
Rasa dalam diri selalu berkecamuk saat emosi dalam jiwa mengamuk, mengobrak abrik seluruh isi hati dan pikiran. Setelah kepergian Bapak rasanya masalah datang silih berganti, dari mulai aksi bunuh diri Luna, Ibu yang menjadi gila dan Lily yang kini mengidap penyakit cukup serius.
Dalam diri Ussy begitu rapuh, berusaha tegar dalam masalah yang kian melebar bukanlah hal yang mudah. Butuh kekuatan Extra untuk membalut setiap lukanya. Raganya memang hidup, tapi hati perlahan mati membusuk. Penuh dendam disetiap rasa sakit yang terhimpit dimasa lalu hingga masa kini.
Derap langkah terasa kian lelah memikul semua beban yang semakin terpecah belah, diam dalam lamunan yang membawa dalam tepian kegelapan, membuat hati terasa pengap. Matanya memandang balik jendela yang menontonkan setiap maju mundurnya mahluk.
"Hei Ussy...," Sahut Rosa dengan menepuk lembut pundak Ussy membuat lamunannya kini pecah.
Ussy menoleh kearah sahutan tersebut. " Ada apa Ros?"
"Kamu dari tadi diem mulu, kenapa sih?" Tanya Rosa mulai penasaran dengan gerak gerik Ussy seakan penuh teka-teki.
Ussy hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum miring yang membuat Rosa langsung mengerucutkan bibirnya memberi simbol tidak suka akan respon yang diberikan Ussy.
"Ahh Ussy ... ayolah bercerita padaku, aku tahu kamu pasti ada masalah, kan?"
Ussy hanya tertawa kecil melihat Rosa begitu perhatian akan dirinya. "Kamu so tahu Ros, aku baik-baik aja. Cuma sedikit lagi gak mood hari ini,"
"Mending kita beli Es krim yu! Biar Mood kamu jadi naik lagi," ajak Rosa.
"Maaf Ros, tapi aku ada janji dengan seseorang." tolak Ussy dengan lembut sambil membereskan buku dan memasukan ke dalam tas.
"Seseorang? Siapa? Apa kamu sekarang udah punya gebetan baru ya ... ayo ngaku...," tangkap Rosa dengan senyum menyirangai sambil menyikut pelan Ussy.
"Aku gak punya gebetan, atau apapun itu yang berbau dengan percintaan. Aku memang ada urusan, dah ya aku berangkat dulu. Bye...," Ussy langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Rosa yang masih terduduk dengan rasa penasaran atas sikap Ussy.
Dih ... dia aneh banget hari ini?! Masa iya ninggalin kelas, padahal istirahat cuma sebentar dan pelajaran masih ada. Dia gak salah jam pulangkan? Apa dia mau bolos?
Rosa masih termangut dengan pertanyaan yang terus bergelayut dalam pikirannya.
Ah sudahlah ... kenapa aku memikirkan dia?
Lanjut batin Rosa berkata berusaha mengalihkan pikirannya yang mulai janggal.
Tidak beberapa lama kemudian setelah jam istirahat telah selesai, masuklah jam pelajaran berikutnya. Para murid lainnya sudah terduduk sembari berbincang riang membahas sesuatu yang menyenangkan sembari menunggu Dosen datang.
Rosa masih terduduk sembari menulis beberapa catatan kecil, dengan telinga yang mendengarkan beberapa musik kesukaannya. Kemudian Rosa tersadar dan melihat jam tangan untuk memastikan waktu.
Sebentar lagi Dosen masuk, tapi Ussy belum juga pulang. Apa dia benar-benar akan bolos?
Batinnya sedikit gelisah saat kehadiran Ussy tidak muncul dari permukaan, tidak selang lama derap langkah terdengar. Pikirnya adalah Dosen yang akan masuk ke kelas, tapi salah itu adalah Ussy.
Rosa menatap Ussy dengan aneh, Ussy terlihat lebih dingin dengan mata yang sendu dan kulit lebih putih serta wajah yang sedikit pucat. Awalnya Ussy mengikat rambutnya. Tetapi, setelah datang kembali rambutnya kini tergerai indah, meskipun sedikit terlihat menyeramkan.
