
"Apa kamu gila?" Kesal Ussy,
Ussy menghindar dari jangkauan Mr. GE, seakan waspada setelah mendengar ucapan yang terlontar dari bibir pedasnya. Mr. GE hanya terseringai melihat reaksi Ussy seakan begitu ketakutan.
Kemudian Mr. GE mendekati kembali Ussy yang mulai menjauhinya, tangannya kini mulai memainkan sehelai rambut Ussy dan perlahan mencium aroma rambut Ussy.
"Apa kamu takut sayang?" Tanyanya begitu lirih,
Ussy hanya menelan ludah, pikirnya mulai terasa terancam, hawa dingin sangat menyeruak, gemetar badan bukan kepayang, "sebenarnya apa yang kamu inginkan?"
"Hmmm.. Aroma rambut begitu wangi, sangat pekat dengan aroma Rosemary, aku sangat menyukainya!" Endus Mr. GE,
"Apa yang kamu mau?!" Tegas kembali Ussy bertanya,
"Aku hanya ingin mencicipi darah mu... Lussy!" Bisiknya,
Ussy bergidik saat mendengar permintaan Mr. GE ucapannya seakan haus akan darah, dengan nada tinggi Mr. GE memanggil Anton dan menyuruh mengikat Ussy. Pemberontakan terjadi saat itu, namun sulit bagi Ussy untuk melarikan diri dari cengkeraman Anton.
Anton berhasil mengikat Ussy, tangannya terikat tali yang menggantung di sebilah kayu jati yang kokoh, begitupun dengan kaki yang sedikit berjinjit dengan tali yang membelit, badannya menggeliat berusaha untuk lepas, namun sayang sulit baginya untuk mengelak.
Mr.GE datang menghampiri Ussy. Wajahnya sangat pias saat mendapati perlakuan sedikit keras yang tidak terpikir sebelumnya. Perlahan Mr. GE menatap dan membelai lembut wajah cantik Ussy, sesekali lidahnya menjulur seperti ular, membuat Ussy semakin membencinya.
Mr. GE mendongakan Kepala Ussy, "Tenang Sayang ..."
Lidah seakan kaku, keringat dingin perlahan bercucuran, matanya tidak ingin melihat wajah Mr. GE di pandangannya seakan monster buas.
Sret
"Aarrghh!"
Belati menyayat lembut lengan Ussy yang tergambar jelas dengan mengenakan baju tanpa lengan yang memudahkan belati mencium lengan mulusnya, darahnya menetes. Perlahan Mr. GE mengusap darah yang perlahan mengalir ke bawah, dia endus darah Ussy dengan mata sedikit memejam seakan menikmati aromanya.
"Hmm... Aroma darah yang begitu manis! Aku suka!" Tutur Mr. GE dengan menjilat darah di Ibu jarinya,
Kemudian dengan beraninya Mr. GE menjilat langsung darah yang mengalir di lengan Ussy, hati Ussy sangat kesal atas perlakuan Mr. GE seakan melecehkan harga dirinya. Matanya tertutup, enggan melihat tuannya yang menjilat liar darah yang menetes dilengannya.
"Akan ku bunuh kau! Dasar manusia KEPARAT!" Dengus kesal Ussy dalam hati,
Darah Ussy perlahan mengering setelah Mr. GE puas menjilatinya, kemudian dia berhenti. Tatapan yang begitu puas tergambar jelas di mata Mr. GE, berbeda dengan Ussy yang selalu memalingkan wajahnya enggan sedikitpun melihat manusia setengah monster tepat di depannya.
"Lepaskan dia! Dan obati dia!" Suruh Mr. GE sembari berlalu meninggalkan ruangan.
Para pelayan segera masuk, dengan busana seragam yang selaras mulai melepaskan Ussy dan membawa kepada ruang pengobatan.
Saat mulai memasuki ruang pengobatan, terlihat seorang wanita memakai jas putih seperti Dokter dengan Stesthoscope yang menggantung indah di lehernya. Wanita itu langsung beranjak dari duduknya saat Ussy mulai memasuki ruangan.
"Kenapa dia?" Tanya awal Wanita tersebut,
"Tersayat pisau! Mr. GE menyuruh untuk mengobatinya," jawab pelayan,
"Baik! Kalian boleh pergi, biarkan aku yang mengurusnya!"
Kemudian para pelayan pergi mengundurkan diri, pintu kembali ditutup dan mulai berjaga diluar. Wanita dengan balutan busana Dress yang panjang hingga lututnya di tambah Jas putih dokter.
