Let me Love You

Let me Love You
Bab 25.



Andin dan Toni meninggalkan gereja dengan diantar oleh keluarga mereka. Rencananya mereka akan berbulan madu ke pulau Maldives. Toni sudah menyiapkan segalanya untuk kepergian mereka. Tinggal berangkat ke Bandara dan langsung terbang.


Setibanya di Bandara, mereka bergegas memasuki pesawat dan langsung terbang menuju pulau Maldives.Perjalanan nya sendiri memakan waktu belasan jam. Sudah hampir tengah malam ketika mereka tiba di cottage yang telah di sewa Toni.


Masih memakai pakaian pengantin lengkap, Toni menggendong Andin menuju ke kamar mereka. Sebuah gubuk kecil di atas air dengan fasilitas lengkap di dalam nya. Sepanjang perjalanan menuju kamar, Toni tak melepas ciuman nya ke seluruh wajah Andin.


Sesampainya di dalam kamar, Toni segera membaringkan Andin di atas ranjang.


Dia langsung ******* habis bibir Andin seakan hendak memakan nya. Sesekali lidahnya menyapu leher Andin yang jenjang.


Kata-kata mesra di bisikkan Toni di telinga Andin, sehingga semakin menambah gairah percintaan mereka. Kali ini Toni melakukan nya dengan sangat lembut. Mengeksplore keindahan tubuh Andin menyeluruh.


Andin tak kuasa menahan sentuhan Toni.


Terkadang terdengar suara ******* nikmat nya di buai oleh perlakuan Toni yang penuh cinta. Andin sudah tak ingat apa-apa lagi. Yang ada hanyalah ledakan kenikmatan yang tiada Tara. Gaun pengantin nya pun entah sudah berbentuk seperti apa, teronggok kasar di pojok kamar mereka. Kedua insan yang sedang dimabuk cinta. Memadu kasih sepanjang malam, menikmati bulan madunya.


Pagi hari Toni sudah terbangun, dia telah menyiapkan sarapan untuk Andin. Sementara istrinya itu masih terlelap di peraduan, kecapekan setelah semalam hampir tak memejamkan mata karena ulah Toni. Andin menggeliat,, dia membuka mata dan menyadari kalau Toni sedang menatap tubuh polosnya. Buru-buru Andin meraih selimut dan menutupi tubuhnya.


"Terlambat,,,,sejak tadi aku sudah melihat semuanya sayang".


"Ayo,,makanlah....aku sudah siapkan sarapan untuk mu".


"Hmm....kau manis sekali Toni,, terima kasih banyak".


Andin meminum jus jeruk dan roti bakar yang telah di bawa Toni. Kemudian dia bangkit dan beranjak ke kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya yang lengket dari sisa-sisa percintaan nya semalam dengan suaminya itu.


"Kau ingin jalan-jalan kemana hari ini??".


"Toni,, bolehkah aku berbaring di kamar saja,, badan ku terasa capek sekali".


"Baiklah,, tapi aku punya satu permintaan untuk mu".


"Mulai sekarang, panggil aku honey atau sayang".


"Aku ini kan suami mu,, masa kau hanya memanggil mu Toni".


"Iya sayang,, aku minta maaf,,, aku akan memanggilmu seperti apa pun yang kau mau".


"Dan,, jangan pernah pergi keluar tanpa ijin dari ku,, aku tidak suka".


"Hmm......akan ku coba,, lagi pula aku juga belum terbiasa dengan jalanan kota Inggris".


"Ada lagi sayang??".


"Iya,,, jangan pernah menghubungi Bram lagi, baik itu di depan ku atau di belakang ku".


"Kau mengerti kan??".


"Ok,,, hanya itu kan,,,akan ku ingat".


Kepulauan Maldives tempat mereka berbulan


madu memang sangat indah. Tempatnya private dan suasananya sungguh asri. Semuanya masih tampak alami. Udaranya pun masih segar. Di samping itu, air yang jernih dibawah penginapan membuat suasana semakin syahdu.


Namun di hari pertama mereka tiba, Andin masih merasakan jet lag. Alhasil mereka berdua hanya berbaring seharian di dalam kamar. Andin menikmati waktu berkualitas dengan suaminya. Jadi dia semakin mengenal kepribadian Toni, begitu pula sebaliknya.


"Apa kau lapar sayang,,,aku akan memesan makanan".


"Kau mau apa??".


"Apa saja sayang,, terserah kau saja".


