
" Haruskah kini saatnya aku memulai membuka lembaran baru tuhan? Aku takut seakan history masa laluku ini terus terkenang dalam memory"
~ Gressyllya Viana Adiwijaya ~
🍃🍃🍃
Jam istirahatpun tiba,semua murid SMU "Generasi Bangsa" berhamburan keluar kelas.Bagi mereka jam istiharat adalah sesuatu yang tidak dapat dijabarkan dalam satu arti,dalam artian entah berapa juta rasa bahagia yang amat mendalam ini.(Dih mulai nih author nyastra padahal masih kere tentang diksi puitis tuh*Panca*).
Entah berapa banyak ritual saat istirahat tiba.Ada yang ke kantin(ini sih 99,99 sudah pasti :v),pergi ke WC(biasanya yang sering kaum cewe ntah cuma buat ngaca atau sekedar mbenerin penampilan :v),perpustakaan (kaum kutu buku),ngapelin pacarnya dengan pergi ke kantin bareng(bagi jomblokers nyudut dipojokan curhat sama tembok biar nyaman -,-).
Kantin mulai ramai,semua murid berebut menempati kursi yang masih kosong begitu juga para most wanted kelas XI-1.Mereka mulai memesan makanan dan minuman yang tersedia dalam daftar menu.
"Pada mau pesen apa nih?"tanya salah satu dari mereka.
"Gue pesen someone kurangin bencinya, tambahin cintanya, banyakin rindunya,jangan lupa diberi kasih sayangnya karna cinta takan sempurna tanpa kasih dan sayang,"ucap seorang cowo yang terlihat lebih pendek dibandingkan mereka,panggil saja dia sicebol anaknya babeh Jali mandor bakpao di kompleknya.
"Aelah dasar bucin lu cebol,pacaran ajah noh ama si miper,"cibir cowo yang bernama Rafa.
"Yeee seneng banget sih lu bully gue,takut kesaing gantengnya yekan?"cerca sicebol.
"Idih banyakin ngaca deh noh rambut ajah masih kusut kaya sapu ijuk gitu."
"Udah sih ribut mulu, malu tuh diliatin yang lain gantengan juga gue,"ucap David.
"Idih!!!!!!!!"elak Panca dan Rafa bersamaan.
"Forget it!lu pesen apa Dav?"tanya Rafa pada David.
"Gue pesen kaya biasa ajah,"jawab temanya yang akrab dipanggil David.
"Ooo okay ada tambahan lagi nggak?"tanya Rafa lagi,belum sempat ada sahutan,tiba-tiba sekelompok cewe datang mereka ngajak gabung bareng.
"Hey ganggu nggak?"tanya salah satu cewe itu yang ternyata bernama Angel itu.
"Nggak ko ngel ... silahkan duduk masih kosong nih,"ucap David agak grogi ntah perasaan apa yang tersembunyi antara dia dan angel.
"Hai Panpan kamu kok nggak bales chat aku semalem,"ujar teman Angel panggil saja Imel or Mel-mel yang kononya pacarnya Panca.
"Maap Mel-mel kuota kuh habis hehehe,"terang Panca sambil nyengir kuda.
"Uhuk-uhuk khem kayanya ada yang habis jadian nih ... palakin aja kuy,"sindir Rafa.
"Iyah mumpung perut gue lagi demo minta dikasih gaji nih,"timpal Angel.
"Ehh jadi lupa kalian bertiga mau pesen apa?"tanya Rafa pada ketiga cewe itu.
"Kita pesen bakso ajah minumnya jus lemon samain semua,"jawab Angel.
"Ooo okay bentar yah,"kata Rafa seraya pergi memesan makanan dan minuman yang dipesan teman-temanya.
Sambil menunggu pesanan,salah satu cewe yang sedari tadi diam sibuk mencari Juan akhirnya angkat suara.
"Ehh Juan mana kok nggak nongol batang hidungnya ada yang tau nggak dia kemana?"tanya cewe yang akrab dipanggil Ray.
"Bentar lagi juga kesini lagi dihukum sama Mr.Jon soalnya you know lah Juan kaya apa orangnya,"jawab Rafa.
"Emm ok ..."singkatnya.
