Let me Love You

Let me Love You
Bad Day



Jam menunjukan pukul 11.00 pm, seharusnya dua jam yang lalu waktunya Viana untuk tidur.Masalah yang membebani pikiranya membuat Viana telat untuk tidur.


Jikalau bokap dan nyokapnya sampai tahu Viana belum tidur apalagi melebihi jam tidur yang sudah diatur oleh keluarganya siap-siap besok pagi dirinya diberi wejangan panjang lebar oleh bonyoknya.


Viana mendaftar apa yang harus disiapkan untuk hari esok.Karena besoklah hari pertamanya sekolah SMA di Jakarta.Semua harus disiapkanya dengan baik tanpa ada pengecualian.


Sekolah baru,suasana baru,teman baru dan semua yang serba baru.Viana merasa belum siap untuk kontak langsung dengan teman-teman barunya.


Rasa takut menyelimuti dirinya jika mengingat teman-temanya dulu di LA.Goresan masalalu teringat lagi dalam ingatan tak sadar tetes air mata membasahi pipi Viana.



(Cast Viana tatkala mengenang masalalunya)


Tok ... tok ... tok ...


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanya,buru-buru Viana menghapus sisa air matanya dan berusaha mengatur napasnya agar tidak terlihat seperti sedang menangis.


"Gressyll bolehkah aku masuk?"tanyanya diluar sana masih mengetuk pintu.


"Siapa?"Viana berbalik tanya.


"Ini aku kak Fero,"jawabnya.


"Sebentar kak."


Viana bergegas membukakan pintu,terlihat kakanya mengenakan baju piama dan tersenyum sambil melambaikan tangan kepadanya.Viana mempersilahkan Kak fero masuk.


"Hey Gressyll kau belum tidur?"tanya kak Fero setelah dipersilahkan masuk,dia memilih duduk di sofa dekat ranjang Viana.


"Seperti yang kaka lihat,aku masih menyiapkan sesuatu untuk besok,"balasnya sambil berpura-pura menata buku agar kak Fero tidak curiga.


"Kau tau ini sudah larut malam kan?jika Mom dan Dad tau kau akan dimarahi,"terang kakanya.


"Maaf kak,kupastikan ini tidak terulang lagi,"ujar Viana tersenyum simpul.


"Baiklah ada yang bisa kaka bantu?"tawar kak Fero.


"Tidak usah kak ... ini hampir kelar kok ... Nahhhh siap,"balas Viana ketika selesai membenah buku untuk besok.


"Bagus sekarang ayo tidurlah kaka akan menemanimu sampai kau tertidur?"perintah kak Fero bangkit menata tempat tidur Viana,Viana pun menurut dan ambil posisi tidur.


"Lebih baik kaka tidur saja,mungkin aku bakal insomnia lagi seperti biasa,"suruhnya.


"Tidak Gressyll kaka temani kamu sampai tertidur.Baiklah kaka akan bercerita sedikit agar kau bisa tertidur pulas."


Viana mengangguk pelan,kini kepalanya berada dikaki kak Fero.


"Kau tau Gressyll?Kadang hidup ini seperti perputaran rotasi bumi.Matahari akan berganti dengan sang rembulan untuk menyinari jagad raya ini jika waktu berganti tlah tiba.Matahari selalu sendiri tapi dia tak pernah berhenti menyinari itu bisa melambangkan hidup kita saat sendiri,karena dibalik kesendirianya matahari tau jika tidak menyinari dunia ini maka semuanya akan gelap gulita.Sedangkan cahaya rembulan dia tidak sekuat cahaya matahari tapi kau lihat ada bintang yang selalu menemaninya dalam kegelapan.Kau tau artinya?Ya saat sendiri dalam kegelapan janganlah takut pasti ada teman yang membantu memberi penerangan,menuntun dalam kegelapan dan memberi uluran tangan menemani disetiap langkahmu,selalu ada saat suka maupun duka,"terang kak Fero cukup membuat Viana terhanyut dalam suasana,memori masalalunya selalu datang saat dia merasa kesepian,entah sampai kapan dia bangkit dalam keterpurukan.


