
Jangan lupa tinggalkan Like, komen dan Vote kalian ya readers ku sayang🤗
Happy Reading...
***
"Aku dimana?"
Mata ussy menatap sekeliling ruangan hitam begitu gelap dan hampa, tubuhnya sulit digerakan, entah kenapa rasanya kaku.
Seketika sorot lampu menyinari gelapnya ruangan. Pandangan Ussy menatap silau nya cahaya, perlahan pandangannya mulai jelas. Ussy tertohok saat mendapati tangannya yang terikat kuat yang menggantung pada sebilah kayu jati.
"Kenapa tangan ku terikat? Dimana tempat ini?"
Benar saja tangan dan kaki Ussy terikat kuat oleh seutas tali, posisinya layaknya salib. Ussy menggeliat berusaha melepas diri.
Pintu terbuka, seseorang masuk ke dalam ruangan. Perawakannya bak seorang pria dewasa, dia memakai baju berwarna gelap lengkap dengan sepatu kulit berwarna hitam mengkilap. Topi fedora lebar yang menutup sebagian wajahnya membuat Ussy bertanya-tanya siapa pria tersebut.
Pria tersebut berjalan hingga langkahnya terhenti tepat dihadapan Ussy, kemudian pria itu membuka Topi yang dia kenakan dan tersenyum simpul kepada Ussy.
"MR. GE!" Sontak Ussy terkejut saat mendapati Tuannya.
"Tuan, dimana saya? Kenapa saya ada disini?" Tanya Ussy dengan gemetar ketakutan.
"Tenang sayang...," Balasnya dengan langkah yang semakin dekat.
Ussy mengerinyit dahinya penuh heran saat mendengar kata yang asing terlontar di bibir Mr. GE
"Maksud anda apa, Tuan?"
Mr. GE Tersenyum simpul dengan membelai lembut wajah Ussy. "Elisa sayang ... kamu sangat cantik!"
Ussy segera memalingkan wajahnya. "Saya bukan Elisa! Saya Ussy!" Tolak keras Ussy.
"Sayang...," Balas Mr.Ge begitu lirih sambil mendongakan dagu Ussy.
"Tuan, sadarlah! Saya Lussy!" Jelasnya kembali.
Mr.GE mencengkeram rahang Ussy dengan keras, membuat Ussy meringis kesakitan, jarak mereka begitu dekat.
"Sayang ... kenapa kamu berbicara seperti itu!" Balasnya dengan nada tinggi, membuat Ussy gemetar hingga menitikan air mata.
"Hei ... kenapa kamu menangis sayang?" Lanjut Mr.GE sembari menyeka air mata Ussy yang luruh begitu saja.
"Saya bilang saya bukan Elisa! Saya Lu..." Belum sempat Ussy melanjutkan ucapannya dengan cepat Mr.GE langsung ******* bibir mungilnya.
Ussy sangat sesak mendapati ciuman yang begitu ganas dari serangan bibir Mr.GE, kemudian Mr.GE melepaskannya sesaat. Ussy langsung mengambil napasnya dengan cepat.
"Kamu adalah Elisa, Elisa ku sayang...," Tuturnya kembali ******* bibir Ussy.
Ciumannya begitu liar hingga sulit bagi Ussy untuk bernapas, terpaksa Ussy menggigit bagian bibir bawah Mr.GE untuk menghentikan ciuman yang begitu rakus.
"Aww ... kamu nakal sayang, kenapa kamu gigit?" Mr.GE langsung melepaskan cium nya sesaat dan mengelap bibir yang menyembul darah.
"Tuan sadarlah aku Lussy ... Aku mohon lepaskan aku..," pinta Ussy dengan memohon.
"TIDAK!" bentak Mr.GE membuat Ussy tercengang.
"Kamu adalah Elisa ku! Elisa yang aku sayang! Yang Aku cinta!"
"Tuan ... Saya mohon lepask--" ucap Ussy lagi-lagi terpotong dengan ciuman Mr. GE yang menyerang kembali.
Bre*gsek! Lelaki *rengsek!
Air mata Ussy semakin mengalir deras saat tangan GE mulai menggerayangi tubuhnya.
Gawat!
Ussy berusaha keras melepaskan diri dari terkaman singa kelaparan, tubuhnya terus menggeliat. Sesaat Mr.GE melepaskan cium nya.
"Aku sangat rindu kamu Elisa...," Mr.GE langsung melepaskan pakaian atasnya, sangat terpampang jelas dada bidang dengan otot perut yang begitu jelas.
"Tuan ... saya mohon..," Ucap Ussy tersedu begitu ketakutan.
"Syut ... jangan terlalu banyak bicara sayang, kita akan menikmati malam indah ini ya, sudah jangan nangis, nikmati saja," Balasnya semakin panas.
Mr.GE semakin liar dan terus mencumbu Ussy, teriakannya terdengar begitu keras meminta ampun untuk menghentikannya.
Arrgghhhh ... tidak!
Tidak!
Aargghh
Aarrggghh
...***...
"Aargghh ... tidak!"
Mata Ussy langsung membuka cepat, napasnya terengah mendapati mimpi begitu buruk.
Untunglah! Hanya mimpi!
