LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 65



"Seret Albert ke dalam markas!" Perintah Mr. GE tegas yang membuat Ussy dan Anton sedikit terkejut atas perintahnya.


"APA?!" ucap serentak Anton dan Ussy.


Mr.Ge seketika mengangkat alis nya atas respon yang telah dilontarkan kedua anak buah nya tersebut.


"Kenapa? Apa kalian keberatan?" Mr. GE bertanya dengan tatapan sinis.


"Maaf Tuan, tapi apakah benar itu yang tuan inginkan?" Anton berusaha memperjelas kembali. Mr. GE langsung mengangguk dengan penuh yakin.


"Tapi ... Tu-," ucap Anton langsung terpotong.


"Saya tidak ingin mendengar penolakan! BAGAIMANAPUN CARANYA KALIAN HARUS MEMBAWA ALBERT KE MARKAS!" Perintahnya dengan tegas sembari meninggalkan Anton dan Ussy.


Mr. GE perlahan keluar dengan Jas yang segera dia balut, para pengawal pribadi segera membuntutinya melangkah keluar ruangan.


"Bagaimana ini?" Tanya Anton kepada Ussy dengan wajah penuh kebingungan.


"Kita harus memiliki strategi terlebih dahulu," jawab Ussy memberi solusi.


"Strategis apa yang harus kita lakukan? Saat mengambil Pink Star saja kita hampir mati disana! Apalagi sekarang menculik Albert!" Umpat Anton penuh kesal, Ussy hanya terdiam dengan alis yang mengerut seakan sedang memikirkan jalan keluar.


"Ini misi gila! Kita akan mati kalau kembali kesana!" Celoteh Anton kembali.


"Misi apa ini! Aarghh ... bisa-bisa aku gi-" ucapan Anton sesaat terhenti saat Ussy langsung menarik kerah baju Anton dan menyeretnya ke sudut tembok, tubuhnya sangat bergetar melihat reaksi Ussy yang menariknya begitu saja.


"Hei! Bisakah kamu tenang, Anton!" Ussy berusaha mengendalikan Anton yang hampir saja terkuras emosi.


"Kalau ucapan kamu terdengar oleh Mr. GE itu akan lebih rumit lagi! Ingat kita masih ada dibawah kuasa dia! Kita harus patuh!" Peringat keras Ussy, kemudian Ussy melepaskan genggamannya.


Anton menghela nafas pendek dengan hati yang semakin terasa gelisah, sesaat dia terdiam setelah mendengar sepucuk peringatan dari Ussy yang menyadarkan dia kembali.


"Lantas kita harus bagaimana? Aku engga mau mati!" Balas Anton gemetar.


"Aku sudah bilang, kita harus memiliki strategi yang kuat untuk membawa Albert," jawab Ussy dengan mengepalkan tangannya.


"Strategi?" Anton mulai terheran.


"Ya, kita harus memiliki beberapa strategi atau rencana yang kuat untuk menyeret Anton ke dalam markas,"


"Bagaimana caranya?"


Ussy langsung membisikan beberapa rencana yang dia miliki kepada Anton.


"Apa kamu gila! Rencana apa Ini!" Respon Anton sesaat terkejut setelah mendengar beberapa rencana yang dimiliki oleh Ussy.


Ussy langsung membungkam mulut Anton. "Pelan'kan suaramu!"


Anton mengangguk dan Ussy langsung melepaskan tangannya yang membungkam mulut Anton. "Ya, harus bagaimana lagi hanya ini rencana yang bisa membawa Albert," balas Ussy dengan penuh rasa yakin.


Anton hanya bisa menyetujui rencana tersebut, meskipun dalam hatinya sangat gelisah karena takut rencana tersebut gagal. Ussy segera keluar ruangan yang dilanjut oleh Anton menuturinya dari belakang.


Apakah rencana yang akan Ussy dan Anton lakukan untuk menculik Albert? Apa mereka berdua akan berhasil?


...***...


#Back To kampus


Akhirnya pelajaran telah selesai, Dosen segera keluar dengan membawa beberapa map dan berkasnya yang langsung dia tenteng keluar ruang kelas. Para murid kelas segera berhamburan keluar kelas juga. Ada yang masih terduduk dengan layar laptop yang masih terbuka dan ada juga orang yang masih berbincang didalam kelas. Kebanyakan mereka telah pulang hingga suasana kelas sedikit sepi. Hanya tersisa beberapa orang yang masih terdiam disana, mengulur waktu pulang.


