
🍃🍃🍃
Tak terasa waktu pembelajaran efektif hari ini telah usai.Siswa-siswi SMU Generasi Bangsa berbondong-bondong keluar kelas menuju gerbang sekolah.
Pak satpam mulai disibuki dengan mengatur lalu lintas disekitar sekolah agar tidak menimbulkan macet.Angkutan kota, bis mulai mengantri di sepanjang tepi jalan dekat sekolah.
Murid-murid SMU Generasi Bangsa pun terdiri dari beberapa kalangan dari kelas terendah sampai kelas papan atas.
Namun perbedaan kasta tidak menjadi tolak ukur bagi para murid yang ingin bersekolah disana,tetapi prestasi akademik maupun non akademiklah yang menjadi syarat ketentuan untuk masuk sekolah tersebut.
Dilain tempat Juan dan kawan-kawan sibuk berdiskusi ditempat parkir yang membicarakan rencana hangout mereka nanti malam.
"Ehh An!nanti jadikan hangout bareng?udah lama nih kita nggak ngumpul bareng kaya dulu lagi,"tanya Rafa memastikan rencanya nanti malam.
"Jadi dong kumpul di base camp kedua yah jam 19.00 on time okay?"
"Siap 86!!"jawab mereka kompak sembari memberi hormat pada Juan.
"Ok tanpa penghormatan bubar jalan!!!"perintah Juan memperagakan posisi PBB.
Mendengar perintah Juan mereka langsung tertawa.Hahaha ada saja tingkah laku Juan yang konyol itu.
Dengan tawa masih berlanjut tiba-tiba seorang gadis berambut ikal menghampiri mereka,refleks mereka menghentikan tawanya.
"Hai bebz yuk jalan keburu panas nih bisa hitam kulit aku,"ucap gadis itu sambil mengibas-ngibaskan tanganya karena panasnya sinar mentari kala itu.
"Ehhh ada Cindylll datang,"caci Panca kepada Cindy membuat semua orang menahan tawa.
"Ehh baskom lele diam lu!nama gue Cindy enak sajah main ganti-ganti nama orang!"
"Punya hak apa anda menghina pacar gue hah?"cerca Imel sembari mendorong bahu Cindy membuat Cindy mundur beberapa langkah.
Melihat perselisihan antara Cindy dan Imel mereka langsung melerai sebelum para guru dan murid lain melihat aksi adu mulut yang mulai sengit.Kalau dibiarkan lama-lama bisa menjadi aksi baku hantam.
"Ooo jadi si baskom lele itu pacar lu?!Hahahah emang pantes sih sama ikan buntal kaya lu!"cela Cindy membuat Imel naik pitam.
Dijambaknya rambut Cindy hingga meringis kesakitan,tak terima dirinya dijambak Cindypun membalas jambakan Imel dengan lebih keras.
Teman-temannya masih berusaha melerai namun hasilnya nihil.Cindy dan Imel tetap ingin menyerang satu sama lain.Mereka kehabisan cara untuk melerai Cindy dan Imel akhirnya Juan mencengkeram lengan Cindy menghentikan pertikaian mereka.
Cindy meronta,namun apalah daya cengkeraman Juan lebih kuat membuat dirinya tak kuasa melawan Juan.
"Cin udah sih nggak usah bikin keributan!malu tau diliatin orang!"perintah Juan menatap tajam pada Cindy.
"Apaan sih An noh temen-temen lu yang bikin gara-gara!"geram Cindy.
"Dasar Cindylll!!!"caci Imel meledek Cindy.
"Sialan lo Mel!!!Awas gue bakal kasih perhitungan sama lo!"ancam Cindy hampir menampar Imel buru-buru Juan menepis tangan Cindy sebelum mendarat panas di pipi Imel.
"Cin ... ikut gue sekarang ,"perintah Juan menarik pergelangan Cindy menjauh dari teman-temanya.