"Hallo, perkenalkan nama ku Amel. Seorang Dokter pribadi Mr. GE, apabila anggota Tim Vile Blood mempunyai masalah kesehatan, akulah yang bertanggung jawab," ujarnya memperkenalkan diri,
Ussy tidak merespon sama sekali, hanya menatap dingin Amel. Seakan tidak peduli, tanpa berlama-lama Amel langsung mengobati luka di lengan Ussy.
"Pasti Tuan meminum darah lagi!" Pikir Amel saat mengobati luka sayat di lengan Ussy.
Akhirnya pengobatan selesai, lengannya kini berbalut perban, kemudian Amel mencuci tangannya setelah mengobati luka Ussy.
"Kamu anggota baru? Siapa nama Kamu?" Tanyanya,
"Lussy,"
"Kepanjangan'nya?" Lanjut Amel bertanya,
"Lussy Annamartika,"
"Astaga! Apa kamu anak dari Surni?" Tanyanya kembali sembari memegang tangan Ussy,
"Kenapa dia tahu Ibu? Siapa dia?" Tanya benak Ussy,
"Kamu harus berhati-hati! Disini sangat kejam!" Bisik Amel seakan memberi peringatan kepada Ussy,
Ceklek
Pintu terbuka dan Amel langsung melepaskan peluknya, secara mendadak Mr. GE datang menghampiri. Untung Amel lebih cepat melepaskan Ussy sehingga tidak menimbulkan rasa curiga.
"Apa kamu sudah mengobatinya?" Tanya Mr. GE,
"Sudah Tuan,"
"Ayo pergi bersama ku," tuturnya sambil mengulurkan tangannya kepada Ussy,
Ussy tidak mampu menolak ajakannya, uluran tangan diterima tanpa pemikiran lebih matang. Perlahan keduanya jalan keluar, Amel hanya terdiam memandangi mereka yang perlahan mulai menjauh.
"Surni, maafkan aku ..." ucap Amel dengan nada rendah sembari mengelus dada,
---
"Mau dibawa kemana aku?"
Tanya Ussy dalam benak yang tak mampu dilontarkan secara langsung. Langkahnya terhenti saat menghadap suatu ruangan yang memojok, keadaanya sedikit gelap tentu dengan hawa yang cukup terasa dingin, membuat siapapun bergidik ada disekitarnya.
Perlahan Mr. GE membuka pintu ruangan, keduanya mulai masuk ke dalam. Hanya sebuah ruangan kosong tanpa ada kehidupan, dengan Ventilasi yang cukup hanya untuk bernafas, dan hanya ada lampu bulat menggantung indah diatas.
"Kamu harus memulai Tes hari ini!"
"Tes apa?!" Sontak kaget Ussy,
Mr. GE hanya membalas dengan senyum simpul, lalu seutas tali tambang menjulur secara mendadak dan Mr. GE segera meraihnya, perlahan tali itu ditarik menuju atas langit-langit ruang, Ussy mendongakan kepalanya melihat Mr. GE yang pergi begitu saja meninggalkan dirinya.
"Buka pintunya!" Seru Mr. GE
Perlahan pintu didepan mulai membuka, Ussy masih merasa heran dengan segala sikap Mr. GE
"Semoga kamu berhasil!" Teriak Mr. GE,
"Apa maksudnya?!"
Saat pintu telah terbuka sempurna, cahaya silau mulai menyeruak memudarkan pandangan Ussy, perlahan mulai jelas. Sangat tidak disangka segerombol Serigala dengan tatapan penuh kelaparan menyoroti Ussy. Taringnya begitu tajam, mungkin dalam sekali mengoyak akan mematikan setiap nyawa.
"Tes macam apa ini!"
Raungan Serigala mulai mengaum menggema seisi ruangan, matanya begitu menyeramkan, jelas sekali segerombolan Serigala itu sangat kelaparan. Badan Ussy gemetar bukan main setelah melihatnya!
Sungguh bingung apa yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan dirinya tanpa perisai apapun. Segerombol Serigala mulai mendekati Ussy, pikirnya sangat ketakutan melihat para gerombol Serigala kelaparan itu.
"APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?!"
"Hei! Apa kamu gila Mr. GE menjadikan aku sebagai mangsa para serigala kelaparan ini?!" Teriak kesal Ussy,
Namun diatas sana Mr. GE hanya terkekeh tanpa menjawab apapun matanya hanya menonton asik melihat Ussy yang penuh ketakutan.
"Akan ku balas kau!"
Pluk
Sekerat daging segar jatuh dari atas dan mengenai tepat atas kepala Ussy, segera Ussy mengambil dengan sedikit jijik.
"Daging mentah!?"
"Kenapa dia memberikan ini kepada ku?" Tanya Ussy heran,
Aaauuuuuuu
Raungan para serigala semakin terdengar keras ketika sekerat daging segar tercium oleh indera penciumannya yang begitu kuat.
"GAWAT!"