Ussy segera menganti posisinya menjadi terduduk, mengatur napasnya perlahan. Mengelap keringat dingin yang mengucur. Seketika ponselnya mendapati pesan singkat dari Mr.GE
"Saya tunggu di Cafe biasa jam satu siang,"
Tok ... Tok ...
Suara ketukan pintu terdengar, Ussy langsung beranjak dari tepi ranjang dia berjalan dan membuka pintunya, ternyata si Mbok.
"Maaf Non, sarapan dulu. Tuan Fahrul sudah menunggu dibawah," tuturnya.
"Iya, saya akan segera ke bawah," jawab Ussy.
"Njeh Non, permisi..." si Mbok perlahan pergi kembali menuju dapur setelah menyampaikan patah kata pada Ussy untuk segera sarapan.
---
Fahrul yang sudah terduduk lebih dahulu di meja makan. Menunggu Ussy untuk sarapan bersama. Tidak selang lama Ussy datang dan menghampiri dirinya dengan celana Jeans dan kaos Fahrul yang berwarna putih. Terpaksa Ussy pakai meskipun terlihat longar. Ussy mengikat rambut nya hingga punggung leher tertampak jelas.
Pandangan Fahrul beralih, dia menatap Ussy dengan jantung yang kembali berdegup kencang, melihat pesona dipagi hari membuat dia menelan ludah. Ussy terlihat begitu lucu dan menggemaskan saat memakai baju yang terlihat begitu longgar.
"Kenapa ada yang salah?" Tanya Ussy mulai risih karena Fahrul yang terus memandanginya.
"Ah tidak ... ayo sarapan dulu" ajak Fahrul, kemudian Ussy duduk berhadapan dengan nya.
Ya Tuhan ... Cantik sekali ciptaanmu ini...
Dalam batin Fahrul yang sangat terpesona melihat Ussy di pagi hari matanya tidak berkedip.
Apakah dia akan menjadi istri ku?
Hei Fahrul kendalikan dirimu! Jangan banyak mengkhayal!
Ussy terheran dengan sikap Fahrul yang senyum senyum sendiri.
"Kak Fahrul kenapa?"
Dengan cepat Fahrul merespon. "Ah tidak,"
"Kamu ada jadwal kelas sekarang?" Tanya Fahrul mengalihkan pembicaraan.
"Iya, ada kak."
"Jam berapa? Terus kapan pulangnya?"
"Jam 08.30 masuk, pulang sekitar jam 1 karena cuma 2 matkul (mata kuliah) saja untuk hari ini, memang kenapa?"
"Emmm tidak, cuma nanya saja..."
Ussy hanya termangut, melanjutkan kembali sarapannya. Hingga semua selesai sudah, Fahrul dan Ussy segera berangkat kuliah bersama.
...***...
Ussy terduduk di kursi chitose. Beberapa murid lainnya juga menunggu dosen hadir, tapi kursi Rosa masih saja kosong, alisnya mengerut saat memandang kursi kosong tersebut, dalam batinnya bertanya. Dimana Rosa? Tumben dia tidak masuk. Apa dia sakit?
Ussy mengeluarkan ponsel dan mengirim sepucuk surat bertanya perihal kabar Rosa, pesan sudah terkirim beberapa menit yang lalu tapi tak kunjung berbalas.
"Hei, kalian tahu engga kenapa Rosa tidak masuk?" Akhirnya Ussy memberanikan diri bertanya kepada yang lainnya.
"Dia sedang sakit,"
"Oh ya, Terima kasih."
Aneh, perasaan kemarin Rosa baik baik saja.
Saat termenung, kemudian datanglah seorang yang memberi sepatah informasi.
"Hei, Dosen hari ini tidak masuk, dia hanya memberi tugas,"
Mendengar berita tersebut, sebagian bersorak gembira, sebagian hanya berbalas tanpa ekspresi. Tapi, kebanyakan mereka sangat senang mendengar Dosen yang dianggap Dosen Killer tidak masuk.
Ussy menghela nafas pendek, sia-sia aku masuk hari ini!
Hati nya sedikit kesal, Ussy melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 pagi, sesaat pikirnya membawa kenangan ibu.
"Aku akan jenguk Ibu, sebelum bertemu Mr.GE," ujar Ussy yang langsung beranjak dan meninggalkan kelas.
Seketika langkahnya terhenti saat Fahrul menghadang jalannya. "Mau kemana? Bukannya ada kelas ya,"
"Dosen tidak masuk hari ini, aku mau pergi saja."
"Pergi kemana?"
"Itu tidak ada urusannya dengan Kak Fahrul,"
"Ada lah ... biar aku antar, plis ... aku mohon sekali ini aja," ajak Fahrul membuat Ussy berpikir sebentar untuk menerima ajaknya. Akhirnya Ussy mengiyakan dan segera berangkat.
...***...
Satu jam telah berlalu memakan perjalanan, kaki menapaki yang dituju. Perlahan memandang gedung rumah sakit dengan sebentar, hela nafas pendek terhembus di bibir Ussy. Langkahnya berjalan kembali memasuki rumah sakit.
"Apa ini tempat Ibu kamu dirawat?"
Ussy mengangguk pelan, senyum tegarnya kembali merekah membuat Fahrul membalas senyum. Ussy berjalan kembali dengan tangan yang menggenggam tangan Fahrul.
Deg
Astaga! Tangan aku digenggam.