LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 35



Pemakaman Luna telah selesai, ucapan bela sungkawa berhamburan. Setelah usai sudah adat pemakaman Luna, para pelayat pergi meninggalkan Ussy dan Lily di atas pemakaman Luna, Ussy menyimpan seikat bunga indah bersanding di tempat terakhir peristirahatan Luna.


"Una, kenapa kamu tega meninggalkan Kakak lebih dulu! Kamu masih terlalu muda untuk mengakhiri hidup kamu! Hal apa yang membuat kamu sampai melakukan ini sayang!?" Batin Ussy berkata, air matanya menitik haru. Lily yang berada disebelah Ussy terus memeluk.


"Kak Ussy... Kakak jangan tinggalkan Lily ya.. Lily takut.." ujar Lily, memecahkan lamunan Ussy.


Ussy melepaskan dengan lembut pelukan Lily, dan berjongkok lalu memandangi Lily seraya mengusap rambut Lily.


"Kak Ussy tidak akan pernah meninggalkan Lily. Tapi Lily juga harus janji tidak boleh meninggalkan Kak Ussy sendirian ya.. Lily harus tetap semangat dan tersenyum.." jawab Ussy penuh hangat,


Lily langsung memeluk kembali Ussy, "Lily sayang Kak Ussy!" Ucapnya tulus,


"Kakak juga sayang Lily," balas Ussy.


"Ya sudah yuk kita pulang kerumah." Lanjut Ussy, beranjak dan pergi meninggalkan pemakaman.


Ussy memasuki rumah di lanjut oleh Lily, keduanya langsung terduduk. Ussy memandangi sekitar rumah yang sangat terasa sepi, ingatannya mulai mengajak Nostalgia. Banyak sekali kenangan indah terukir.


Pikir Ussy langsung teringat akan Ibu, "Oh iya Ibu dimana Lily? Mengapa tidak terlihat?" Tanya Ussy kepada Lily, namun pertanyaannya tidak terjawab karena Lily lebih dulu tertidur bersandar kepada Ussy.


Ussy menghela nafas dan langsung membopong Lily ke kamarnya dan menidurinya diatas ranjang. Ussy beranjak dan mulai memasuki kamar Luna, perasaan semakin janggal dengan aksi bunuh diri Luna.


Tidak sengaja Ussy melihat selembar kertas tergeletak di atas meja Luna dengan sebagian tinta tertutup darah, Ussy meraihnya dan mulai membaca isi tulisan tersebut.


---


*Dear kak Ussy,


Maafkan Una telah menjadi bintang yang redup, bahkan mati tertelan gelap. Una terpaksa mengakhiri hidup Una seperti ini. Pikiran dan akal Una seakan buntu, terlalu banyak ujian yang Una hadapi.


Maafkan Una juga yang tidak bisa tangguh menghadapi ujian ini, maafkan Una yang telah mengecewakan kak Ussy terutama Bapak dan Ibu.


Banyak hal yang ingin Una katakan kepada Kak Ussy. Hal utama perihal Ibu, setelah Bapak meninggal semua menjadi berubah seakan surga telah berubah menjadi neraka. Sikap Ibu berubah semenjak kepergian Bapak, Ibu selalu menyalahkan dirinya atas kematian Bapak.


Awalnya Una memaklumi atas sikap Ibu, namun lambat laun Ibu semakin tidak waras! Dari mulai berbicara sendiri hingga mengusik para tetangga. Dan yang paling diluar nalar ketika Ibu membawa mayat Bapak ke rumah, hingga membuat para warga menyoroti Ibu. Lalu Ibu diseret paksa untuk dimasukan ke rumah sakit jiwa.


Hati Una sakit melihat kondisi Ibu, hingga detik ini Una tidak bisa melihat Ibu. Luna sangat rindu Ibu! Setelah ibu di bawa ke rumah sakit jiwa, hinaan dan ejekan dari teman Una menerjang hati Una, sakit kak sakit!! Mendengar ucapan mereka! Namun Luna berusaha kuat untuk ini!


Hal kedua, jujur Una sulit untuk mengungkapkan ini. Karena ini adalah alasan terkuat Una untuk mengakhiri hidup, ada seorang teman Una yang telah menghancurkan hidup Una! Dia sangat jahat!! Hingga segan melecehkan Una!! Hidup Una hancur!! Una tidak tahan mendengar atas sikapnya yang selalu menghina Una!!


Una benci dia!! Una ingin membunuhnya!! Tapi Una lebih dulu dibunuh olehnya secara perlahan!! Una bencii dia!! Dia adalah manusia paling biadab!!


Maafkan Una kak Ussy*...


---


Ussy tertegun setelah membaca surat terakhir Luna yang penuh rasa kepedihan dalam hidupnya, matanya berlinang tidak tahan untuk berjatuh.


"Kalau saja aku tidak mengambil beasiswa ini! Dan tidak meninggalkan keluarga ku, mungkin ini semua tidak akan terjadi!! Luna... Maafkan kakak tidak bisa menjaga mu!! Tuhan kenapa hidup ku menjadi seperti ini!!"


"Siapa yang berani melakukan ini kepada Una! Aku akan membuat perhitungan dengannya! Tapi Una tidak memberikan gambaran siapa orang tersebut!! Aku harus cari tahu, pasti ada petunjuk di kamar ini!" Ucap Ussy lalu bergegas mencari informasi.


Perlahan Ussy membereskan buku yang berserakan di meja belajar Luna, Ussy tumpukan kedalam kardus yang telah dia bawa, kemudian Ussy simpan diatas meja belajar Una.


