LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 27



Ussy berjalan terus, hingga Fahrul sulit untuk menghentikannya. Tentu saja hati Ussy sakit setelah mendengar perkataan Fahrul, entah akan berapa lama ke salahpahaman itu berlangsung. Yang pastinya sulit bagi Ussy untuk menutup luka.


Tidak sempat bagi Fahrul untuk memberi penjelasan kepada Ussy, berusaha mengejar Ussy. Namun sayang Ussy lebih dulu melangkah cepat dan menaiki angkutan umum. Menjadi Fahrul terpisah dengan Ussy. Tangan Fahrul mengepal kesal, tidak sempat memberi penjelasan, meninggalkan beban pikir di hatinya.


"Ussy.. Gue gak akan berhenti mengejar kamu! Aku yakin! Kamu bakal jadi milik aku!" Teguh Fahrul dalam hati.


---


Di sepanjang perjalanan, Ussy hanya membisu. Seakan tidak mampu menggambarkan rasa sakitnya.


"Huft... tenang Ussy.. Tenangkan dirimu.. kamu wanita baik!" Teriaknya dalam hati.


Lalu terbesit dipikiran Ussy, tentang pria yang tadi menyelamatkan Ussy dari cengkeraman Anton yang berusaha mencekik Ussy.


"Siapa ya Pria tadi? Ussy belum sempat mengucapkan terima kasih kepadanya. Ussy harap Tuhan melindunginya dan bisa bertemu kembali dengan Ussy untuk membalas budi." Pikirnya.


Tidak lama kemudian, angkutan umum berhenti tepat tujuan Ussy untuk ke tempat kerja. Ussy merapihkan diri sebelum memasukinya. Senyumnya harus terukir paksa untuk menutupi masalah tanpa daksa.


Langkah kakinya kini tepat berdiri di depan pintu masuk kedai Coffe, menghela nafas panjang dan menghirup semangat baru serta menutup segala permasalahan yang ada dalam diri.


"Hari ini adalah hari pertama Ussy masuk kerja. Semangat!" ujarnya dalam hati menyemangati diri.


Perlahan membuka pintu toko, terlihat banyak sekali pelanggan yang sibuk dengan pesanannya. Beberapa pelayan mondar mandir menghidangkan pesenan, sesekali mencatat pesanan pelanggan. Wangi kopi yang identik memberi khas kedai kopi saat memasukinya.


Ussy menghampiri meja kasir, " Maaf Mbak, perkenalkan saya Lussy. Saya disini yang dipanggil untuk memulai kerja sebagai kasir." Ujar Ussy tersenyum,


"Oh, kamu yang namanya Lussy. Silahkan masuk ke ruang karyawan dulu. Lurus belok kiri ya." Balas nya ramah.


Tidak perlu waktu lama, Ussy memulai pekerjaannya. Meski dengan upah yang tidak terlalu besar, setidaknya cukup untuk keperluan Ibu dan kedua adik Ussy.


Ussy melakukan pekerjaan di hari pertama dengan cukup bagus dan cekatan. Membuat bos pemilik kedai coffe tersebut mengapresiasi kerja Ussy. Senyum bahagia terukir di wajah Ussy, tidak sia-sia dengan hasil pekerjaannya.


"Caffe semakin ramai. Kerja bagus Lussy. Saya sangat menyukai kinerja kamu. Semangat terus." Puji bos pemilik kedai sebut saja Pak Wili.


"Terima kasih Pak." Jawab Ussy sedikit membungkukan badannya sebagai tanda penghormatan.


"Silahkan kembali bekerja." Lanjutnya kembali, dengan terus berlalu menuju ruangannya.


Hari semakin malam, akhirnya kedai kopi tutup. Ussy menghitung hasil penjualan, kemudian menuliskan beberapa laporan penghasilan dan menyetorkan kepada Pak Wili. Dan juga Ussy terkadang membantu temannya membereskan meja sesekali, saat Ussy sudah selesai melakukan pekerjaannya.


Akhirnya kedai di tutup. Ussy berjalan pulang menuju indekos. Wajahnya sedikit terlihat letih, seharian penuh berjuang dengan waktu. Raganya lelah, hatinya remuk. Berusaha tegar saat ujian menerpa. Memang sulit, namun apa daya semua harus dijalani dengan tubuh yang sudah tak berdaya.


Di sepanjang perjalanan Ussy selalu berhati-hati akan kehadiran Anton yang secara tiba-tiba muncul dihadapanya, sebuah belati selalu disimpan di dalam sakunya, upaya menyelamatkan diri dari segala kejahatan.


"Tuhan ku mohon lindungi aku di setiap langkah ku dan lindungi aku dari orang yang berniat jahat kepada ku." Doa Ussy dalam hati selalu di panjatkan. Jiwanya berusaha kuat dalam untaian Doa.


