
Ki Brojo berjalan pelan saat melihat Alvin, Leo, dan Gili sibuk menghadapi Arya Tejo. Ia tahu jika mereka pasti akan membunuhnya setelah membereskan Arya, untuk itulah ia berusaha kabur selagi bisa.
"Mau kemana Aki, urusan kita belum selesai jadi jangan pergi kemana-mana dulu ok," ucap Alvin menjewer telinga lelaki paruh baya itu
Ki Brojo berusaha memberikan alibinya berharap Alvin bisa mengampuninya. Namun Alvin yang sudah tahu betul karakter lelaki itu sama sekali tak bergeming.
Diam-diam Ki Brojo berusaha membangkitkan kembali Arya. Dengan suara lirih ia berusaha membuka mulutnya, kemudian ia komat-kamit membaca mantra pemanggil arwah. Namun pendengaran Alvin yang begitu tajam membuat pemuda itu begitu berang dan melepaskan tendangan tepat ke mulutnya hingga ia langsung terjungkal dan menutup mulutnya yang seketika mengeluarkan darah.
Mencium bau amis darah membuat Arya perlahan membuka matanya, insting predatornya langsung bereaksi. Pria itu perlahan bangun dan melesat menyerang Ki Brojo.
Ki Brojo yang kaget berusaha untuk melawan saat Arya terus menyerangnya.
Bukannya menolong Ki Brojo Alvin justru bahagia saat Arya menyerangnya. Pemuda bahkan menyuruhnya untuk menghabisi Ki Brojo.
"Bunuh saja dia Kang Mas, Iblis seperti dia memang tak pantas hidup," seru Alvin
Tejo benar-benar akan membunuhnya andai saja Guntur tak mencegahnya.
"Kalau kau ingin kembali menjadi manusia jangan pernah mengulangi kesalahan mu lagi," ucapnya membuat Tejo meradang
Ia kemudian menyerang Guntur yang telah menggagalkan usahanya. Tejo yang sudah berubah menjadi Iblis jahat terus menyerangnya bahkan berusaha memangsanya.
Guntur berusaha menyadarkan lelaki itu, namun karena kekuatan Tejo bertambah dua kali lipat membuatnya kewalahan menghadapinya.
Ia meminta bantuan Leo dan Alvin untuk melumpuhkan Tejo. Ia berjanji akan membuatnya kembali seperti semula jika Arya sudah kembali tenang.
Mendapatkan lawan yang kuat membuat Arya tak tinggal dia, ia terus mengeluarkan jurus-jurus mautnya hingga membuat Leo dan Alvin terjungkal.
Menyadari jika Alvin dan Leo bukan tandingan Arya tentu saja Guntur tak tinggal dia.
Ia kemudian mengambil bambu kuning yang tergeletak di lantai untuk menyerangnya. Kali ini Arya dibuat tak berkutik saat Guntur menebarkan daun kelor kearahnya.
Ki Brojo segera mengambil kesempatan untuk kabur saat mereka sibuk melumpuhkan Arya.
Menyadari jika Ki Brojo kabur maka. ketiga pria itu langsung mengejarnya. Arya mencoba bangun dan tertatih meninggalkan tempat itu.
*********
Saat matahari mulai meninggi, Arya mulai bangun dan meninggalkan tempatnya bersembunyi.
Lelaki itu berjalan menyusuri trotoar jalan tanpa arah dan tujuan. Seharian berjalan tanpa tujuan di bawah terik matahari membuat Arya jatuh pingsan.
Beberapa orang berkerumun mencoba membangunkannya, suzy yang tidak sengaja melihat sosok Arya langsung membawanya ke klinik terdekat.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya gadis itu saat dokter selesai memeriksanya.
"Aneh, meskipun tubuhnya lemah tapi aku tidak menemukan luka atau cedera di tubuhnya. Dia baik-baik saja," jawab sang dokter
Tidak lama Arya terbangun dan beranjak dari brangkarnya. Saat dokter akan memeriksanya, pemuda itu langsung menepisnya.
Melihat sikap arogan Arya membuat Suzy langsung mengajaknya pulang.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Suzy
Arya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan gadis itu.