Pesanan datang disambut ria para most wanted itu,mereka mengambil pesanan masing-masing dan langsung menyantapnya.Rasa nikmat yang hanya terucap oleh lidah mereka.
"Nahh tuh nongol orangnya,"kata Panca sambil menunjuk kearah Juan yang berlari tergopoh-gopoh menuju meja mereka membuat semua orang menengok kearah yang ditunjuknya.
Tanpa permisi Juan menyerobot duduk diantara Panca dan Rafa.Juan auto menyambar minuman Panca,diteguknya minuman itu tanpa sisa.
"***** lu An!Itu minuman gue jahat amat sih lu ama gue,"rutuk Panca kesal merebut gelas minuman yang dihabiskan Juan.
"Sorry *** gue haus banget soalnya,ehh gue minta baksonya yah,"terang Juan hendak merebut bakso Panca tapi dengan sigap ditepisnya tangan Juan.
"Ini kan punya gue nggak-nggak-nggak!"cibir Panca.
"Kasih napa *** liat tuh mukanya Juan dah kaya mayat hidup mogok makan seminggu,"timpal Rafa(Rafa inih kalo ngomong suka ngawur artinya apaan coba,nggak usah dibayangin yah readers).
"Betul tuh kata Rafa itung-itung nolong temen ya nggak Raf?"kata David.
"Iya-iya berhubung gue anaknya ganteng gue kasih deh,kurang ganteng apalagi coba,"bangga Panca disambut elakan yang lain kecuali Imel sih.
"Bomat lah yahhhh,"ucap mereka serempak bak paduan suara tujuh belasan.
"Hey keparat kalian!"rajuk Panca.
"Ehh gue ada cup cake nih buat lu An,mau nggak?"tawar Ray pada Juan yang masih sibuk dengan baksonya.
"Khem buat Juan ajah nih?kita-kita nggak dikasih gitu?"sindir Panca .
"Ehh buat kalian ada juga kok tenang ajah mumpung gue lagi buat banyak,"kata Ray menyodorkan kotak berisi cup cake yang sangat menggiurkan itu.
"Wew enak nih lumayan mumpung gratisan,"ucap Panca langsung menyerobot cup cake buatan Ray itu.
"Muka-muka gratisan lu,nggak modal banget,pelit lagi,"ejek Juan disambut gelak tawa teman-temanya.
"Yee bukanya pelit tapi ngirit!catet itu."
"Udah dong jangan bully Panpan akooh mulu kasian kan,mukanya udah kaya jalan tol gitu nggak kasian apa?"bela Imel membuat Panca nge fly ketinggian.
"Halus plus mulus ya Mel?"ucap Panca kepedean.
"Rata ***,"ledek Imel menjatuhkan Panca yang udah nge fly sampai angkasa luar.Hahaha ibarat habis dibawa terbang tinggi langsung dihempaskan begitu saja.
Semua orang tertawa keras membuat murid-murid lain memandang ke arah mereka.Tatkala sadar sedang jadi pusat perhatian,seketika mereka diam dan pura-pura mengobrol lagi.
"Ehh btw,gue ada breaking news nih masih anget loh dijamin nyata tanpa rekayasa anti hoax-hoax club,"kata Imel dengan yakin membuat semua orang penasaran.
Berita apa sih?Soalnya hampir semua berita yang keluar dari mulut si Imel 99,99 % terbukti fakta.
Kalo masalah ginian mah Imel banget jagonya entah dapat dari mana dan siapa sumbernya informasi itu langsung cepat sampai ketelinga Imel.
"Berita apa Mel?"tanya David penasaran.
"Apaan Mel?"ucap Ray.
"Ada apaan sih beb,"ujar Panca
"Elu nih Mel gosip melulu perasaan awas fitnah loh,"nasehat Angel.
"Yee ... siapa yang gossip Ngel,kan udah banyak berita yang gue omongin terbukti fakta.Tenang gue dapet informasi dari sumber terpercaya kok,"terang Imel membuat semua orang semakin penasaran.
"Jadi gini ... awal cerita tuh pas gue habis dari WC tuh nggak sengaja denger Miss.Diana sama Mr.Jon kaya bicara tentang murid baru gitu.Gue amatin raut wajah mereka serius banget ngomongnya diam-diam lagi.Yaaa emang sih gue belum tau siapa?kapan?dimana?bagaimana?mengapanya? sih,"sambungnya.
