
Keesokan harinya, Fahrul bisa pulang ke rumah. Dokter sudah memberikan ijin kepadanya. Senyum merekah indah dan menghembus nafas lega, setelah sekian lama akhirnya bisa pulang ke rumah.
Mungkin baru kali ini Fahrul sangat merindukan suasana rumah, meskipun terasa sepi tapi setidaknya dia bisa melakukan hal apapun yang Fahrul suka. Belum lagi ada si Mbok yang menemani Fahrul menjadi teman berbicara.
Ponsel Fahrul berdering panjang, ada panggilan masuk dari Mami. Fahrul langsung menjawabnya.
'Hallo sayang, gimana kamu sudah sarapan? Sudah minum obatnya?' Dalam panggilan Mami berusaha memperhatikan Anak semata wayangnya,
"Sudah Mam, Fahrul juga sudah boleh pulang hari ini."
'Oh ya! Mami senang banget dengarnya kamu bisa pulang ke rumah sekarang, Mami akan segera jemput kamu ya.'
"Lho tumben? Emang Mami gak kerja?"
'Mami lagi kerja, tapi Mami akan mengambil cuti hari ini. Rasanya Mami kangen banget sama kamu, apalagi kondisi kamu yang sekarang seperti ini, tambah Mami khawatir...,'
Deg
Akhirnya setelah sekian lama aku dengar kata Khawatir dari Mami, apakah ini bentuk perhatian dari seorang Ibu? I love u Mam,
Sesaat Fahrul terdiam setelah mendengar ucapan dari Mami yang mungkin jarang sekali terlontarkan oleh Mami, ungkapan hal indah seperti itu, senyumnya mengukir indah.
'Hallo Fahrul? Hallo? Kamu dengarkan?' Ujar Mami kepada Fahrul yang memecah lamunan,
"Iya, Mam. Oke Fahrul akan tunggu Mami," balasnya dengan sumringah,
'Oke. Tunggu ya, Nak. See you...,' Mami mengakhiri panggilannya dengan memberi kecupan dalam panggilan.
---
Seperti pagi biasanya Ussy menyiapkan sarapan, mereka langsung menyantap sarapan dengan selembar roti gandum dan susu hangat.
"Kak Ussy," sahut Lily kepada Ussy yang sedang mengoleskan selai diatas rotinya,
"Iya, ada apa Lily?"
"Rasanya Lily ingin sekolah lagi ... Boleh'kan kak?"
"Tentu boleh sayang, hanya saja sekarang Lily harus benar-benar sehat dulu, baru Kak Ussy akan mencarikan sekolah baru untuk Lily," balas Ussy mulai mencabik Roti gandum dengan selai coklatnya,
"Yah ... kenapa gak sekarang aja? Lily bosan diam dirumah," Lily mulai memasang Mode Manja kepada Ussy,
Ussy membalas dengan senyum dan memberi sedikit penjelas, "Kak Ussy tahu kalau Lily sangat bosan dirumah, tapi ini yang terbaik untuk Lily. Sementara ini Lily harus bersabar dulu ya ... Apabila sudah waktunya pasti Kak Ussy akan segera sekolahkan Lily kembali,"
"Benarkah?" Lily memastikan,
Ussy mengangguk dengan percaya membuat senyum Lily kembali merekah, setengah bagian roti telah habis dikunyah perlahan oleh Ussy. Saat lidah sedang menikmati sarapan, mendadak ponsel Ussy kembali berdering.
Mr. GE? Tumben dia menelpon ku pagi gini, ada apa Ya?
Tanya dalam benak Ussy yang meluap dengan alis yang berkerut, sesaat memandangi layar ponsel dan segera menjawab panggilan tersebut. Namun, saat hendak menekan tombol hijau tiba-tiba panggilan diakhiri begitu saja oleh Mr. GE.
Kok dimatiin? Apa cuma Misscall . Tapi, itu gak mungkin ada apa sebenarnya?
Heran Ussy semakin menyelimuti hangat batinnya, tidak selang lama setelah panggilan diakhiri seketika muncul pesan masuk dari ponsel Ussy, segera Ussy membuka dan membacanya.
'Temui saya jam dua siang hari ini, di markas!'
Secuil pesan dari Mr. GE membuat Ussy termangut.
Pasti ada misi lagi yang harus diselesaikan, huft ... sebenarnya aku sudah sangat lelah dengan semua ini!
"Ada apa, Kak?" Lily bertanya kepada Ussy yang menghela nafas berat setelah memandang ponsel,
"Tidak ada apa-apa Lily, hanya tugas dari kampus. Cepat habiskan sarapannya." Ussy berusaha mengalihkan pembicaraan.
Dalam benak Ussy terasa sesak akan misi demi misi yang dia anggap sebagai misi aneh dan cukup berbahaya, yang setiap misi pasti memiliki darah tersendiri. Ussy semakin berat untuk menjalankannya, tapi harus bagaimana lagi nasi telah menjadi bubur.
Bagaimana dengan Lily? Masa iya aku tinggalin dia lagi sendirian? Aku juga harus pergi kuliah dan menyeselesaikan beberapa misi juga. Apa aku minta bantuan Fahrul sekali lagi? Ah sudahlah untuk hari ini saja ...
Ussy termenung sesaat memperhatikan Lily, setelah sarapan selesai kemudian Ussy beranjak dan mengajak Lily kembali untuk datang menemui Fahrul.
