
"Hey mungkin aku tak tau siapa namamu,tapi lihat saja waktu kan temukan kita lagi takan ku biarkan kau lepas dari genggamanku."
~ Juan Mahendra Nasution ~
🍃🍃🍃
Author POV ...
Agrrrrrhhh!!!!!
"Agrhhhhhh!!! Shittt!!!! Berani-beraninya dia ngelawan gue pake nginjek kaki segala lagi! Sumpah baru kali ini gue merasa dipermalukan!Liat aja bakal gue kasih perhitungan sama lo!Belagu banget jadi cewe!"celoteh cowo itu mengepalkan tanganya.Terlihat raut wajah merah padam,napasnya memburu menunjukan suasana hati yang sedang kacau.
Dia berjalan cepat menuju kamarnya dilantai atas,tak memperdulikan orang disekelilingnya membuat orang yang berpapasan terheran-heran dibuatnya.
"Lohhh kalian sudah pulang?darimana saja? pergi kok nggak bilang-bilang bunda,"tanya wanita paruh baya itu menyambut kedua putra kesayanganya.
"Sorry bun... tadi buru-buru jadi lupa pamit hehehe,"jawab salah satu putra itu sambil nyengir kuda.
"Ehhhhhh Juan kamu denger bunda nggak sihhhh!sini bunda lagi bicara sama kamu!"teriak bunda kepada salah satu putra itu yang ternyata bernama Juan.
Dasar Juan kalau lagi marah semua orang diacuhkan.Dia terlalu sibuk dengan amarahnya sampai lupa orang disekelilingnya.
"Kenapa lagi itu adikmu Jun? Berantem lagi yah?"tanyanya penasaran.
"Nggak tau tuh bun...tiba-tiba marah pas di toko buku. Juna ajah nggak tau Juan ribut sama siapa,pas ditanya ehh malah balik marah ke Juna,"jelas kakanya yang akrab dipanggil bang Juna.
"Hmmm Juan-Juan sampai kapan kamu berubah jadi dewasa tidak kekanak-kanakan lagi,pusing bunda mikirin sikapmu,"curhat bundanya sambil memijat pelipisnya.Perilaku kekanak-kanakan Juan cukup membuat pusing kepalanya.
"Udah bun...nggak usah dipikirin dalam-dalam biar Juan Juna yang urus."
"Kamu tenangin adikmu yah ... habis itu kamu bersihin badanmu tuh bau keringat,bunda bisa pingsan nih lama-lama,"candanya.
"Yeeee bunda mah...ngeledek mulu... ya kali putramu yang tampan bin imoettt inih dibilang bau keringat enak ajah!"rajuk Juna sampil pasang muka cemberut bikin bundanya terkekeh.
"Hahaha sejak kapan kamu pintar membual gitu?diajarin siapa? Wahh parah kayanya udah ketularan Juan nih,"ledek bundanya.
"Yeeeee bunda.... nihhh putra-putramu kan emang tampan,"Juna semakin cemberut dan menekuk wajahnya.
"Kamu inih nggak bisa diajak bercanda sini-sini bunda cubit pipinya,"ucap bundanya sambil mencubit pipi Juna.
"Awwwwwww udah bun... ihhh sakitt ntar pipiku tambah tembem nih... bisa-bisa image ku sebagai cowo coll jatuh tau!"berusaha melepaskan cubitan bundanya.
"Ulululu bikin gemes nih pipi,udah deh nggak usah sok coll depan orang ntar nggak ada yang mau temenan sama kamu loh,"ujarnya melepaskan cubitanya tak tahan melihat raut wajah cemberut putranya yang terus membuatnya terkekeh.
"Biarin bun...males tau kalau bukan membicarakan hal yang penting.Udah lah lupakan ajah,"kata Juna.
"Lohhh kok jadi marah kebunda sih?"tanya bundanya heran.
"Abisss bunda ngeselin sih,"jawabnya singkat seraya pergi menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Juan.
"Kalian inih sama ajah ternyata masih kekanak-kanakan."
"Nggak Juan lebih kekanak-kanakan lagi."
"Udah buruan siap-siap sebentar lagi makan malam ajak adikmu juga!"teriak bundanya dibawah sana.
"Iya bun!"sahutnya singkat.
Juan dan Juna kakak beradik yang berbeda tiga tahun dengan sikap yang bertolak belakang.
Juna yang selalu bersikap cuek dan dingin terhadap orang selain keluarganya, sikapnya yang dingin membuat kharisma-nya semakin terpancar.