"Jadi buanglah rasa takutmu saat sendirian kau tak pernah tau akan ada seorang teman yang menjemputmu tuk merasakan keindahan dunia dan pahitnya kehidupan.Percayalah suatu saat dia pasti datang,itu pasti!"sambung kak Fero lagi berusaha menyakinkan Viana agar trauma masalalunya sirna dalam benaknya dan mulai terbuka terhadap perasaanya.


Mendengar penuturan kakanya Viana masih terpaku bingung harus berbuat apa.Perasaanya kini berkecamuk marah, sedih,kecewa, beradu dibenaknya.Konflik batin pada dirinya terjadi lagi.


"Gressyll percayalah disini kaka mom,daddy selalu ada untukmu sayang,"ujarnya.


"Aku sayang kaka,"ucap Viana dengan mata berkaca-kaca dan menangis terisak-isak.


"Aku juga,sekarang kau tidurlah.Good night and sleep well sayang,"perintah kak Fero membenarkan posisi tidur Viana.Satu kecupan dikening Viana membuatnya sedikit lebih tenang.


Selang 15 menit akhirnya Viana bisa tertidur.Kak Fero bernafas lega.Ditutupnya pintu pelan-pelan tak mau satu suara pun mengusik tidur Viana.


                           🍃🍃🍃


Kakak beradik sedang fokus kelayar televisi,tanganya tak berhenti menekan tombol dengan cepat.


Mereka terlalu serius dengan kegiatanya masing-masing sampai lupa waktu,tak sadar larut malam menghampiri.Point keduanya kini imbang 1 : 1.


"Hahaha gue bakal menang nih bang!Liat ajah,mending lu siap-siap kalah deh sama gue.Jangan nangis lohh permen mahal sekarang gope dapet tiga,"ujar Juan sombong tatapan masih lurus ke layar.


"Ohh ya ...?Mending lu tarik omonganmu lagi deh,takutnya nyesel!"timpal bang Juna ikutan sombong.


"Yeeee ayo oper sini oper sini!!!!yaaaa dikit lagi terus terus awassss!!!!!!Agrrrrrrrrrr siallllllllllll!!!!!!!!!!!!!!,"rutuk Juan saat bola berhasil direbut bang Juna dan berhasil mencetak gol terakhir.Juan pun kesal bukan main tak terima dirinya kalah semudah itu.


"Hahaha skill permainamu rendah banget.Masa baru segitu udah kalah,"ledek bang Juna mengejek Juan.


"Yee lagi hoki ajah lu bang!takutnya lu nangis pas kalah main sama gue,"Juan bales ngledek.


"Hellah bilang ajah lu kagak bisa main."


"Siapa bilang?"


"Lhhhh itu barusan lu kalah,ngaku deh lu?"


"Mana ada lu yang curang kali,"tuduh Juan.


"Enak ajah!Kenapa jadi nuduh gue sih?"kesal bang Juna.


Keadaan mulai memanas,begitulah Juan yang selalu ingin menang sendiri dan bang Juna yang selalu ngledek Juan.


Suara ribut mereka membangunkan Nyonya Sofia Nasution aka nyokapnya mereka.


"Juan! Juna!Kalian ini malam-malam masih ribut ajah ganggu yang lagi istirahat."


"Ini nih bun Juan bikin kesel,"kata Juna menyalahkan Juan.


"Apaan sih lu!!lu yang ngajak ribut duluan,pake nyalah-nyalahin orang lagi,"elak Juan.


"Diammmmm nggak usah saling tuduh,masuk kekamar atau uang dan fasilitas keluarga bunda sita,"ancam bundanya.


"Ehhh iya bun ini Juan masuk kamar kok,dadah bun ... good night aku sayang bunda,"ucap Juan langsung ngacir kekamarnya.


