INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Mawar Hutan



Bunyi suara ambulans membuat Luci langsung terbangun dari duduknya, ia berusaha memapah Arya menuju ambulance namun Leo segera mencegahnya.


"Biar aku saja yang akan merawatnya," ucap Leo


"Sebaiknya kau temani Guntur ke rumah sakit," imbuhnya


Luci mengangguk setuju dan segera naik keatas ambulance. Melihat ambulance sudah berlalu pergi Leo segera membawa Arya naik ke kamarnya.


Ia kemudian membaringkan Arya ke ranjangnya. Tidak lupa Leo juga melepaskan kalung serigala yang melingkar di lehernya.


"Aku tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan dirimu, tapi aku akan berusaha semampuku untuk menyembuhkan mu," ucapnya lirih.


Selesai mengeluarkan peluru dari tubuh Arya, pemuda itu kemudian menyiram bekas lukanya dengan darah ayam hitam dan menutupnya dengan kelopak mawar.


Selesai mengobati Arya ia kemudian segera berganti pakaian dan pergi menuju rumah sakit tempat Guntur di rawat.


Setibanya di rumah sakit ia kemudian menuju bangsal perawatan Guntur. Lelaki itu begitu terkejut saat melihat Guntur masih berada di Unit Gawat Darurat.


"Kenapa dia belum di pindah ke ruang operasi?" tanyanya penasaran


"Dokter menolaknya, mereka bilang harus di rujuk, karena di sini ruang operasi penuh," jawab Luci lirih


"Sial, mereka pikir aku tidak bisa membayar rumah sakit ini hingga mereka bisa mengacuhkannya," Leo yang sudah meradang Karena menganggap para dokter menelantarkan Guntur segera menuju ruang pimpinan rumah sakit.


*Brakkk!!


Semua orang langsung terkejut saat melihat Leo mendobrak pintu masuk direktur rumah sakit.


Bukan tanpa alasan ia melakukannya, tentu saja karena para staff tak mengijinkannya masuk hingga membuatnya melakukan tindakan nekat tersebut.


Beberapa orang staff keamanan rumah sakit segera menghampirinya dan berusaha membawanya keluar dari ruangan itu namun semuanya terkapar setelah terkena tendangan maut pemuda itu.


Direktur rumah sakit semakin ketakutan saat Leo memasuki ruang kerjanya.


"Kenapa kau menelantarkan sahabatku, apa kau pikir aku tidak bisa membayar biaya operasinya?" tanya Leo mencondongkan wajahnya kearahnya.


"Maaf Mas Leo, tapi...tapi....!" ucap lelaki itu gemetaran


Leo kemudian menarik kerah bajunya, "Tapi apa!!"


"Itu...itu...!" lelaki itu tetap tak bisa menjawab pertanyaan Leo


Kerena sudah tak bisa menahan amarahnya, Leo kemudian menyeret Lelaki itu ke ruang UGD.


"Cepat lakukan operasi sekarang juga atau, aku akan mengekspos rumah sakit mu ke media sosial karena masalah ini," ancam Leo


"Aku tetap tidak bisa melakukannya," lelaki itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkannya kepada Leo.


Leo begitu tercengang saat membaca pesan singkat dari seorang anggota dewan yang berisi ancaman kepada sang dokter jika menyelamatkan Guntur.


"Siapa dia, kenapa dia begitu menginginkan Guntur mati?" tanya Lwo


"Dia adalah anggota dewan perwakilan rakyat, dia melakukan hal itu karena Guntur sudah membunuh anak semata wayangnya,"


"Membunuh??" ucap Leo mengernyitkan keningnya


Leo benar-benar terkejut saat tahu alasan lelaki itu menginginkan Guntur mati. Karena penasaran, Leo segera mencari tahu tentang lelaki itu begitupun dengan anaknya.


"Jadi dia ayah Gili??" ucapnya lirih


Leo kemudian memaksa sang dokter untuk melakukan operasi mengingat keadaan Guntur yang semakin kritis. Dokter awalnya menolak karena takut dengan ancaman orang tua Gili, Leo kemudian meyakinkannya dengan menelpon orang tua Guntur dan menjelaskan semuanya kepada orang tua Gili.


