Wow! Dia benar-benar hebat! Pantas saja Mr. GE ingin sekali dia bergabung, ternyata dia begitu hebat!
Gumam Anton dalam hatinya yang begitu bangga dengan kemampuan Ussy yang begitu luar biasa. Dari luar memang Ussy terlihat seperti wanita yang polos, tidak mengerti apapun, lemah. Tapi, siapa sangka Ussy begitu luar biasa dalam kemampuan intelektualnya. Ya! sedari Ussy sekolah selalu mendapatkan penghargaan beberapa ajang perlombaan seputar dunia yang berbau internet.
"Gimana sudah aman?"
"Sudah, kamu bisa masuk ke dalam. Gunakan kode ini untuk membuka gerbang yang terkunci," Ussy langsung memberikan secuil kertas berisi kode rahasia.
"Kamu harus menyamar menjadi anak buah Albert,"
"Oke, mengerti!" Jawab Anton sembari berlalu.
Anton segera berjalan mendekati rumah Albert, kini Anton telah berada didepan gerbang rumah Albert. Sungguh besar sekali gerbangnya yang terbuat dari besi hampir menutupi seluruh halaman, seakan benteng yang melingkar aman.
"Cek.. Cek.., Anton Apa kau disana?" Tanya Ussy lewat Earphone,
"Iya aku ada, apa yang harus dilakukan selanjutnya?"
"Kamu harus memasukan kode masuk yang telah aku tulis di secuil kertas tadi." Perintah Ussy,
"Baik!"
Anton segera memasukan kode masuk, dan berhasil! Gerbang buka secara otomatis, Anton segera masuk dengan selalu waspada.
"Hati-hati, Anak buah Albert datang! Cepat bersembunyi!"
Saat mendapati sinyal perhatian dari Ussy, segera Anton berguling masuk kedalam semak-semak dan bersembunyi. Kedua Anak buah Albert datang dan berjalan begitu saja melewati semak. Saat mereka sudah mulai jauh, Anton mulai keluar dari semak dan berjalan mengendap.
"Posisi kamar ganti ada disebelah utara, kamu harus mengganti pakaian dengan seragam anak buah Albert,"
"Baik!"
Anton segera berlari dan masuk ke dalamnya dengan berhasil, sesaat Anton melihat sekeliling ruang yang hampa tidak ada siapapun. Hanya ada deretan Toilet dan locker.
"Aargh! Sial! Tidak ada seragam disini!" Kesalnya saat tidak mendapati seragam,
Tiba2 terdengar suara siulan seseorang yang berjalan mendekat ke ruangan tersebut. Segera Anton bersembunyi dibalik pintu masuk, sesaat orang tersebut masuk ya siapa lagi selain anak buah Albert.
"Umpan yang bagus!"
Duagh
Segera Anton melayangkan pukulannya tepat pundak orang tersebut, membuat kesadarannya menurun dan jatuh pingsan, Anton langsung membuka pakaiannya dan langsung bertukar pakaian.
Jantungnya sedikit berdegup saat Anak buah Albert menatapnya dengan rasa curiga, lantas Anton berusaha mengendalikan keadaan seakan dia adalah bagian dari mereka.
"Apa yang kalian lihat?" Tanya Anton dengan nada samaran,
"Saya baru melihat kamu, apa kamu anak baru?" Herannya,
"Iya! Apakah Tuan tidak memberitahu kepada kalian?"
"Tidak, siapa nama mu?"
"Kalian lupa dengan nama ku?! Sungguh ingatan yang buruk! Dimana Tuan sekarang? Aku ingin bertemu dengannya," balas Anton seakan mengalihkan pembicaraan.
Salah satu dari mereka langsung menunjuk ke arah kanan, Anton segera pergi meninggalkan mereka. Anak buah Albert sangat terheran dengan kehadiran Anton, namun perasaan tersebut tidak lama ditumpas karena Anton memakai seragam yang membuat rasa curiga mereda.
"Pink Star berada diruang bawah tanah," ucap Ussy memberitahukan lokasi,
anton mengangguk dan langsung menuju ruang bawah tanah, saat hendak menaiki Elevator menuju ruang bawah tanah, lagi dan lagi berpapasan dengan Anak buah Albert yang lainnya.
Sial! Kenapa mereka ada dimana-mana!
Gerutu Anton kesal saat mendapati anak buah Albert dalam satu Elevator, keduanya saling memandang curiga Anton. Namun, Anton berusaha tenang dalam situasi tersebut.
"Kamu baru ya?" Tanya salah seorang Anak buah Albert,
Anton membalas dengan mengangguk, kemudian mereka saling berdiam kembali, Elevator semakin membawa ke lantai dasar, rasa curiga kembali menerpa anak Buah Albert.
"Kamu mau kemana?"
"Bawah tanah," jawab Anton singkat.
Keduanya memangutkan wajah, seakan mengerti pasti atas dasar suruhan Albert. Akhirnya anak buah Albert keluar di lantai 3 dan meninggalkan Anton. Hela nafas lega Anton terhembus, kondisinya kembali aman.
Sungguh mereka sangat bodoh!
Akhirnya telah sampai diruangan bawah tanah, Anton bergegas mendekati ruangan yang menyimpan Pink Star.
"Posisi semakin dekat! Kamu harus hati-hati!" Peringatan Ussy.
Pink Star sangat dijaga ketat oleh Albert, pengamanan yang luar biasa canggih, disetiap ruangan memiliki kode masuk tersendiri dan hanya orang yang mempunyai kecerdasan luar biasa dalam membobol keamanan yang dipasang Albert. Dibalik layar Ussy terus mengutak atik cara untuk menerobos keamanan Albert, ya! Akhirnya dia berhasil mendapatkan kode rahasia Albert.
Sial!
Anton sangat kesal saat memasuki ruangan banyak sekali Laser Light Security Alarm yang membentang panjang melindungi Pink Star yang ditaruh didalam kotak kaca. Anton berpikir keras untuk melewati laser merah itu, mencari celah untuk menerobosnya.
"Tidak ada waktu untuk mencari tombol Laser ini! aku pasti bisa menerobosnya!" ucap Anton sedikit menghela nafas.
Dengan kelihaian yang dimiliki Anton dalam menerobos, akhirnya dia berhasil melewati Laser Light Security Alarm. Senyum puas tersirat indah di wajahnya, perlahan membuka kotak tersebut dan mengambil Pink Star secara perlahan.
Saat telah mengambilnya, secara otomatis Sirine berbunyi keras membuat Anton terkejut bukan kepayang. Saat sirine berbunyi, Albert tercengang saat melihat CCTV yang memberi tayangan Pink Star diambil oleh orang asing, geram bukan main saat melihatnya, dia langsung mengerahkan Anak buahnya untuk menangkap Anton.
GAWAT!
NOTE: Cerita ini hanyalah fiktif belaka, tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata!
Mohon maaf apabila ada salah kata ataupun informasi lainnya, kalian bisa tinggalkan di kolom komentar apabila menemukan kesalahan 😁
Jangan lupa like dan Vote serta rate untuk mendukung Author😁 tinggal pencet like aja kok😅