"Aku juga ... dadah i wish you sweet dream bun,"kata juna mengikuti Juan.


"Dasar kalian inih,"ucapnya sambil mengelus dada.


Kakak beradik itu ngacir masuk kamar masing-masing sebelum fasilitas yang diberikan kepada mereka dicabut.


Kan nggak ucul!!!kalau mereka harus ngutang temen sana-sini, bisa jatuh dong image mereka.


Salah mereka sendiri sampai lupa  waktu.Bang Juna segera ambil posisi tidur,perdebatan tadi cukup melelahkan.


Juan pun melakukan hal yang sama,tetapi tiba-tiba notif hpnya berdering,mau tidak mau Juan terpaksa mengecek siapa yang berani mengganggu ritual tidurnya.


"Agrrrrhhh siapa sih yang berani ganggu sang pangeran Dylan malam-malam gini?!"kesalnya.


Juan membuka hpnya dan ada satu pesan dari nomor tak dikenal.Penasaran akhirnya Juan membuka pesan itu.


+6281542977630 : Nite bebz😘kamu udah tidur?aku kangen nih


@Juan sipangeran dylan : Siapa ya?✔✔


+6281542977630 : Ihhhh masa kamu lupa sih bebz?😢


@Juan sipangeran dylan : Siapa? gue nggak kenal fans gue kan banyak,ya kali harus ngingat satu satu!✔✔


+6281542977630 : Hiks😖kamu kok jahad sih bebz masa aku dilupain😢.Ini aku pacar kamu Cindy😓


@Juan sipangeran dylan : Cindy yang mana?✔✔


+6281542977630 : Masa lupa sih? Cindy yang kemarin kamu tembak di aula sekolah😡.


@Juan sipangeran dylan : Oooo iyah maap bebz aku tadi amnesia😂✔✔


+6281542977630 : Ihh kamu mah... besok kencan kuy sepulang sekolah


@Juan sipangeran dylan : Liat sikon ya bebz✔✔


+6281542977630 : Ishhh kok gitu?Kamu masih sayang kan sama aku?✔✔


@Juan sipangeran ganteng : Ehh bukanya gitu... tapi emmm ✔✔


+6281542977630 : Nggak usah tapi-tapian  pokoknya harus titik!


@Juan sipangeran Dylan : Iya bebz iyah -,-✔✔


+6281542977630 : Nahhh gitu dong baru pacar idaman akohhh,Mimpi indah cayank😙


+6281542977630 : Kok balesnya singkat gitu yang panjang napa !😒


@Juan sipangeran dylan : Panjanggggggggggggggggggg✔✔


+62815977630 : Ishhh gkpp deh yg penting bsk jln brng 😍✅✅


"Idih bawel banget sih tuh cewe,terpaksa deh besok nge date bareng.Coba ini bukan tantangan main TOD naklukin cewe mana mau gue sama cewe criwis kaya dia.Liat ajah nggak lama lagi gue putusin ,"gumamnya lirih.


Setelah membalas chat dari sang pacar barunya Juan auto matiin nontification biar nggak ada yang gangguin tidur lelapnya.


Dasar Juan selalu mempermainkan hati cewe.Dalam kamusnya cinta hanyalah sebuah permainan belaka yang kapan saja bisa dia mainkan.


Dari sekian mantanya Juan tak satupun yang berhasil memenangkan hatinya.Tak peduli dia dijuluki sebagai Playboy cap buaya terbang,toh dia tetap most wanted.


Yhaa nggak? Cogan mah bebas


                           🍃🍃🍃



(Cast Juan pas tidurCakep nggak?Tau kan dia sape?Pacar author tuh :v)


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar cowo yang masih tertidur pulas,siapa lagi kalau bukan Juan si moloran itu.


Merasa tak ada sahutan dari dalam,seseorang diluar sana mengetuk pintunya lagi.


Tok...tok...tok...


Kesal masih tidak ada sahutan akhirnya dia berusaha membuka pintu kamar,dan ternyata tidak terkunci.