"Entah kenapa aku hanya ingin berbaring, malas melakukan apa pun".


"Baiklah,, kau tunggu saja honey,, hari ini kau ratu di sini, biar aku yang melayani mu".


"Hmmm....kau manis sekali sayang".


"Tapi kau tak berniat menghukum ku semalaman lagi kan??".


"Tergantung,,, kalau kau menggemaskan seperti ini,,,aku mana bisa tahan".


"Kau pasti habis ku makan honey".


"Rupanya kau ingin bermain-main dengan ku".


Toni dan Andin menghabiskan waktu seharian di kamar mereka. Mereka bercanda layaknya anak kecil. Sangar kelihatan kalau Toni sangat mencintai Andin. Dia sangar memanjakan istrinya itu selayaknya ratu.


Di tempat lain, Bram sudah sampai kembali ke rumahnya. Dia memarkir mobil di garasi dan buru-buru mencari Vanessa.


Kabar pernikahan Toni dan Andin memang sudah sampai di telinganya. Dan itu membuatnya sangat marah. Dia merasa kecolongan dan di tipu habis-habisan oleh Toni. Dia juga sudah menutup semua celah yang memungkin kan Bram bisa menemui Andin.


Dunia Bram hancur seketika. Dia yang begitu menyayangi Andin, dan sekarang telah di miliki oleh pria lain. Padahal Andin tahu, pernikahan nya dengan Vanessa hanyalah sandiwara belaka. Namun setelah peristiwa penculikan atas dirinya, Andin sudah berubah drastis. Bram merasa kalau Andin sangat membencinya.


Bram berteriak mengungkapkan kemarahan nya. Dia memanggil nama Vanessa, namun istrinya itu tidak mendengarnya.


"Vaness,,,kau di mana??".


"Apa di rumah ini ada orang??".


"Halo........!!!".


"Tak usah berteriak Bram, aku sudah mendengar mu".


"Baguslah kalau begitu, kau sudah dapat informasi tentang Toni?".


"Mana aku tahu,,yang jelas, mereka berdua sedang berbulan madu sekarang".


"Kau harus lihat video pernikahan mereka,,,Toni sangat mencintai Andin".


Vanessa menunjukkan ponselnya pada Bram.


Namun seketika dia langsung melemparkan nya ke dinding. Melihat video pernikahan Andin hanya membuatnya semakin kalap.


"Apa masalah mu sebenarnya Bram??".


"Kau selalu marah tanpa alasan".


"Lama-lama aku muak padamu".


"Yang kau hancurkan itu adalah ponsel ku".


"Keterlaluan kau!!!!".


"Aku membenci mu,,kau tahu,,,kau menyebalkan!!".


Akhirnya Vanessa meledak juga. Perlakuan Bram kali ini sudah kelewatan. Dia bertindak sekehendak hatinya sendiri. Entah apa masalah nya dengan Toni, tapi yang jelas, Vanessa sudah muak dengan tingkah lakunya yang macam anak kecil.


Vanessa masuk ke kamar dan membanting


pintu.Dia tak perduli lagi dengan Bram. Sudah habis kesabaran nya kali ini. Dia tak ingin lagi bicara dengan suaminya itu.


Bram mengambil kunci mobilnya kembali dan keluar rumah. Dia akan pergi ke diskotik untuk menghilangkan pusing di kepalanya.


Tak dipedulikan nya istrinya yang marah padanya.


Bram memasuki diskotik. Sesaat kemudian dia menelpon orang-orang nya untuk ikut berkumpul. Dia membutuhkan mereka untuk mencari informasi keberadaan Andin dan Toni.


"Kalian tahu kan tugas kalian apa??".


"Segera cari tahu keberadaan orang itu, dan akan kuberikan imbalan bagi orang tercepat yang menemukan nya".


"Kalian tahu kan, aku tidak suka menunggu".


"Segera kalian kerjakan dan kabari aku secepatnya".


"Baik boss, laksanakan...!!".


Bram memesan minuman saat pegawainya sudah pergi. Malam ini dia menghabiskan banyak botol, tapi nyatanya bayangan Andin masih saja tak mau hilang dari kepalanya.


Percuma saja Bram di sini meratapi Andin, kalau nyatanya dia sudah bahagia dengan kekasih hatinya.Andin bahkan tak punya waktu memikirkan orang lain lagi. Kebahagiaan nya dengan Toni sudah sangat lengkap dan sempurna.


...****************...