LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 47



Mencoba bertahan dalam rapuh, hingga sulit untuk menempuh. Hatinya sudah hancur berkeping, entah apa yang dirasa tak lagi bergeming.


---


Fahrul mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, tidak peduli dengan jalanan yang begitu licin, guntur semakin menggelegar layaknya kondisi emosi Fahrul yang sangat tidak terkendali.


Matanya menatap tajam jalanan, sedikit kemerahan dengan halis yang mengkerut, seketika tangannya memukul setir mobil dengan keras setelah pikirannya mengingat kembali tentang perdebatan tadi.


"Aarrgghh..!! Ussy kenapa kamu egois!! Kenapa tidak pernah menghargai perjuangan aku Ussy!!" Dengus kesal Fahrul,


"Aku bodoh!! Bodoh!! Kenapa harus memiliki perasaan ini!! Aarrgghh!!" Teriak kesal Fahrul.


Tidit...


Aaarrrrggghhhh


Duuuaagghhh


Kemudi Fahrul yang tidak terkendali hingga tidak sadar membawa mobilnya kepada jalur melawan arus, hingga tertabrak sebuah truk pengangkut barang.


Sulit bagi Fahrul untuk menghentikan mobilnya, dan terjadilah kecelakan yang begitu hebat. Hingga kepulan asap hitam menggulung tebal, tubuhnya berlumuran darah.


Tidak lama kemudian segera datang Ambulan, Sirinenya terdengar jelas. Dengan cepat membopong Fahrul masuk ke dalam Ambulan, beberapa korban juga.


"Cepat pasang selang oksigen!" Ucap salah seorang tim medis,


Perlahan kesadaran Fahrul menurun dan pandangannya kini mulai buram, kepala yang pening tidak tertahankan. Matanya perlahan memejam tertutup.


"Aku sangat mencintai mu Ussy.." batin Fahrul,


---


Tubuhnya basah kuyup dengan kondisi hati yang sangat hancur, lalu membuka pintu Indekos. Melihat Lily yang sedang asyik menonton Televisi, Lily seketika beranjak saat melihat Kakaknya telah pulang.


Terbesit pertanyaan dari Lily yang melihat kondisi Ussy basah kuyup membuatnya cemas, Ussy hanya tersenyum dan melewati Lily begitu saja. Lalu berjalan menuju Toilet untuk membersihkan diri.


Akhirnya selesai sudah, Piyama kini membalut hangat tubuhnya. Ussy hanya terdiam memandangi hujan di balik jendelanya. Aroma tanah yang basah menyengat menambah suasana hujan lebih kental, matanya terus memandangi hujan yang sesekali guntur terdengar.


Prang..


"Astaga! Ada apa Lily?!" Sontak kaget Ussy seketika terbangun dari lamunan,


Lily tidak sengaja menjatuhkan gelas yang berisi Teh hangat untuk Ussy, serpihan gelasnya hancur berantakan, Lily hanya terdiam paku.


"Astaga! Apa Lily tidak apa-apa?" Tanya Ussy cemas,


"Kak Ussy.. Lily sangat pusing.." balas Lily gemetar,


Mendadak hidung Lily mengeluarkan darah, wajah Lily sangat pucat, badannya mulai lunglai lemas.


Brukk


Lily pingsan tidak sadarkan diri, Ussy seketika terkejut dan menghampiri Lily lalu mendekatinya, rasanya semakin cemas ketika darah terus keluar dari hidung Lily.


"Lily!! Lily!! Sadarlah! Kamu kenapa sayang!!" Tutur Ussy cemas,


Ussy langsung membopong Lily dan menuju Rumah Sakit terdekat, hatinya semakin resah ketika Lily terlihat sangat pucat. Segera Ussy menaiki angkutan umum dengan terus memeluk Lily.


"Pak ke Rumah Sakit Insani ya! Cepatan!" Perintah Ussy, kemudian dengan cepat angkutan Umum itu segera berangkat.


"Lily .. Bertahanlah sayang! Sebentar lagi kita sampai Rumah Sakit!" Ucap cemas Ussy sambil membelai lembut rambut Lily.


Akhirnya Ussy telah sampai Rumah Sakit, segera turun dan membayar ongkos. Kakinya langsung berlari mendekati Rumah Sakit.


"Suster!! Suster!! Tolong!!" Teriak Ussy saat masuk kedalam Rumah sakit,


Segera para Suster datang menghampiri Ussy dengan membawa Blangkar, tubuh Lily kini di rebahkan diatas Blangkar, Suster langsung mendorong perlahan menuju ruang UGD.


"Ibu tidak boleh masuk, silahkan menunggu diruang tunggu," tahan salah seorang Suster kepada Ussy, lalu menutup pintu ruangan.


