
Perlahan mata Fahrul membuka saat sinar mentari memasuki celah jendela dan memberi silau cahaya. Matanya menatap langit-langit yang masih tetap diruangan sama, hatinya sangat rindu suasana rumah.
Fahrul melihat sekeliling ruangan kosong, hampa terasa tanpa siapapun di sisinya. Saat menoleh arah meja, tergelatak sepucuk surat. Kemudian Fahrul menggapai dan mulai membacanya.
---
Selamat pagi sayang ..
Maaf Mami harus pergi ke kantor lebih cepat, Mami telah sediakan beberapa sarapan untuk kamu. Di makan ya! Jangan lupa Obatnya juga. Cepat sehat ya Anak ku sayang...
Kecup hangat,
Mami
---
Fahrul menghela nafas setelah membacanya. "Dalam kondisi seperti ini saja Mami masih saja sibuk dengan kerjaannya! Begitupun dengan Papih! Mereka sama saja! Apa tidak ada yang lebih penting dari pekerjaan!" Dengus kesal Fahrul,
Sesaat Fahrul meratapi nasib nya, hatinya terasa hampa dan sangat merindukan kasih sayang kedua orang tuanya. Itulah penyebab mengapa Fahrul selalu bersikap acuh kepada siapapun, terkecuali Ussy yang begitu dia dambakan. Entah kenapa perasaannya mengalir begitu saja kepada Ussy.
Kemudian suara ketuk pintu terdengar, lantas Fahrul mempersilahkan untuk masuk. Perlahan suara pintu terbuka, Fahrul pikir Perawat yang datang untuk memberikan Obat, ternyata pikirnya salah. Seorang bidadari dambaan hati datang menjenguknya ditemani permaisuri kecil yang terduduk di kursi roda.
Ussy!
Ya siapa lagi selain Ussy dan Lily. Perlahan keduanya masuk dan mulai mendekati Fahrul, senyumnya merekah indah saat Ussy datang menjenguknya.
"Hallo pangeran tampan!" Teriak Lily begitu sumringah,
"Hei Lily! Kita bertemu lagi." Balas Fahrul hangat.
"Maaf ya, apa aku mengganggu istirahat kamu? Habisnya Lily ingin sekali bertemu denganmu." Ucap Ussy,
"Tidak apa-apa malahan aku senang kalian datang kesini,"
"Ussy, Apakah aku boleh meminta bantuan?" Tanya Fahrul,
"Tentu, bantuan apa?"
"Aku ingin duduk di Sofa itu, aku lelah seharian terbaring di bed ini." Ucap Fahrul sembari menunjuk ke arah sofa.
Lantas Ussy menoleh arah sofa, jarak antara Bed dan Sofa cukup jauh. Apalagi kondisi Fahrul yang sekarang lumpuh. Dengan sedikit berat hati, Ussy mengiyakan keinginan Fahrul.
Perlahan Ussy membantu Fahrul duduk dan menurunkan kakinya, kemudian Ussy papah Fahrul dengan sangat hati-hati. Tangan Fahrul merangkul bahu Ussy. Kemudian Ussy merebahkan Fahrul sangat lembut, akhirnya Fahrul terduduk di Sofa. Sungguh melelahkan bagi Ussy memapah Fahrul yang berat badannya lebih berat darinya.
"Ternyata kamu cukup berat ya!" Gumam Ussy,
"Haha kamu bisa saja, makasih ya sudah membantu ku."
"Iya anggap saja sebagai permintaan maaf, karena kamu bisa begini semua salah ku. Maka aku akan merawat mu sampai sembuh." Tutur Ussy
Astaga! Kenapa aku berucap seperti itu!
Gerutu Ussy dalam hatinya saat tersadar akan kata janji yang telah dilontarkannya begitu saja, tentu Fahrul sangat senang setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut manisnya Ussy.
"Baiklah, aku pegang janji kamu." Jawab Fahrul dengan senyum simpul,
Drrt.. Drrt..
Ponsel Ussy bergetar. Panggilan masuk dari Rosa, sahabatnya di Kampus. Sesaat Ussy terheran karena Rosa mendadak menelponnya, kemudian Ussy mulai menjawab telpon tersebut.
"Hallo Rosa, ada apa?"
"Ussy... Selamat ya! Hasil tes ujian dari dosen kemarin kamu mendapatkan nilai yang terbaik!"
Hah! Tes ujian apa? Kapan aku mengikutinya? Bukankah aku tidak masuk kuliah beberapa hari ini!
Ungkap Ussy dalam hatinya masih terheran dan bingung yang telah dikata Rosa yang secara mendadak memberi selamat.
"Hallo Ussy ... kamu dengarkan?" Tanya Rosa,
Sebaiknya aku pura-pura tahu saja, mungkin ini ada hubungan dengan Mr. GE!