Seseorang masuk dan menghela nafas panjang melihat Juan masih asik didunia mimpinya.Ide jahil pun terbesit dalam pikiran dan dia mengangkat sudut bibir kirinya.


JUAN!!!!!


"Awas ada kecoa raksasa!!!"teriak bang Juna ditelinga Juan yang tengah tertidur pulas.


Juan terlonjak kaget auto bangun dan berdiri diatas ranjangnya sambil teriak-teriak histeris membuat bang Juna tertawa terbahak-bahak.


"Mana kecoa?!!!Agrrrrrhhhh bunda!!!ayah!!!tolong!!!ada kecoa hiiiiiiii!!!oh God selamatkan aku!!!Agrrhhh!!!!!!!"


racau Juan masih berdiri diatas ranjang sambil menutup mukanya dengan bantal.


"Bwhahahahaha!!!!!"tawa bang Juna menjadi-jadi melihat kelakuan adeknya yang kekanak-kanakan.Ekspreksi Juan yang begitu lucu membuatnya tak berhenti tertawa.


Mendengar tawa bang Juna,Juan pun sadar dirinya tengah dikerjai.Dilemparnya bantal kewajah bang Juna tepat sasaran.


"Keparat lu bang!!!Seneng banget yah liat gue menderita.Kayanya deritaku bahagiamu yak?!"ucap Juan menggerutu kini pipinya merah padam.


"Hahaha!!!habisnya udah tau pagi nggak bangun-bangun!dasar moloran banget!Liat noh udah jam berapa!"perintah bang Juna masih tertawa.


"Apaan sih orang masih jammmm...,"ucapanya terhenti saat melihat angka pada arlojinya.Juan membelalakan matanya dan ...


"Jam berapa An?"tanya bang Juna dengan senyum jail penuh kemenangan.


"Sialan udah jam 06.30 tidak!!!!!!hari ini ada quis pagi lagi!oh God tolonglah aku!"teriak Juan seraya bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap.


Terpaksa ritual mandi bebek pun dilakukanya untuk mempersingkat waktu.Semuanya dilakukan dengan tergesa-gesa dengan harapan tidak ada yang tertinggal.


Bukanya ikut membantu bang Juna malah asik main game diranjangnya.Mentang-mentang kuliah siang jadi gini deh berbuat semaunya.


"Bang!gue minjem kontak motor lu yak,kalau diantar sopir kelamaan gk cukup waktunya buru-buru nih takut telat,"ijin Juan sambil memakai jaket hitamnya.


"Lhh motor lu kemana?"bang Juna balik tanya.


"Lagi di service kemarin habis.... you know lah."


"Tapi kan ntar gue berangkatnya pakai...,"omongan Juna terpotong,melihat Juan tanpa ba bi bu merebut kontak motor disaku celananya.


"Ok bang makasih lope you so muchhh muachhhh,"ucap Juna masih sempet-sempetnya kiss bye.


"Ihhh jijay bajay bawang bombay,"gumamnya lirih.


Juan berlari menuruni tangga dan mendapati bundanya sedang menyiapkan sarapanya.


"Lohh Juan nggak sarapan dulu?"tanya bundanya masih sibuk mengolesi roti dengan salai.


"Nggak sempat bun,buru-buru nih!"kata Juan mencium pipi bundanya.


"Ntar kamu sakit,bunda siapin bekal yah?!Juan!!!"teriaknya memanggil Juan.


"Dadah bun!aku sayang bunda!"sahutnya.


Setelah tancap gas,Juan melaju dengan kecepatan tinggi.Yang dipikiranya cuma satu jangan sampai telat kalau nggak guru killer bin tuwir itu akan menyuruhnya berjemur dihalaman sekolah.


Tak butuh waktu lama akhirnya Juanpun sampai diambang pintu gerbang sekolah.Terlihat pak Satpam menutup gerbangnya,melihat syurganya hampir ditutup Juanpun berusaha menghentikan pak satpam.


