LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 14



Masalah akan selalu hadir..


Hingga hidup berakhir..


Setiap pertanyaan ada jawaban..


Setiap ujian ada pencerahan..


Setiap insan hidup pasti ada cobaan..


Bukan hanya cobaan semata mendarat..


Namun langkah menaik derajat..


Apa kau tahu pohon?


Semakin tinggi pohon, maka semakin kuat angin..


Angin akan selalu berhembus kuat kepada pohon yang semakin tinggi..


Sama hal nya derajat yang semakin tinggi..


Semakin kuat masalah datang bertubi..


Jangan risau, cukup kau kuatkan hati..


Semua akan berlalu dengan kesenangan berganti..


***


Ayam kembali berkokok, saat mentari telah menunjuk jati dirinya. Seperti hari biasanya banyak manusia yang keluar lebih dulu meski langit masih kelabu. Menyibukan dirinya untuk kepentingan urusan duniawi. Meski hanya sebatas untuk menyambung hidup. Rela mengorbankan waktu demi masa depan yang tertata rapih.


Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi kampus atau Ospek. Membuat Ussy sedikit menghela nafas lega karena akan terhindar dari mahluk yang begitu menyebalkan dan tidak punya hati, siapa lagi selain Fahrul. Senior yang paling Ussy benci, berharap tidak akan pernah bertemu dengan Fahrul.


Seperti biasa Anton selalu menunggu Ussy didepan indekosnya, terkadang membuat Ussy sedikit kesal karena sikap Anton yang keras kepala selalu mengikutinya.


Awalnya Ussy kesal dengan kehadiran Anton merasa menjadi Fungi dalam kehidupan Ussy. Namun seiring berjalannya waktu kehadiran Anton menjadi hal biasa bagi Ussy. Mungkin Ussy akan menganggap sebagai wujud kedua Umar.


"Akhirnya hari ini hari terakhir Ussy untuk mencabut hari-hari sial bersama Fahrul si Senior gila!" gerutu Ussy dalam benak menghela nafas lega.


"Eh.. Ussy hari ini kamu ada acara enggak?" tanya Anton berharap Ussy akan bisa pergi berjalan bersama dengan Anton.


"Maaf Anton hari ini setelah pulang kuliah, Ussy mau melamar kerja dulu," tolak Ussy,


"Kenapa Kamu harus kerja? Bukankah semua biaya kuliah telah ditanggung oleh beasiswa?" tanya kembali Anton.


"Ini bukan urusan kamu!" jawabnya dingin, dengan terus berjalan fokus kepada langkah.


"Semakin menarik!" tegas Anton dalam hati sambil memandangi Ussy dengan sedikit menaikan halisnya.


***


Dret.. Dret..


Suara ponsel Anton berdering Notifikasi panggilan masuk, tidak butuh waktu lama Anton langsung menjawabnya.


"Bagaimana sudah ada yang tepat?" ucap seseorang dalam panggilan,


"Sudah!" tegas Anton menjawab.


Panggilan berakhir dengan waktu yang singkat, Anton langsung menyimpaan ponsel kedalam saku dengan tatapan yang begitu puas di tambah senyum sinis.


---


Ussy terduduk seperti biasa dengan tangan yang sibuk dengan bolpoin yang meninggalkan tinta kedalam catatan kecilnya. Berisi berbagai tujuan yang harus di laksanakan seperti misi untuk mendapatkan pekerjaan dan berbagai macam tujuan dalam hidup yang telah tersusun rapih dalam sebuah rencana.


Ussy keluar dan berarah menuju kantin, upaya membeli beberapa makanan untuk menganjal rasa lapar, namun Anton yang biasanya selalu mengikuti Ussy kini tidak seperti biasanya Anton seperti hilang ditelan bumi. Namun ussy tidak menghiraukannya.


"Kentang tumbuknya satu dengan susu Strawberry satu," ucap Ussy memesan makanan.


Tidak perlu waktu lama pesanan telah selesai, Ussy langsung membawanya dan pergi mendekat meja makan.


Seseorang mengejutkan Ussy hingga tersedak ketika meminum susu strawberry. Ussy pikir Anton yang mengejutkannya, dan teriak dengan memanggil nama Anton namun saat menoleh adalah Fahrul.


"Ciee.. Udah ada nama gebetan yang keluar nih, Anton itu... si Culun yang pake kacamata tebalkan?!" gurau Fahrul membuat Ussy kesal.


"Bukan urusan Senior!" jawab Ussy dingin,


"Eh santai aja kali jawabnya!",


"Oh iya, hari ini hari terakhir Ospek dan sebentar lagi penutupan akan segera berlangsung," lanjut Fahrul,


"Terus?" penggal Ussy,


"Nah.. kebetulan aku sering mengerjai kamu, maka dari itu aku mau minta maaf sama kamu secara pribadi," Ucapan Fahrul begitu terdengar naif,


Ketika mendengar ucapan maaf yang jarang diungkap oleh bibir Fahrul membuat Ussy sedikit tercengang saat orang yang begitu dibenci meminta maaf, namun saat ussy hendak menjawabnya, dengan segera Fahrul memotong ucapannya.