"Cewe,"jawab Imel.
"Cantik nggak beb?"tanya Panca.
"Ihhh kok kamu tanyanya gitu?sebel deh,"rajuk Imel.
"Bercanda kok beb ... You are is number one in my heart dehhh lope you,"rayu Panca.Imel auto merah merona tuh pipinya kaya kepiting rebus,kalau yang lain mah jijay mendengarnya.
"Oooo so sweet,"kata Imel sambil cubit pipi Panca yang kaya bakpao itu.
Mereka terlalu asik mengobrol tak sadar bel tanda masuk berbunyi,semua murid langsung bergegas ke kelasnya masing-masing mempersiapkan untuk mapel selanjutnya.
"Ehh kita duluan yah,habis pelajaranya Mr Jon soalnya,"terang Angel.
"Kita-kita juga mau balik ke kelas kok,kuy bareng,"kata Juan.
🍃🍃🍃
Jam kedua kelas XI-1 sedang berlangsung pelajaranya Bu Lisa.Guru yang mengajar Bimbingan Konseling (BK) berparas cantik dengan pembawaan yang friendly membuat dirinya menjadi favorite dikalangan para murid terlebih lagi para siswa yang sering menatapnya tanpa kedip.

(Ibaratkan saja yah readers)😂
Tak ada yang berani bolos saat pelajaranya selain guru yang friendly dia juga tegas,baginya aturan adalah kehormatan.Mau tidak mau harus dijalankan siapa yang melanggar?aturanpun bertindak.
"Ohhh ya berhubung saya sedang mengajar disini,ada berita baik untuk kalian,"kata Bu Lisa memberi kabar.
"Wahhh berita apaan tuh bu?"tanya Zeen ketua kelas.
"Kelas ini akan kedatangan murid baru pindahan dari Senior High School di LA,dan yang saya tahu dia cewe nanti kalian bakal kenal lebih lanjut,"jelas Bu Lisa.
Semua para murid penghuni kelas itu begitu antusias mendengar berita dari Bu Lisa dan penasaran ingin melihat murid baru nya terlebih lagi bagi kaum pria siapa tahu bisa dijadikan doi.Hahaha dasar buaya😂.
"Wahh kapan dia datang bu,"tanya Mark si biang onar dikelas XI-1 melebihi Juan pastinya.
Belum sempat dijawab Bu Lisa,terdengar pintu kelas diketuk.Semua murid menengok kearah pintu melihat siapa yang datang.
Seorang satpam datang,terlihat berbicara sedikit dengan Bu Lisa lalu keluar dan membawa masuk seorang cewe dengan seragam rapi,rambutnya diikat kesamping lalu dikepang indah.
Wajahnya begitu cool hanya sedikit senyum yang terlihat diwajahnya.Matanya menyimpan banyak misteri dan hanya sebagian orang yang mengetahuinya.
Gadis itu menggunakan kacamata tetapi tak membuatnya jelek justru membuat kesan manis cantik elegan.
Semua murid nyaris tidak kedip sekalipun,entah aura mana yang terpancar diwajahnya seakan menarik seluruh perhatian orang yang melihatnya.
Kelas yang tadinya ramai seketika senyap tatkala gadis itu memasuki kelas tersebut.Semua masih terpaku dengan pemandangan didepanya.
"Baiklah murid-murid ini yang tadi saya bicarakan,dan kamu Viana silahkan perkenalkan dirimu,"perintah Bu Lisa.
Gadis yang bernama Viana itu terlihat grogi saat berkontraksi langsung dengan teman-teman barunya.
Tetapi Viana merasakan aura yang seketika sejuk seperti terdengar bisikan lembut yang membisikan bahwasanya dia pasti bisa melewati semua ini.
Dengan tekad yang terkumpul akhirnya Viana berani memperkenalkan diri.
"Hi introduce my name G.Viana.A moved from LA,greetings (perkenalkan namaku G.Viana.A pindahan dari LA,salam kenal)"kata Viana bernafas lega setelah berhasil mengucapkan sepatah kata perkenalan yang sulit baginya.
