LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 58



"Gawat!"


Langkahnya mundur perlahan, sorot mata mulai mencari celah persembunyian yang cukup aman. Suara langkah kaki anak buah Albert semakin mendekat, keringat dingin mulai mengucur deras.


Brak!!


Banting pintu yang terbuka paksa oleh Anak buah Albert yang menendang secara keras. Para kawanan anak Buah Albert segera menggeledah ruangan mencari si pencuri Pink Star.


"Dimana kamu! Cepat keluar!"


Bruk


Anton segera turun dari atas lelangit, dan menimpa salah seorang dari mereka, sengaja Anton menaiki lelangit untuk berjalan lebih mendekati pintu keluar. Saat jaraknya sudah mulai mendekati pintu, Anton segera turun dan pergi keluar.


"Maaf.. Bro.." ucap Anton kepada seorang yang telah tertimpa badannya, segera Anton melarikan diri.


"Cepat kejar dia!" Teriak salah seorang dari mereka,


Aksi pelarian mulai berlangsung, suasananya begitu tegang saat tangan demi tangan hampir meraih Anton, untung Anton berhasil mengelak. Suara lesatan peluru mengarah langkah kaki Anton untuk menghentikannya. Tetapi berulang kali peluru itu tidak berhasil menancap.


Anton terus berlari hingga berhasil keluar, matanya mulai tertuju arah gerbang. Dengan cepat dia berlari kembali. Sial! Ada dua penjaga yang menghalangi langkah Anton untuk keluar. Seketika Anton berhenti dengan nafas yang terengah.


Sialan! Bagaimana ini!


Dengus kesal Anton yang mendapati dua penjaga gerbang yang menghalangi jalannya, padahal tinggal satu langkah lagi Anton berhasil keluar membawa Pink Star.


"Pintu ini akan terbuka, dan kamu bisa keluar dari sini. Asalkan serahkan Pink Star ini kepada kita!" Ancamnya sembari berdiri tepat pintu keluar.


"Sebentar, kenapa kalian berbeda? Apa kalian bukan Anak buah Albert?" Tanya heran Anton saat mendapati kedua orang tersebut yang berbeda penampilan.


"Tentu saja! Kami bukan bagian dari mereka! Dan kami juga mengincar barang yang kamu bawa itu! Cepat serahkan!"


Ternyata kedua manusia yang menghadang Anton bukanlah kawanan Albert, melainkan sesama anggota mafia yang berbeda kelompok. Mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu mengincar Pink Star. Pikir Anton mulai berkecamuk, seakan buntu apa yang harus dia lakukan. Sedangkan kawan Albert mulai mendekatinya, posisi yang sangat tidak aman bagi Anton.


"Cepat serahkan!" Teriaknya kembali,


Bagaimana ini! Kawanan Albert semakin mendekat! Tidak mungkin aku menyerahkan kepada mereka! Sedangkan Aku tidak bisa keluar dari sini. Ah sial!


Duagh


Pintu terbuka secara mendadak dari luar, seseorang berhasil membobol keamanan pintu dan merusaknya. Seketika lesatan peluru mengincar kedua manusia yang menghadang Anton, mereka langsung tergeletak menghempas tanah. Peluru yang tepat sasaran mengarah dada mereka yang sesaat mengeluarkan simpah darah.


"Ayo cepat lari!" Teriak Ussy kepada Anton,


Mata Anton membelalak saat mendapati Ussy menolong dirinya yang dihadang kedua anggota mafia berbeda, Anton langsung berlari dan melewati kedua manusia itu yang kini menjadi mayat. Ussy dan Anton segera berlari mendekati mobil. Dengan cepat mereka pergi menjauh dari tempat tersebut.


Dengus kesal para anak buah Albert semakin menjadi ketika mereka tidak berhasil menangkap pencuri Pink Star. Dengan penuh rasa berat hati, mereka mengadukan Informasi kepada tuannya.


"Maaf.. Boss.. Mereka berhasil kabur..," ucapnya dengan nada pelan,


"Oh... Tidak apa-apa, biarkan mereka kabur, kalian sudah cukup berusaha untuk menjaga Pink Star," balas Albert dengan santai,


"Apa Tuan tidak marah?" Tanyanya seakan heran dengan sikap Albert yang begitu santai,


"Buat apa saya marah? Tidak berguna juga, lebih baik kalian pergi dari sini..," balas Albert dengan mengibas santai tangannya, lalu anak buah itu membalik badan berjalan pulang saat mendapati perintah pergi.


Dor.. Dor..


Albert langsung melesatkan peluru tepat kepalanya, yang membuatnya langsung tergeletak mati, darah langsung bersimbah. Dengan santai Albert meniup ujung pistol dan menyimpannya kembali, suasana berubah menjadi cekam. Beberapa anggota yang melihat kejadian tersebut langsung bergetar ketakutan.


