LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 39



Byurrr


Ucapan Ussy terpotong, ketika air kotor nan bau tersiram membasahi seluruh tubuhnya, membuat bibir membungkam. Dengan refleks Ussy menoleh ke arah belakang.


"Bagus!!!" Ucap dengan nada kesal,


"Mama!" Kaget Jamy,


"Hey anak gatel! Sudah tahu saya bilang jangan mendekati anak saya lagi! Malah dekatan! Gak tau malu yah! Anak saya akan nikah sebentar lagi! Jangan menggodanya!!" Mama Jamy memaki Ussy dengan kata yang sangat tajam,


"Saya tahu anak anda akan segera menikah! Dan saya telah ikhlas melepaskan hubungan kami demi ke egoisan anda sebagai orang tua!" Balas Ussy kembali memanas,


"Kurang ajar kamu!" Tangannya melayang akan menampar Ussy, namun dengan sigap Ussy menahan tamparan tersebut,


"Tidak usah melakukan kekerasan disini! Asalkan anda tahu, Jamy akan terus melakukan pemberontakan bukan karena saya! Melainkan karena sikap anda yang selalu egois! Mementingkan harta dan derajat anda!", lanjut Ussy semakin memanas,


"Kamu... Sungguh kepara...", balas Mama Jamy terpotong,


"Memang betul apa yang diucapkan Ussy Ma..." tumpas Jamy,


"Maafkan Jamy... Mama boleh mengatur pendidikan Jamy dan apapun itu, tapi perihal hati tidak Ma! Jamy punya pilihan tersendiri! Jadi Jamy mohon kepada Mama,restui Jamy menikah dengan Ussy", ucap Jamy memohon,


"Tidak!! Sekali tidak ya tidak!!" Bentak Mama,


"Pengawal... Cepat bawa Jamy ke dalam mobil!!" Perintah Mama,


Segera datang dua pengawal bertubuh kekar, dengan segera menyeret paksa Jamy masuk ke dalam mobil. Pemberontakan sempat terjadi namun dua pengawal berhasil menaklukan Jamy. Dengan cepat membawa Jamy masuk ke dalam mobil dengan segera Mama kembali menyusul memasuki mobil, lalu mobil berjalan dengan kecepatan penuh.


Ussy terdiam kaku dipinggir jalan, bajunya basah kuyup dan berbau tidak sedap. Tega Mama Jamy menyiram Ussy dengan sebotol air kotor dan bau, yang diambil dari selokan. Ussy menghembus nafas penuh rasa kesal, Matanya mulai memerah, tangan selalu dikepal keras.


"Akan aku balas! Semua perlakuan ini!!" Dendam Ussy,


---


Sepedanya berhenti ditempat pemakaman, langkahnya perlahan berjalan menuju makam keluarga. Bajunya menjadi kotor meninggalkan sebercak noda hitam, hatinya peluh akan sakit. Pikirnya berantakan, langkahnya berhenti menghadap dua makam, di batu nisan tertulis Luna dan Bapak, ingatan mengajak untuk berjalan menuju masa lalu bersama dua orang yang kini terbaring selamanya.


"Pak...Una...kenapa kalian harus meninggalkan aku lebih dulu! Sulit bagi Ussy untuk berdiri dan bertahan menopang segala kehidupan ini. Berat rasanya ketika masalah datang secara bertubi!" Pilu Ussy dalam hati,


"Kenapa ini semua terjadi padaku! Apakah Tuhan tidak sayang lagi sama Ussy!? Ussy benci!!", lanjutnya semakin pecah dalam tangis


Ussy menangis memandangi makam Luna dan Bapak, kemudian Ussy simpan seikat bunga dimasing pemakaman Bapak dan Luna, batinnya merasa sedikit tenang setelah menengok makam Bapak dan Luna. Badannya berbalik arah menuju jalan pulang.


Di sepanjang perjalanan dengan semilir angin menghembus sejuk, daun berjatuhan terasa musim gugur akan segera tiba. Danau yang begitu indah dengan air jernih menghias alam lebih nyata, seketika mata terpesona akan keindahannya, membuat raga mematung untuk menikmati pemandangan indah sejuk di hati.


"Jadi ingat saat aku menghempaskan kemeja Fahrul ini disini," ucapnya sambil tersenyum simpul, Matanya memandang danau indah,


"Kemeja siapa?!" Tanya seseorang yang secara mendadak,


Ussy terkejut ketika ada seseorang dibelakangnya, seketika Ussy menoleh menuju arah sahutan itu.


"Senior?!" Tatap Ussy seakan tidak percaya yang melihat Fahrul tepat dibelakangnya,


Fahrul hanya membalas dengan tersenyum sembari mata memandang danau.


"Kenapa Senior ada disini?! Sejak kapan?! Apa ini benar Senior?!" Tanya Ussy berlanjut tanpa henti,


"Syuttt..." balas Fahrul dengan menaruhkan telunjuk tepat bibir manis Ussy, ucapnya seakan membisu.


"Simpan pertanyaan kamu nanti! Disini aku ingin menikmati indahnya pemandangan danau hanya bersama kamu," ucap Fahrul dengan nada lembut,


Segera Ussy menghempas telunjuk dan mengangkat bicara kembali, "Jangan bilang Senior bolos?!" Tanya kembali Ussy,


"Sudah ku bilang jangan banyak bertanya!" Jawabnya,


"Menyebalkan!" Balas Ussy sambil memalingkan wajah,


Fahrul menghembus nafas lega, Matanya enggan berpaling memandang danau indah dengan burung yang beterbangan, bunga merekah yang menghias danau semakin indah.