"Tapi bohong... Wleee.." timpa Fahrul seraya menjulurkan lidah dan berlalu lari meninggalkan Ussy.


"ARGHH.. FAHRUL GILA.. BRE*GSEK..!!" teriak kesal Ussy. Yang telah terjatuh dari perangkap Fahrul.


***


Akhirnya penutupan masa orientasi kampus telah selesai, berbagai kata sambutan penutupan telah di paparkan. Cukup butuh waktu yang lama ketika acara penutupan. Sedikit membuat rasa bosan pada diri karena sudah terlalu lelah mengikuti alur masa Ospek.


Terakhir adalah penyambutan penutupan yang dipaparkan oleh Ketua Panitia Ospek, saat menaiki Mimbar sudah menjadi sorotan para MABA, kehadirannya sangat diharapkan. Karena dengan memandangnya saja hati merasa tenang. Menurut para MABA wanita yang tergila-gila dengan Ketua Panitia Ospek yang bernama Raditya.


Raditya nama yang sangat familiar di kampus tersebut, dan sering dijuluki Pangeran Tampan kampus. Raditya bukan hanya aktif dalam organisasi kampus saja,Raditya juga aktif dalam segala bidang seni. Parasnya yang tampan menjadi sorotan


di kampus.


Banyak wanita yang berjajar ingin menjadi pendampingnya, Namun Raditya tidak sembarang memilih wanita. Hingga sekarang Raditya masih menikmati masa lajangnya dan hanya fokus kepada pendidikan serta karir untuk masa depannya saja.


"Terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua para peserta Ospek terutama untuk para wali ruang yang telah menggiring peserta untuk bekerja sama dengan baik," ujarnya,


"Sekali lagi saya ucapkan selamat datang di kampus A dan selamat atas keberhasilan kalian telah melewati hari demi hari masa Ospek hingga akhir ini. Semoga menambah pengalaman dan wawasan kalian. Terima kasih!" Raditya turun dari Mimbar, sorak tangan gemuruh terdengar ketika sang Pangeran Kampus menuruni anak tangga.


***


Ussy melangkah kaki berjalan meninggalkan kampus, dan berencana untuk mencari pekerjaan sampingan, agar biaya hidup semakin berjalan. Anton yang belum terlihat sedari tadi membuat Ussy penasaran akan kehilangannya seperti tertelan bumi.


Awalnya Ussy tidak mempedulikannya, Namun seiring berjalannya waktu Ussy merasa tidak enak karena telah menolak ajakannya Anton untuk berjalan dengannya. Padahal Anton sering membantu Ussy saat kesulitan menimpa.


Akan tetapi sikap Ussy terhadap Anton seperti tidak tau terima kasih. Ussy berniat setelah pulang mencari pekerjaan Ussy akan menghubungi Anton dan meminta maaf atas sikap Ussy yangmungkin membuat bekas luka dihati.


Sudah beberapa toko Ussy menanyakan pekerjaan, Namun hasilnya nihil. Alhasil Ussy pulang dengan hampa, Namun Ussy yakin pasti bakal ada pekerjaan yang layak dengan dirinya. Langit mulai berwarna oranye, matahari akan segera tergelincir dan berganti oleh bulan.


Jiwa Ussy sangat lelah dan diri meminta hak untuk istirahat dengan segera. Ussy pulang ke indekos nya dan membuka sepatu perlahan lalu membuka pintu dan memasukinya. Tubuhnya menghela nafas panjang dan lega dapat beristirahat serta berteduh dengan tenang.


Ussy baru tersadar dengan janji untuk memberi kabar Anton dan meminta maaf, Namun saat hendak meraih ponsel. Tiba-tiba panggilan masuk dari Anton datang. Ussy langsung menjawabnya.


"Hallo Ussy.. bagaimana sudah dapat pekerjaan?" Tanya Anton,


"Belum, Eh Anton... aku mau minta maaf ya soal tadi telah menolak ajakan Anton."


"Haha..  Santai saja kali Ussy.. Lagian Anton juga ngerti kok posisi kamy sekarang",


"Oh iya Anton mau kasih tau ditempat kerja Anton sedang ada lowongan pekerjaan, apa Ussy mau kerja disini?" lanjut Anton serius,


"Ternyata kamu bekerja juga ya, memang bekerja apa?" tanya Ussy penasaran dan langsung terduduk sigap untuk mendengar.


"Agensi Cupcake's!" jawab Anton,


"Maksudnya?" Ussy meminta penjelas,


"Nanti akan Anton jelaskan.."


Panggilan berakhir seketika, tanya Ussy yang terpotong membuat penasaran yang tertinggal dalam benak.