INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Ternyata Itu Alasannya



Guntur berjalan menyusuri hutan penangkaran binatang di samping pantai. Lelaki itu kemudian berjalan menuju kerumunan kijang yang sedang memakan rerumputan.


Ia kemudian mengambil belati dan bersiap melemparkannya kearah mereka.


*Wuushh!!


*Grep!!


Seorang lelaki dengan sigap menangkap belati itu membuat para kijang-kijang itu berlarian meninggalkan tempat itu.


"Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur dengan urusan ku Guntur," ucap Ki Brojo


"Jadi semua ini ulah Aki ternyata,"


"Sudah ku bilang aku harus mengembalikan kalung serigala kepada Arya demi leluhur ku," sahut Ki Brojo


"Jika kau hanya ingin mengembalikan kalung itu saja, kenapa harus memakai kekerasan. Kenapa juga kau harus menyakiti Luci yang tidak ada hubungannya dengan kalung itu?"


"Karena Arya tak mau menerima kalung itu lagi, dan satu-satunya cara untuk membuat Arya mau memakai lagi kalung itu adalah dengan menjadikan Luci sebagai umpan," sahut Ki Brojo


"Kalau begitu berikan kalung itu padaku, biar aku yang akan memberikannya kepada Arya," ujar Guntur


Ki Brojo kemudian mengeluarkan kalung serigala dan memberikannya kepada Guntur.


Entah kenapa Guntur seketika bisa melihat semua yang terjadi dengan kalung itu dan orang-orang yang memakainya.


Ia segera melemparkan kalung itu, karena begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Sebaiknya Aki tidak perlu mengembalikan kalung itu kepada Arya Tejo, karena itu hanya akan mendatangkan bencana. Sebaiknya buang saja kalung itu jika memang Aki ingin menebus kesalahan leluhur mu di masa lalu," jawab Guntur


Ki Brojo tidak habis pikir bagaimana bisa Guntur mengetahui semuanya. Lelaki itu begitu kaget dengan kemampuan supranatural yang dimiliki oleh Guntur.


Bagaimana bisa di tahu apa yang akan terjadi jika aku berhasil memakaikan kalung itu kepada Arya, apa dia benar-benar titisan dari dukun sakti yang kelak akan menyelamatkan Arya dari kalung ini??. Aku harus menyingkirkan pemuda itu, aku takut ia akan menjadi batu sandungan saat aku akan menjadikan Arya sebagai kaki tangan ku.


"Maaf Aki, aku tidak punya banyak waktu, jika ada kesempatan lagi aku akan menemui mu lagi untuk membicarakan kalung itu," ucap Guntur


Suara Guntur seketika membuyarkan Ki Brojo dari lamunannya. Lelaki itu tidak ada pilihan lainn selain membiarkan Guntur pergi.


Ki Brojo segera mengambil belati dan mengikuti pemuda itu diam-diam. Ki Brojo kemudian menikam Guntur, saat pemuda itu tengah fokus membidik seekor rusa.


*Aaarrrggghh!!


"Guru, kenapa kau!!"


*Bruugghhh!!


Seketika Guntur jatuh tersungkur bersimbah darah. Melihat Guntur ambruk Ki Brojo segera pergi melarikan diri.


Sementara itu Arya perlahan membuka matanya. Lelaki itu sedikit membaik setelah beristirahat sejenak. Senyumnya mengembang saat melihat Luci terbaring di sampingnya.


Terimakasih sudah merawat ku Lu,


Leo berlari terburu-buru menuju ke kamar Arya.


"Bagaimana keadaan mu Bro, apa lo sudah baikan?" tanyanya dengan nada khawatir


Arya hanya mengangguk karena khawatir membangunkan Luci.


"Syukurlah, akhirnya kau sadar juga. Padahal aku sudah ketakutan setengah mati, aku takut kau akan berubah menjadi Asu Baung saat kau pingsan tadi, itulah sebabnya aku segera pergi mencari daging segar ini," jawab Leo


Arya memberikan kode agar pemuda itu berbicara pelan supaya tidak membangunkan Luci, namun rasa khawatirnya membuat Leo rak bisa menahan diri untuk meluapkan rasa khawatirnya kepada sahabatnya sekaligus atasannya itu.


Mendengar suara keributan membuat Luci terbangun dan membuka matanya.