"Akhirnya kamu datang Ussy, aku pikir kamu bakal bolos kelas. Aku bingung harus bilang apa nanti ke dosen." Ucap Rosa berusaha membuka topik pembicaraan, namun Ussy hanya terdiam tidak merespon apapun yang diucapkan Rosa.
"Oh iya, gimana tadi udah kelar urusannya?" Tanya kembali Rosa dengan sedikit canggung karena Ussy lagi-lagi hanya terdiam tidak merespon apapun, tetapi setelah pertanyaan selanjutnya Risa lontarkan tetap saja Ussy hanya terdiam seakan tidak mendengar apapun.
Kenapa ya aku merasa Ussy berbeda banget, apa cuma perasaan aku saja?
...***...
"Sedang di perjalanan, lima menit lagi saya sampai." Sepotong kata yang terlontar dari bibir Ussy dalam sebuah panggilan, Ussy segera mengakhiri.
Mobil semakin dipercepat, melintasi para gedung-gedung pencakar langit dengan polutan udara hitam yang melingkupi kota metropolitan. Selang beberapa lama akhirnya sampai tujuan.
Ussy masuk ke toko The Cupcake's Fun yang berjajar dengan beberapa toko. Ia langsung mendatangi pegawai kasir dan menunjukan kartu identitas yang berbeda pada umumnya. Pegawai kasir itu paham, ia langsung mengangguk dan mempersilakan Ussy masuk ke ruangan rahasia. Siapa sangka, toko Cupcake's ini adalah sebagai kedok untuk menyembunyikan markas rahasia yang dibuat oleh Mr. GE sendiri.
Langkahnya mulai masuk ke dalam ruang rahasia, perlahan masuk dan menyusuri setiap sudutnya. Akhirnya ia pun berdiri tepat didepan pintu yang terbuat dari kayu jati. Ditatapnya pintu itu sejenak dan helaan nafas pendek terdengar dari bibirnya. Ia pun mengetuk pintu itu dan segera memutar kenop pintu tersebut.
"Tepat waktu, Good Job." Ucap Mr. GE sesaat membalikan tubuhnya yang terduduk di kursi Hidrolik putar.
Tidak selang lama Anton datang menghampirinya, Ussy menatap Anton terheran saat kehadirannya tidak dinantikan.
Anton dipanggil juga?
Dalam benak Ussy selalu bertanya penuh heran, misi apa yang harus diselesaikan setelah pengambilan Pink Star? Apakah harus terlibat lagi dengan Anton? Atau mereka memang partner sesungguhnya?
Mr. GE Tersenyum miring kemudian menatap keduanya dengan jari tangan yang menyilang, terdiam sesaat. Lalu, Mr. GE menyandarkan dirinya dengan santai di kursi tersebut.
"Pikiran saya memang tepat, kalian Partner yang cukup bagus untuk menjalankan misi, setelah berhasil menjalankan misi Pink Star. Maka dari itu saya tunjuk kalian sebagai Partner untuk misi selanjutnya," ucap Mr. GE dengan tersenyum tipis.
Ussy dan Anton sesaat saling menatap satu sama lain dan beralih kembali kepada Mr. GE
"Apa kalian keberatan?" Tanya Mr. GE setelah mendapati reaksi dari keduanya.
"Tidak, Tuan." Jawabnya serempak.
"Keputusan Tuan adalah yang terbaik," tambah Anton.
"Baguslah," balas Mr. GE dengan singkat.
"Maaf Tuan, ada apa memanggil kami?" Lanjut Ussy bertanya.
"Saya memanggil kalian untuk menjalankan suatu misi selanjutnya," ucap Mr. GE terhenti yang membuat Ussy dan Anton seakan heran dengan sikapnya yang tiba-tiba menunduk dan tertawa licik.
"Maaf misi apa, Tuan?" Tanya Anton tidak sabar.
Kemudian Mr. GE mengadahkan kepalanya dengan tangan yang langsung melemparkan belati kepada Ussy dan Anton, untung saja mereka cepat mengelak dan belati tertancap pada foto Albert yang dipajang.
"Seret Albert ke dalam markas!"