LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 22



#POV LUNA


Luna berjalan menuju kelasnya, namun langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya. Luna menoleh otomatis saat namanya di panggil.


"Luna..." sahutnya berlari menghampiri Luna.


Hingga posisinya setara dengan Luna. Namun Luna hanya menatapnya saja, tidak berkutik sedikitpun dengan memasang wajah dingin. Dan berjalan kembali.


"Luna... tunggu aku. Aku mau bicara sama kamu," ucapnya menahan Luna.


Sebut saja namanya Daniel, seorang lelaki yang sangat tampan di sekolah, dan murid paling pintar. Menjadikan Daniel seseorang yang di dambakan banyak wanita.


"Apa?" jawab Ussy dengan nada datar.


"Aku suka sama kamu." ujar Daniel menyatakan perasaannya kepada Luna, tangannya memegang pergelangan Luna. Namun Luna hanya terdiam sambil menatap dengan tatapan sedingin kutub utara.


"Jadi, gimana kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya kembali Daniel dengan mata penuh harapan.


"Tidak!" Jawab Luna singkat dan melepaskan genggaman Daniel.


Lalu berjalan kembali menuju kelas, meninggalkan Daniel dalam keadaan tertolak. Namun Daniel tidak pasrah begitu saja. Daniel akan terus menerus mengejar cintanya Luna.


Sudah lima kali dan mungkin ini adalah yang ke enam saat Daniel menyatakan cinta kepada Luna. Namun sayang lagi dan lagi Luna menolak, tidak ada kata pasrah begitu saja bagi Daniel. Seseorang yang sangat bersikukuh terhadap pilihannya dan tidak pernah pantang menyerah dalam segala hal.


"Aku akan terus menyatakan cinta kepada mu Luna! Hingga kamu bosan membalas dengan kata TIDAK! Kamu pasti akan menerima aku!" Teriak Daniel kepada Luna, namun Luna menghiraukannya dan terus fokus dengan langkah kaki.


Daniel adalah seseorang kakak kelas Luna, hanya berbeda satu tingkat saja. Awal mula bertemu dengan Luna, ketika saat Ospek siswa baru di sekolah nya. Kebetulan Daniel merupakan panitia ospek. Saat Luna memunculkan dirinya, hati Daniel bergetar dengan wajah Luna yang cantik dan rupawan serta sikap Luna yang berbeda dengan wanita lainnya.


Meskipun bisa di bilang cinta saat masa sekolah ada *C*inta Monyet. Tetapi, berbeda dengan Luna yang tidak pernah memikirkan apapun tentang dunia cinta. Yang dipikirkan Luna hanya sekolah dan menjadi sukses, agar Luna bisa mengubah nasibnya.


Saat Daniel bertemu dengan Luna, hari-harinya penuh kebahagiaan. Istilahnya di mabuk cinta. Awalnya Daniel mengira perasaannya hanya nafsu semata yang akan hilang di makan waktu. Namun pikirnya salah, semakin ditutupi perasaannya semakin sesak.


Lantas Daniel memberanikan diri menyatakan cintanya kepada Luna di depan para siswa, saat selesai penutupan ospek, Daniel dengan gagah menyatakan perasaannya secara langsung dihadapan para siswa banyak. Tapi sayang Daniel di tolak mentah-mentah oleh Luna. Hatinya sakit, namun semakin sakit apabila dipendam.


Meskipun sudah berulang kali Daniel menyatakan perasaannya kepada Luna dan berulang kali di tolak oleh Luna, juga berulang kali menahan rasa malu. Tapi Daniel tidak akan pernah menyerah. Hingga banyak wanita yang iri terhadap Luna.


*Bel istirahat berbunyi


Luna langsung menuju kantin sekolah dan memakan bekal makanan yang telah disiapkan sendiri oleh Luna. Meskipun hanya kentang tumbuk. Perlahan Luna makan dan dikunyah dengan halus.


Lalu datang Daniel menghampiri Luna dan duduk bersama dengan Luna. Sesak bukan main bagi Luna melihat Daniel setiap saat. Awalnya Luna akan berpindah tempat, tapi Daniel menahan dan memohon agar Luna menemaninya untuk makan siang bersama. Akhirnya Luna menerima bujuk rayu Daniel karena Daniel bersumpah tidak akan memunculkan dirinya lagi dihadapan Luna.


B**yurr**


Tiba-tiba Luna di siram air kotor, bajunya basah kuyup dan meninggalkan noda kotor. Otomatis Luna menoleh kepada seseorang yang berani menyiram air kotor kepada tubuhnya.


"Hahaha.. Rasain! Itu memang pantas buat kamu yang so cantik! Centil!" Hina Angel kepada Luna.


"ANGEL KAMU KETERLALUAN!" Teriak Daniel kepada Angel dengan wajah yang marah.


"Ini memang pantas buat Luna yang ganjen! Katanya menolak kak Daniel! Tapi sekarang malah dekat sama Kak Daniel! Dasar wanita MUNAFIK!" Jawab Angel dengan nada tinggi.