"Aawww..." raung kesakitan Ussy saat kakinya tidak sengaja tertancap pecahan beling. Kakinya berdarah, segera Ussy mengobati lukanya dan membersihkan kamar Luna yang hancur seperti kapal pecah.


Setelah usai sudah membersihkan dan merapikan kamar Luna, segera Ussy terduduk dan menghadap meja belajar Luna. Ussy tarik sekotak kardus yang penuh akan buku pelajaran milik Luna. Perlahan Ussy membuka helai demi helai catatan Luna. Tidak sengaja Ussy membuka halaman terakhir penuh akan curahan Luna yang tertulis dengan tinta tebal.


Ussy terkejut membacanya, lalu Ussy membuka kembali lembar kertas selanjutnya.


Daniel aku sayang kamu, aku cinta sama kamu!! Tapi semua tidak bisa!! Tuhan tidak adil!!


"Hah! Siapa Daniel?!" Tanya Ussy, kemudian membuka lembar selanjutnya.


ANGEL KEPARAT! MANUSIA BIADAB!


"Angel?? Daniel?? Siapa mereka?? Aku harus mengusutnya!" Kepal tangan Ussy bertekad untuk mengetahui insiden di balik bunuh diri Luna.


Ussy mengambil foto Luna dan memandanginya, "Una sayang... kenapa kamu tidak memberitahu Kakak tentang ini! Kamu selalu menutup diri! Mungkin kalau Ussy lebih cepat pulang ini semua tidak akan terjadi!!! Luna tidak akan meninggal seperti ini!!! Arrggghhhh!!!" Tangis Ussy pecah, sambil memeluk foto Luna.


"Kak Ussy..." sahut Lily lalu menghampiri Ussy yang sedang terduduk di meja belajar Luna. Dengan cepat Ussy mengusap air matanya dan menutupi kesedihannya di hadapan Lily.


"Ada apa? Kenapa Lily bangun?" Tanya Ussy sambil menangkup pipi Lily,


"Kenapa kak Ussy menangis?" Tanya balik Lily,


"Kak Ussy hanya teringat Una, oh iya kenapa Lily tidak memberi tahu kak Ussy tentang Ibu?" ,


"Maaf kak, awalnya Lily mau memberitahu kak Ussy perihal Ibu. Namun almarhum kak Una tidak mengijinkan Lily untuk berbicara tentang Ibu kepada Kak Ussy. Katanya tidak ingin mengganggu dan akan menambah beban pikiran kak Ussy. Jadi Lily menyetujuinya. Lalu selama ibu di bawa kerumah sakit jiwa, ponsel dipegang oleh kak Una." Tutur Lily memberi penjelasan.


"Lain kali apabila ada yang ingin Lily tanyakan, katakan saja ya jangan dipendam. Kalau Lily mempunyai masalah usahakan Lily bicara dulu sama kak Ussy ya.. oh iya apa Lily tahu dimana Ibu di rawat?"


"Tidak kak, saat itu banyak warga yang datang kesini dan menyeret paksa Ibu. Lalu kami berpisah. Lily sangat rindu Ibu, tapi Lily benci Ibu karena sering memarahi kak Una dan memukuli kak Una!" Ucap Lily dengan sedikit kesal tergambar di wajahnya.


"Ada satu pertanyaan lagi, apa Lily tahu siapa itu Daniel?"


"Oh itu teman laki-laki kak Una, dia sering berangkat dan pulang sekolah bersama kak Una dan orangnya sangat baik. Tapi kemarin saat Lily berpapasan, dia lupa dengan Lily dan Kak Una. Wajahnya penuh bingung saat mendengar nama Luna. Entah kenapa seperti hilang ingatan," jelas Lily.


"Tapi Lily aneh setelah kak Una telah pulang dari pesta ulang tahun temannya, kondisi seluruh tubuh kak Una kotor penuh noda lumpur. Lalu kak Una sakit dan sering mengingau dengan kata kasar dan menangis. Juga sering menjerit membuat Lily takut!" Lanjut Lily sambil bergidik.


"Pasti Una mengalami hal pedih! Aku harus segera mengusut di balik kematian Luna!" Batin Ussy mengucap tekad.


Tok..Tok..


Ketuk pintu tiba-tiba terdengar, Ussy langsung beranjak dan membuka pintu. Terlihat seseorang dengan seikat bunga mawar berukuran besar menutupi wajahnya, hingga sulit untuk mengenalinya.


"Surprise..." ujarnya sambil memberikan seikat bunga mawar merah kepada Ussy sehingga wajahnya tidak tertutup dan terlihat jelas oleh Ussy.


Mata Ussy membulat sempurna, terkejut akan kehadirannya. "Kak Jamy!!" Ucapnya tersontak,


"Iya, masa dek Ussy lupa dengan Jamy? Apa Ussy tidak rindu?",


Ussy langsung memeluknya, "sangat rindu!! Sangat!"


Kemudian Fahrul yang baru datang dengan membawa sekotak makanan kesukaan Ussy, tidak sengaja melihat Ussy sedang memeluk seorang pria yang tidak di kenal oleh Fahrul.


Brukk


Fahrul langsung menghempaskan kotak makanan tersebut penuh rasa kesal, Fahrul langsung memutar balik menuju mobilnya dengan api cemburu.


"Sialan!!" Kesalnya sambil menutup pintu mobil dengan kasar. Dan melaju mobilnya dengan kecepatan penuh.