"Apa bisnismu sedang kacau atau Si Upik Abu meninggalkan dirimu?" tanya Gadis itu lagi
"Sebaiknya bawa aku ke rumah mu saja dan jangan banyak tanya," jawab Arya
Tentu saja Suzy begitu bahagia saat tahu Arya ingin ke rumahnya. Bagaimanapun juga Suzy yang masih menyukainya berharap jika Arya dan Luci sedang ada masalah hingga ia tak mau diantar ke rumahnya.
Ia berharap jika itu adalah kesempatannya untuk mendekati pemuda itu dan mendapatkan hatinya. Dengan wajah Sumringah ia segera mengajak Arya masuk setibanya di rumahnya.
"Kamu pasti lapar bukan, tunggu sebentar biar aku siapkan makanan untukmu," ucap Suzy
Saat Suzy beranjak dari duduknya, Arya langsung menarik lengannya hingga ia jatuh ke pangkuannya.
"Aku tidak lapar," ucap Arya membelai wajah gadis itu
"Terus?" tanya Susi penasaran
"Aku ingin dirimu," jawab Arya kemudian mendorong tubuh gadis itu hingga terbaring di sofa.
Suzy langsung mendorong tubuh Arya, saat ia mulai mencondongkan tubuhnya kearahnya.
"Jangan terburu-buru, meskipun aku juga sangat ingin melakukannya tapi suasananya tidak mendukung, bisakah kau bersabar sedikit," ucap Luci kemudian mengecup bibir lelaki itu
Ia kemudian mengajak Arya ke kamarnya, wanita itu kemudian menyuruhnya untuk membersihkan tubuhnya.
"Bersihkan dulu tubuhmu, aku akan kembali lagi membawakan baju ganti untukmu," imbuhnya
Ia kemudian segera keluar meninggalkan Arya yang sudah berendam di bak mandi.
"Ah sayang sekali, padahal aku ingin menemaninya mandi," ucap Suzy menyesali keputusannya
"Sabar Suzy, semuanya akan indah pada waktunya so jangan buru-buru. Karena ada yang bilang jika buru-buru itu hanya akan membuatmu kecewa. Tetap stay cool dan jangan terlihat murahan meskipun kau sangat menginginkannya, ya... aku pasti bisa mendapatkan Arya dengan caraku sendiri tanpa harus merendahkan diriku. Tapi... kenapa perasaanku tidak enak, sepertinya ada yang ganjil," ucap Suzy bermonolog sendiri
"Bagaimana mungkin seorang Arya Tejo yang begitu benci padaku tiba-tiba ingin mendekati ku, benar...aku yakin pasti ada udang di balik papan eh bakwan," ucapnya sinis menoleh ke belakang
"Apa Arya ada di rumahmu!" Guntur begitu terkejut saat Suzy memberitahukan keberadaan Arya di kediamannya
Lelaki itu tak habis pikir kenapa Arya bisa bersembunyi di rumah Suzy, karena takut sesuatu terjadi pada Suzy Guntur melarang gadis itu berdekatan dengan Arya. Ia juga meminta padanya untuk menahan Arya agar tidak meninggalkan rumahnya sampai ia tiba.
Rona bahagia yang semula terpancar dari wajah Suzy kini berubah menjadi ketakutan setelah mendengar cerita Guntur.
Gadis itu berkali-kali menelan salivanya saat melihat dada bidang Arya yang begitu menggodanya.
Bagaimanapun sebagai seorang wanita normal yang mengaguminya ia tetap berharap akan mendapatkan cinta Arya tak peduli meskipun ia bukan manusia.
Tidak, bagaimanapun juga dia bukan manusia. Sadarlah Suzy mungkin ia mendekati mu karena ingin menghisap darahmu, jadi waspadalah, waspadalah.
Ia semakin ketakutan saat Arya datang memeluknya dari belakang. Ia kemudian membalikkan badannya, dan menatapnya sendu. Suzy berusaha bersikap tenang saat berhadapan dengan Arya meskipun debaran jantungnya mulai tak karuan saat pemuda itu mulai mencumbunya.
"Wait!" ucap Suzy berusaha mengontrol dirinya saat mulai terpacu andrenalinnya
Tidak bisa dipungkiri jika Suzy begitu menikmati setiap sentuhan Arya meskipun tahu ia dalam bahaya. Untuk itulah dia berusaha menahan lelaki itu saat akan menyentuh titik lemahnya.
