Let me Love You

Let me Love You
Bab 30.



Sore itu juga Andin dan Toni meninggalkan pulau Maldives dan kembali ke Inggris. Bulan madu mereka terpaksa di percepat karena ada gangguan dari Bram. Sementara Vanessa masih ada di kantor penjaga cottage untuk memberi jaminan supaya Bram bisa bebas.


Vaness terlihat sangat kesal oleh ulah suaminya itu. Bukan nya bersenang-senang, tapi mereka malah terlibat masalah. Dia segera kembali ke cottage setelah Bram di bebaskan.


"Apa kau selalu membuat onar seperti ini".


"Harusnya kau malu Bram,, yang kau culik itu istri orang".


"Untungnya Toni tak mengajukan tuntutan padamu,, kalau iya,, kau bisa membusuk di penjara".


"Diam lah Vaness,, tanpa diri mu pun aku bisa bebas sendiri".


"Kau jangan khawatir, nama baik mu tidak akan tercoreng karena hal ini".


"Orang kaya,, selalu saja gila hormat".


"Jaga bicara mu Bram,, kau yang buat ulah di sini, bukan aku".


"Bukan nya berterima kasih malah bicara tidak jelas".


Vanessa benar-benar marah kali ini. Dia sudah tidak tahan lagi menghadapi tingkah laku Bram. Dia masih saja berjalan sambil mengomel.


Sementara di dalam pesawat, Toni memegang erat lengan Andin. Sesekali dia mencium kening istrinya yang terlelap. Apa yang di dapatnya saat ini merupakan anugerah bagi Toni. Di luar sana, Bram masih menginginkan Andin. Bahkan dia nekat sampai menculik Andin. Untung saja dia tidak termakan omongan lelaki tersebut.


Andin terbangun saat Toni mencium keningnya sekali lagi. Dia kemudian tersenyum kepada suaminya itu.


"Sayang,, maaf.....aku ketiduran".


"Tidurlah honey, perjalanan masih panjang".


"Kau pasti capek kan,, kemarilah..biar kau merasa nyaman".


"Em..aku selalu nyaman asalkan bersama mu".


"Aku senang mendengarnya,, berarti tak ada lagi yang perlu ku khawatirkan".


"Kau tidak akan terpengaruh lagi oleh Bram".


"Kau bisa percaya padaku sayang".


"Bram hanya masa lalu,, aku sudah jauh meninggalkan masa lalu ku di belakang".


"Aku ingin membangun masa depan ku bersama mu".


"Bersama anak-anak kita nanti".


"Oh,,,Andin....aku sangat mencintai mu".


"Aku juga sayang,, jangan pernah tinggalkan aku, untuk hal apapun".


Kedua pasangan yang saling di mabuk cinta itu, larut dalam suasana cinta. Mereka seolah tak memikirkan apapun lagi. Yang ada hanya kebersamaan. Tapi kekhawatiran Andin itu sangat beralasan. Pasalnya di rumah Natalie kedatangan seorang gadis muda belia nan cantik.


Dia adalah Rossi. Dia adalah pengagum sejati dari Toni. Dari kecil mereka sudah bersama. Perbedaan usia keduanya tak menjadi penghalang bagi Rossi untuk mencintai Toni.


Keduanya berpisah ketika Toni kembali ke Jakarta untuk mengurus bisnis ayah angkatnya, sementara Rossi melanjutkan kuliah ke Amerika. Kini setelah gelar magister di dapatnya, Rossi kembali untuk mengejar cintanya.


Pesawatnya tiba pagi tadi. Tapi.dia sudah berada di rumah Natalie untuk berkunjung dan menanyakan tentang Toni. Tentu saja Natalie terkejut melihat kedatangan nya,


karena Rossi tak pernah di beritahu kalau Toni sudah menikah dengan Andin.


"Kau apa kabar Rossi,, sudah lama sekali kita


tidak berjumpa".


"Aku baik tante,,lalu di mana Toni sekarang,, bukan kah dia sudah kembali ke Inggris".


"Iya,, kami juga sedang menunggu kedatangan nya".


"Dia baru keluar kota bersama dengan...".


"Rossi dia sedang ada urusan bisnis,, nanti kalau dia kembali, akan ku suruh menghubungi mu".


"Iya,, Adam benar....nanti begitu Toni pulang,, dia pasti menelpon mu".


"Ah....Tante,,,aku sudah tidak sabar lagi bertemu dengan nya".