Selain keindahan fisik,tuhan telah memberikanya otak yang encer.Berbagai perlombaan banyak dimenangkanya,tak heran jika keluarga serta kampus selalu bangga memiliki sesosok Juna.
Selain itu Juna pandai bermain musik.Jemari-jemarinya piawai dalam memainkan alat musik,termasuk alat musik gitar.Setiap petikan senar yang dimainkanya membuat simphony- simphony merdu setiap orang yang mendengarnya.
Juna atau yang akrab dipanggil Jun itu mempunyai peri kecil yang selalu menemaninya disetiap langkahnya.Tapi sayang wanita yang dianggap sebagai peri kecilnya telah pergi memilih seseorang yang dianggapnya paling sempurna untuk hatinya.
Perihal itu membuat Juna menutup hati bagi siapapun seperti yang dilakukan Viana.Entah kapan dia mencoba untuk membuka hatinya,biarlah waktu yang mengubahnya.
Sedangkan Juan memiliki sikap yang ramah terhadap semua orang ,humoris pembawaanya dia tidak suka hal yang spaneng menurutnya hidup ini perlu candaan dan hiburan.
Juan memiliki postur tubuh yang tinggi berwajah tampan dengan mata yang coklat apalagi kalau tersenyum membuat orang-orang disekitarnya klepek-klepek memandang ciptahan tuhan yang subhanallah indahnya.
Keindahan fisik lah yang digunakanya untuk TP aka tebar pesona.Banyak cewe-cewe yang terpikat dan jatuh hati padanya,sampai rela jatuh bangun demi mengejar cinta si pangeran Dylan begitulah gelar yang diberikan para cewe.
Tak heran jika Juan memiliki koleksi mantan yang cukup banyak.Eeittttssss jangan salah meskipun mantanya banyak tapi cewe-cewe yang dipilihnya nggak sembarang lohhh misalnya anak dari guru,pejabat,kepala sekolah,bahkan sampai anak dari tentara pun dia pernah pacari.Duileeeh berani banget tuh Juan ntar kena karma baru tau inget brooo drama manis akan kalah dengan karma yang sadis (Lohhhh orang tampan mah bebas *Juan*).
Bakat yang tertanam pada dirinya adalah basket,dengan skill yang killer membuatnya menyandang sebagai kapten tim basket. Apalagi skill Three point-nya yang benar-benar killer menambah dirinya memang pantas sebagai kapten tim. Ntah berapa lawan yang berhasil dikalahkan timnya,dengan skill yang killer membuat lawan yang bertanding denganya nge-down lebih awal,kesempatan itu digunakan timnya untuk meraih point yang sebanyak-banyaknya.
Tapi dalam hal akademik entah kenapa tuhan tidak memberikan otak yang sama dengan bang Juna.Mata pelajaran yang paling dibencinya adalah sejarah dan perhitungan.
Hafalan dan rumus-rumus membuatnya pusing dan hanya digunakan untuk tidur saat jam pelajaran itu berlangsung,sikapnya yang masa bodo berbalas dengan nilai merah yang masa bodo juga. (Tuhh kan karma tak pernah salah bertindak*author*).
Seperti pepatah mengatakan "Tak ada yang sempurna dalam dunia ini kecuali sang Pencipta alam.Tuhan selalu berlaku adil pada umatnya setiap kelebihan pasti ada kekuranganya.Jadi janganlah kalian membenci kekurangan tetapi tutuplah dengan kelebihan yang tuhan berikan."
🍃🍃🍃
Dikediaman keluarga Nasution,seorang cowo sedang mendrible bola basket dengan emosi yang memuncak.Dia mendrible bola ke lantai lapangan bola basket dan memasukanya ke ring.Berkali-kali bola dilempar berkali-kali juga bola meleset selalu menghindari ring.
Amarah menguasai dirinya membuat skill basketnya menurun karena tidak bermain dengan hati melainkan emosi.Ya itulah sosok Juan yang pemarah,itu bisa menjadi salah satu titik pusat kelemahan Juan saat bertanding.
Sedikit teman yang tau kelemahanya,bersusah payah teman-temanya berusaha mengendalikan emosinya yang labil.Akan menjadi bencana besar jika Tim Lawan mengetahui kelemahanya.
Pria itu setengah berlari kecil menghampiri Juan dan merebut bola ditanganya.Dia mendrible bola berlari mendekati ring dan ..... ya!!!!!!!!!!! masuk pak eko!!!!!