"Oh iya, kapan kita bisa main bareng? Aku belum pernah Hang out sama kamu loh ..." Ucap kembali Rosa,
"Emmm ... kalau soal itu aku belum bisa Ros maaf, mungkin dilain waktu, pasti aku bisa."
"Oh ya sudah kalau begitu. Oh iya Ussy, apakah kamu tahu berita soal kamu dan Senior Fahrul? Apakah kalian benar memiliki hubungan?"
"Apa! Itu hanya berita palsu! Kamu jangan percaya!" Elak Ussy,
"Ya sudah ya Ros, aku ada keperluan lagi. Bye... Rosa.."
"Ehh.. Ussy.. tung.."
Kemudian Ussy langsung mengakhiri panggilan dari Rosa. Terpaksa mengakhiri pembicaraan. Dan segera menyimpan kembali ponselnya, Fahrul begitu asyik bermain boneka dengan Lily. Ussy tersenyum hangat melihat mereka begitu akrab.
"Siapa tadi yang menelpon?" Tanya Fahrul,
"Hanya teman kampus,"
"Oh iya, kamu pasti belum sarapan ya?" Lanjut Ussy mengalihkan pembicaraan,
Fahrul mengangguk, kemudian Ussy segera mengambil sarapan Fahrul dan segera memberikan suap demi suap kepada Fahrul. Sungguh bahagia rasanya didalam diri Fahrul. Lily yang sedang asyik memainkan Boneka seketika menoleh arah Fahrul yang sedang disuapi makanan oleh Ussy, saat itu Lily memandang keduanya dengan hangat dan senyum yang menyirat.
"Kak Ussy tahu Gak?" Tanya Lily,
"Tahu apa Lily?" Jawab Ussy sedikit heran,
"Kak Ussy dan Pangeran Tampan ini sungguh serasi! Bagaikan sepasang Pangeran dan Putri di sebuah Kerajaan."
Seketika Ussy dan Fahrul saling bertatapan setelah mendengar pengakuan Lily, sungguh terkejut Lily mengungkapkan pemikirannya. Ussy langsung memalingkan wajahnya dan terus mengaduk bubur, berusaha menghindari tatapan lebih dalam.
"Hush! Lily gak boleh bicara seperti itu. Dia hanya teman Kakak!" Balas Lily dengan mencubit manja Hidung Lily,
Fahrul hanya tersenyum simpul dengan rona merah menghiasi wajahnya. Dalam hatinya sangat senang mendengar pernyataan Lily yang membuat Ussy seakan salah tingkah.
Setelah sarapan telah habis, Ussy segera memberikan Obat kepada Fahrul. Tidak lama kemudian Lily tiba-tiba merasa pusing di sekitar kepalanya. Membuat Ussy sedikit terkejut, saat Ussy melihat jam, ternyata waktunya Lily minum obat.
Ussy berpamitan pulang kepada Fahrul, meski sedikit berat baginya ditinggalkan Ussy, tapi harus bagaimana lagi, Ussy harus mengurus dua orang sakit sekaligus, maka dari Itu Fahrul tidak boleh sembarang egois. Ussy mulai pergi meninggalkan Fahrul, wujudnya perlahan di makan jarak.
"Kalau kamu butuh bantuan aku, kamu telpon ya!" Ucap Ussy,
"Oke,"
Seandainya kamu bisa menerima ku lebih dari teman, mungkin aku akan lebih bahagia. Ussy... Tapi aku tidak akan pernah lengah untuk mengejar cintamu..
Tunggu aku Ussy...
...***...
"Bapak!!!"
Seketika Ussy terbangun dari tidurnya, posisi yang masih sama, dia terduduk dan menatap Lily yang masih tertidur. Sesaat Lily terbangun karena sedikit terganggu dengan jeritan Ussy yang membangunkan tidurnya.
"Kakak kenapa?"
"Tidak, kamu lanjutkan istirahatnya. Kakak mau keluar dulu membawa pakaian ganti. Lily tunggu ya," balas Ussy mengalihkan pembicaraan,
Lantas, Lily mengiyakannya. Perlahan Ussy keluar ruangan, sebelum itu Ussy mengecup kening Lily dengan hangat. Kakinya perlahan melangkah menjauhi Lily.
Kenapa? kenapa mimpi buruk itu selalu datang berulang? Apa artinya?
Pikiran Ussy berusaha mengartikan mimpi buruk bertemu Bapak, seakan Bapak memberi pertanda kepada Ussy melalui mimpi.
Besok aku harus ke makam Bapak. Mungkin dengan menjenguk makam Bapak, mimpi buruk itu tidak akan hadir lagi...