"Ajegilee pake inggrisan bung!My name is Woowo,i'm live in Jakarta barat sebelah bakul bakso warna blue nggone Pak Jambali,mlebu gang duren nah my home kue ke five soko kono,"ucap Wowo memperkenalkan diri dengan logat banyumasan asal kelahiranya.Begini nih yang bahasa inggrisnya ambruladul (baca:berantakan (kamus Bahasa Jawa).
"Alah sok Inggris lu Woo bisa juga kagak,"celutuk Mark meledek Woowo disambut derai tawa kelas XI-1 itu.
Bu Lisa hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap murid-muridnya yang luar binasa freak nya.Ternyata banyak ciri khas yang didapatkam dari kelas itu.
Setelah dirasa cukup untuk sepatah kata perkenalanya,Bu Lisa pun menyuruh Viana duduk dibelakang pojok kanan bersebelahan dengan Juan.Mau tidak mau Viana duduk disebelah seorang cowo yang tidak dikenalnya karena hanya bangku itu yang tersisa.
"Arasso Viana,silahkan duduk dibangku belakang pojok kanan,semoga kau nyaman berbahagialah,"ucap Bu Lisa memerintah,Vianapun mengangguk tanda mengerti.
Setelah sampai dibangkunya,Viana mendaratkan pantatnya dikursi yang ditunjuk Bu Lisa.
Terlihat seorang cowo tengah tertidur pulas sedari tadi.Viana menatap sekilas cowo disebelahnya entah dorongan darimana dia menyapu pandanganya kearah cowo itu.
Rasanya seperti ada aura menenangkan dalam benaknya,tanpa disadari cowo perlahan mengerjapkan matanya dan mendapati pemandangan nan indah dihadapanya.Viana yang tertangkap basah sedang menatapnya langsung buang muka dan bersikap dingin seperti biasanya.
Juan nampak berpikir sejenak,nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.
"Tuhan ... apakah aku sudah disurga?kenapa ada bidadari secantik ini?"tanyanya dalam hati.
Tak pernah dia merasakan perasaan yang seperti ini.Aneh dan sungguh benar-benar aneh.Jelang beberapa menit barulah Juan sadar dia masih disekolah dan ... lalu siapa gadis disebelahnya?
"Hey siapa lu?!teriak Juan mengundang perhatian seluruh murid kearahnya.Semua kaget dengan teriakan Juan terlebih lagi Viana yang disebelahnya,rasanya gendang telinganya bisa rusak jika terus disebelahnya.
"Juan ada apa kamu?kok teriak-teriak dalam pelajaranya saya.Tidak sopan itu,diamlah!"tanya Bu Lisa sekaligus bertanya kepada Juan.
"Kok ada dia disini sih bu?turun darimana coba?"jawab Juan semakin ngawur membuat Bu Lisa curiga sedari tadi Juan tidak memperhatikan pelajaranya.
"Lohh itu kan murid baru, wait-wait jangan bilang kamu tertidur lagi Juan?ayo jawab!"
"Hehehe iya bu maaf,"kata Juan tersenyum hambar.Sial kenapa malah jadi ketahuan gini!
"Emm ok,saya ada hadiah buat kamu.Buatlah surat pernyataan 25 kali bahwa kamu tidak akan mengulanginya lagi besok taro dimeja saya,"kata Bu Lisa menghukum Juan.
"Lohh kok gitu sih bu?"ujar Juan tak terima dirinya dihukum.
"Laksanakan atau tambahan?"tawarnya.
"Laksanakan ajah deh bu,"ucap Juan pasrah dengan hukumanya.
"Sipp ..., baiklah anak-anak buka halaman 25,kerjakan satu sampai sepuluh dibuku tugas,"perintah Bu Lisa.
Semua murid kelas itu mulai berpikir untuk mendapatkan sebuah jawaban agar mendapat nilai yang best.
Lain dengan Juan yang masih kesal dengan permasalahan yang dihadapinya hari ini.Hukuman datang bertubi-tubi tanpa henti membuat dirinya geram dengan hari yang paling menyebalkan ini.
Berbagai umpatan ingin dia lontarkan saat itu juga,untungnya Juan masih ingat situasi dan kondisi kalau tidak satu hukuman akan menimpanya lagi.
Entah perasaan apa yang Juan rasakan saat ini,pada intinya dia muak dengan semua yang ada.
"I hate today!"gumamnya lirih.
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
Tbc