Let me Love You

Let me Love You
Bab 23.



Sepasang insan itu masih terjaga setelah menuntaskan hasrat mereka lagi dan lagi. Toni memeluk tubuh Andin dari belakang. Kedua tubuhnya masih polos hanya di tutupi selimut. Andin tiba-tiba menitikkan air mata. Teringat perjalanan hidupnya ditinggalkan orang tuanya, hidup sendirian di jalanan dan dimanfaatkan sebagai pelampiasan nafsu seorang lelaki. Dan sekarang dirinya di anugerah i kebahagiaan yang lengkap. Dicintai sepenuh hati oleh seorang laki-laki, tanpa maksud tertentu di belakangnya.


"Kenapa kau menangis sayang, kau menyesal melakukan nya dengan ku".


"Tidak,, bukan begitu Toni....aku hanya takut ini semua hanya mimpi".


"Nanti saat aku terbangun, semua sudah hilang dan kau meninggalkan aku".


"Dengar Andin, aku sudah memilihmu, jadi sampai maut memisahkan hanya kau yang akan selalu di hati ku".


"Kebahagiaan ini terlalu lengkap, aku bahkan sulit untuk ku percaya".


"Dengar Andin,, ayo kita menikah secepatnya".


"Kita lihat seberapa besar cinta kita bertahan".


"Kau hanya harus percaya, biar aku yang membuktikan nya kepada mu".


"Aku janji,, ini air mata terakhir, mulai sekarang kau hanya harus tersenyum saja".


"Lupakan semua masa lalu mu, kita buka lembaran baru bersama".


Andin memeluk Toni erat. Dia tak ragu lagi. Mulai sekarang hanya ada Toni di hatinya. Orang yang benar-benar tulus dan sayang padanya. Tanpa maksud dan tanpa tapi.


Mereka tidur berpelukan. Siang hari keduanya baru bangun, setelah mendengar telpon dari Natalie. Buru-buru Toni menjawab panggilan dari ibu angkat kesayangan nya itu.


"Ya, mom.....".


"Anak nakal,,,kalian kemana saja??".


"Aku sedang meyakinkan Bella untuk mau jadi istri ku mom".


"Sebentar lagi kami akan pulang".


"Baiklah,,,,mom tak tahu kalau kau mempercepat pernikahan mu".


"Mereka semua meminta konfirmasi".


"Hubungkan dengan ponselku saja mom, biar aku yang urus semuanya".


"Baiklah....kau segera bawa Bella pulang".


"Ok mom,,, love you!!!".


"Ada apa dengan Natalie??".


"Dia merindukan mu, Natalie ingin kita segera pulang".


"Kalau begitu lepaskan aku Toni, kita harus segera bersiap-siap bukan??".


"Kau mau kemana,,aku belum selesai".


"Toni ....hentikan,,aku mau mandi, lepaskan aku!!".


"Kita mandi bersama,,,ok...!!!".


Toni menggendong Andin ke kamar mandi. Dia tak melepaskan ciuman nya sedikitpun di bibir Andin. Di bawah guyuran shower, aktivitas panas mereka terus berlanjut. Seolah tak ada puasnya, Toni mencumbu Andin, dan kembali meninggalkan jejak merah di sekujur tubuhnya. Suara ******* keduanya berpacu dengan bunyi gemericik air, menciptakan sensasi erotis yang semakin menambah liar hasrat mereka berdua. Percintaan yang panas kembali dilakukan oleh pasangan insan kasmaran ini. Acara mandi mereka pun memakan waktu hampir 1jam lamanya. Keduanya keluar dari kamar mandi dengan tersenyum puas.


"Kau nakal sekali Toni,,kita jadi terlambat pulang sekarang".


"Ini karena mu,,aku tergila-gila padamu".


"Sudah hentikan,,jangan sentuh aku lagi!!".


"Cepat berpakaian, atau Natalie akan menyusul kita kesini".


Toni bangun dari sofa, hendak mengambil kemejanya. Dia masih sempat menggoda Andin dengan mencium bibirnya tiba-tiba. Andin sampai hampir kehabisan nafas oleh ciuman liar dari Toni tersebut.


Toni mengenakan pakaian nya sambil memandangi Andin yang juga tengah bersiap. Toni tersenyum. Entah kenapa semua yang ada pada diri Andin terasa bagai candu. Apalagi sekarang, setelah dia merasakan bercinta dengan nya. Toni seakan tidak ada puasnya. Andin bagai narkoba untuk nya, jangan sampai sedetik pun menghilang dari pandangan nya".


"Apa yang kau lihat,,pasti ide gila di kepala mu".


"Tidak sayang,, aku menikmati kecantikan mu".


