
Anton dan Ussy pergi menuju Apartemen Anton setelah mendapati beberapa beberapa barang yang perlu untuk memuluskan rencana. Keduanya berjalan dengan cepat. Anton segera membuka pintu dengan sidik jarinya, perlahan dia masuk lalu disusul oleh Ussy. Anton menyimpan barang diatas meja dan segera menggeledah isi dan mulai merakit rencana.
"Apa kamu yakin ini akan berhasil?" Tanya Anton seakan ragu.
"Tentu," balas Ussy yakin
Tangan Ussy yang begitu handal merakit barang tersebut dengan tatapan yang fokus, membuat Anton terkesima melihat kelihaian Ussy. Sebenarnya apa yang Ussy buat? Sampai membuat Anton berdecak kagum apakah misi akan berhasil?
"Sudah siap?" Tanya Anton
"Sebentar lagi, mana bonekanya?" Pinta Ussy.
Anton segera memberikan beberapa boneka kelinci yang begitu imut. Akhirnya berhasil, semua barang telah lengkap waktunya untuk menyelesaikan misi.
"Keren...," kagum Anton sambil menatap barang hasil rakitan Ussy.
"Cepat, kemasi barangnya dengan rapih," perintah Ussy, dengan cepat Anton langsung mengemasinya menjadi sebuah paket siap kirim.
"Belajar dari mana kamu?" Tanya Anton.
Ussy hanya terkekeh sambil berjalan keluar Apartemen. Anton menuturinya. Setelah beres semua, mereka bergegas menuju target misi.
Dengan kecerdasan yang Ussy miliki, dia membuat sebuah bom yang akan mengeluarkan ledakan asap yang mengandung senyawa kimia, membuat siapapun yang menghirup asap tersebut akan kehilangan kesadarannya dalam kurun waktu dua puluh menit.
Ussy sengaja membuat perangkap seperti ini, karena dia tidak mau ada pesta darah lagi seperti kejadian sebelumnya, dia mengkombinasikan boneka kelinci dengan bom buatannya sebagai perangkap Albert.
Ussy juga membuat beberapa bom untuk mengelabui anak buah Albert yang berjaga, lantas bagaimana misi akan berjalan? Apakah berhasil? Kita lihat aksi mereka.
...***...
Mobil melaju dengan cepat, Ussy melirik jam tangannya yang menunjukan pukul tujuh malam tepat. Tidak butuh waktu lama menuju kediaman Albert, akhirnya mereka berhenti pada tempat target. Ussy segera melepaskan
Self belt dan segera bersiap diri.
"Kamu tunggu disini, tunggu kode aman dariku," ucap Ussy dengan mantap.
Anton mengacungkan jempolnya, kemudian Ussy segera berjalan mendekati kediaman Albert, terlihat jelas dua Anak buah sedang berjaga didepan pintu gerbang masuk rumah Albert. Ussy berusaha tenang saat berhadapan dengan mereka agar penyamaran tidak terdeteksi.
Saat Ussy sudah berada di hadapan mereka, Ussy melontarkan senyuman begitu ramah dengan membawa sebuah paket untuk Albert. Ussy menyamar sebagai pengirim barang, dengan seragam kurir membuat penyamaran Ussy semakin kuat.
Semoga mereka tidak mengenaliku.
Batin Ussy berkata demikian dengan upaya penyamaran berhasil.
"Selamat malam," sapa Ussy begitu lembut.
"Malam, ada keperluan apa kamu kesini?" Tanya salah satu dari mereka yang langsung menyeringai kehadiran Ussy.
"Saya hanya ingin mengantarkan paket ini untuk Tuan Albert, apa betul ini alamatnya?"
Keduanya menganggukan kepala secara bersamaan, tatapannya tidak lepas mewaspadai hadirnya Ussy.
"Syukurlah ... Akhirnya ketemu juga alamat ini, saya sangat lelah mencari alamat rumah ini, begitu sulit. Tolong ditanda tangani dibawah," lanjut Ussy dengan menunjukan selembar kertas penerimaan barang.
Sebelum memberi tanda tangan, kedua anak buah Albert menatap satu sama lain, mencurigai paket yang dibawa oleh Ussy.
"Apa kamu tahu Tuan membeli sesuatu barang?" Tanyanya sambil berbisik kepada rekannya.
"Aku tidak tahu, sudahlah ... terima saja," balasnya.
Setelah mendapati jawaban tersebut, dia langsung menerima paketnya dan mulai mentanda tangani, sesaat dia menoleh arah Ussy penuh curiga.
"Apa kamu tidak salah kirim?" Tanyanya kembali menyeringai.
"Saya mengirim barang sesuai alamat yang ditulis oleh pengirim yang tertera di paket ini," jawab Ussy penuh yakin dengan melihatkan alamat paket tersebut.
