LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 56



"Bapak, sekarang Ussy datang menjenguk Bapak. Ussy juga bawakan bunga indah ini untuk Bapak, agar Bapak senang di alam sana." Ujar Ussy sembari menaruh setangkai bunga mawar diatas makam Bapak.


Air matanya perlahan tergelincir membasahi wajahnya yang cantik."Bapak, sekarang Ussy benar-benar lelah menahan ujian yang datang secara bertubi! Dengan kondisi Ussy yang sangat rapuh, seakan dunia telah hancur!"


"Seandainya Bapak ada disamping Ussy, mungkin Ussy akan kuat menjalani hidup yang tajam Ini! Kenapa Bapak meninggalkan Ussy lebih dulu! Bapak tega!" Lanjut Ussy dengan isak tangis, tangannya melingkar memeluk batu nisan Bapak.


Kenapa Bapak bisa mati mendadak?! Apa Mungkin ada sesuatu yang aku tidak tahu sebelum Bapak meninggal?!


Secara mendadak batin Ussy bertanya hal itu, perlahan Ussy terduduk memandangi makam Bapak. Dahinya sedikit mengerut setelah batin mengungkap hal ganjal dalam kematian Bapak secara mendadak.


"Ussy akan mengusut kematian Bapak! Ussy tidak rela Bapak mati seperti ini!" Gumam Ussy dengan tekad yang kuat sembari mengepal tangannya.


...***...


"Ada apa Mr. GE Memanggil ku?"


"Ada misi yang harus kamu jalankan," jawabnya santai dengan memainkan kampak kesayangannya,


Ussy mengangkatkan sedikit alisnya, memberi respon pertanyaan kepada Mr. GE.


"Misi kamu sangat mudah! Ini termasuk ujian kamu yang kedua,"


"Misi apa?"


Swushh


Seketika Mr. GE melemparkan kampaknya tepat wajah Ussy, dengan cepat Ussy langsung menghindar. Beruntung kampak itu tidak berhasil mencium wajahnya, kampak tertancap disalah satu gambar yang menempel di dinding tembok.


"Respon yang cepat!" Puji Mr. GE ketika Ussy berhasil menghindar,


Hampir saja! Suruh ya suruh aja, gak usah lempar kampak juga!


Gerutu Ussy dalam hati yang hampir saja kehilangan wajahnya, Ussy menarik nafas dan mengaturnya. Perlahan kembali tenang.


"Kamu harus mengambil barang yang ada di kertas itu," perintahnya dengan menunjuk ke arah gambar yang tertancap kampak,


Ussy langsung menoleh kearah perintahnya, penglihatannya dipertajam untuk melihat lebih jelas gambar tersebut. Gambar yang menampilkan sebuah cincin dengan hiasan Diamond mewah, Ussy masih terheran dengan permintaan Mr. GE.


"The Pink Star, merupakan cincin termahal didunia. Cincin yang tergolong langka untuk dicari, dan hanya keluarga Albert yang mampu membelinya dalam pelelangan, dia mengalahkan aku saat itu! Aku tidak terima dengan kekalahan itu! Kamu harus mengambil Pink Star untuk ku!" Jelasnya dengan nada sedikit kesal.


Pink Star, sebuah permata tersohor berwarna merah muda resmi menjadi berlian termahal yang pernah dijual melalui lelang. Berlian 59,6 karat itu mencetak rekor penjualan $71,2 juta atau sekitar satu triliun lebih dalam pecahan rupiah .


Pink Star dikategorikan sebagai berlian Type IIa, jenis yang sangat jarang. Permata tersebut berasal dari berlian mentah 132,5 karat yang ditambang oleh De Beers pada tahun 1999, dipotong dan dipoles selama dua tahun.


Bagi Mr. GE, cincin Pink Star adalah sebuah barang yang sangat berarti baginya. Bukan masalah harganya yang fantastis, namun ukirannya yang begitu indah dan mewah serta memiliki sejarah yang sangat berarti bagi Mr. GE. Maka dari itu, saat pelelangan berlangsung dia sangat antusias untuk membelinya, akan tetapi sayang ada seseorang yang berani membelinya diatas tawaran Mr. GE.


Seseorang itu adalah Albert, musuh bebuyutan Mr. GE. Dia sangat geram saat Albert mampu membelinya diatas harga yang Mr. GE tawarkan. Geram bukan main saat cincin itu jatuh ditangan Albert. Dan saat inilah yang tepat untuk merebut kembali cincin tersebut.


"Kenapa harus mencurinya? Kenapa tidak membelinya secara langsung?" Tanya Ussy,


"Saat itu saya sudah berusaha membeli langsung kepada Albert, akan tetapi dia malah mempermainkan ku! Harga diriku diinjak-injak didepan umum! Sungguh kau ********, Albert!" Jawabnya penuh kesal,


"Apa yang lebih berarti dari cincin itu? Kenapa anda tidak membeli yang lain saja?" Tanya Ussy terus mengorek kesabaran Mr. GE


Swushh


"JAGA UCAPANMU!"