Akhirnya sampailah di indekos, Ussy pulang dengan keadaan selamat dari maut teror Anton. Dengan segera Ussy masuk kedalam indekos nya. Berjalan cepat dan menutup kembali pintu. Segala pengaman rumah telah disiapkan. Dari mulai kunci ganda dan jendela yang memakai tralis. Ussy lakukan ini agar aman dari serangan yang datang tiba-tiba. Membuatnya selalu was-was di setiap harinya.


Berusaha kuat dan terlihat santai dalam segala situasi genting bukanlah hal mudah, namun hal tersebut adalah tuntutan paksa untuk Ussy agar selalu bisa jalani kehidupannya.


"Terima kasih Tuhan telah melindungi ku." Menghela nafas lega, lalu Ussy segera berlalu mandi.


Setelah mandi, Ussy kenakan Piyama berwarna merah muda dengan corak gambar beruang lucu, lalu menyalakan televisi dan membuka makan malamnya yang telah di beli saat perjalanan pulang tadi. Saat hendak melahap makan malamnya, Ussy nikmati dengan perlahan.


Tok..Tok..


"Siapa?" Tanya Ussy didalam kamar sebelum membuka pintu.


"Ini Bu Lastri," Jawabnya. Bu Lastri adalah pemilik indekos, dengan segera Ussy membuka pintunya.


"Oh bu Lastri, Ussy kira siapa. Ada apa ya Bu?" Tanya Ussy kembali,


"Ini tadi ada tukang pos, memberikan surat ini kepada saya, katanya ini surat buat Ussy." Jawabnya dengan memberikan surat tersebut kepada Ussy.


"Oh gitu ya Bu. Makasih ya Bu Lastri." Balas Ussy tersenyum.


"Yoo.. sama-sama, ya sudah Bu Lastri balik dulu yee." Ucapnya seraya membalikan badan dan berjalan menuruni anak tangga. Namun bu Lastri kembali menoleh kearah Ussy.


"Oh ya kenapa baru pulang Nak Ussy?" Lanjutnya bertanya, dengan posisi berdiri diatas tangga.


Ussy terhenti untuk menutupi pintu dan menjawab pertanyaan bu Lastri, "Oh ya bu, Ussy lupa memberitahu Ibu. Bahwa Ussy sekarang kuliah sambil bekerja jadi pulangnya agak malam." jelas Ussy.


"Oh seperti itu, yang penting kamu bisa jaga diri ya. Di kota ini pada jahat-jahat orangnya. Sing penting kamu sehat ya. Wess, saya mau lanjut kebawah. Silahkan istirahat kembali. Segera tidur sudah malam ini." Perintahnya sambil berjalan berlalu.


"Baik bu Lastri. Terima kasih." Jawab Ussy.


Lalu Ussy dengan segera menutup pintu kamarnya dan segera mengunci. Ussy terduduk dan perlahan membuka surat tersebut.


---


*Tokyo, Rabu 17'Juli


Hallo Ussy sayang..


Maaf ya Jamy baru memberi kabar kembali kepada Ussy, jujur saja Jamy akhir-akhir ini sedang sibuk dengan beberapa sidang skripsi kuliah. Sebentar lagi Jamy akan lulus dan akan segera pulang bertemu dengan mu dek Ussy♡


Dan Jamy ucapkan turut berduka cita atas meninggalnya mendiang Bapak Ussy, semoga Bapak Ussy diterima disisi tuhan dan amal ibadahnya. Ussy yang sabar ya, Jamy yakin Ussy kuat menghadapi ini semua. Jamy selalu berdoa yang terbaik untuk Ussy.


Tunggu kepulangan Jamy ya...


I Love You Ussy ♡


Salam Rindu,


Jamy*


---


"Kak Jamy, Ussy sangat merindukan kak Jamy. Asal kak Jamy tahu hati Ussy selalu bimbang dalam hubungan kita ini. Hati Ussy selalu digentayangi rasa takut akan kehilangan kak Jamy. Semoga Tuhan selalu melindungi Ussy dan orang-orang yang Ussy sayang. Amin." Ujar Ussy dalam hati, tidak terasa air matanya mengalir.


Dug..Dug..


Suara ketukan jendela dari kamar Ussy, terlihat dari jendela tergambar bayangan seseorang sedang berusaha menerobos jendela Ussy. Namun Ussy hanya terdiam ketakutan. Wajahnya pucat, badannya gemetar, saat melihat bayangan tersebut.


Ketukan jendela semakin kuat terasa, rasa dalam diri Ussy semakin berkecamuk, Bingung harus melakukan apa.


"Siapa itu?"