
Ussy hanya melintasi Fahrul, kemudian Fahrul mengejarnya hingga posisi mereka saling berdampingan. Langkah Ussy terus berjalan menyusuri Trotoar, Seketika Ussy tersadar dengan kehadiran Fahrul yang terus membuntutinya.
"Kenapa Senior selalu mengikuti ku!" Tanya risih Ussy,
"Emang salah?!"
"Salah!" Jawab Ussy kesal,
"Lah emang salah dari mananya?! Inikan jalanan umum bukan Jalan peninggalan nenek moyang kamu," balas Fahrul begitu menyebalkan,
"Ugghh... Bodo ah!" Kesal Ussy semakin mempercepat langkahnya,
Brukk..
Mendadak Ussy tersandung batu kecil dijalan membuat Ussy terjatuh sehingga kakinya terkilir.
"Haha.. Tuh kan Kualat!" Seketika Fahrul tertawa melihat Ussy terjatuh, membuat kesal Ussy semakin memuncak,
"Aduh.. Bukannya bantuin!" Geram Ussy,
"Haha.. Maaf Maaf, sini aku bantu." Fahrul mengulurkan tangannya,
"Tidak usah! Aku bisa sendiri!" Tumpas Ussy,
"Ya sudah baguslah.." Balas Fahrul langsung berjalan meninggalkan Ussy,
"Dasar Senior Gila!" Gerutu Ussy kesal,
Ussy berupaya untuk berdiri dengan kaki yang begitu terasa sakit, sesekali meringis kesakitan. Fahrul menoleh ke belakang tidak tega melihat Ussy yang berusaha untuk berdiri namun terjatuh lagi karna kondisi kaki yang terkilir dan sedikit bengkak.
Fahrul segera memutar balik arahnya, dan mendekati Ussy. Lalu Fahrul memegang pergelangan kaki Ussy yang terkilir, meskipun ada penolakan saat Fahrul hendak memijat Kaki Ussy. Tapi Fahrul tetap memaksa dan segera membuka sepatu Ussy.
Krekk ..
"Aawwww sakit!!!" Raung Ussy ketika kaki yang terkilir segera diluruskan oleh Fahrul.
"Tahan sedikit lagi!"
Kemudian Fahrul mulai meminjatnya kembali dengan memutarkan kaki Ussy dan perlahan kondisinya membaik. Lantas Fahrul segera menggendong Ussy menaiki punggungnya.
"Gak usah aku bisa sendiri!" Tolak Ussy,
"Sudah diam saja! Menurutlah," Balas Fahrul langsung menggendong Ussy.
Sepanjang perjalanan orang lain melirik Ussy dan Fahrul, desas desus terdengar saat mereka melewati para penyorot jalan, membuat Ussy sedikit risih. Namun sulit bagi Ussy untuk turun dan jalan sendiri karena begitu terasa sakit.
"Eh Senior tumben berangkat jalan kaki? Biasanya naik mobil?" Tanya Ussy memecahkan hening,
"Kan biar sehat," jawab Fahrul,
"Bukannya jarak rumah Senior agak jauh ya?" Heran Ussy,
"Iya biarin dong suka-suka!" Balas Fahrul mengakhiri percakapan.
"Karena sebenarnya aku ingin bersama terus dengan mu Ussy... Kenapa sih ada mahluk yang sangat tidak peka seperti dia!" Gerutu Fahrul dalam hati.
---
Akhirnya mereka berdua telah sampai depan gerbang kampus, Fahrul masih saja kuat menggendong Ussy, di wajahnya sangat terlihat tidak memiliki beban saat menggendongnya. Mahasiswa kampus mulai menyoroti Ussy dan Fahrul, rasa nya semakin tidak karuan dalam benak Ussy.
"Senior.. sudah turunin aku disini saja, aku bisa berjalan sendiri," pinta Ussy,
"Engga! Harus sampai kelas!" Tolak Fahrul,
Namun Ussy terus memohon agar berjalan sendiri, akan tetapi Fahrul sama sekali tidak menggubris keinginan Ussy. Fahrul mulai memasuki koridor kelas, aksinya membuat sorotan mata memandang. Ussy hanya tertunduk malu dengan wajah sedikit memerah.
Berbada dengan Fahrul yang berjalan dengan santai tanpa beban apapun, banyak orang yang berasumsi bahwa Fahrul dan Ussy adalah sepasang kekasih. Hal tersebut membuat Ussy geram mendengarnya.
Akhirnya sampai didepan kelas, Ussy pikir dia akan diturunkan didepan kelas, nyatanya Ussy salah. Fahrul dengan santai membawa Ussy sampai masuk kedalam kelas.