"Eh by the way, kemeja siapa yang kamu buang?" Tanya Fahrul memecah hening,


"Bukan urusan Senior!" Jawabnya jutek,


Ussy langsung memalingkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Fahrul, namun dengan sigap Fahrul menahan tangan Ussy dan menariknya hingga Fahrul dan Ussy saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.


Deg


Wajah keduanya seketika merona dan berusaha menutupi rasa malunya. Langsung Ussy berlalu meninggalkan Fahrul.


"Tunggu dulu!" Teriak Fahrul mencegah,


Ussy membalikan tubuhnya, "Ada apa?" Tanya Ussy segera,


"Aku mau... Mmm.." jawab Fahrul gelagapan, membuat Ussy semakin penasaran dan mendesak untuk segera berbicara,


"Apa!" Tegasnya kembali,


"Ada yang aku mau bicarakan sama kamu,"


"Ya tinggal ngomong!",


Secara tidak sengaja Ussy melihat dari kejauhan Mama Jamy sedang berjalan dengan dua pria yang mengkawal, suaranya terdengar jelas memerintah untuk membawa Ussy.


"Apa yang mau dilakukan lagi oleh Nenek Sihir itu!?" Gerutu Ussy sambil terus waspada,


Jaraknya semakin dekat dengan cepat Ussy mencari tempat persembunyian, Matanya langsung tertuju kepada mobil Fahrul yang terparkir di bahu jalan, dengan cepat Ussy menarik tangan Fahrul dan mengajak masuk ke dalam mobil.


Fahrul langsung merespon dan membuka pintu belakang mobil, Keduanya segera masuk ke dalam, terduduk dengan nafas yang tersengal-sengal, Ussy langsung menutup pintu dan kembali meninjau Mama Jamy. Tidak sengaja Mama Jamy melihat Ussy dengan sekilas membuat timbul rasa heran dan ingin mendekati mobil Fahrul.


"Gawat! Kenapa dia melihat aku!" Cemas Ussy,


Langkahnya semakin mendekati mobil Fahrul, Segera Ussy menarik kerah baju Fahrul menindih dirinya hingga seluruh badan Ussy tertutup oleh Fahrul. Posisi Fahrul diatas tubuh Ussy membuatnya merekat dekat.


Deg.. Deg..


"Ah tidak jantung ku sangat berdegup!" Gerutu Fahrul,


Matanya terus memandangi Ussy dengan jarak yang begitu dekat, wajahnya semakin merona merah ketika memandang wajah Ussy yang begitu cantik dengan bibir mungil yang menggoda, rasa Fahrul semakin tidak karuan dengan posisi seperti itu, membuatnya semakin berdesir.


Berbeda dengan Ussy yang terus mewaspadai Mama Jamy yang semakin mendekat, jendela mobil Fahrul yang tidak terlalu gelap membuat sedikit tembus pandang. Saat Mama Jamy melirik Mobil Fahrul dengan sigap Ussy langsung menarik bahu Fahrul semakin mendekap Ussy.


"Apa yang mau dia lakukan! Oh tuhan sungguh aku suka posisi ini!" Ucap Fahrul dalam hati penuh rasa puas,


Jantung Fahrul semakin berdegup kencang, rasanya campur aduk ketika dada Ussy semakin menempel dengan dada bidang Fahrul, membuat pikiran semakin keruh.


Tidak sengaja Mama Jamy memandang sekilas mobil Fahrul, dengan cepat Ussy memeluk erat Fahrul, membuat hati semakin tidak karuan dengan keadaan saat itu.


"Dasar anak muda! Tidak tahu tempat!" Ucap Mama Jamy saat melihat dua sejoli didalam mobil tersebut.


Pikirnya mereka sedang melakukan hubungan didalam mobil, membuat Mama Jamy segera memalingkan wajah dengan sipu malu, dengan cepat berjalan kembali.


"Tapi tadi aku lihat ada Ussy disini! Ah mungkin ini hanya perasaan ku saja!" Ucap Mama Jamy mengerut dahinya,


"Ada apa Nyonya?" Tanya salah satu pengawal,


"Tidak, lanjutkan pencarian!" Perintahnya dengan kembali berjalan.


Perlahan Mama Jamy semakin menjauh, Ussy membuka matanya dan tersadar akan situasi yang sangat intim. Dengan Refleks Ussy segera melepaskan pelukannya, namun sulit untuk melepas Fahrul, dengan sekuat tenaga Ussy menendang Fahrul sehingga melepaskan peluknya.


"Awww sakit!" Raung Fahrul kesakitan,


"Gak bisa halus dikit apa!" Kesal Fahrul,


"Maaf! Lebih baik kita segera pergi dari sini!" Ucap Ussy dengan merapihkan pakaiannya,


"Emang kenapa?" Heran Fahrul,


"Nanti aku akan jelaskan, ayo ke rumahku dulu! Perasaan ku tidak enak!" Balas Ussy,


"Oke," kemudian Fahrul membuka pintu mobil dan beralih tempat menuju tempat kemudi,


"Sepeda kamu bagaimana?" Tanya Fahrul kembali,


"Sudah tinggalkan saja dulu! Gak bakal ada yang mencuri sepeda rusak itu!" Jawab Ussy,


"Ayo cepetan!" Ajak Ussy,


Fahrul dengan cepat langsung menjalankan mobilnya, dan menuju rumah Ussy.