Dokter kemudian menyetujui permintaan Leo dan langsung membawa Guntur ke ruang operasi.


Operasi berjalan lancar dan peluru berhasil dikeluarkan dari tubuh Guntur. Leo kemudian meminta Luci untuk kembali ke rumah. Ia bertukar posisi untuk menjaga Guntur sedangkan Luci merawat Arya.


Setibanya di rumah, Luci segera naik ke lantai atas untuk melihat kondisi Arya. Gadis itu benar-benar panik saat melihat Arya sudah membiru. Tubuhnya begitu dingin seperti es. Karena panik ia kemudian menghubungi Leo untuk memberitahukan kepadanya.


Tidak lama Leo kembali ke rumah dan mengecek kondisinya. Lelaki itu juga kebingungan saat melihat kondisi Tejo yang sudah sangat kritis, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan Arya Tejo.


Luci yang putus asa sempat mengajukan diri untuk memberikan darahnya untuk kesembuhan Tejo, namun Leo dengan tegas melarangnya.


Leo yang di dera kegamangan kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan menemui Guntur di rumah sakit. Bagaimanapun juga Leo berharap banyak pada lelaki itu, ia tahu hanya Guntur yang bisa menyelamatkan Arya Tejo.


Melihat kondisi Arya yang semakin kritis Luci tak meninggalkan lelaki itu meskipun sebentar, ia bahkan memberanikan diri merebahkan tubuhnya di samping Arya, saat pemuda itu berkali-kali merancau karena kondisinya.


Luci memeluknya erat agar lelaki itu tidak kedinginan. Gadis itu terjaga saat melihat Arya terbangun di malam hari. Ada rasa bahagia saat melihat lelaki itu sudah siuman, namun ada kekecewaan saat menyadari jika itu adalah sukma Arya Tejo yang terlepas dari raganya.


"Jangan pergi Mas!" seru Luci menahan lelaki itu agar tak meninggalkannya.


Arya hanya tersenyum tipis dan tidak berkata apapun, ia kemudian mengusap lembut wajah Luci dan menyeka air matanya.


"I Love you,"


Luci segera terbangun dan menoleh ke sebelahnya, benar saja Arya sudah menghilang dari sisinya. Tangisnya pecah dan ia berlari mencarinya.


Langkahnya terhenti saat melihat ruang rahasia terbuka, ia mengira jika Tejo pasti masuk ke kamar itu sehingga tanpa berpikir panjang ia segera masuk ke kamar itu.


Luci terus berlari mencari keberadaan Tejo, dengan menyusuri semak belukar dan jalan setapak.


*Bruugghhh!!


Gadis itu terjatuh saat kakinya tersandung akar pohon.


"Awww!" Luci memegangi kakinya yang terkilir,


Seekor binatang buas mengendus kedatangannya, dan berjalan mendekatinya. Tentu saja karena ketakutan melihat bintang buas itu membuat Luci seger berlari meskipun dengan kaki pincang.


Ia berjalan mengendap-endap mendekati Luci yang bersembunyi di balik pohon besar.


Aku harus membunuhnya agar Aku bisa keluar dari sini,


Ki Brojo kemudian mengambil sebuah batu dan menghantamnya keatas kepala Luci.


Seketika darah segar mengalir dari kepalanya membuat gadis itu merasakan pusing.


"Sekarang para lelembut penghuni hutan pasti akan memakan mu, jadi bersiaplah untuk mati," ujar Ki Brojo terkekeh


Saat ia kembali akan memukulnya dengan batu Tiba-tiba sebuah bayangan hitam melesat dan mendorongnya menjauh dari Luci.


"Tejo!" pekik Ki Brojo saat melihat Arya Tejo mencekiknya


"Sepertinya hidup mu harus berakhir di hutan ini sama seperti Ki Marijo kakek buyutmu,"


"Jangan bunuh aku Tejo, aku tidak sengaja melukainya, tolong ampuni aku!" ucap ki Brojo memohon


Arya segera melemparkan tubuh Ki Brojo kearah Harimau yang sedang mengintai Luci.