"Maksud saya, pergi dari sini untuk selamanya..." ungkapnya pelan,


Brak


Albert dengan keras menggebrak mejanya membuat suasana semakin bergetar takut, para Anak buah terus tertunduk takut. Wajah Albert sangat jelas menggambarkan emosi yang sangat dalam.


"KALIAN SEMUA TIDAK BECUS! MENANGKAP TIKUS PENCURI SAJA TIDAK BISA!"


Amarah Albert yang melulu lantahkan seisi ruangan menjadi panas, semua anggota melihat penuh rasa takut.


"Cepat kalian cari tahu siapa yang mencuri! Tangkap dia sampai dapat!" Perintah Albert penuh amarah dengan menunjuk pintu keluar,


"CEPAT!!"


seluruh anggota uang menghadiri langsung pergi meninggalkan Albert dan segera melaksanakan perintahnya. Albert terduduk dengan emosi yang belum teredam, tangannya mengepal keras dengan mata yang menatap tajam penuh kesal.


Akan ku bunuh dia!


...***...


"Terima kasih," ucap Ussy dengan nada pelan,


"Untuk apa?"


"Kau telah membantu ku menjalankan tugas ini,"


"Jangan sungkan, kita adalah tim." Respon Anton sembari tersenyum,


Mobil melaju dengan cepat untuk memberitahu kabar gembira ini kepada Tuannya, tidak sabar melihat reaksi Mr. GE setelah sekian purnama Pink Star jatuh kembali dalam pengakuannya.


Dalam beberapa kurun waktu, Mobil Ussy dan Anton segera memasuki markas. Keduanya bergegas menemui tuannya tersebut. Perlahan Anton mulai memasuki ruangan yang dilanjut oleh Ussy menuturi dari belakang.


Terlihat Mr. GE yang sedang duduk membelakangi, saat mendengar suara pintu membuka telinganya langsung merespon cepat dan bertanya siapa yang masuk. Anton menjawab dan segera memberitahu berita gembira saat misi berhasil dilaksanakan. Mr. GE langsung memutar tempat duduknya dengan memasang wajah tidak percaya.


"Apakah kalian benar? Telah membawa Pink Star itu?" Ungkapnya terkesima,


"Betul, Tuan."


"Mana barangnya," pinta Mr. GE seakan sudah tidak tahan untuk melihat pink star.


Anton langsung memberikannya, raut wajah gembira sangat tergambar jelas membentang wajahnya. Karena hatinya sangat senang, maka dari itu Mr. GE memberikan imbalan kepada mereka berdua sebagai rasa terima kasih.


"Kalian mau apa dari ku?"


Anton yang meminta imbalannya berupa sejumlah uang, entah untuk apa uang tersebut. Ussy hanya terdiam, pikirnya mulai membawa kejadian berdarah tadi, tangganya ternodai dosa besar membuat hati lembutnya merasa bersalah telah menembak kedua orang yang tadi menghadang Anton.


"Ussy kenapa kamu diam saja? Kamu ingin apa dari ku? Katakanlah.. Jangan sungkan,"


Ussy langsung terbangun dari lamunannya, "emm.. Aku ingin berkas data."


"Data? Data apa yang kamu maksud?" Mr. GE menaikan alisnya penuh heran atas permintaan Ussy,


"Data kematian Bapak Ussy, aku ingin seluruh informasi tentang krologis kematiannya."


"Apakah Bapak kamu mati secara aneh atau misterius?"


"Tidak, melainkan batin ku merasa janggal atas kematian Bapak. Bisakah tuan membantu ku tentang perkara ini?" Tanya Ussy meyakinkan,


"Tentu! Hal mudah bagi saya untuk mendapatkan info kecil itu, adakah keinginan lainnya?"


"Tidak, Tuan. Info itu sudah cukup bagiku."


"Baiklah, aku akan memberi info berkas data besok,"


"Kalian boleh istirahat dan bersenang-senanglah.." lanjutnya mempersilahkan pulang.


---


Mr. GE membuka pintu rahasia kembali, tangannya memegang aman Pink Star. Langkahnya mendekati peti mati tersebut, mr. GE langsung menggenggam tangan wanita yang sudah menjadi mayat itu.


Dia kecup perlahan tangan yang sudah memutih pucat dan dingin, membuka kotak cincin dan perlahan memakai pink star kepada mayat wanita tersebut.


"Akhirnya cincin ini kembali tehadap pemiliknya. Sayang kamu sangat cantik.. Kamu suka'kan?" ucapnya dengan senyum sarkastik.