INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Kamar Rahasia 3



#Cerita ini hanya Fiktif belaka, Semua adegan, tokoh, setting, alur adalah murni imajinasi author, so harap bijak dalam membaca.#


Angin kencang menghempaskan tubuh Arya Tejo hingga pemuda itu menghantam pohon terbesar di hutan itu.


"Arrrrrghhh!!" Arya mencoba bangun dan berdiri


"Dimana ini??" Tejo mulai mengerjapkan matanya dan menatap sekelilingnya.


"Ternyata aku masih di dalam hutan Ijen, kalau begitu aku harus segera pergi dari sini sebelum Ki Broto datang dan memenjarakan aku!" Tejo segera berlari meninggalkan hutan, namun semakin ia berlari maka ia akan terus kembali ke tempat yang sama.


"Tidak mungkin, apa aku benar-benar terperangkap dalam hutan ini selamanya?. Apa aku benar-benar akan menjadi siluman asu baung yang akan menjadi penunggu hutan ini, tidak...aku tidak mau!" seru Arya


Tiba-tiba muncul sebuah garis putih membentuk lingkaran dihadapan Arya Tejo.


"Apalagi ini??"


Pemuda itu kembali mencoba untuk keluar dan kabur dari hutan itu. Namun lagi-lagi sebuah pagar ghaib menghalanginya.


"Ah sial, bagaimana mungkin aku harus tinggal di hutan ini seumur hidup ku, aku tidak mau hidup tersiksa disini. Aku tidak mau mati kesepian dan membusuk di hutan ini. Tolong ampuni aku Aki, aku janji aku tidak akan membunuh manusia lagi hanya karena dendam. Mulai sekarang aku tidak akan membunuh lagi aku janji, jadi tolong lepaskan aku Aki," ucap Arya Tejo bersimpuh di tanah


"Karma sudah dimulai Tejo, aku tidak bisa membiarkan mu hidup di luar lagi karena itu akan menambah karma untuk mu. Sebaiknya jalani saja hukuman ini dan berdoalah kepada Tuhan semoga penolong mu segera datang," ucap Ki Broto


Seketika terjadi guncangan hebat seusai Ki Broto Seno mengeluarkan maklumat. Terjadi gempa dahsyat hingga tanah mulai retak dan terbelah. Saat itulah muncul di dinding tembok yang akhirnya membentuk sebuah rumah.


Tiba-tiba sosok Ki Broto Seno berdiri di depan


"Sekarang tinggalah dengan nyaman di rumah barumu, meskipun secara kasat mata kau tinggal disebuah rumah tapi sebenarnya kau tetap berada di dalam hutan Ijen, aku sengaja memindahkan mu ke tempat yang jauh agar kau tidak mengulangi lagi kesalahan mu," ucap Ki Broto


"Tidak, aku tidak mau terkurung di sini aku mau pulang. Tolong keluarkan aku dari Aki tolong!" pinta Arya


"Semoga kita bisa bertemu lagi Arya Tejo," ucap Broto berpamitan


Ia kemudian meraih pintu ruangan itu dan menutupnya.


"Jangan tutup pintunya, jangan pergi Aki!"


"Tidaaaaakkkk!!!"


"Jadi begitu rupanya, ternyata kamar rahasia itu sebenarnya adalah Alas Ijen?" tanya Leo


"Benar,"


"Lalu bagaimana kau bisa keluar dari kamar itu?" tanya Leo lagi


"Ceritanya panjang?" jawab Tejo


"Yaudah persingkat saja ceritanya, jangan bertele-tele apalagi gantung kaya jemuran," ujar Leo


"Novel kali gantung, tapi kalau aku ceritain tentang siapa yang membebaskan aku, aku khawatir Luci tak tertolong karena terlalu lama menunggu. Kau tahu kan wanita tak suka di gantung, dia butuh kepastian. So sebaiknya kita selamatkan Luci dulu baru cerita," jawab Tejo


"Tapi nanggung nih, gak enak kan kalau di putus pas lagi sayang-sayange. Lagipula Luci pasti akan memanggil namamu jika dalam bahaya, so kamu bisa berhenti cerita saat dia memanggil namamu," ucap Leo


"Benar juga, dia pasti akan memanggil nama ku saat dalam bahaya karena aku sudah memberinya ijin," sahut Arya


"Kuy gaskeun!"


"Jadi gini ceritanya...."


"Tejo!!"


Arya Tejo tiba-tiba menghentikan ucapannya saat ia mendengar suara Luci memanggilnya.