Ehhhh salah....pria itu berhasil memasukan bola kedalam ring,meskipun skill nya lebih rendah dari Juan tapi yang bermain hatinya bukan emosinya.
Bola jatuh ke lantai dengan sigap pria itu menangkap dan memasukanya lagi berulang-ulang setiap bola yang dilempar selalu mulus masuk ke ring.
Melihat perilaku kakanya yang merebut bola tanpa seijinya membuat Juan kesal.Juan mengambil langkah pergi dan duduk di tepi lapangan basket.
Dia meneguk air minum,air dalam botol habis dalam hitungan detik.Keringat bercucuran diwajahnya,rambutnya yang cepak membuat aura kharismanya kembali terpancar.
Pria itu bernama Juna yang sedari tadi merebut bola darinya ikut mengambil langkah menepi dan duduk didekatnya.Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Juan,akhirnya Juna yang angkat bicara berusaha mencairkan suasana.
"Lo kenapa sih?Marah-marah mulu?ceritalah sedikit siapa tau gue bisa bantu?"tanyanya sambil menatap Juan lekat-lekat.
Juan menunduk menghadap kanan bawah tanda dia sedang memikirkan insident tadi ditoko buku.Keadaan tetap hening membuat Juna bertanya lagi.
"Juan lu denger gue nggak sih?Ya kali gue ngomong sama lantai,"kesal Juna.
Juan masih tetap terdiam lalu menengadahkan kepalanya yang sedari tadi menunduk kini tatapanya lurus kedepan,Juan menghela napas kasar bingung harus mulai pembicaraan darimana,kejadian yang menimpanya sangat tidak lazim.
Dia curiga bukanya dikasih pendapat malah mendapakatkan ketawa ejekan dari bang Juna. Kan nggak lucu!!!!!
"Lo tau nggak? tadi ada cewe songong yang berani mempermalukan gue di toko buku,"jelasnya singkat.
"Hah yang bener? Ceritain yang detail dong,gue masih belum paham nih,"tanya bang Juna semakin penasaran,tatapanya kini serius menatap Juan.
"Ihhhh cetek banget sih otak lo,percuma pinter kalo masalah ginian lu nggak ngerti,"kata Juan balik kesal.
"Yeeee kan gue nggak tau persis kejadianya, lagian lu cerita setengah-serengah!lanjut gihhhh,"protes Juna tak terima dibilang otak cetek.
Juan mau tidak mau tetap bercerita pada Juna kakaknya,unek unek dalam hatinya menyerobot keluar ingin dikeluarkan.Dengan harapan tidak mendapatkan apa yang diduganya.Setelah bercerita panjang lebar tak ada respond dari kakanya.
3 detik.........
.
.
.
.
.
4 detik...
.
.
.
.
.
dan ....
.
.
.
Bwuwahahahahaha!!!!!!!
Damn it!!!ternyata dugaanya benar.... tawa kakanya lepas didetik ke lima sialan bang Juna.
"Hahaha serius lo?seorang yang menyanding nama sebagai "Pangeran Dylan dicuekin cewe?!hhhh kemana gelar lo itu?,"kata bang Juna tertawa terpingkal-pingkal.
"Sialan lu bang!!! Nyesel gue cerita ke elu!"kini Juan naik pitam.Kalau bukan abangnya satu kepalan sudah mendarat dipipi kakanya.
"Hhhh i'm sorry brother,habisnya aneh sih...moment langka inih harus diabadikan,"ledek bang Juna menjadi-jadi.
"Buang-buang waktu gue ngomong sama lu jubaidahhhhh lagi!!! (baca unfaedah) mending gue ngomong sama tembok kamar ajah lebih nyaman !"rutuk Juan seraya melangkah masuk rumah dan bergegas membersihkan badanya yang berkeringat setelah bermain basket kalau tidak bunda akan marah.
"Ehhhh Juan tunggu jangan marah kan gue cuma bercanda!"teriak bang Juna tak digubris Juan.
Entah Juna yang keterlaluan atau Juan yang emang sensitif kaya cewe.
"Juan-Juan bikin ngakak ajah...ehhh bentar-bentar apa gue terlalu kelewatan yah?"tanyanya dalam hati.(Nahhhhhh lohhhhhh!!!*author*)
Juna mengikuti Juan masuk rumah.Entah apa yang terjadi nanti dengan mereka.
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
-- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- --
Tbc!!!