LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 50



Mr. GE adalah sebutan yang sangat terkenal oleh para anak buah dan beberapa kelompok Gengster lainnya. Nama lengkapnya adalah Gabriel Elnata, namun kini namanya seakan terbungkam oleh Publik.


Dia adalah seorang ketua mafia besar yang telah menjadi buronan polisi. Kehadirannya sangat sulit didapati, bahkan untuk menemukan identitasnya saja seperti mencari jarum ditumpukan jerami.


Mr. GE di usianya yang sangat muda, yang sekarang menginjak umur 23 Tahun, sudah menjadi ketua Mafia yang sangat keji dan paling menakutkan diantara Gengster lainnya.


Hal yang sering dilakukan Mr. GE adalah mencuri beberapa barang antik nan mahal, perdagangan manusia, bahkan sering mengumpulkan barang yang tidak masuk akal. Seperti Batu keabadian, yang baru dia rebut secara paksa ditangan ketua pendeta kuil, hingga berani membunuh nyawa pendeta tersebut dan beritanya hingga saat ini masih menguak misteri keberadaan Mr. GE.


Mr. GE sangat percaya akan hal seperti dunia Ghaib. Terkadang dia rela mengorbankan beberapa jiwa manusia yang tidak bersalah untuk persembahan yang dia anut, bahwa akan menambah kekuatannya dan memperpanjang umur, sungguh tidak masuk akal!


Saat usia dini Mr. GE selalu mendapatkan perlakuan kasar dari Ayahnya, dia selalu dipukuli apabila melakukan kesalahan kecil, setiap hari selalu saja ada luka memar yang tertinggal di wajahnya.


Ibunda Mr. GE adalah seorang wanita yang baik, parasnya cantik dan berhati lembut bahkan dia rela dimadu oleh suaminya. Namun perlakuan Ayah Mr. GE selalu saja kasar dan sering bermain wanita, mabuk-mabukan bahkan berjudi.


Hingga pada akhirnya, Ibunda Mr. GE meninggal dunia karena riwayat penyakit Stroke dan tekanan batin oleh Ayah. Membuat Mr. GE mempunyai watak keras dan penuh akan dendam. Mr. GE berhasil kabur dari rumah setelah Ibunda meninggal. Dirinya sungguh tidak tahan atas perlakuan Ayah.


Dan sampai saat ini Mr. GE dibesarkan oleh Papa Lay seorang ketua Mafia dari Tim Vile Blood yang berarti Darah Keji. Sewaktu Tim Vile Blood dipegang oleh Papa Lay kedudukannya biasa saja bahkan sering tertindas oleh Tim lainnya, namun semenjak Mr. GE menjadi ketua Mafia, seakan semua berubah 90°. Keberadaan Tim Vile Blood menjadi momok menakutkan untuk para Tim lainnya.


Vile Blood sangat berjaya ditangan Mr. GE, tentu saja Papa Lay sangat bangga dengan anak didikannya. Tidak sia-sia Papa Lay menyelamatkan dan mengurus Mr. GE.


---


"Kamu cukup cantik ya Lussy ..." tutur Mr. GE dengan mencolek dagu Ussy,


Ussy langsung menghindar dari jangkauan Mr. GE lalu Mr. GE hanya membalas dengan senyum simpul ditambah tatapan sinis menuju arah Ussy yang hanya terdiam kaku setelah melihat ruang penuh manusia yang meraung kesakitan pedih karena siksa yang kejam


"Sekali lagi saya tanya, apakah kamu yakin akan bergabung di Tim Vile Blood?" Tanya kembali Mr. GE,


"Ya!" Jawab Ussy sigap,


"Baiklah, sebelum itu kamu harus siap untuk menerima hukuman apabila kamu berani melawan perintah saya ataupun mengkhianati saya! Paham!" Balas Mr. GE,


Ussy hanya menganggukan pelan kepalanya, Mr. GE langsung berbalik badan dan mengambil selembar kertas dari meja belakangnya. Lalu menyodorkan tangannya kepada Anton yang berada di sebelahnya untuk meminta bolpoin. Anton mengerti apa yang diperintah tuannya, segera Anton memberikan Bolpoinnya kepada Mr. GE.


"Kamu harus mentanda tangani perjanjian ini!" Ujarnya sambil menyodorkan selembar kertas kepada Ussy,


Wajah Ussy seketika penuh rasa heran saat melihat selembar kertas yang berisi perjanjian, segera Ussy menerima selembar kertas tersebut dan membacanya perlahan.