Ussy terduduk dengan cemas, tangannya selalu meremas pakaian, kemudian satu Blangkar datang melewati Ussy, terlihat dua Suster yang mendorong Blangkar dengan satu pasien lelaki di atasnya, dilanjut oleh satu dokter yang menuturi.


"Senior Fahrul?" Ucap Ussy saat melihat sekejap,


Tutur Ussy yang tidak sengaja melihat sekilas wajah Pasien yang dibawa Suster, segera Ussy menggelengkan kepalanya dan mengucek matanya untuk kembali memastikan, namun mereka sudah tidak terlihat dan mulai memasuki suatu ruangan.


Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruang UGD, segera Ussy beranjak dan menanyakan kondisi Lily.


"Dok, bagaimana kondisi Adik saya?" Tanya Ussy cemas,


"Kondisi Adik Mbak cukup lemah, dan perlu beberapa hari untuk dirawat secara intensif, lalu saya perlu melakukan cek darah untuk lebih detail mengetahui sumber penyakitnya." Balas Dokter,


"Baik Dokter lakukan saja apa yang menurut Dokter baik,"


"Baiklah saya akan melakukan cek darah terlebih dahulu, Mbak mohon tunggu sebentar ya." Balasnya sambil berlalu memasuki ruangan kembali,


Ussy begitu panik, hatinya betul-betul tidak karuan menunggu hasil tes darah Lily. Pikirnya semakin berantakan dengan kondisi yang begitu menekan.


"Tuhan ku mohon! Selamatkan Lily!"


Tidak lama kemudian Dokter kembali, Ussy langsung menghampiri dan langsung bertanya tentang kondisi Lily.


"Pasien mengidap penyakit Leukemia,"


"Apa!" Ussy tersontak kaget setelah mendengarnya,


"Dokter pasti salah! Tidak mungkin Adik saya mengidap penyakit seperti itu! Adik saya masih terlalu kecil! Dokter pasti salah!" Ucap Ussy begitu tidak percaya dengan air mata berlinang,


"Maaf Mbak, tapi berdasarkan hasil rekaman medis Adik Mbak positif Leukemia, dan kankernya sudah mulai membesar sehingga membutuhkan pengobatan Kemoterapi," jelas Dokter,


"Apa?! Kemoterapi?!",


"Iya Kemoterapi, apabila tidak segera dilakukan, saya takut penyakit ini semakin membesar dan membahayakan kondisi Lily bahkan bisa merenggut nyawa!"


"Apakah biayanya mahal Dok?"


"Biaya kemoterapi cukup mahal, selengkapnya Mbak bisa bertanya kepada pihak administrasi Rumah Sakit perihal Biaya, setelah melakukan administrasi kami akan melakukan kemoterapi,"


---


Ussy langsung datang menuju ruang Administrasi Rumah Sakit, dan bertanya perihal Biaya untuk pengobatan Lily.


"Mbak mau tanya perihal Biaya atas nama Lily berapa ya untuk sekali Kemoterapi?" Tanya Ussy,


"Ditunggu sebentar ya," balasnya dengan membuka lembar dokumen,


"Atas nama Lily Simartana, umur dua belas tahun apakah benar?" Tanya pihak Admin,


"Ya benar Mbak,"


"Total semua Rp.12.539.000 itu biaya dalam sekali Kemoterapi, belum termasuk biaya rawat inap," tuturnya,


Ussy tercengang mendengar total biaya, hanya bisa menghela nafas begitu berat.


"Oh begitu ya Mbak, terima kasih." balas Ussy sambil berlalu.


"Bagaimana aku mendapatkan uang sebanyak itu untuk pengobatan Lily?" Batin Ussy berkata, dengan terus berjalan menuju Bangsal Lily.


Dug


Tidak sengaja seorang perawat menabrak Ussy, berkas yang dibawa berhamburan jatuh. Ussy segera menolong untuk memungut semua berkas dan memberinya kepada Perawat. Tidak sengaja Ussy melihat berkas tersebut terpampang nama Fahrul.


"Maaf ya Mbak," tutur Perawat tersebut,


Ussy hanya mengangguk sambil tersenyum simpul, dan bertanya sedikit perihal nama pasien yang tertera didalam berkas yang Perawat itu bawa.


"Fahrul?" Ucapnya dengan nada pelan,


"Ya Mbak, ini nama pasien korban kecelakaan," balasnya,


kemudian Ussy terdiam, segera Perawat pergi berlalu meninggalkan Ussy.


"Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan senior?"cemas Ussy,


"Ah sudahlah mungkin hanya perasaan ku saja!"


Ussy memasuki Bangsal inap Lily, terlihat jelas Lily sedang terbujur lemah dengan selang Infus yang menjalar. Ussy segera mendekati Lily dan memegang tangan Lily.


"Lily sayang.. Kamu masih terlalu kecil untuk merasakan ini! Kenapa Tuhan kenapa harus Lily yang menderita?!"