"Oh, Mas Arya sudah bangun," ucapnya sambil menutup mulutnya yang menguap


"Ish, dasar gak peka!" celetuk Arya


"Sorry Bro," jawab Leo segera pergi meninggalkan mereka berdua


"Sekarang makanlah supaya cepat pulih," ucap Leo mendudukkan pemuda itu di kursinya


Ia kemudian duduk di sebelahnya dan menyuapinya.


"Aaaaa!!" ucap Leo menyuruh Arya untuk membuka mulutnya.


Luci tersenyum melihat kedekatan keduanya.


"Dulu, sebelum ada kamu aku yang selalu mengurus Arya, mulai dari makanan, baju sampai semuanya aku yang mengurusnya. Kadang aku merindukan saat-saat menjadi baby sitter seorang bayi tua seperti dia. Dia memang sedikit arogan, menyebalkan, dan juga pelit. Tapi meskipun begitu dia adalah lelaki setia yang sangat romantis. Aku harap kau tidak merasa tertekan bersamanya," tutur Leo


"Hmm," jawab Arya langsung merebut sendok dari tangan Leo


"Sorry Bro keceplosan," ucap Leo tertawa kecil


"Dasar cepu," gerutu Arya


"Btw Guntur kemana, kenapa belum kembali?" tanya Arya


"Dia sedang berburu di hutan sebelah, tapi kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak enak ya," ucap Leo


"Sebaiknya kau susul saja dia," jawab Arya


"Ok, aku tidak menyangka ternyata kekuatan Cinta lebih cepat menyembuhkan dirimu daripada sup daging sapi ini," celetuk Leo


"Hentikan omong kosong mu itu atau aku akan menghajar mu!" gertak Arya mengangkat Piring kosong di sampingnya


"Cie cie, gitu aja baper, yaudah kalau gitu gue pamit, papay sayang!" seru Leo mengerlingkan matanya kepada Luci


Gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya, " Papay Le,"


Setelah menghabiskan semangkuk sup daging sapi, Arya segera beranjak dari duduknya dan melepaskan perbannya.


"Apa yang kau lakukan Mas, lukamu belum sembuh jadi jangan di buka dulu perbannya," ucap Luci mencoba menahan pemuda itu melepaskan perbannya


"Aku sudah istirahat cukup jadi kurasa aku baik-baik saja sekarang," jawab Arya


Luci tercengang saat melihat luka di dadanya sudah menghilang.


"Terimakasih sudah merawat ku, tapi sepertinya aku harus menyusul Leo sebelu sesuatu terjadi padaku," ucap lelaki itu kemudian memakai kembali kemejanya


Ia buru-buru melangkah pergi meninggalkan ruang makan, dan Luci berlari menyusulnya.


"Tapi kamu masih belum pulih, sebaiknya kau istirahat dulu. Aku yakin Leo akan baik-baik saja dan begitupun dengan Guntur," jawab Luci menarik lengan Arya


Arya menatap purnama yang bersinar terang di langit.


"Aku harus segera pergi," ucapnya melepaskan tangan Luci


"Kenapa, apa kau takut aku akan mengetahui wujud aslimu, apa kau takut aku akan melihat mu menjadi sosok Asu Baung?" tanya Luci membuat Arya terbelalak


"Bagaimana kau bisa tahu??" tanyanya penasaran


"Aku sudah dua kali melihat kau berubah menjadi sosok Asu Baung, pertama saat kau menolong ku di pemakaman. Kedua saat kau menolong ku di altar pemujaan," jawab Luci


"Apa kau tidak takut denganku?" tanya Arya


"Kenapa aku harus takut, dari kecil aku selalu diikuti oleh banyak mahluk halus. Mulai dari yang menyeramkan hingga yang berwujud lelaki tampan. Aku sudah terbiasa melihat mahluk gaib sehingga aku tidak kaget saat mengetahui kau juga bukan Manusia. Karena yang aku tahu hanya mahluk gaib yang menyukai seorang balung wangi," terang Luci


"Jadi kau meragukan cinta ku karena aku seorang mahluk gaib?" tanya Arya


Luci hanya terdiam mendengar ucapan Arya, gadis itu tak berani menjawabnya.


"Baiklah kalau itu alasannya, aku tidak akan memaksamu lagi," ucap Arya getir


Tiba-tiba Luci mendekati pemuda itu dan mencium bibirnya, membuat Arya terkejut bukan main di buatnya.