"Tuggu pak!!!Biarkan saya masuk!please hari ini saya ada quis pagi,"pinta Juan dengan puppy eyes membuat pak satpam tak tega menutup gerbangnya.


"Kamu inih!yasudah cepat masuk,kali ini saya bebaskan tapi tidak lain waktu,"jelas pak satpam luluh juga.


"Yess makasih pak,bapak baik banget deh,"puji Juan dengan senyum kemenangan.


"Buruan sebelum saya berubah pikiran!"perintah pak satpam.Tanpa banyak cuap motor Juan memasuki area parkir,setelah memarkirkan motor kakaknya Juan berlari menuju kelas,sialnya kelasnya terletak diujung koridor membuatnya berlari lebih jauh.


Setelah sampai di depan kelas,pintu diketuk,terlihat sosok perawakan tinggi,mata yang bulat melotot,perut buncit,dan kepala botaknya menambah kesan menakutkan.


Belum lagi gigi emasnya.Jika dia tertawa kilauan giginya yang tajam seakan-akan menerkam makhluk yang ada dihadapanya.


Juan hanya menunduk dan meneguk salivanya.Entah apa yang akan dilakukan si botak tuwir inih,jangan sampai hal yang diduganya benar.


"Maaf pak saya terlambat,"akhirnya Juan angkat bicara.


"Yang bilang kamu nggak terlambat siapa?kalau cari alasan itu yang benar!"omel guru killer itu.


"Lohhh ya bener pak wong emang bener saya terlambat.Kalo saya bilang maaf pak saya habis ngamen diperempatan yak namanya boong iya toh,"kata Juan disambut gelak tawa penghuni kelas XI-1 itu.Seketika kelasnya ramai membuat guru killer itu geram.


"Diam semua!Juan hormat tiang bendera sambil berjanji tidak akan mengulanginya lagi.Sekarang!!!"geramnya.


"Tapi pak saya kan terlambat cuma lima menit"mohon Juan memelas.


"Tidak ada toleransi cepat!!!"


"Sekarang pak?"tanya Juan kepolosan.


"Ntar nunggu taun baru."


"Ooo masih lama dong pak,yasudah saya duduk ajah deh pak sambil nungguin taun baru,"jawabnya enteng tanpa rasa bersalah sedikitpun dasar Juan.Lagi-lagi penghuni kelas itu tertawa keras.


"Juan!!!!!!!"teriaknya murka.


"Iya pak ini saya kesana,"ucapnya langsung ngacir dan menghormat ketiang bendera.Ramai orang mengintip dari jendela kelas menyaksikan pangeran dylan mereka dihukum.


Ada yang merasa iba,senang(kaum haters pastinya)dan banyak yang ingin mengelap keringatnya,memberinya minum,melayani dan masih banyak lagi yang ingin menjadi budaknya.Hahaha dasar bucin mau ajah disuruh-suruh.


"Shit,udah jatuh ketimpa tangga pula.Mana gue belum makan lagi,duhhhhh sial bener hari ini gue,"umpatnya dalam hati.


Dilubuk hatinya terselubung rasa kesal yang amat mendalam.Terlebih lagi pada Cindy dan perdebatan dengan bang Juna coba ajah nggak terjadi pasti nggak kaya gini endingnya.


Waktu terus berputar,cuaca bertambah panas.Cahaya matahari mulai menyilaukan mata,peluh keringat terus bercucuran membasahi tubuhnya.


Rasa pegal,penat,lelah itulah yang dirasakan Juan.Waktu seakan berjalan lambat,tak tahan lagi rasanya dia terus berdiri.Untunglah tuhan berbaik hati padanya.


Kringgggggggg........


Suara yang dinanti-nantikan Juan sejak tadi akhirnya terdengar ditelinganya.Tak sabar dia ingin kekantin dan menyantap makanan yang akan memanjakan lidahnya.


-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --


-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --


Tbc!