
Aaauuuuuuu
Raungan para Serigala semakin terdengar keras ketika sekerat daging segar tercium oleh indera penciumannya yang begitu kuat.
GAWAT!
Ussy semakin khawatir dengan posisinya yang sangat tidak aman, Serigala itu semakin mendekat! Perlahan Ussy mulai memundurkan langkahnya, berusaha menjauh dari serigala tersebut. Keadaan begitu menegangkan!
"Semakin seru! Aku suka ini!" Ucap Mr. GE begitu puas,
Ruangan kosong hanya ada Ussy dan lima Serigala disana, penglihatan Ussy perlahan memutar mengamati keadaan ruangan, berusaha tenang dalam situasi seperti itu bukanlah hal yang mudah.
Akhirnya Ussy menemukan sehelai rotan yang tergeletak sembarang dibelakang para Serigala, dengan cepat Ussy mengalihkan perhatian para Serigala tersebut dengan mencubit sedikit daging yang dia bawa dan melemparinya menuju arah berlawanan.
Saat daging mulai terbang melewati serigala, dengan cepat para Serigala itu mengejarnya. Ussy langsung berlari mendekati arah rotan tersebut, tangannya dengan cekatan mengambil rotan dengan cepat.
Secuil daging telah habis termakan oleh para Serigala yang berebutan saat memakannya. Saat daging rebutan habis, Serigala langsung menyoroti Ussy kembali. Ussy segera sigap dengan situasi tegang kembali.
Daging di tangannya hanya tersisa sedikit, dengan cepat Ussy berpikir bagaimana dia menyelamatkan dirinya. Saat itu ada Lima serigala yang dilepas liar oleh Mr. GE, perlahan mereka mulai mendekati Ussy, dengan cepat Ussy melempar kembali sisa daging menuju arah berlawanan.
Alhasil tiga Serigala berhasil terpancing dengan lemparan daging itu, sisanya Ussy langsung hadapi dengan sehelai rotan yang digenggam kuat, Ussy berteriak dan berlari menuju arah dua Serigala itu. Dan mulai melawannya dengan keberanian dan tekad bulat.
Plak..
Rotan memukul keras kepala atas Serigala pertama berwarna hitam, dengan cepat Ussy mulai menusuk saat kesadaran serigala hitam itu menurun, dengan cepat Serigala kedua berwarna abu di sebelahnya langsung menyerang Ussy.
Duagh
Dengan sekuat tenaga Ussy menempis dengan tendangannya, hingga serigala abu yang hampir menerkam langsung tersungkur keras menuju sudut ruang. Serigala hitam telah berhasil Ussy bunuh, dengan cepat Ussy mencabut kembali rotan yang tertancap dalam tubuh serigala hitam.
Serigala abu mulai bangkit kembali dan menyerang Ussy, dia berlari dan mulai menerkam Ussy, dengan sangat cepat Ussy menumpas serigala itu dan..
Duagh
Serigala abu terjatuh, kondisi sangat lemah Ussy langsung menancap kembali totalnya dan berhasil membunuh untuk kedua kalinya. Darah memancar dan membasahi baju Ussy.
Nafasnya terengah-engah, tangannya dipenuhi darah binatang buas yang telah menjadi bangkai. Tersisa tiga Serigala yang masih berebut daging, Ussy langsung bersiul dan mengalihkan perhatian ketiga serigala itu.
Satu serigala berwarna abu putih mulai terpancing atas siulan Ussy dan mulai mengejar mendekati Ussy, dengan cepat Ussy berlari dan melawannya kembali tanpa gentar sedikitpun.
Dengan kemampuan bela diri Ussy yang cukup lihai, kini serigala yang terbunuh menjadi tiga sekaligus. Mr. GE sangat tercengang melihat kemampuan Ussy melawan para binatang buas itu, matanya tidak ingin berpaling melihat Ussy.
"Sungguh menakjubkan!" Ucap puas Mr. GE
Tinggal dua serigala yang masih menjilati daging hasil rebutan, saat daging sudah habis, keduanya langsung memandang Ussy. Dan mulai berlari menuju Ussy.
Ussy memutarkan rotannya, dan mulai berlari melawan kedua serigala itu dengan bersamaan. Ditengah perlawanan Ussy kelelahan dan mulai sulit untuk melakukan pertahanan.
Sret
Lengan Ussy berhasil terkena cakaran dari serigala yang menyerangnya.
Bruk
Ussy terjatuh, lalu Ussy mulai di terkam kedua Serigala sekaligus, dengan cepat Ussy menahannya dengan rotan yang dia pegang.
Kriet
Rotan mulai retak dan hampir patah, sudah tidak kuat menahan desakan dua serigala sekaligus.
"Argh Sial!" Dengus kesal Ussy,
Aku harus bertahan!
Pletak
Rotannya patah!
"Argh! Tidak!"
Dor.. Dor..
Dua tembakan pistol mulai menyerang kedua Serigala, peluru menancap pas keduanya, kedua serigala itu langsung mati saat terkena tembakan.
Ussy terengah-engah dan batinnya merasa lega saat kedua serigala yang hampir mengoyak tubuhnya telah mati tertembak.
Prok.. Prok..
Mr. GE memberikan tepuk tangan kepuasan kepada Ussy.
