
"Maaf aku hanya ingin memberitahukan dirimu jika sekarang aku akan berhenti meminta bantuan padamu untuk menghilangkan kemampuan supranatural ku. Karena setelah aku pertimbangan sepertinya aku lebih memilih menerima kelebihan ku itu untuk menolong mereka yang membutuhkan bantuan ku daripada membuangnya. Sama seperti pesan leluhur ku, aku akan menjalani takdir ku dengan ikhlas. Terimakasih atas semua bantuan mu selama ini. Dan setelah ini aku mungkin tidak akan menemui mu lagi jika tidak ada keperluan yang mendesak," ujar Guntur
Ki Brojo tampak begitu geram saat mengetahui bahwa Guntur akan mempertahankan kekuatannya.
Aku tak bisa membiarkan ini terjadi, kau tidak boleh membantu Arya menjadi manusia kembali. Aku harus menyingkirkan mu sebelum itu terjadi.
Ia kemudian menghubungi seseorang untuk membereskan Guntur yang dianggap sebagai benalu yang akan menghalangi rencananya.
********
Sementara itu Arya yang baru saja tiba di Tanjung Lesung segera bergegas mencari keberadaan Luci.
Pria itu seperti seorang yang kehilangan benda berharga hingga terus mengelilingi kawasan pantai untuk mencari Luci.
"Apa kau sudah menemukannya?"
Suara Leo tiba-tiba membuat pemuda itu langsung menghentikan pencariannya.
"Sepertinya client ku baru saja meninggalkan tempat ini sehingga aku tak menemukannya dimanapun," sahut Arya
"Tentu saja kau tidak akan menemukannya di pinggir pantai malam-malam begini. Coba aja kau cari ke kafe atau restoran pasti ketemu!" celetuk Leo
"Yaudah nanti saja aku telpon dia, sekarang aku perlu mandi dan ganti baju, panas banget!" sahut Arya
Leo kemudian mengajak Arya Tejo menuju ke sebuah Vila yang ada di dekat pantai.
"Selamat istirahat bro," ucap Leo
"Jangan gila deh, apa kau tidak salah memilih vila ini untuk ku?"
Arya langsung mengernyitkan hidungnya ketika melihat kedalam vila. Lelaki yang terbiasa hidup mewah itu tak bisa menerima fasilitas biasa yang ada di vila itu. Ia terus menolak tinggal di vila itu meskipun Leo sudah menjelaskan jika semua vila sudah penuh dan hanya itu satu-satunya yang tersisa.
"No... pokoknya aku tidak mau tahu. Aku tidak mau mandi dikamar mandi yang kecil dan tidur di kamar yang sumpek seperti itu!" celoteh Arya terus menolak tinggal di vila itu.
"Baiklah, aku akan mencoba melobi pemilik vila," sahut Leo
Pemuda itu segera keluar dari vila saat tak lagi tahan mendengar celoteh Arya yang membuatnya jengah.
Ia kemudian bergegas pergi menemui pihak pengelola cottage dan villa.
Arya yang merasa gerah setelah mengelilingi pantai terpaksa masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
"Ah segarnya!" seru Arya bergegas keluar Vila
Ia kemudian membelakakan matanya saat melihat sosok yang begitu di kenalnya.
Ia segera masuk kedalam vila saat Guntur semakin mendekat kearahnya.
*Tok, tok, tok!!
Arya kembali membuka pintu vilanya saat mendengar suara ketukan pintu yang terasa begitu dekat.
"Bukankah seharusnya Guntur bersama Lucu, tapi kenapa dia malah mengencani wanita lain. Ah ... aku harus menangkap basah perselingkuhannya dan memberitahukan semuanya kepada Luci," Arya segera merogoh ponselnya dan mengambil ponselnya
Saat ia hendak mengambil video saat Guntur memberikan bucket mawar merah kepada kekasihnya, betapa terkejutnya Tejo saat melihat wajah wanita yang akan di kencani oleh Guntur.
Seketika tubuhnya langsung lemas saat melihat Guntur memberikan bucket mawar merah kepada Luci hingga ponsel ditangannya terjatuh ke lantai.
*Klotak!!!
Mendengar suara benda jatuh tak jauh darinya membuat Luci dan Arya terkejut.
"Suara apa itu?" tanya Luci
"Entahlah," sahut Arya mengangkat bahunya
Namun ia tak melihat apapun di tempat itu.
"Tidak ada apa-apa di sini jadi jangan khawatir, Indra keenam ku tidak mencium adanya mahluk halus di sekitar sini," ucap Arya menenangkannya
"Syukurlah kalau begitu," jawab Luci mengusap dadanya
"Sekarang saatnya kita dinner sambil menikmati indahnya pantai di malam bertabur bintang," ucap Guntur mengulurkan tangannya
Luci segera meraih lengan pemuda itu dan berjalan di sampingnya.