Terlihat dari kejauhan teman-teman Juan menjulurkan lidahnya.Hal itu membuat Cindy geram ingin membalas perilaku teman-teman Juan tak sudi dirinya diperlakukan seperti itu.
"Cihh! lihat saja bakal gue balas lain waktu!dasar bocah tengil!"umpatnya dalam hati.
Kini mereka sampai ke tempat motor Juan diparkir.Tak butuh waktu lama merekapun melaju ketempat tujuan mereka.
Cindy masih saja memikirkan insiden tadi dan memikirkan bagaimana cara agar dendamnya terbalaskan.Kalau Juan sih masa bodo yang sudah terjadi ya lupakan simple kan?Itulah prisip Juan tak perlu mempersulit hidup.
🍃🍃🍃
Hari semakin panas,matahari mulai tepat berada di ubun-ubun.Debu-debu bertebaran asap kendaraan bermotor menggepul diudara.
Banyak orang berlalu lalang memenuhi jalanan membuat seorang gadis semakin merasa takut dengan keramaian.
Berkali-kali dia melihat arlojinya,raut wajahnya mulai cemas.Jari jemarinya tak henti mengetik pada handphonenya.
Selang 5 menit sebuah mobil hitam melintas dan berhenti tepat dihadapanya.Buru-buru dia masuk mobil sebelum orang lain melihatnya.Tanpa banyak waktu mobil itu melesat cepat.
Gadis itu bernafas lega,untunglah sopir pribadinya cepat datang kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya.
"Maaf non tadi mobilnya mogok dijalan,"ucap sopirnya meminta maaf pada Viana.
"Makanya mobilnya rajin diservice mang biar nggak kejadian kaya gini,"jelas Viana kepada sopirnya yang akrab dipanggil mang Jojo.
"Iya non maaf,saya pastikan tidak akan terulang lagi,"ucap mang Jojo.
"Okay,"singkatnya.
Mobil terus melaju melewati jalan yang penuh kemacetan.Suara bising kendaraan mulai terdengar membuat Viana mendengus kesal.
Tak heran dengan sikap Viana sekarang ini,selalu dingin pembawaanya.Berkata seperlunya saja,bisa diitung berapa kata perhari yang diucapkan Viana.
Viana termasuk golongan orang yang introvert sedikit bicara dan tidak suka keramaian.Tetapi bukan berarti Anti Sosial (Ansos) atau Phobia Sosial (Phobsos) .
Menurut Jung, introvert merupakan karakter atau sikap seseorang yang mempunyai orientasi subjektif secara mental dalam menjalani hidup. Pada umumnya, orang akan menilai seseorang yang mempunyai kepribadian introvert sebagai seseorang yang tertutup. Hal ini dikarenakan tipe introvert memang suka menyendiri dan menyukai kondisi tenang.
Karakter introvert cenderung diremehkan oleh masyarakat karena sifatnya yang suka menyendiri.
Tak butuh waktu lama akhirnya sampai juga di kediman Adiwijaya. Jarak kediaman Adiwijaya dengan sekolah SMU Generasi Bangsa tidak terlalu jauh,hanya berkisar antara 15km.
"Selamat siang non,"sambut asisten rumah tangga keluarga Adiwijaya yang akrab dipanggil Bi Ijah.
"Siang juga bi,"sahut Viana sembari tersenyum simpul.
"Makan siangnya mau diantar diatas atau tidak non?"tanya Bi Ijah.
"Saya tidak lapar bi,"kata Viana seraya menaiki tangga.
"Atau mau bibi dibuatin minuman?"
"Buatkan saja saya segelas susu."
"Baik non,sebentar ya ... bibi buatkan,"jelas Bi Ijah bergegas membuatkan susu seperti yang diperintahkan Viana.
Viana melangkahkan kakinya menuju kamar.Langkah demi langkah dia lalui akhirnya, sampai juga pada ambang pintu kamar yang terasa sebagai Istana surganya.