Binatang itu segera menyambar tubuh Ki Brojo dan mengoyaknya.


Sementara itu melihat para lelembut mulai berdatangan menghampiri Luci, ia segera menyambar tubuh gadis itu dan melindunginya dari ribuan mahluk gaib yang mulai menyerangnya.


Arya berusaha melindungi Luci dari para mahluk gaib yang hendak memangsanya meskipun ia sendiri harus mengorbankan nyawanya.


Luci perlahan membuka matanya, gadis itu terperanjat saat melihat Arya jatuh tersungkur dengan tubuh dipenuhi luka.


"Mas Arya," ucapnya lirih


Ia berusaha menggapai tangan Arya, namun sesosok mahluk tinggi besar segera menariknya.


"Balung wangi, sekarang kau akan menjadi mangsaku!" ujar mahluk itu menyeringai


Luci berusaha meronta dan melawan namun ia hanya membuat mahluk itu berang dan memukulnya hingga ia tak sadarkan diri.


"Luci," Arya berusaha bangun saat mahluk itu membawa Luci pergi


Dengan sisa tenaganya ia menghadang mahluk itu dan menyerangnya.


Tubuhnya terhempas dan menghantam pepohonan saat terkena tendangan keras dari mahluk itu.


"Kau sudah sekarat Asu Baung, jadi menyingkirlah!" seru mahluk itu menendang tubuh Arya yang terus memegangi kakinya


Melihat Tejo yang terus menghalangi jalannya membuat mahluk itu murka dan mengeluarkan kekuatan supranaturalnya kearah Arya.


"Sekarang tamatlah riwayat mu Asu Baung!" serunya


Sebuah kilatan putih menghantam tubuh mahluk itu hingga ia terhempas dan Luci pun terlepas dari cengkeramannya.


Arya segera melesat dan menangkap tubuh Luci.


"Mas Arya," ucap Luci mengusap lembut wajah lelaki itu


Arya tersenyum menatapnya dan menurunkan gadis itu.


Tubuhnya seketika ambruk ke tanah.


"Kau pasti terluka karena menyelamatkan aku, maafkan aku yang sudah membuat mu celaka," ujar Luci gusar dan langsung memeluknya


"Sudah jadi kewajiban ku untuk melindungi mu meskipun aku harus mempertaruhkan nyawanya ku, karena itu adalah janjiku pada almarhum ibumu," ucap Arya lirih


Arya mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


Ia kemudian memberikan sekuntum mawar hutan kepada wanita itu.


"Aku hanya ingin memetik bunga ini dan memberikannya padamu. Harusnya aku memberikannya saat kita jadian, tapi aku baru sempat, maafkan aku sayang,"


Air mata Luci semakin deras membasahi pipinya manakala mengingat ia sering menerima bunga itu sewaktu dia kecil.


"Jadi selama ini ternyata kamu yang selalu menghiburku saat aku sedang sedih," kenangannya


Arya tersenyum dan mengusap air mata gadis itu.


"Jangan menangis, karena kalau kamu menangis aku tidak bisa meninggalkan dirimu," ucapnya lirih


"Kau harus kembali Arya, aku akan membantu menyembuhkan lukamu," ucap Guntur


"Sepertinya terlambat Gun, sepertinya Tuhan tahu aku sudah hidup terlalu lama hingga sudah saatnya untukku kembali padaNya," jawab Arya


"Kau tidak boleh pergi meninggalkan aku Tejo!" seru Leo menghampirinya.


"Dulu kau mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan aku, sekarang sudah saatnya aku yang menyelamatkan dirimu Dhimas. Hiduplah dengan bahagia dan jaga Luci untukku," ucap Arya menepuk bahu Leo


"Jangan lupa keluarkan Alvin dari cincin Ki Brojo dan hiduplah dengan akur bersamanya," ucap Arya


Ia kemudian mengejang sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah kematian Arya Luci kehilangan kemampuan supranaturalnya untuk melihat masa depan yang selama ini menyiksanya.


Ia kemudian berusaha hidup normal meskipun tak dipungkiri jika wanita itu begitu merindukan kekasihnya Arya.


The End.


Sampai ketemu lagi di next season.