"Kenapa berhenti, kuy lanjut...udah gak sabar nih, kali aja gue tahu juga kenapa gue selalu nempel sama lo," ujar Arya


"Tidak bisa, Luci memanggil ku," jawab Arya


Ia segera berdiri dan berjalan menuju kamar rahasia.


"Kalau gitu aku ikut, aku juga penasaran dengan isi kamar itu. Kali aja gue bisa menemukan cewek cantik didalamnya,"


"Jika kau bertemu cewek cantik dalam ruangan itu maka kau harus berhati-hati, karena setiap manusia yang kau temui di ruangan itu bukan manusia. Hanya Jin, lelembut dan sejenisnya yang tinggal di Alas Ijen jadi jangan pernah jatuh cinta dengan cewek cantik di sana, karena berbahaya jika kau sampai jatuh cinta dengan siluman," bisik Arya Tejo


"Lalu bagaimana dengan dirimu, kau juga siluman yang jatuh hati pada manusia. Apakah kau juga akan mengalami nasib buruk karena menyukai manusia?" jawab Leo balik bertanya


"Entahlah, aku tidak tahu. Semoga saja semua akan berakhir indah pada waktunya,"


"Kaya familiar dengan kata-kata itu,"


"Hmm," Arya segera memegang engsel pintu kamar Rahasia itu dan membukanya


"Itu kaya judul lagu dangdut bukan yang penyanyinya si ratu goyang gergajiiii!!" Seketika Arya dan Leo tersedot masuk kedalam ruangan itu begitu pintu masuk kamar itu terbuka.


*Bruuughh!!!


"Awwww, sakit!" seru Leo mengusap kepalanya yang membentur sebuah batu besar


"Darah, kepalaku berdarah, oh noooooo!" seru Leo begitu histeris melihat darah mengalir di pelipisnya


Mencium aroma darah segar membuat Arya langsung menghampiri Leo. Matanya seketika memerah dan kuku-kukunya mulai memanjang saat melihat darah segar mengalir di pelipis Leo.


"Stop, jangan dekat-dekat!" seru Leo menahannya


Arya mencoba menahan diri dan menjilat air liurnya yang mulai menetes.


"Jangan berpikir untuk menghisap darah ku, ingat bro gak boleh makan temen, dosa!" seru pemuda itu


"Kau sudah membangkitkan jiwa serigala ku Leo, jadi kau harus bertanggung jawab. Biarkan aku sedikit saja menjilati darah mu yang ada dipelipis itu. Aku janji tidak akan minta lebih,"


"Ish siapa bilang lo itu serigala. Inget Jo lo itu Asu, A S U. Asu Baung Tejo, camkan itu," ujar Arya


"Dih sirik amat lo, gak suka banget kalau gue keren dikit," cibir Arya


"Serigala itu hanya untuk vampire, dan vampire itu adanya di luar negeri bukan di Indonesia. Karena kau tinggal di Indonesia maka kau harus bangga menjadi Asu Baung, toh Asu dan Serigala itu masih satu spesies, jadi jangan khawatir. Kalian sama-sama keren cuma beda kasta saja. Kalau Vampire lebih tinggi kastanya karena dia makan darah manusia sedangkan lo, Sang Asu Baung termasuk kasta rakyat jelata karena kau hanya meminum darah binatang ternak saja," jelas Leo


"Astoge, bahkan ketika aku jadi siluman pun aku tetap menjadi kasta terendah. Oh kasian sekali nasibmu Tejo, sakno!" ucap Tejo membuat Leo terkekeh mendengarnya


"Syukuri aja apa yang kau dapatkan Tejo, aku yakin Tuhan memiliki rencana indah kenapa menjadikan mu A S U Baung,"


"Hmm, darahmu makin lama makin banyak keluar, sebaiknya aku bantu hentikan saja, aku tidak tega melihatmu terluka seperti itu,"


"Nooo, jangan pernah kau menyentuhku atau aku akan menghajar bokong mu!" sahut Leo


"Kau sudah menggodaku dengan darah mu setidaknya ijinkan aku mencicipinya sedikit saja please," Pinta Arya segera bersimpuh di depan Leo


"Kau tahu kenapa aku melarang mu memakan darahku, dan lebih membiarkannya membeku?" tanya Leo dan Arya hanya menggelengkan kepalanya