Luna hanya tertunduk dengan tangan yang mengepal. Menahan segala emosi.


"Kenapa? Kak Daniel engga terima dengan ucapan Angel? Bahwa Luna adalah wanita MUNAFIK! Dan asal kak Daniel tahu, Ibunya Luna aja GILA! masa iya jualan kue sambil bicara sendiri! Udah MISKIN GAK TAHU DIRI LAGI! " bentak hinaan yang menyakitkan terlontar dari mulut Angel.


Plakk..


Luna menampar keras Angel hingga meninggalkan bekas merah di pipinya. Emosi Luna yang sudah tidak tertahan lagi setelah mendengar Ibunya dihina, seketika tangannya melayang keras menampar Angel. Lalu Angel terdiam kaku, keadaan menjadi tegang. Luna menjadi sorotan mata saat itu.


"SILAHKAN KAMU HINA AKU! SEPUAS KAMU! ASAL JANGAN KELUARGA AKU!" Ucap Luna kesal dengan menunjuk Angel penuh amarah. Lalu Luna pergi berlalu.


"DASAR WANITA GILA! MUNAFIK! AKU BAKAL ADUIN KAMU KE AYAH AKU! AGAR KAMU DIKELUARKAN!" teriak kesal Angel.


Langkah kaki Luna terhenti seketika saat Angel berkata demikian, dan membalikan badannya. "SILAHKAN! AKU TIDAK TAKUT!" balas Luna dan kembali berjalan.


"Luna.. Tunggu.." teriak Daniel berlari mengejar Luna. Dan meninggalkan Angel sendirian disana.


"Kak Daniel jangan tingalin aku...Aaarrrgghhhh!!! LUNA BRENGSEK!!" Kesal Angel.


---


"Luna .. tunggu Luna..." Teriak Daniel mengejar Luna, lalu menahan langkah Luna.


"Apalagi!! Apa Kak Daniel kurang puas!? Luna sudah hancur! Sudah cukup Kak Daniel!! Jangan mengejar Luna!! Luna hanya ingin hidup tenang! Banyak wanita lain diluar sana yang lebih sempurna dari Luna!" Bentak kesal Luna,


"Engga! Hanya Luna yang Kak Daniel inginkan!" Teguh Daniel,


"Cukup Kak cukup! Apa Kak Daniel tahu kenapa Luna tidak menerima Kakak? Karena Kakak tidak KAYA! Kakak hanya pintar dan tampan saja, tidak cukup bagi Luna! Karena kriteria Luna adalah KAYA HARTA!" Ujar Luna membohongi diri,


"Engga! Daniel tahu Luna bukan orang seperti itu! Luna orang baik!" elak Daniel,


"Haha.. Apa kak Daniel terkejut mendengarnya? Apa yang di bilang Angel itu benar! Luna adalah orang yang MUNAFIK DAN MATRE! Terserah Kak Daniel mau percaya atau tidak. Tapi memang itu kebenarannya." lagi dan lagi Luna berbicara bohong.


Daniel hanya terdiam mematung saat mendengar ucapan yang menyakitkan dari Luna. Lantas Luna berlalu begitu saja. Telinga Daniel tidak menerima apa yang telah didengarnya.


"Bukan! Luna bukan wanita seperti itu! Daniel yakin!" teguh Daniel dalam hati.


***


Akhirnya jam pelajaran selesai. Para siswa berpulang ke rumah. Luna langsung bergegas menjemput ke sekolah Lily. Dengan mengayuh sepeda Ussy. Setelah sampai di sekolah Lily, Luna langsung menghampiri Lily yang berdiam diri di bangku pinggir jalan depan sekolahnya, menunggu jemputan Luna.


"Ayo.. Lily kita pulang." ajak Luna,


"Ayo... Ehh kenapa seragam kak Una kotor sekali?" Tanya Lily saat melihat seragam Luna penuh dengan noda kotor.


"Hanya terjatuh hehe," Jawab Luna berbohong.


Di perjalanan menuju pulang, Lily berpegangan kepada Luna yang sedang memboseh sepeda. Lalu di sela perjalanan mereka berdua berbincang.


"Kak Una, tadi teman Lily bercerita kepada Lily tentang Ibu. Katanya saat saudara teman Lily membeli kue dagangan Ibu, Ibu selalu berbicara sendiri setelah selesai melayani pembeli. Terkadang tertawa sendiri. Lantas teman Lily berucap bahwa Ibu Lily gila. Tapi Lily tidak percaya apa yang dia ucap. Apa kak Una percaya itu?" Ujar Lily dengan polos.


"Tenang saja Lily, ucapan teman Lily itu tidak benar. Mereka hanya iri saja kepada Lily karena memiliki Ibu yang sangat sempurna. Harusnya Lily bangga kepada Ibu." jelas Luna menenangkan Lily. Lantas Lily tersenyum tenang.


"Ibu kenapa Ibu jadi seperti ini Bu..." Ucap Ussy dalam hati yang berkecamuk. Air matanya terjatuh seketika, menahan pilu.