"Kamu langsung pulang? Buru-buru banget sih, Ussy. Pasti kamu sibuk ya...," Tahan Rosa yang membuat langkah Ussy terhenti.


Ussy hanya menoleh sesaat dengan tatapan dingin kepada Rosa, tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya yang terasa kering. Lalu, Ussy kembali berjalan keluar. Rosa yang kebingungan mendapati reaksi Ussy yang begitu aneh dan dingin.


Rosa menatap pandangan lurus melihat Ussy yang berjalan keluar ruang kelas dengan langkah yang terasa kaku, sesaat pandangan terhenti saat dering ponselnya berbunyi mendapati pesan baru.


Rosa langsung membuka isi pesan tersebut, Rosa sedikit terkejut dan memandang layar ponsel sesaat. Tertera jelas nama Si pengirim adalah Ussy.


'Hallo Ros, maaf ya aku berhalangan hadir di jam pelajaran terakhir ini, ada banyak masalah yang harus aku urus. Aku ijin dulu ya ... makasih, Ros. See you...,'


Sepucuk surat dari Ussy kepada Rosa, setelah membaca pesan tersebut tangan Rosa seketika gemetar, keringat dingin mulai muncul keluar dari permukaan kulit, bibirnya seakan langsung membisu seluruh tubuhnya menjadi membatu sesaat, seakan tertampar oleh keadaan yang tidak masuk akal.


"Lantas ... tadi siapa?" Ucapnya dengan membulatkan mata sempurna, seakan tidak percaya apa yang telah terjadi.


Brukk


Seketika Rosa pingsan tidak sadarkan diri, setelah mendapati rasa janggal yang cukup mencekam. Saking terkejutnya setelah merasakannya. Beberapa murid yang masih terdiam di kelas langsung mendekati Rosa dan segera membantu menyadarkan Rosa.


...***...


Kenapa Rosa belum menjawab pesan dariku ya? Mungkin dia sedang sibuk.


Batin Ussy berupaya berpikir positif dengan mata yang terus memandangi layar ponsel, berharap mendapatkan balasan dari Rosa yang tak kunjung datang.


Ussy segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku, kemudian melanjutkan jalannya menghampiri mobil yang telah didahului oleh Anton. Keduanya langsung menaiki mobil dan Anton segera melajukan mobil menuju ke suatu tempat yang dituju.


Ussy mengecek kembali ponselnya, tetap saja balasan dari Rosa tidak kunjung hadir, tapi pemberitahuan terkirim sudah terlihat jelas. Ussy mulai terheran tapi pikirnya tetap positif. Pandangannya kini beralih ke Anton yang sedang mengemudi, terlihat jelas wajahnya penuh gelisah.


"Apa yang kamu pikirkan, Anton?" Tanya Ussy sedikit menyeringai.


"Tidak, aku hanya begitu heran dengan beberapa misi yang cukup gila ini!" Balasnya sedikit geram.


"Apa kamu khawatir dengan rencana kita?" Tanya Ussy semakin mengorek.


"Tentu saja, dalam pikirku selalu cemas tentang rencana yang tidak masuk akal ini! rencana ini rentan gagal!"


Ussy tertawa kecil membuat Anton sesaat memandanganya heran. "Tenanglah ... Anton, semua akan berjalan lancar. Aku yakin!"


"Kamu begitu yakin, Ussy." Jawab Anton dengan senyum miring.


"Sudahlah, percaya padaku...,"


"Lama-lama kamu bawel juga ya," Anton mulai meledaknya.


"Oh iya, apa kamu tahu alasan Mr. GE menyuruh kita membawa Albert?" Tanya Ussy terheran.


Anton menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu menahu soal alasan misi ini, yang aku tahu adalah tentang bayarannya." Jawab Anton santai.


Benar-benar lelaki matre!


Umpat Ussy dalam hatinya saat mendapati jawaban Anton, kemudian mobil terhenti pada suatu tempat.


"Kok berhenti?" Ussy terheran saat Anton seketika menghentikan mobilnya.


"Kita sudah sampai," balas Anton sembari melepaskan sabuk pengaman dan segera membuka kenop pintu mobil.