"Uhhh... So Sweet banget..." bisik para penyorot,
"Aku bilang turunin aku di depan gerbang tadi! Lihat akibatnya para penggemar Senior menatap aku seakan ingin mengoyak habis Ussy!" Bisik Ussy kepada Fahrul,
"Tenang saja.. Aku tahu caranya agar mereka tidak mengganggu kamu.." Balas bisik Fahrul,
"Bagaimana?" Heran Ussy dengan mengerutkan dahinya.
*Muaachh
Seketika Fahrul mengecup kening Ussy di depan para teman kelasnya, membuat keadaan seakan hening. Ussy hanya terdiam batu setelah reaksi Fahrul yang begitu mengundang sensasi para tukang gosip.
"Buat kalian semua jangan ganggu dia ya! Dia adalah seorang Spesial bagi saya. Sekali saja kalian menyentuhnya atau berani mengganggunya maka berhadapan langsung dengan saya!" Ujar Fahrul memberi informasi kepada seisi kelas.
Fahrul langsung meninggalkan Ussy, segera Rosa menghampiri Ussy yang masih terdiam batu. Beberapa pertanyaan menimpa Ussy.
"Hey apa kamu pacaran sama Senior Fahrul?" Tanya Rosa penasaran,
Seketika Ussy tersadar dalam lamunan, "Tidak!" Jawab Ussy lantang.
"Aahhh kamu bohong ya.. Pasti ada yang kamu sembunyikan.. Hayoo cerita.." lanjut Rosa mendesak,
"Tidak ada Ros, aku sama Senior memang tidak ada hubungan yang Spesial! Hanya berteman saja," jelas Ussy,
"Lantas kenapa tadi Senior bilang kamu orang yang Spesial dan berani mengecup kening kamu?" Balas Rosa tidak percaya,
"Ya Ampun Ros.. Aku sama dia hanya teman tidak lebih! Dia hanya bercanda," Tegas Ussy,
"Tapi..."
Seketika Dosen masuk membuat Rosa mengurung niatnya untuk kembali bertanya, batin Ussy terasa terselamatkan dengan kehadiran Dosen dari pertanyaan Rosa.
***
Kuliah selesai lebih awal karena ada salah satu Dosen yang tidak masuk kelas maka dari itu Ussy segera pulang dan pergi kembali bekerja. Meskipun kakinya masih terasa sakit, tapi Ussy harus tetap bekerja.
Pandangannya selalu waspada akan kehadiran Fahrul, Ussy takut Fahrul mengganggunya lagi. Sungguh kesempatan emas tanpa kehadiran mahluk paling menyebalkan diantara belahan dunia pasifik.
Segera Ussy melangkah kaki lebih cepat, akhirnya sampai dipenghujung gerbang, lalu Ussy menaiki angkutan umum menuju tempat kerjanya.
"Akhirnya tidak ada senior gila! Yeayy aku bebas!" Ucapnya penuh bahagia,
Kembali kepada kelas Fahrul, pelajaran Dosen yang sangat menyebalkan akhirnya selesai sudah. Fahrul menghembus nafas lega setelah sekian lama menunggu pelajaran ini selesai.
"Kamu mau kemana? Tumben langsung keluar kelas?!" Tanya Dika heran melihat Fahrul yang tidak biasanya,
"Aku mau mengejar cinta Uhuyy!" Balas Fahrul dengan mengedipkan mata,
"Sepertinya otak kamu mulai rusak?!" Lanjut Dika sambil bergidik melihat sikap Fahrul yang sedang dimabuk cinta,
"Makanya jangan jomblo mulu!" Balas Fahrul,
"Sesama jomblo jangan saling menyindir," timpal Adit,
"Oh tidak saya akan segera melepaskan masa jomblo ini hahaha.." Balas Fahrul dengan terkekeh,
Kedua sahabat Fahrul yaitu Dika dan Adit hanya menggelengkan kepala melihat reaksinya, lalu Fahrul segera beranjak keluar menuju kelas Ussy. Namun sayang ketika Fahrul datang matanya melihat sedikit heran dengan keadaan kelas yang kosong, hanya tersisa dua orang lelaki yang duduk santai di dalamnya.
"Hey pada kemana ini semua?" Tanya Fahrul,
"Udah pada pulang Senior, karena Dosen berhalangan hadir." Balas seseorang lalu melewati Fahrul begitu saja.
"Berarti Ussy telah pulang, yah... Gagal!" Kesal Fahrul.
Awalnya Fahrul berniat untuk mengajak Ussy untuk makan bersama sekaligus menyatakan isi hatinya yang mencintai Ussy dan berharap menjadi sepasang kekasih. Meskipun sempat ragu untuk menyatakannya.
"Apa aku harus menyatakan perasaan ini? Tapi gimana kalau ditolak?" Tanya Fahrul dalam benaknya,
"Tapi kondisi Ussy pasti masih sedih atas kepergian Jamy,"
"Ya Tuhan.. Kenapa bingung sekali hanya untuk menyatakan perasaan ini ugghhh.." Dilema Fahrul,