INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Penyesalan



Guntur menghentikan langkahnya tepat di paviliun Cempaka tempat Luci dirawat.


Betapa terkejutnya ia saat melihat Luci bersama Arya. Lelaki itu tak kuasa melangkahkan kakinya kedalam ruangan itu saat mendengar keduanya tengah asyik bercengkrama.


Tangannya mengepal saat menyadari betapa dekat keduanya.


"Kau tahu ... aku sangat bahagia karena sekarang aku tidak sendirian lagi. Ada kamu yang selalu berada di sisiku dan juga melindungi ku. Sekarang aku bisa merasakan bagaimana rasanya di cintai," ucap Luci menyandarkan kepalanya di bahu Arya


"Tentu saja, aku tidak akan pernah membiarkan mu sendirian lagi mulai sekarang, kau bisa memanggilku kapanpun kau mau. Dan mulai sekarang aku juga akan menjadi bodyguard mu yang akan menjaga dan melindungi mu 24 jam," ucap Arya mengusap lembut rambutnya


"Benarkah??" ucap Luci menatap Arya lekat


"Tentu saja, kau tahu kan jika makhluk gaib lebih setia daripada manusia," jawab Arya


"Benar, kalau begitu berjanjilah padaku kau tidak akan berubah apapun yang terjadi padaku kelak,"


"Tentu saja, meskipun rambut mu akan memutih, kau akan menua dan mati aku akan selalu mencintaimu dan cintaku takkan pernah berubah sedikitpun. Jika aku mengkhianati mu maka kau bisa membunuh ku," ucap Arya


"Bagaimana bisa aku membunuh mahluk gaib seperti dirimu?" tanya Luci


"Kau bisa membunuh ku dengan cintamu," jawab Arya membuat Luci langsung memukulnya


"Ish dasar gombal!" seru gadis itu terus memukulinya.


"Kenapa kau begitu menggemaskan saat sedang marah," ucap Arya kemudian mendekatkan wajahnya, dan Luci hanya pasrah saat lelaki itu mencium lembut bibirnya.


Sementara itu Guntur terus berdiri di depan pintu sembari menatap kedekatan keduanya.


Rasanya begitu pedih saat melihat wanita itu dekat dengan pria lain. Guntur tak bisa menyembunyikan rasa galaunya saat melihat keduanya berciuman. Bagaimanapun juga pemuda itu mulai merasakan benih-benih cinta pada gadis itu. Namun benih-benih cinta itu seperti mati sebelum bertunas.


"Kenapa kau tidak masuk,"


Ucapan Leo seketika membuyarkan lamunan Guntur.


"Sepertinya aku akan jalan-jalan dulu untuk mencari udara segar sebelum berterima kasih pada Luci," sahut Guntur


"Sebaiknya memang begitu, kau pasti canggung saat melihat kedua buciners itu oagi kasmaran bukan?. Dasar Sue mesra-k rumah sakit. Pria itu terus berjalan tanpa melihat jalan dengan mata yang mulai berembun.


Dadanya masih terasa sesak melihat Luci dan Arya yang semakin dekat. Ia begitu menyesali keputusannya melepaskan Luci waktu itu hingga membuatnya begitu menyesal.


*Buuggghhh!!


Seorang wanita terlihat kesal saat Guntur tak sengaja menabraknya, ia terus mengumpat dan meneriakinya. Namun Guntur tak mendengarnya karena terlalu fokus dengan kegusaran hatinya.


"Ish, dasar brengsek, kau pikir karena kau pikir akan memaafkan mu karena di rumah sakit!. Lihat saja aku akan memberi pelajaran padamu agar kau tahu siapa aku!" Gadis itu kemudian bergegas mengejarnya dan segera menarik baju Guntur.


Gadis itu begitu terkejut saat melihat wajah pemuda itu.


"Lo!" serunya dengan wajah tak percaya


"Maaf hari ini aku sedang tidak mood, jadi tolong jangan ganggu aku," jawab Guntur dengan wajah lesu


Suzy seketika berang mendengar jawaban itu, betapa tidak?. Harusnya ia yang berkata seperti itu saat Guntur menabraknya. Hampir saja sumpah serapah keluar dari bibir mungilnya, namun melihat wajah gusar Guntur membuat gadis itu sedikit berubah pikiran.