"Entah kenapa kau begitu indah,,ah........aku benar-benar gila oleh mu".


"Hentikan,,,,,kita pulang sekarang".


"Tunggu,,,,aku punya permintaan untuk mu".


"Katakan,,aku siap mendengarnya".


"Setelah ini, apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku lagi".


"Entah dengan yang lain nya,,tapi aku bisa mati kalau sampai kehilangan mu".


"Kau mau berjanji kan,, untuk setia di sisi ku selamanya".


"Iya Toni,, kau jangan khawatir, aku pasti menepati janji ku".


"Terimakasih Andin,,, aku sangat mencintai mu".


Toni mencium lembut bibir Andin dan membawa tubuhnya ke dalam pelukan nya.


Sesaat mereka terdiam menikmati angin pantai sebelum akhirnya kembali ke kota.


"Hmm.....bahkan kalian sudah berbulan madu sebelum menikah".


"Aku melamar Andin secara resmi mom".


"Dan kami sudah putuskan untuk memajukan tanggal pernikahan".


"Aku tak ingin melewatkan waktu sedetik pun tanpa Andin di sisi ku".


"Aku ingin seperti kalian berdua".


"Bagus sayang,,itu keputusan yang tepat".


"Mom sangat bahagia mendengarnya".


"Lalu,,undangan kalian,,apa aku harus membatalkan??".


"Jangan,,tidak perlu mom".


"Itu untuk resepsinya saja".


"Aku ingin pernikahan ku di hadiri oleh keluarga saja".


"Momen sakral itu, biar kita saja yang merasakan nya".


"Yang lain nya biarkan berjalan seperti biasanya".


"Bagaimana Andin,, kau setuju dengan ide ku??".


"Tentu Toni, apa pun keinginan mu, aku pasti mengikuti nya".


"Baiklah,,,aku lega sekarang".


"Lalu, kapan pernikahan kalian di langsungkan??".


"Besok mom,,bersiaplah...aku sudah mengurus semuanya".


Natalie terkejut sekaligus antusias. Memutuskan menikah hanya dalam semalam. Natalie sungguh tak yakin dengan persiapan Toni. Tapi Natalie sadar kalau cinta mengalahkan semua logika. Jadi dia tinggal ikuti kemauan putranya itu.


Di kediaman Vanessa, Bram resah menanti berita dari orang suruhan nya. Dia tengah mengumpulkan fakta-fakta tentang Andin. Bram sungguh yakin kalau Bella adalah Andin gadisnya. Setelah ada kepastian, barulah Bram bisa bertindak nanti.


"Kau kenapa Bram, ada yang kau pikirkan??".


"Kau terlihat sangat gelisah".


"Vaness, kapan pasangan itu akan menikah".


"Rencananya dua bulan lagi,, kenapa kau tertarik mengetahuinya?".


"Aku peringatkan Bram,,sikapmu sangar buruk dengan Toni".


"Dia calon suami teman ku,aku tak mau kau mengganggunya lagi".


"Telpon Bella sekarang, minta dia bertemu dengan mu sendirian".


"Tak bisa Bram,, dia sedang berlibur dengan tunangan nya".


"Kau lihat, foto mereka sangat romantis".


"Menikmati matahari terbenam di pelukan kekasih kita, itu sangat indah Bram".


Bram merebut ponsel Vanessa dan memandang foto Toni dan Andin di sana. Seketika Bram melemparkan ponsel tersebut jadi hancur berkeping-keping.Vanessa sangat terkejut dengan kelakuan Bram kali ini.


"Apa masalah mu sebenarnya??".


"Kenapa kau begitu marah melihat kemesraan mereka berdua".


"Aku yakin ini bukan sekedar kebetulan".


"Katakan Bram,,atau aku tak akan mengampuni mu".


"Ini sudah keterlaluan..!!!!".


"Berani sekali dia menyentuhnya!!".


"Lihat saja,,kali ini aku tak akan memaafkan nya".


"Cukup Bram,,katakan padaku siapa Bella sebenarnya".


"Ada hubungan apa kalian sampai kau se marah itu melihat fotonya".


"Ayo...jawab Bram...!!".


"Diam Vaness,,,ini sama sekali bukan urusan mu".


"Biarkan aku sendiri yang selesaikan ini".


Bram pergi dari apartemen Vanessa masih dengan kemarahan. Kali ini dia benar-benar terbakar cemburu. Toni telah berhasil mendapatkan miliknya. Dan Bram tidak akan tinggal diam.


Malam semakin larut membawa mobil Bram yang melaju kencang di jalanan kota London. Tujuan nya hanya satu, pantai yang disinggahi oleh Toni dan Andin. Dia akan menyusulnya ke sana, padahal mereka sudah kembali dari sana.


...****************...