Mereka langsung membacanya, dan meyakini ucapan Ussy. Setelah berhasil menanda tangani, salah satu dari mereka langsung pergi menyampaikan paket kepada Albert. Satunya lagi masih berjaga.
Ussy merogoh kembali tas kurir dan mengambil satu paket lagi untuk satu anak buah Albert yang masih berjaga didepan gerbang.
"Ada apa lagi?"
"Oh iya, maaf Pak. Ini ada bonus hadiah untuk pengiriman spesial hari ini, untuk yang menerima barang," jelas Ussy.
"Beberapa voucher belanja pak,"
"Wow! Voucher belanja, kebetulan aku sangat membutuhkan ini,"
"Selamat atas hadiahnya, saya permisi dulu ya...," ujar Ussy sambil berlalu.
Anak buah Albert begitu girang hingga dia langsung membuka paket tersebut, wajahnya terheran saat mendapati hadiah sebuah boneka kelinci.
"Apa ini?! Katanya Voucher belanja?" Dumelnya sembari memencet tombol merah yang berada di badan boneka.
"Tiga ... dua ... sa ...,"
Boom!
Seketika ledakan yang mengeluarkan kepulan asap begitu tebal, sesaat anak buah Albert langsung terjatuh pingsan setelah menghirup asap tersebut.
Ussy menjentikan jarinya saat ledakan telah terdengar, senyum licik tersirat. Ussy langsung memberi kode agar Anton masuk. Anton setengah berlari menghampirinya.
Pertahanan telah berhasil dibobol, Ussy dan Anton segera masuk kedalam. Lagi dan lagi anak buah Albert yang lainnya mulai datang berjalan dengan lenggang. Ussy segera menarik Anton untuk bersembunyi masuk kedalam semak.
Ussy merogoh dan mulai mengaktifkan bom buatannya, ditengah Ussy yang sibuk untuk menyalakan bom sesaat Anton melemparkan pertanyaan.
"Kenapa engga ditembak aja?"
"Suara desing akan menarik perhatian yang lainnya, itu tidak efektif!" Jelas Ussy.
Anton hanya termangut, Ussy langsung menggelindingkan Boom Ball yang dia buat secara khusus. Bolanya menggelinding tepat para anak buah Albert yang sedang berjaga didepan pintu utama. Salah satu dari mereka terheran dengan Bola yang secara mendadak hadir, dia mengamatinya dan seketika ...
Boom!
Kepulan asap tebal menutupi pernapasan dan pandangan mereka. Dalam hitungan detik semua terjatuh pingsan. Segera Ussy dan Anton berlari memasuki pintu utama, memanfaatkan keadaan mereka yang sedang tidak sadar.
Anton dan Ussy segera menyusuri lorong, jalannya mengendap-endap.
"Merunduk!"
Secara mendadak Anton langsung menarik paksa tangan Ussy dan berjongkok disamping meja yang sedikit bisa menjadi tempat persembunyiannya. Pendengaran Anton cukup tajam, dia peka terhadap suara langkah kaki dari jarak cukup jauh.
Untung saja Anton dan Ussy dengan cepat bersembunyi, benar saja anak buah Albert datang dan melewatinya, mereka tidak sadar dengan Ussy dan Anton yang sedang bersembunyi. Kemudian segera berjalan kembali setelah keadaan mulai aman. Langkahnya terus menelusuri keberadaan Albert.
---
"Ada apa?" Tanya Albert saat anak buah masuk ke dalam ruangan dengan membawa sebuah paket.
"Maaf Tuan, ada kiriman paket," jawabnya sambil menaruh kotak tersebut diatas meja kerja Albert.
Albert mengerutkan dahinya, pikirnya terheran dengan sebuah paket yang dikirim begitu misterius.
"Saya tidak memesan barang," jawab Albert dengan curiga.
"Tapi, Tuan. Ini dikirim untuk Tuan secara khusus," balasnya.
"Baik, simpanlah...,"
Kemudian dia pergi meninggalkan Tuannya, Albert masih mencurigai isi kotak tersebut, dia penasaran dengan isinya. Perlahan Albert membuka kotak tersebut. Tatapan langsung tertegun saat melihat isi kotak tersebut.
"Boneka?" Herannya.
Matanya membulat sempurna saat melihat bagian belakang tubuh Boneka terdapat mesin waktu yang menghitung mundur, dengan cepat Albert langsung melemparnya.
"SABOTASE!" teriak Albert sembari merunduk dibawah meja.
Boom!
Letupan terdengar jelas yang mengeluarkan asap tebal, Albert segera menutup hidungnya. Tetap saja senyawa yang terkandung bisa menerobos alat pelindung yang tidak sesuai.
Lambat laun penglihatannya mulai kabur, kakinya lunglai, nafasnya mulai tersendat, batuk kecil terdengar jelas.
"Sia-pa dalang-nya?" Ucapnya terbata, Matanya langsung tertutup.