"Apa kamu sedang bersedih, kenapa wajahmu begitu menyedihkan?" tanyanya hati-hati


"Hari ini aku sedang menyesali keputusan ku, keputusan yang benar-benar membuat ku hancur berkeping-keping," jawab Guntur dengan ekspresi wajah sedihnya


"Haish sialan, harusnya gue maki-maki dia malah gak bisa marah-marah gara-gara muka mengsad nya," Suzy kemudian mengajak Guntur ke sebuah restoran dekat rumah sakit


"Sekarang makalah, aku yakin sedih juga butuh tenaga, jadi lo harus makan biar kuat menghadapi kenyataan," tukas Suzy


Guntur kemudian menyendok makannya setelah Suzy berkali-kali memarahinya.


"Kenapa lo galak banget sih," ucap Guntur sambil mengunyah makanannya


"Silent, aku paling gak suka kalau ada orang makan sambil berbicara pamali!" seru gadis itu dengan ekspresi juteknya


"Maaf," Guntur dengan cepat menghabiskan makannya tanpa sisa sedikitpun.


"Wah ternyata kau anak penurut rupanya, sama orang yang baru dikenal aja nurut apalagi sama pasanganmu nanti eaaaaa," goda Suzy


Seketika Guntur langsung menangis tersedu-sedu mendengar ucapan Suzy membuat gadis itu langsung memenangkannya.


"Ish kenapa kamu malah nangis gini, dah diam, nanti orang-orang mengira kalau kau menangis karena aku," ujar gadis itu memperhatikan sekelilingnya


Ia kembali menenangkan Guntur saat kembali tersedu-sedu .


"Ish diem, apa kamu tidak lihat tatapan para pengunjung restoran yang menatapku tajam seakan mengkebiri diriku,"


"Sakit!" seru Guntur


"Sakit kenapa?"


"Kakiku keinjak high heels mu!" jawab Guntur


"Astoge, maaf," jawab Suzy segera mengangkat kakinya


"Haish sebenarnya kamu ini kenapa sih kenapa sih sampai galau seperti ini?" tanya Suzy mencoba mencari tahu penyebab kesedihan Guntur


"Aku menangis bukan karena masalahku, tapi karena tomyam ini begitu pedas hingga aku tak kuat menahan air mataku," jawab Guntur mengusap air matanya


Suzy terkekeh mendengar jawaban Guntur.


"Pantas punyaku tidak pedas, sepertinya punyaku tertukar dengan milikmu," jawab Suzy terkekeh


*********


Padepokan Ki Brojo.


Ki Brojo memasuki sebuah kamar dimana seorang lelaki tergeletak di atas tikar padan. Aroma bunga kantil dan kemenyan mengisi seluruh ruangan itu.


Lelaki itu segera duduk dan perlahan meminumkan darah segar dari mangkuk yang ia bawa.


Tidak lama lelaki itu terbangun dan membuka matanya.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Ki Brojo


"Tentu saja aku akan membaik setelah meminum darah balung wangi bukan?" jawab lelaki itu mengusap sisa darah di bibirnya


"Syukurlah, aku harap kali ini kau akan lebih kuat dari sebelumnya mengingat sudah hampir seratus balung wangi yang sudah aku tumbalkan untukmu. Aku harap kau bisa membunuh Asu Baung itu untuk membalaskan dendam atas kematian leluhur ku," ujar Ki Brojo


"Kau tidak perlu khawatir Aki, kau hanya tinggal membawa gadis itu sebagai tumbal terakhir, dan aku akan membantunya menjadi manusia setengah siluman yang tidak akan terkalahkan oleh siapapun," sahut Alvin dengan penuh percaya diri


"Tapi... bukankah kau dan Arya Tejo adalah saudara kandung, lalu kenapa kau malah membantu ku untuk membunuhnya?" tanya Ki Brojo


"Itu karena dari dulu aku sangat membencinya. Kau tahu gara-gara aku merasa menjadi anak yang terbuang. Bahkan ayahku sama sekali tidak pernah menganggap ku sebagai putranya. Ia lebih memilih mewariskan tahtanya kepada putra tunggalnya yang sekarang tanpa melihat aku yang segar bugar." kenang Alvin


"Ternyata dibalik kehidupan glamor mu, kau memiliki cerita kehidupan yang begitu miris. Tapi tenang saja aku pasti akan membalaskan dendam mu setelah mendapatkan tumbal yang ke 100," jawab Gili tersenyum sinis