Kamar adalah tempat ternyaman untuk menenangkan diri.Entah aura atau grafitasi apa yang bisa menarik seseorang untuk menjadikan kamar sebagai tempat persinggahan paling nyaman.
Ceklekkk ...
Viana membuka pintu kamar,ditaruhnya tas ditempat yang sudah disediakan.Selepas itu,Viana membanting tubuhnya ke kasur menatap langit-langit rumah.
Aktivitas hari ini cukup menyita banyak energinya,membuat Viana lelah dan terbaring lemas.
Kejadian disekolah terekam cukup jelas dalam memori.Viana kembali mengingat hari pertama disekolah barunya.
Burukkkkkk!!!!!
Kenapa dia harus satu sekolah terlebih lagi satu kelas dan malangnya satu bangku dengan si cowo tengil itu.
Cowo yang amat dia benci,menjengkelkan,bahkan membuatnya muak jika harus menatapnya.
Oh God!!!!!Apakah hari-hariku kedepan selalu buruk?destiny apa yang kau tuliskan untuku Tuhan?Mengapa aku tidak mengerti semua skenariomu?
"Hidup ini seperti sebuah permainan.Dimana ada kekalahan ada juga kemenangan.Tak semuanya berjalan lancar jika tidak memainkanya dengan benar.Terkadang seseorang butuh mengatur strategi untuk menuju kemenangan ya ... itulah hidup."
Tak terasa akhirnya Viana tertidur lelap setelah memikirkan kejadian tadi.
Bi Ijah masih membuatkan Viana susu hangat.Setelah selesai dibawanya susu ke kamar Viana.Akan tetapi,baru saja Bi Ijah hendak menaiki tangga tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya membuat Bi Ijah terlonjak kaget.
"Ehh,itu susu buat siapa bi?"tanya seseorang itu yang ternyata Fero.
"Ehh aden ... bibi kira siapa bikin kaget bibi aja,ooh ini susu buat non Gressyll,"jawab Bi Ijah.
"Lohh Gressyll sudah pulang?"tanya Fero lagi.
"Udah den ... hari ini non Gressyll pulang lebih awal katanya sih guru-gurunya sedang rapat penting,"terang Bi Ijah.
"Yaudah bi,biar Fero saja ya ... yang mengantarkan susunya,"pinta Fero.
"Ook deh ... terima kasih den."
"Iya bi ...."
Fero menaiki tangga menuju kamar Viana,setelah sampai di ambang pintu,diketuknya pintu itu pelan-pelan namun tidak ada sahutan dari dalam.Fero pun langsung membuka pintu itu dan ternyata tidak dikunci.
Setelah pintu itu terbuka Fero melangkahkan kakinya masuk ke kamar dan mendapati Viana sedang tertidur lelap.
Fero mulai mendekati Viana dan duduk disebelah Viana tertidur.Ditatapnya Viana lekat-lekat sembari mengusap rambut Viana.
"Kau pasti sangat kelelahan hari ini,"ucap Fero dalam hati dan dikecupnya kening Viana.
Fero beranjak pergi membawa susu itu lagi,ditutupnya pintu kamar Viana pelan agar tidak menimbulkan suara berisik yang mengganggu tidur Viana.
Setelah Fero sampai di lantai bawah,Bi Ijah terheran-heran susu yang dibawa Fero masih utuh.
"Lohh aden ... kok susunya masih utuh?"tanya Bi Ijah.
"Ini bii ... Viana sudah tidur,yaudah Fero bawa lagi susunya,"jawab Fero.
"Buat aden saja deh,daripada mubazir kan sayang kalo dibuang."
"Yaudah Fero minum ya bi ...."
Susu yang Bi Ijah buat tadi akhirnya diminum Fero.Sesuai perintah Bi Ijah, Fero meneguk susu itu sampai habis tanpa tersisa setetes pun.Itung-itung buat mengganjal lapar Fero sampai waktu makan malam tiba.
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
Tbc