
Dalam peluknya dia tersedu menangis, Fahrul tidak peduli dengan bajunya yang dibasahi air mata Ussy.
"Hujan sangat deras hari ini, kita harus segera pulang," tutur Fahrul sembari melepaskan perlahan peluknya.
Segera Fahrul melepas jaket yang dia pakai, lalu disematkan membalut tubuhnya Ussy. Akan tetapi badan Ussy mulai lunglai, matanya tertutup. Membuat Fahrul setengah terkejut melihat kondisi Ussy tidak sadarkan diri.
"Ussy ... bangun ... hei sadarlah...," Fahrul berusaha menyadarkan Ussy dengan menepuk lembut pipinya.
Tetapi tetap saja, mata Ussy masih terpejam dengan wajah yang begitu pucat. Tanpa pikir panjang lagi, Fahrul segera membopong Ussy masuk ke dalam mobil, Fahrul segera membuka pintu dan merebahkan Ussy terduduk di kursi mobil. Dengan secepat kilat Fahrul melajukan mobilnya menuju rumah.
...***...
Saat suara mobil terdengar, Fahrul nembunyikan klakson. Segera satpam membuka gerbang. Fahrul langsung masuk, dan memberhentikan mobilnya, dia bopong Ussy untuk segera masuk kedalam rumah.
Si Mbok membukakan pintu dengan cepat karena ketukan suara pintu. Si Mbok terkejut melihat majikannya membawa wanita yang terkapar tidak sadarkan diri.
"Mbok tolong ganti pakaiannya, ya!" Perintah Fahrul sembari berlalu menuju kamar dan merebahkan Ussy diatas ranjang, Fahrul bergegas keluar kamar dan menutup kembali pintu.
"Njeh...," Si Mbok langsung mengganti pakaian Ussy.
Setelah selesai semua. Si mbok langsung menyelimuti Ussy dan berlalu untuk pergi dengan membawa pakaian basah.
"Sudah, Mbok?" Tanya Fahrul saat mendapati Si Mbok telah keluar dan menutup pintu kamar kembali.
"Sudah, Tuan,"
"Bagaimana keadaannya?"
"Nona masih tertidur, Tuan."
"Ya sudah, Terima kasih ya Mbok,"
"Baik, Tuan," Si Mbok segera berlalu.
"Eh, Mbok maaf tolong buatkan Teh hangat ya...," perintah Fahrul, lalu Si Mbok hanya membalas dengan mengangguk pelan dan meneruskan kembali langkahnya.
Perlahan Fahrul membuka kenop pintu, dia melihat Ussy yang tertidur begitu anggun. Sebenarnya bukan pertama kali dia melihat Ussy tertidur, akan tetapi entah kenapa setiap melihat Ussy tertidur rasanya selalu berdegup.
Deg
Fahrul menghela nafas pendek, segera dia berjalan mendekatinya, sesaat Fahrul memandangnya. Kemudian Fahrul duduk di tepi ranjang, pandangannya masih tetap sama. Fahrul mengelus lembut kening Ussy.
"Badannya panas!"
"Apa dia demam?" Ucap Fahrul kembali dengan gelisah saat mendapati suhu tubuh Ussy mendadak menjadi panas.
Lalu, Fahrul beranjak untuk mengambil obat, namun langkahnya terhenti. Tangan Ussy tiba-tiba menariknya, membuat Fahrul menoleh kearah Ussy.
Matanya masih terpejam, sesaat Ussy mengiau.
"Jangan tinggalkan aku ... aku takut...," ucap Ussy yang mengiau dengan nada begitu lirih.
Membuat Fahrul mengurungkan niat nya untuk meninggalkan Ussy dan kembali duduk di tepi ranjang.
"Iya ... aku tidak akan meninggalkan kamu, aku akan tetap disini...," Jawab Fahrul begitu lembut dengan tangan yang menggenggam hangat Ussy.
Kenapa dengan lengan Ussy?
Batin Fahrul berkata saat mendapati lengan Ussy yang terbalut perban dengan noda obat merah yang menembus.
Ada apa dengan dia? Apa terjadi sesuatu?
Tok ... Tok...
Mendadak suara ketukan pintu terdengar, membuat lamunan Fahrul pecah.
"Masuk...,"
Si Mbok masuk dengan membawa segelas teh hangat, kemudian di taruhnga diatas nakas.
"Terima kasih ya Mbok. Oh iya, maaf sekali lagi tolong ambilkan obat demam dan kompresan ya..," Ucap Fahrul.
"Baik, Tuan."
Segera Si Mbok kembali keluar, tidak selang lama Si Mbok membawa kompres dan obat penurun panas.
"Ini Tuan ... kompresan dan obatnya," Tuturnya sembari menyodorkan barang yang di pinta Fahrul.
"Oh, iya terima kasih."
Kemudian Fahrul segera mengkompres kening Ussy dengan kain yang telah dibasahi air dingin.
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?" Tanya si Mbok
"Tidak Mbok, ini sudah cukup. Mbok bisa kembali melanjutkan yang lainnya,"
"Njeh ... Tuan, permisi..," Jawabnya Si Mbok sambil berlalu keluar kamar
Ussy ... kamu begitu cantik, banyak pria diluar sana yang mungkin mengejarmu ... tapi, Kenapa aku harus menyukai mu? Bisakah kamu buka sedikit saja celah hati? Aku sangat sayang padamu, Ussy.