Seluruh isi memuat segala perjanjian Tim Vile Blood yang membuat Ussy sedikit bergidik setelah membacanya, dimana seluruh isi perjanjian adalah hukuman mati apabila berani melawan ataupun berkhianat dan lebih banyak tekanan. Sedikit ragu Ussy untuk menyetujui perjanjian tersebut, namun apa daya keadaannya sangat mendesak.


Tidak perlu waktu lama, Ussy langsung mentanda tangani perjanjian yang telah dibuat oleh Mr. GE untuk anggota Tim Vile Blood. Mr. GE tersenyum sangat puas, setelah seluruh perjanjian telah masuk persetujuan Ussy


"Akhirnya kamu masuk perangkap Lussy!" Ucap Mr. GE dalam hatinya sambil terkekeh,


"Saya sudah mentanda tangani seluruh perjanjian ini! Dan saya minta bayaran hari ini lebih awal!" Tutur Ussy,


"Baiklah, soal bayaran itu hal mudah! Kamu harus datang besok kesini setelah mendapatkan intruksi dari saya, Kamu harus cepat kesini! Saya sangat muak dengan kata terlambat! Paham!" Balasnya Mr. GE dengan memainkan Celurit,


"Tapi bagaimana kalau saya sedang kuliah?" Tanya Ussy,


"Dasar manusia biadab!" Gerutu Ussy dalam hati dengan menatap penuh kesal terhadap Mr. GE


"Nih! Saya berikan Tip untuk kamu, karena saya sangat senang atas kehadiran kamu yang begitu spesial!" Ucapnya sambil terkekeh dengan memberikan selembar kertas Cek yang berisi sejumlah angka dengan nominal cukup besar,


Ussy segera mengambil selembar kertas tersebut, dan melihat nominal yang diberikan Mr. GE , matanya membelalak setelah melihat jumlah nominalnya.


"Hah! Seratus juta rupiah!" Sontak kaget Ussy,


"Cukup?" Tanya Mr. GE


"Ya, ini lebih dari cukup. Terima kasih Tuan!" Balas Ussy dengan membungkuk,


"Kembali sayang.. Ingat kamu jangan berani untuk mengkhiati saya!" Balas Mr. GE dengan mendongakan dagu Ussy,


***


Ussy bergegas menuju rumah sakit, segera Ussy membayar Administrasi pengobatan Kemoterapi untuk Lily.


"Maafkan Kak Ussy ya Lily sayang.. Kakak melakukan ini karena terpaksa! Kamu harus sembuh!" Ucap Ussy sembari membelai lembut rambut Lily,


Perlahan mata Lily membuka dan memandangi Ussy yang menatapnya dengan air mata yang berlinang. Segera Lily mengusap air mata Ussy yang hampir terjatuh.


"Kak.. Maafkan Lily ya.. Lily selalu merepotkan..." ucapnya terpotong ketika tangan Ussy mendarat di bibir mungil Lily yang membuatnya terdiam,


"Sshhtt.. Kamu gak perlu bicara seperti itu, yang terpenting Lily harus sehat dan berjanjilah kepada Kak Ussy untuk tidak meninggalkan kak Ussy ya.." balas Ussy menggenggam tangan Lily,


"Lily akan selalu ada untuk Kakak.." ucap Lily dengan senyum merekah.


"Janji!" Tutur Ussy dengan menyongsong kelingking kepada Lily,


"Janji!" Lily mencantelkan kelingkingnya dengan senyum yang begitu hangat,


Lalu dokter segera masuk kedalam dan membawa Lily untuk segera melakukan Kemoterapi.


"Sudah siap?" Tanya Dokter lembut kepada Lily,


"Apakah itu sakit?" Tanya Lily begitu lugu,


Ussy langsung meraih tangan Lily dan menatap lembut, "tidak sayang.. percayalah! Ini untuk kesehatan Lily juga,"


"Tapi... Lily takut Kak.." cemas Lily,


"Tidak perlu takut sayang.. Kakak ada disini," balas Ussy sambil memeluk hangat Lily,


Keberanian Lily seketika terisi penuh setelah dukungan Ussy mengalir dalam darahnya, dua perawat segera mendorong Blangkar Lily menuju ruang Kemoterapi. Ussy duduk di kursi tunggu,


"Tuhan.. Maafkan aku telah mengambil tindakan ini.." sesal Ussy dalam hatinya,