Pisau yang berada disamping Mr. GE dilempar begitu saja mengenai Ussy, ya! lagi dan lagi Ussy mampu mengelak dari serangan mendadak Pisau yang dilempar oleh Mr. GE. Hatinya gemetar saat pisau hampir saja mencium wajahnya, sudah dua kali Ussy diberi lemparan benda tajam yang mampu melayangkan nyawanya.


Dia benar-benar tidak waras!


Gerutu Ussy dengan nafas yang terengah, Mr. GE tertegun. Wajahnya sangat tergambar jelas penuh rasa kesal yang dia pendam.


Seketika Ussy bergidik melihat reaksi Mr. GE meluapkan amarahnya begitu menakutkan. Lalu, Mr. GE Memanggil Anton dengan cukup keras. Hanya dalam hitungan detik Anton muncul menghadap Mr. GE


"Anton, saya perintahkan kamu untuk mengantarkan dia menuju kediaman Albert." Perintahnya sembari menunjuk arah Ussy,


"Baik, Tuan."


Perlahan Anton dan Ussy keluar ruangan, Ussy sangat gemetar melihat amarah Mr. GE kemudian Anton segera mengemudikan mobil menuju kediaman Albert.


"Apa kamu diperintah untuk mengambil Pink Star?" Tanya Anton memecah hening,


Ussy hanya membalas dengan anggukan kepala, merasa tak mampu menjawab dengan bibir yang masih bergetar. Anton hanya tersenyum simpul melihat jawaban Ussy, mungkin Ussy masih terkejut dengan amarah Mr. GE.


"Kamu terkejut ya, melihat Tuan seperti itu? Hah! Semua akan terbiasa seiring waktu berjalan." Ujar kembali Anton,


"Dulu juga, Aku disuruh Mr. GE untuk mengambil Pink Star, namun misi itu gagal dan hampir saja menghilangkan nyawa ku," ucap kembali Anton yang memancing pertanyaan Ussy,


"Hah?! Hilang nyawa? Bagaimana itu terjadi?" Tanyanya heran dengan halus yang mengerut,


"Ya, hampir saja nyawa ku hilang ditangan Albert. Aku ketahuan saat hendak mengambil Pink Star dan dikepung oleh anak buah Albert. Untungnya Mr. GE segera memberikan pertolongan, sehingga aku bisa selamat dan berhasil keluar dari kediaman Albert."


"Lalu, apa yang selanjutnya terjadi?" Tanya Ussy,


"Setelah aku berhasil lolos dari cengkeraman anak buah Albert, aku kena hukuman dari Mr. GE," Balasnya santai,


"Hukuman? Hukuman apa?"


"Kamu akan tahu sendiri, apabila kamu tidak berhasil menjalankan misi. Maka dari itu, kamu harus berhasil dalam misi ini! Apabila tidak, entahlah apa yang akan terjadi..." peringatan Anton kepada Ussy,


Hukuman apa?! Sungguh aku takut! Semua salah ku, telah bergabung dengan tim bejat ini! Dan mengotori tanganku dengan dosa! Kamu bodoh Lussy!


Dalam batinnya berteriak penyesalan, pandangannya kini beralih kepada jendela mobil yang menimbulkan gambaran pemandangan jalan.


...***...


#POV Mr. GE


Setelah Ussy dan Anton pergi meninggalkan dia seorang diri dalam ruangannya, Mr. GE masih dalam posisi duduk yang sama, seakan pikirannya sedang merenungi sesuatu.


Lalu, Mr. GE beranjak dari duduknya dan mendekati lemari yang penuh akan deretan buku tertata rapih, jemarinya mulai menyusuri deretan kedua, lalu mengambil buku berwarna merah maroon dengan tulisan KEY. Tidak disangka ternyata ada sebuah tombol rahasia dibalik lemari itu.


Mr. GE mulai menekan tombol dan perlahan lemari itu membuka, layaknya pintu rahasia. Didalamnya ada lorong yang cukup gelap dan hanya diterangi api obor sepanjang perjalanan.


Kakinya terus melangkah menyusuri lorong rahasia, saat menemukan ujungnya terlihat peti mati dengan ukiran yang begitu detail. Perlahan Mr. GE membuka peti tersebut, terlihat jelas seorang wanita yang begitu cantik dengan balutan gaun putih dan bunga mawar yang dia pegang, matanya terpejam, nadinya juga sudah tidak berdenyut, wajahnya sangat pias.


"Sayang ..." Mr. GE membelai lembut wajah wanita tersebut,


"Kamu masih tetap cantik, kamu begitu anggun memakai gaun pengantin ini! Aku janji, kita akan hidup bersama kembali!"


Siapa sebenarnya wanita yang berada dalam peti mati itu? Kenapa Mr. GE menaruh mayat wanita itu begitu rahasia? Siapa dia?


Nantikan jawabannya ya, di episode selanjutnya!


NOTE: Cerita ini hanyalah fiktif belaka! Bukan yang sebenarnya! mohon maaf apabila ada salah kata ataupun referensi lainnya, baik dalam ejaan kata ataupun lainnya.


Jangan lupa like&vote author yaa.. Thank buat yang selalu hadir dan memberi likenya☺


Salam Hangat


Zhia,