LIFE OR DEATH?

LIFE OR DEATH?
Bagian 40



Di sepanjang perjalanan pulang hati Ussy semakin resah karena teringat Lily sendirian di rumah, pikirnya selalu khawatir terjadi sesuatu hal kepada Lily, tangannya selalu meremas pakaian, Matanya juga penuh rasa khawatir yang tergambar jelas. Membuat Fahrul ingin bertanya perihal kecemasan yang menerpa Ussy.


"Kamu kenapa? Kaya yang cemas?" Tanya Fahrul sedikit mencairkan suasana tegang,


"Aku hanya teringat Adik ku saja, bisa lebih cepat tidak?!" Balasnya semakin gelisah.


"Oke, sebentar lagi kita sampai. Kamu tenang dulu ya, gak bakal terjadi apa-apa," lanjut Fahrul upaya menenangkan Ussy,


Ussy hanya mengangguk kepala dengan pelan, namun tetap saja pikirnya selalu teringat Lily, seketika bau tidak enak tercium oleh hidung, membuat rasa ingin muntah. Mata Fahrul seketika tertuju kepada noda baju yang tertampak jelas dipakaikan Ussy.


"Baju kamu kenapa? Kotor banget mana bau lagi, hoeekk.." tanya Fahrul dengan rasa mual yang mulai tidak tertahan,


"Ah maaf.. Ini gara-gara Nenek Sihir yang menyebalkan!" Balas Ussy dengan rasa geram,


"Nenek Sihir? Maksudnya?!",


"Biar aku jelaskan nanti setelah di rumah,".


Fahrul hanya terdiam dengan menutup hidungnya, menahan rasa bau agar tidak masuk ke ruang indera penciuman. Fahrul segera menyalakan AC mobil dan menekan pengharum ruangan mobil otomatis. Tidak perlu waktu lama didalam mobil kembali segar dengan aroma buah segar. Akhirnya Fahrul dapat menghirup udara segar kembali, tangannya kini tidak menutup hidung lagi.


"Emang bau banget ya?" Tanya Ussy sedikit tidak enak akan bau menyeruak dalam dirinya,


"Bau banget!" Jawab jelas Fahrul,


"Maaf ya," ucap Ussy dengan nada rendah,


"Aku bakal maafin tapi ada satu syarat hehe," balas Fahrul menyiringai,


"Lebih baik tidak usah!" Jawab Ussy cemberut,


"Haha.. bercanda,".


---


Akhirnya perjalanan telah sampai tujuan, mobil berhenti didepan rumah Ussy. Segera mungkin Ussy turun dan berjalan cepat mendekati rumah, tangannya langsung membuka pintu.


Rasanya janggal karena pintu tidak terkunci, suara tangisan terdengar jelas dibalik kamar, membuat rasa khawatir menjadi tinggi. Ussy langsung mendekati suara tangisan tersebut, perlahan membuka tirai kamar.


Benar saja perasaan Ussy yang tidak enak, Lily menangis di sudut kamar dengan menekuk kakinya dengan keadaan baju sangat lusuh, air matanya mengalir deras dengan badan yang begitu gemetar.


"Lily!" Sahut Ussy langsung menghampiri Lily dan memeluknya,


Lily langsung membalas peluk Ussy dengan erat, badannya sangat gemetar, dengan wajah yang pucat. Ussy berusaha menenangkan keadaan Lily.


"Tenang Lily tenang ya.. Jangan menangis Kak Ussy ada disini," ujarnya dengan mengelus rambut Lily sambil terus memeluknya,


Perlahan tangis Lily mereda, Ussy segera mengusap air mata yang terjatuh bebas di pipinya, peluknya tidak pernah lepas. Hati Lily perlahan tenang.


"Lily kenapa sayang?" Tanya Ussy lembut,


"Ta-tadi ada Mama Kak Jamy datang kesini," ucapnya terbata-bata,


"Apa! Mau apa Nenek Sihir itu kesini!" Gerutu Ussy dalam hati,


"Lalu apa yang dilakukan kesini?" Tanya kembali Ussy,


"Dia menanyakan keberadaan Kak Ussy, lantas Lily tidak menjawabnya. Lalu dia memaksa Lily untuk berbicara dan terus mencubit Lily agar bicara, terus kedua pengawal mengobrak abrik seisi rumah mencari Kak Ussy," jelas Lily tersedu,


"Kurang Ajar!" Kesal Ussy semakin menjulang tinggi,


"Lalu kenapa baju Lily sangat basah?",


"Lily disiram air sama dia! Karena Lily tidak terima dia menghina Ibu gila karena ilmu hitam," lanjutnya,


"Dasar manusia Biadab!" Dalam hati Ussy semakin memanas,


"Sudah ya Lily jangan menangis lagi, semua akan segera berlalu.." ucap Ussy berusaha memberi semangat kepada Lily,


Lantas senyum Lily kembali merekah setelah mendengar ucapan Ussy yang mengalirkan energi positif dalam dirinya. Ussy langsung mengganti pakaian Lily dan memberi permen Lolipop kesukaan Lily, hatinya kembali senang setelah senyuman Lily terukir kembali.


Ussy mengajak Lily keluar kamar, mata Lily berbinar saat melihat Fahrul sedang terduduk, dengan cepat Lily berlari menghampiri Fahrul.


"Yeayy.. Ada pangeran tampan.." sahut Lily dengan riang langsung memeluk Fahrul,


Lily melepaskan pegangan tangan Ussy, dengan cepat Lily berjalan menuju Fahrul dan memeluk tanpa basa basi, sulit bagi Ussy untuk menahan Lily. Sejak pertama bertemu Fahrul, Lily sangat dekat dengannya. Dan sikap Fahrul juga yang sangat menyukai Anak kecil membuat keduanya semakin Klop.