"Bagaimana kalau kamu minum obat kuat dulu biar lebih greng dan tahan lama," ucapnya mengedikkan alisnya
Sementara itu Guntur dan yang lainya segera meluncur menuju ke rumah Suzy.
Hanya butuh waktu tiga puluh menit ketiga pemuda itu akhirnya tiba di kediaman Suzy
"Arrgghhh!!"
Mendengar teriakan Luci membuat Guntur segera mendobrak pintu masuk rumah itu dan segera mencari keberadaan Suzy.
Guntur segera melesatkan tendangan keras kearah Arya yang akan menggigit leher Suzy.
Ia segera menangkap tubuh Suzy saat gadis itu akan jatuh dari balkon kamarnya.
"Keren," ucap Suzy menatap lekat kearah lelaki itu,
"Cie, cie, yang lagi tersihir getar-getar asmara!" goda leo membuat keduanya seketika langsung menjauh
"Oi, kita kehilangan jejaknya lagi!" seru Alvin menghampiri mereka
"Terus gimana ini?" tanya Leo
"Sebaiknya kita kembali pulang, aku takut jika Arya kembali ke rumah dan mencelakai Luci," ucap Guntur
Pemuda itu segera berlari keluar dan melesat pergi menggunakan sepeda motornya menuju ke rumah Arya disusul oleh Leo dan Alvin.
*******
*Tak, tak, tak!!
Luci segera keluar dari kamarnya saat mendengar suara langkah kaki memasuki ruang tamu.
"Mas Arya," ucap gadis itu menyunggingkan senyumnya.
Gadis itu begitu bahagia melihat Arya kembali dan segera berlari kearahnya.
"Balung Wangi," ucap Arya mengendus aroma wangi darah Luci
Luci seketika menghentikan langkahnya dan menatap tajam lelaki di hadapannya.
"Ternyata kau bukan lagi Mas Arya yang aku kenal," ucap Luci menjauh darinya
Melihat mangsanya akan kabur membuat Arya langsung menjambak rambut Luci dan menyeretnya.
"Aku sudah menemukan mu, balung Wangi," ucap Arya kembali mengendus aroma wangi gadis itu
"Aku harus membunuh mu agar bisa hidup abadi, karena hanya dirimulah satu-satunya manusia yang bisa membunuh ku Balung Wangi," ucap Arya menyeringai
Kuku-kukunya tangannya seketika langsung meruncing dan siap menerkam mangsanya.
Luci langsung memejamkan matanya dan hanya pasrah saat Arya akan membunuhnya.
"Lepaskan dia Tejo!" seru Guntur memasuki ruangan itu
"Kau keliru jika beranggapan bahwa kau akan mati saat menemukan cinta sejati mu. Bukan Luci yang akan membunuh mu tapi kau sendirilah yang akan membunuh dirimu sendiri." ucap Guntur
"Jika kau ingin kembali menjadi manusia lagi maka lepaskanlah kalung itu dan berikan padaku. Selama ini kau hanya menjadi inang bagi Pangeran Adipala Sayuti selama ia keluar dari cangkangnya. Kau akan tetap menjadi Arya Tejo selama tidak melakukan pantangan yang diberitahukan oleh Ki Broto. Selama kau tidak pernah meminum darah manusia ataupun membunuh mereka, maka jiwa manusia mu masih ada dan Pangeran Adipala Sayuti tidak bisa mengambil alih tubuhmu." terang Guntur
"Tapi sekarang aku sudah berubah menjadi Iblis, dan aku tidak bisa mengontrol diriku sekarang, jadi tidak mungkin aku bisa kembali lagi menjadi manusia bukan," jawab Arya Gusar
"Jangan khawatir aku akan bisa membantumu, percayakan semuanya padaku, semuanya belum terlambat," ucap Guntur mencoba membujuknya.
*Dor!!
Tiba-tiba tubuh Guntur roboh saat sebuah timah panas menembus dadanya.
"Jangan pernah mempercayainya Tejo, kau sudah menjadi iblis jadi mustahil untuk menjadi manusia kembali. Sebaiknya kau hisap saja darah Balung Wangi itu agar bisa hidup abadi, lagipula bukankah dukun itu sudah mati, jadi tidak akan adalagi yang bisa membantu mu menjadi manusia lagi," ucap Ki Brojo memasuki ruangan itu.