Arya yang penasaran dengan keduanya, diam-diam mengikuti keduanya.
Lelaki itu terus mengikuti Guntur dan Luci ke tempat keduanya menuju ke sebuah tempat dinner yang di desaign begitu indah dan romantis di dekat bibir pantai.
Sial, sepertinya apa yang diucapkan Leo benar, dia pasti akan menembak Luci di tempat ini. Aku tidak bisa membiarkannya,
Arya membayangkan jika Guntur mengungkapkan perasaan dan Luci menerima cintanya. Keduanya kemudian meluapkan kebahagiaannya dengan berciuman dan bercumbu sepanjang malam di tepi pantai.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan ini terjadi," Arya segera bergegas untuk mengacaukan makan malam Guntur dan Luci, namun saat ia hampir mendekati keduanya, seseorang membekapnya hingga ia tak sadarkan diri.
Luci begitu bahagia karena mendapat perlakuan istimewa dari Guntur. Ia begitu terpukau hingga tak bisa berkata-kata setibanya di tempat itu.
"Sebenarnya...." ucapan Guntur tiba-tiba membuat Luci langsung tersadar dari lamunannya.
"Iya?" jawabnya dengan mata berbinar
Guntur mengambil nafas sejenak kemudian menatap lekat wanita di hadapannya.
"Sebenarnya, aku ingin meminta maaf padamu karena selama ini aku sudah memanfaatkan dirimu. Selama ini aku berpura-pura menyukai mu hanya untuk mendapatkan semua informasi tentang Arya Tejo. Aku terpaksa melakukan semua itu agar aku bisa menghilangkan kekuatan supranatural ku yang saat itu begitu membuat hidup ku tak nyaman. Maafkan aku Luci," ucap Guntur begitu hati-hati
Luci tersenyum sinis saat mendengar pengakuan Guntur. Tak bisa dipungkiri jika gadis itu begitu sakit hati dan kecewa saat mendengar pengakuan Guntur. Bagaimanapun juga Luci memang lebih berharap jika Guntur benar-benar menyukainya. Dari awal Luci memang sudah jatuh hati dengan kebaikan dan keramahan Guntur. Selain itu ia memandang jika keduanya tidak memiliki perbedaan status hingga membuatnya lebih nyaman saat berada di samping Guntur daripada Arya Tejo.
Gadis itu tak bisa menyembunyikan kesedihannya meskipun ia berusaha tegar dan menerima penjelasan Guntur.
Melihat reaksi Luci setelah mendengar ucapannya Guntur merasa tak enak hati saat melihat wajah gusar gadis itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Guntur
"Oh tentu saja, aku hanya sedikit terkejut karena sudah berharap banyak padamu. Aku berharap lelaki sebaik dirimu akan mendapatkan gadis yang jauh lebih dari aku. Btw terimaksih atas semuanya, aku benar-benar sangat bahagia mendapatkan semua kejutan ini," jawab Luci mencoba tegar.
Gadis itu berusaha menahan air matanya yang sudah menggenang di sudut matanya.
"Sekarang duduklah dan nikmati makan malamnya," ucap Guntur menarik kursi untuknya
Luci segera duduk untuk menghormati pemuda itu. Ia sebenarnya ingin sekali berlari pergi meninggalkan tempat itu, namun bagaimanapun juga ia tidak bisa melakukannya karena menghormati Guntur yang sudah berusaha menyiapkan semuanya.
Saat melihat menu makan malamnya, ia terpikir untuk membuat alasan agar bisa menghindari makan malam bersama Guntur.
"Sepertinya aku tidak bisa makan malam bersama mu karena aku alergi makanan laut."
"Kalai begitu aku akan memesankan menu baru untukmu," jawab Guntur
"Tidak perlu, lagipula aku membawa bekal di dalam tas. Jadi aku bisa makan di villa saja. Terimakasih atas undangan makan malamnya, maaf aku harus segera kembali ke villa," ucap Luci kemudian bergegas meninggalkan Guntur
Gadis itu segera berlari ke pantai dan berteriak meluapkan kegalauannya.
*Aaarrrggghhhh!!!
Tiba-tiba Ombak besar datang dan menyapu Luci yang berada di bibir pantai.
Gadis itu berusaha keluar dari sapuan Ombak yang menyeretnya ketengah pantai. Saat ia merasakan tubuhnya begitu ringan dan pandangannya mulai gelap tiba-tiba sesosok pria berenang kearahnya.