"Aku sudah menyelesaikan janji ku,, dan sekarang dia juga harus menepati janjinya padaku".


"Tentu sayang,,, biar Toni yang menemui mu


nanti".


Natalie tak tega untuk menyampaikan pada Rossi kalau Toni sudah menikah. Kalau sampai dia tahu, entah apa yang akan terjadi. Makanya Natalie menyuruh Rossi pulang dulu, sementara Toni masih di perjalanan.


Dari Maldives, pesawat sudah hampir mendarat di Inggris.Toni dan Andin terlihat bergandengan turun dari pesawat. Mereka keluar dari bandara dan memesan taxi online. Sengaja Toni tidak menyuruh Natalie menjemputnya karena dia ingin memberi kejutan pada ibu angkatnya tersebut.


"Kau ingin makan di restoran dulu,, dari tadi kita belum sempat mengisi perut bukan??".


"Terserah kau saja sayang,, aku ikut kemana pun kau pergi".


"Pak,, tolong kalau ada restoran, berhenti di sana, kami mau makan dulu".


"Baik tuan".


Andin masih saja bersandar di bahu Toni. Penerbangan dari Maldives yang memakan waktu lama, sukses membuatnya sakit kepala. Di tambah lagi perutnya belum terisi. Makanan di pesawat tadi, sama sekali tak di sentuhnya.


Taxi tersebut berhenti di sebuah restoran cepat saji. Keduanya segera turun dan masuk ke dalam. Mereka memesan makanan di restoran tersebut.


Di Maldives sendiri, pasangan Bram dan Vanessa masih saling berdiam diri. Kekesalan hati Vaness masih belum reda.


Bram yang menyadari kesalahan nya, segera meminta maaf dan membujuk istrinya tersebut.


"Vaness, kau mau kan memaafkan ku??".


"Aku akui kalau aku memang bersalah".


"Lain kali aku tak akan bertindak ceroboh lagi".


"Ayolah Vaness, aku sedang bicara dengan mu".


"Iya Bram,, aku mendengar nya, lain kali jangan ulangi lagi perbuatan mu".


"Ini terakhir kalinya aku memaafkan mu".


Dalam hati Vanessa masih merasakan kesal. Tapi, bagaimanpun juga mereka hanya berdua saja di tempat ini. Alih-alih menjalin kemesraan, mereka malah tidak bertegur sapa. Vanessa akhirnya memakan kesalahan Bram karena kasihan melihat raut wajahnya.


"Apa kau ingin berjalan-jalan Vaness??".


"Atau aku bisa mengantar mu berbelanja di sini".


"Kau serius mau melakukan nya untuk ku??".


"Tentu saja aku senang sekali".


"Ayo kita berangkat sekarang".


Bram bergumam dalam hati melihat perubahan sikap Vanessa saat di ajak berbelanja.


"Dasar perempuan,, dimana-mana sama saja".


"Disuruh belanja, pasti matanya langsung berbinar ceria".


"Aku mendengar mu Bram,, anggap saja ini untuk menebus kesalahan mu tadi".


"Jadi tak usah mengeluh,,, ini saatnya bagiku untuk bersenang-senang".


"Iya,, ayo cepat,, nanti keburu malam".


Mereka berdua menghabiskan malam dengan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Vanessa manfaatkan kesalahan Bram untuk memintanya membelikan barang-barang branded. Bram terpaksa menuruti kemauan nya. Dia tak mau Vanessa marah lagi seperti tadi. Bram dan Vaness menutup jalan-jalan mereka dengan makana malam romantis berdua. Vanessa tersenyum puas malam ini.


Di tempat berbeda, Andin dan Toni sudah tiba di kediaman Natalie. Mereka terlihat sangat kelelahan. Natalie sangat senang melihat anak dan menantunya pulang dari bulan madu mereka.


"Aku senang sekali kalian cepat kembali".


"Kau sehat kan Andin??".


"Iya mom,, aku sehat ".


"Oh,,, syukurlah ......senang sekali aku mendengarnya".


"Ayo masuklah,, ini sudah malam, kalian pasti capek".


"Kita bicara lagi besok pagi".


"Setelah kalian beristirahat".


Toni dan Andin menuruti perkataan Natalie. Mereka berdua langsung masuk ke kamarnya. Bagi Natalie mungkin ini sudah malam, tapi bagi pasangan pengantin baru ini,, malam masih sangat panjang.


...****************...