"Eh Lily..." balas Fahrul dengan senyum terukir indah,


Fahrul langsung memangku Lily diatas pahanya, Lily begitu senang berada di dekat Fahrul, sulit bagi Ussy untuk memisahkan keduanya. Ussy hanya tersenyum dan berlalu menuju Toilet untuk membersihkan dirinya.


"Lily kenapa matanya sembab? Apa Lily tadi menangis ya?" Tanya Fahrul dengan nada lembut sambil membelai Lily,


"Semua gara-gara Mama Kak Jamy! Dia menyebalkan! Wanita jahat! Lily sangat tidak suka!" Balas Lily dengan nada geram,


"Siapa Jamy?" Gerutu Fahrul, dahinya mengerinyit.


"Kenapa Lily tidak suka? Emang apa yang dia lakukan kepada Lily?" Tanya Fahrul mengungkit,


Dengan begitu polos Lily menceritakan semua kejadian yang dia alami, meskipun Fahrul tidak sepenuhnya mengerti semua yang dikatakan Lily. Tetapi Fahrul tetap mendengarkan keluh kesahnya.


"Lily sangat hebat! Bisa bersabar menghadapi monster itu! Oh iya, ini sebagai hadiah buat Lily." Ujar Fahrul sambil memberikan sebuah boneka beruang berwarna merah muda yang begitu lucu.


"Asik... Terima kasih Kak!" Balasnya penuh girang.


Keduanya saling berbicara, sesekali tawa hangat terdengar didalam perbincangan Fahrul dan Lily. Tidak lama kemudian Ussy datang kembali dengan badan yang segar dan wangi sambil berjalan mengeringkan rambut dengan handuk.


Matanya tidak berhenti memandang Ussy yang terlihat begitu alami dengan balutan Piyama berwarna Navy, aroma tubuh Ussy begitu wangi membuat Fahrul enggan berpaling. Segera Fahrul tersadar dalam halusinasinya, tangannya sedikit kesemutan karena Lily yang tertidur bersandar kepada Fahrul dengan memeluk erat boneka.


"Ya ampun, maaf ya lama sampai Lily tertidur," ucap Ussy sambil menggendong Lily dan membopong menuju kamar,


"Biar aku saja yang gendong," tawar Fahrul,


"Gak apa-apa, Lagian Lily tidak begitu berat." balasnya,


Akhirnya Ussy telah selesai memindahkan Lily ke kamar, lantas Ussy keluar kembali dan menghampiri Ussy.


"Makasih ya telah menjaga Lily. Oh iya, Senior tidur di kamar sebelahnya ya," ucap Ussy sambil menunjuk arah kamar,


"Oke,"


"Oh iya tadi Senior mau bilang apa?" Tanya Ussy mengungkit perbincangan yang tidak sempat terselesaikan,


"Mmm.. Itu.. aku lupa hehe," balas Fahrul,


"Hmm, ya Sudah yuk tidur!" Ajak Ussy,


"Tunggu dulu! Kamu ada hutang penjelasan kepada ku," tambah Fahrul,


"Apa?"


"Yang tadi tiba-tiba memeluk aku didalam mobil,"


"Oh itu akan aku ceritakan besok, karena Hoaammm Ussy sangat mengantuk," balas Ussy menutupi diri,


"Ya Sudahlah, selamat tidur!" Balas Fahrul singkat,


Kemudian Ussy berjalan memasuki kamarnya, badannya terbaring diatas ranjang. Matanya memandang langit kamar, pikirannya kembali membawa pergi menuju kenangan indah bersama Jamy.


"Tidak terasa besok Kak Jamy akan menikah, bersanding bersama wanita lain bukan aku! Huft... Terkadang hidup tidak adil!" Dalam hati Ussy,


"Semoga Kak Jamy bahagia," ucapnya sembari menghela nafas dengan berat,


Perlahan mata Ussy terpejam dengan tangan yang memeluk Lily yang berada disampingnya, malam terasa begitu sunyi dan dingin layaknya kondisi hati Ussy yang sekarang.


Aaarrghhhhhh


Suara jeritan Fahrul terdengar jelas disamping kamar, seketika Ussy terkejut dan berlari menuju arah kamar Fahrul. Saat Ussy membuka tirai kamar terlihat jelas Fahrul menaiki ranjang dengan wajah penuh rasa takut.


"Ada apa Senior?!" Tanya Ussy cemas,


"Ada kecoa..!!!" Teriak Fahrul kembali saat Kecoa menggunakan mode terbang.


Ussy hanya menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan Fahrul seorang artis kampus yang terkenal dengan pesona ke tampanannya takut dengan seekor Kecoa.


Dengan santai Ussy menangkap Kecoa dan membuangnya. Fahrul hanya melongo melihat reaksi Ussy begitu santai menghadapi seekor Kecoa. Akan tetapi jiwa Fahrul terasa sangat senang telah terhindar dari kecoa, refleks Fahrul memeluk tubuh Ussy dari belakang dan sedikit mengangkat ke atas karena begitu semangat.


"Akhirnya.. Terima kasih Ussy!!!" Ucapnya terus memeluk Ussy,


"Ya! Sekarang tolong LEPASIN!" Balas Ussy sedikit kesal,


"Sorry..."


Fahrul tersadar dan langsung melepaskan peluknya, wajahnya sangat memerah. Keduanya merasa canggung, Ussy langsung berlalu menuju ke kamarnya kembali.


"Terima kasih Ussy!" Sahut Fahrul, namun Ussy tidak menggubrisnya dan berlalu begitu saja.


Deg..Deg..


"Jantungku berdegup kencang lagi... Oh Tuhan terima kasih untuk hari ini aku menang banyak dari Ussy!" Ucapnya penuh rasa puas.