"Selamat! Kamu benar-benar hebat!" Soraknya,
Ussy perlahan bangkit dan sedikit menyapu kotoran dibajunya.
"Kamu telah berhasil melewati tes pertama ini! Baru pertama kali saya melihat wanita seberani ini membunuh binatang buas! Sungguh menakjubkan!"
"Baiklah Tes hari ini selesai, ada beberapa Tes lagi yang akan aku berikan kepada mu, yang pastinya berbeda dari yang sebelumnya. Persiapkan diri mu!" Tutur Mr. GE
Ussy tidak memberi jawaban sedikitpun, matanya sangat tajam melihat Mr. GE yang berhasil membuat dirinya kesal dan menumbuhkan dendam.
Sabar Ussy! Kau harus patuh kepada dia!
"Pelayan! Tolong bersihkan dia!" Perintah Mr. GE berseru,
Tidak lama kemudian dua pelayan masuk dan memapah Ussy keluar. Para Pelayan langsung mengantar Ussy untuk membersihkan diri, saat hendak masuk ke dalam Toilet, para pelayan masih menuturi Ussy untuk membantu membersihkan badannya.
"Tidak Usah! Saya bisa membersihkannya sendiri! Keluarlah!" Tolak Ussy,
Dua pelayan segera mengikuti perintah Ussy, dan berjaga diluar untuk memberikan keamanan. Perlahan Ussy memutar kran Shower, tidak lama air langsung terjun membasahi tubuhnya. Pikirnya mulai membawa pengalaman tadi.
Tadi adalah hal gila yang pernah aku lakukan!
Tuhan, Maafkan Aku telah melakukan dosa ini! Aku telah membunuh hewan tidak bersalah! Maafkan aku Tuhan!
Sesal Ussy, beberapa menit kemudian akhirnya selesai sudah Ussy membersihkan diri, para pelayan segera merias kembali Ussy. Setelah semua telah selesai, Ussy langsung menghadap Mr. GE untuk berpamitan.
Langkahnya mulai menyusuri koridor dengan dikawal dua pelayan setia, saat ussy telah sampai didepan pintu ruangan kedua pelayan langsung pamit. Ussy hanya mengiyakan dan perlahan mereka pergi menjauh.
Ussy langsung masuk ke dalam ruangan dan tanpa banyak bicara lagi dia berpamitan untuk pulang, Mr. GE menyetujui permintaan Ussy untuk segera pulang. Namun ada satu persyaratan, Mr. GE akan mengantar Ussy untuk pulang bersamanya. Meskipun sedikit penolakan terjadi, tetapi pada akhirnya Ussy terpaksa menyetujui keinginan Tuannya tersebut.
"Kamu tunggu saya didepan Toko,"
"Baik!"
Kemudian Ussy berlalu dan meninggalkan ruangan, langkahnya kembali berjalan menuju luar. Saat ditengah perjalanan langkahnya terhenti, pikirannya merasa ada yang membuntuti dirinya.
Ussy segera berwaspada, dahinya mulai mengerut dan penglihatan dipertajam, pandangannya mulai mengawasi keadaan sekitar yang terasa sepi.
Pak
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Ussy dari belakang, dengan refleks Ussy menoleh ke arah belakang dan hampir saja melayangkan pukulannya, namun orang tersebut berhasil menahan tangan Ussy.
"Eh! tenang ini Aku!" ujarnya sambil menahan tangan Ussy yang hampir melayangkan pukulannya.
"Anton!"
"Mau apa kamu?!" Tanya Ussy,
"Aku hanya ingin bertanya kepada mu, kenapa kamu secara mendadak mau bergabung dengan Tim Vile Blood?"
"Tidak ada urusannya dengan Mu!" Jawab Ussy sembari melepaskan tangannya dari genggaman Anton,
Anton menarik Ussy, sehingga keduanya saling berhadapan sangat dekat.
"Cepat katakan alasannya!" Desak Anton,
Dugh
Ussy langsung membenturkan dahinya kepada dahi Anton, sehingga Anton melepaskan genggaman dan memegang dahinya yang mulai terasa sakit terkena benturan, kemudian Ussy tendang bagian intim Anton hingga meraung kesakitan.
"Aarrghh ..."
"Sudah saya bilang! Tidak ada urusannya dengan Mu!" Tegas Ussy sembari berlalu,
Meninggalkan Anton begitu saja dengan luka sakit di area inginnya yang terkena tendangan maut, tangannya mengepal kesal saat mendapati balasan dari Ussy.
---
"Terima kasih Mr. GE atas tumpangan nya," ucap Ussy,
Mr. GE hanya menganggukan pelan, lalu Ussy keluar dari mobil dan menutup kembali pintu mobil. Kemudian mobil melaju dan berlalu meninggalkan Ussy.
"Huh! Untung saja aku turun disini! Coba kalau di Rumah Sakit, mungkin dia akan curiga!"
"Argh Sial! Sudah jam lima sore! Lily belum makan! Aku harus segera menjenguknya,"
Tidak perlu waktu lama Ussy segera kembali dengan membawa beberapa makanan untuk sang Adik, derap langkah semakin dekat. Saat tepat dihadapan pintu, telinganya mendengar Lily yang sedang berbincang dengan seseorang membuat Ussy semakin tidak enak hati.
Lily sedang berbicara dengan siapa?