"Lily sayang ... kamu gak apa-apa'kan tunggu lagi sama Kak Fahrul?"
"Pangeran? Maksud Kakak?"
"Oke Kak tapi jangan lama-lama ya..,"
"Iya Kakak akan pulang sebelum larut." Janji Ussy untuk meneguhkan Lily. Kemudian Lily mengiyakan dan mereka segera berangkat menuju rumah sakit dengan membawa buah segar.
---
Sesampainya di bangsal tempat Fahrul dirawat, seketika ruangannya kosong hanya ada perawat yang sedang membersihkan tempat tidur tanpa tuan. Ussy terheran dengan keadaan bangsal yang sesaat kosong. Lantas sepucuk pertanyaan terlontarkan.
"Sus, Maaf pasien yang dirawat disini kemana ya?"
"Pasien bernama Fahrul?" Balas Perawat tersebut dengan melihat selembar berkas, lalu Ussy mengangguk.
"Oh, pasien ini sudah pulang tadi pagi." Jawabnya ramah,
"Oh begitu ya, terima kasih..,"
Sedikit percakapan berlangsung, Ussy langsung berjalan keluar dengan tangan yang terus menggandeng Lily.
Apa aku harus ke rumah Fahrul? Tapi, aku malu! Kalau Lily dibawa bawa terus kasihan pasti bakal kecapean. Ahhh... rumit sekali ini...
"Aha! Bibi Yun." sesaat Ide muncul dalam pikir Ussy yang mengingat Bibi nya itu.
Ussy langsung merogoh ponselnya dan segera menghubungi Bibi Yun. Untuk menitipkan sementara Lily. Akhirnya tersambung setelah sekian lama tidak terhubung panggilan kepada Bibi Yun. Entah kenapa sulit untuk menghubungi Bibi Yun beberapa hari ini setelah dia pergi ke luar negeri, akhirnya tersambung juga membuat hati Ussy gembira.
"Hallo, Bibi..."
'Hallo, Iya ada apa Ussy. Maaf ya nomor Bibi baru saja aktif lagi dan banyak sekali pesan dari mu. Ada apa, Nak? kamu sehatkan?'
"Ussy sehat Bi, gimana kabar Bibi sebaliknya? Apa bibi sudah pulang dari London?"
'Sehat hanya saja sedikit pegal badan. Baru saja Bibi sampai rumah, memang ada apa Ussy?' jelas Bibi Yun,
"Syukur kalau begitu, Ussy hanya ingin main kesana saja, kebetulan ada yang mau Ussy bicarakan."
'Iya kesini aja Ussy. Bibi tunggu ya...,' jawab Bibi Yun begitu ramah, Ussy mengiyakan dan mengakhiri panggilannya.
Langkahnya kini pasti, segera menaiki taksi menuju rumah Bibi Yun. Untung saja Lily tidak rewel karena beberapa camilan yang membuat dia anteng. Setelah sekian lama perjalan akhirnya telah sampai tujuan. Ussy turun dan segera memasuki rumah Bibi Yun.
Seperti biasanya Bibi Yun pasti sudah menunggu di depan teras layaknya menyambut kedatangan Ussy dan Lily. Senyum Bibi Yun semakin terlihat bahagia saat si kecil Lily datang juga bersama Ussy.
Lily berlari kecil mendekati Bibi Yun dan segera memeluknya, begitu bahagianya Bibi Yun bertemu kembali dengan Lily. Bibi Yun menggendong Lily dan mempersilahkan Ussy untuk masuk kedalam.
Ussy terduduk di Sofa, kemudian pembantu datang dengan membawa minum dan beberapa camilan. Lily begitu senang saat mendapati beberapa mainan baru dari Bibi Yun.
"Oh iya, dimana Luna?" Tanya Bibi Yun yang tidak tahu informasi kematian Luna.
"Luna sudah meninggal menyusul Bapak," jawab Ussy begitu tegar,
Bibi Yun begitu terkejut setelah sekian lama tidak bertemu dan mendapatkan berita duka dari Ussy, lantas Bibi Yun menepuk lembut punggung Ussy dan memberikan ucapan bela sungkawa. Ussy hanya tersenyum berusaha untuk tegar dan melupakan kejadian tersebut.
"Bibi Yun, boleh tidak Ussy menitipkan Lily sementara kepada Bibi saat Ussy sedang kuliah?"
"Oh tentu saja boleh Ussy, malah Bibi semakin senang jadi ada teman gak kesepian lagi di rumah."
"Terima kasih banyak ya Bi, selalu menolong Ussy."
"Jangan sungkan minta bantuan kepada Bibi, selama itu bisa dilakukan kenapa tidak?
"Terima kasih banyak ya Bi, Ussy ijin pamit pergi kuliah dulu..."
"Iya hati-hati ... tenang Lily akan aman."
Ussy mengangguk pasti dengan senyum ketenangan, sebelum berangkat Ussy memeluk Lily dahulu dan memberikan sedikit petuah.
"Lily harus patuh ya sama Bibi Yun, awas jangan nakal. Jangan lupa juga untuk minum obatnya ya!"
"Iya kakak..."
Ussy segera berangkat kembali ke kampusnya, Taksi pesanannya kini sudah datang menjemput. berkaki langkah mendekati dan segera berangkat.
Rasanya tenang banget, semoga Lily betah...