---
Bunga bermekaran dengan indah ditambah suara kicau burung yang begitu merdu. Hamparan rumput nan hijau dengan danau yang begitu tenang. Ussy memejamkan matanya, menghirup udara begitu sejuk.
"Kakak...," Sahut seseorang dengan nada yang tidak terasa asing di telinga Ussy.
Seketika terdengar sahutan seseorang yang menyebut namanya, Ussy perlahan membuka matanya dan mencari sumber suara. Perlahan sahutan semakin mendekat, Ussy mempertajam penglihatannya untuk mengetahui siapa gerangan?
"Luna...," sontak kaget mendapati Luna yang sedang berdiri dihadapannya dengan membawa seikat bunga.
Ussy memeluk Luna begitu erat seketika air matanya pecah.
"Kenapa kakak menangis?" Balas nya dengan menyeka air mata Ussy.
Akan tetapi, Ussy tidak mampu menjawabnya. Matanya terus mengalir begitu saja.
"Agar kakak tidak menangis lagi, ini Una bawakan bunga untuk kakak, supaya hati kak Ussy tidak bersedih lagi...," tuturnya lembut.
Ussy langsung menerima sekuntum bunga dari Una. Tidak selang lama Ibu dan Bapak datang menghampiri Ussy, Bapak yang sedang menggendong Lily dan Ibu berada di sebelah Bapak.
"Bapak ... Ibu ... Lily," Ussy setengah berlari menghampirinya.
Ibu langsung mendekapnya, dan mengelus lembut rambut Ussy.
"Kenapa kamu menangis, Nak?" Tanya Ibu.
"Ussy ... rindu kalian semua, kenapa kalian tega meninggalkan Ussy sendirian!" Ucap Ussy tersedu.
Bapak dan Ibu tersenyum lembut, Ibu mengelus puncak kepala Ussy dan mengecup keningnya.
"Sayang ... kita semua selalu ada disisi kamu, kita tidak pernah meninggalkan kamu," jelas Ibu sembari menangkup pipi Ussy.
"Iya Lily juga ada disini, tepatnya di hati Kakak..," tambah Lily yang ikut serta memeluk Ussy.
Sesaat datang segerombolan manusia berbaju serba putih dengan menunggangi kuda. Mereka menghampiri Ussy, lalu turun dan menarik paksa semuanya, kecuali Ussy.
Tangan Ussy terus memegang erat. "Mau apa kalian? Jangan bawa keluarga saya!" Tolaknya dengan keras.
"Ussy sayang ... lihatlah Bapak, kita hanya berbeda alam, kita akan bertemu lagi dan berkumpul lagi, ingat jadilah Ussy yang dahulu, Ussy yang tegar dan selalu taat perintah tuhan ya, Nak!" Sepatah petuah Bapak.
"Engga! Kalian tidak boleh pergi! Ussy tidak rela!"
Ussy memohon, akan tetapi semuanya tidak digubris. Sesaat Bapak, Ibu, Luna dan Lily terdiam kaku seolah pasrah dibawa oleh segerombol manusia berbaju putih, dengan cepat para manusia itu menarik semuanya masuk kedalam kereta kuda. Ussy berusaha menahannya, tapi sulit sekali.
"Jangan ... jangan bawa mereka Ussy mohon!"
"Bapak ... Ibu ... Una ... Lily ... kalian dengar Ussy'kan? Cepat keluar dari kereta ini!"
Semua hanya tertegun dengan tatapan kosong. Menghiraukan ucapan Ussy. Lalu kereta kuda tersebut mendadak terbang membawa keluarga Ussy keatas langit.
"Tidak ... jangan bawa keluarga ku!" Tangisnya pecah.
Ussy terus menangis histeris, seketika dunia menjadi gelap, guntur datang menggelegar. Seseorang datang menghampiri Ussy, dia berdiri di belakang Ussy dan tanpa aba-aba dia langsung menjambak rambut Ussy begitu bengis.
"Arghhh...," Teriak Ussy kesakitan ketika diseret paksa.
"Lepaskan aku!" Berontak Ussy.
Namun, cengkraman tidak bisa dilepas. Seorang dengan jubah hitam ditambah kupluk yang hanya melihatkan hidung dan mulutnya saja. Dia mengikat Ussy hingga sulit terlepas darinya. Dia tersenyum licik.
"Siapa kamu! Cepat lepaskan saya!"
Si jubah hitam datang mendekat mengeluarkan tombak tajam yang mengarah langsung kepada Ussy, dia langsung mengangkatkan tangannya ke atas langit dan menusukan tombak tersebut.
"MANUSIA KEJI! TERK*TUKL*H!"
Arggghh...
Arggghh...
Tidak!
---
"Arggghh...,"
"Hei ... Ussy bangunlah...," Fahrul yang berada disamping Ussy berusaha untuk menyadarkan Ussy yang terus menjerit jerit.
Ussy langsung membuka matanya, tersadar semuanya hanya mimpi, wajahnya pucat, seluruh tubuhnya bergetar ketakutan. Fahrul berusaha memenangkannya, Refleks Ussy memeluknya dengan erat. wajahnya tersirat jelas penuh rasa takut.
"Tenanglah ... aku ada disini...," dekap Fahrul dengan lembut.