"Itu karena aku begitu menyayangi mu, aku begitu mencintaimu sehingga aku tidak mau hal buruk terjadi padamu setelah meminum darahku. Aku tahu kekuatan mu akan meningkat 10 kali lipat saat meminum darah manusia, tapi aku tidak mau memberikan kebahagiaan semu padamu. Ingat karma, jangan sampai gara-gara darah setitik rusak tapa Brata selama 95 tahun. Percuma saja kau sakti mandraguna jika harus hidup sendirian terkurung dalam hutan ijen seumur hidupmu, apa kau ingin hidup seperti itu?" tanya Leo


"Tidak,"


"Good, sekarang pergilah cari Luci dan selamat dia," sahut Leo


"Memangnya kamu gak mau mencarinya juga, bukankah kau datang kemari untuk membantu ku menyelamatkan dia?" tanya Arya


"No, no, no. Apa kau lupa kalau aku datang kesini karena penasaran dengan isi kamar rahasia ini. Selain itu, aku juga datang ke sini karena berharap bisa menemukan cewek cantik seperti dalam dongeng," jawab Leo


"Tentu saja, wanita adalah sesuatu yang indah yang bisa membuat hidup ku lebih berwarna so I Love you wanita,"


"Hati-hati jika bertemu wanita cantik di hutan ini, jangan sampai kau jatuh cinta padanya karena mereka bukan manusi,"


"Tentu saja Bro, thanks sudah memperingatkan gue,"


"Hmmm,"


Arya kemudian beranjak meninggalkan Leo.


"Tejo!" seru Leo memanggilnya


"Apalagi?" sahut Arya


"SARANGHAE," ucap lelaki itu membuat tanda love dengan jari-jarinya


"Dasar gila," gerutu Arya meninggalkannya


"Arya Tejo semangat!" seru Leo menyemangatinya


"Hmm," jawab Tejo kemudian menghilang di balik rerimbunan pepohonan.


"Aduh, kenapa kepala ku pusing sekali. Apa kerena aku terlalu banyak mengeluarkan darah makannya aku jadi pusing."


"Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati, yang mencintai aku, apa adanya!!" seru Arya bersenandung


Ia kemudian melemparkannya kaos yang dipakainya, ia merobeknya untuk menutup lukanya.


"Semoga darahnya tidak keluar lagi," ucap pemuda itu setelah membalut kepalanya.


"Sekarang aku harua ngapain ya?"


"Ah benar, kata orang hutan Ijen ini terletak di gunung Ijen maka mumpung aku disini aku akan menikmati keindahan kawah Ijen dan berswa foto sebanyak-banyaknya dan aku post ke Instagram ku, aku yakin semua followers ku akan semakin terpesona dengan ketampanan ku yang semakin bersinar saat berada di tempat eksotis seperti ini," Leo kemudian mengambil ponselnya di saku celananya dan menyalakannya.


"Sebaiknya selfi dulu ah, sekalian pamer perut six pack gue," Leo segera menatap kamera ponselnya


Saat ia akan menekan tombol kameranya tiba-tiba seorang wanita berdiri dibelakang.


"Ikutan dong ganteng?" ucapnya langsung tersenyum menatapnya


"Kun...kun... kuntilanak!" seru Leo kemudian berlari ketakutan


"Hihihihihi, jangan lari dong sayang nanti aku jatuh kan bahaya sayang," ucap mahluk itu terus mengejarnya


***********


Sementara itu Luci begitu ketakutan saat seorang serdadu Jepang menangkapnya dan membawa ia ke markas tentara Jepang.


"Siapa dia?" tanya seorang lelaki menghampirinya


"Aku menangkapnya karena dia sedang berkeliaran di kawasan alas Ijen komandan,"


"Wah, ternyata kau gadis yang sangat cantik, apa perlu aku membawamu ke Jepang untuk dijadikan Geisha atau menjadikan mu Sebagai Jugun ianfu?" tanya lelaki itu mendongakkan wajah Luci


Sebenarnya dimana aku, kenapa ada tentara Jepang di desa ini. apa mungkin aku melakukan time travel ke mas penjajahan Jepang di Indonesia. Jika ia menyebutkan istilah Jugun ianfu maka dugaan ku benar, aku berada pada masa penjajahan jepang kira-kira tahun 1942 sampai tahun 1945.


Luci terus menatap lekat lelaki Jepang di hadapannya itu.


"Kenapa kau diam saja gadis manis, apa kau sudah pasrah untuk menjadi seorang Geisha atau Jugun Ianfu. melihat pakaian yang kau pakai sepertinya kau adalah seorang bangsawan, hmm...." Lelaki itu menyuruh Luci untuk berdiri, ia kemudian memperhatikan gadis itu dengan seksama dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Sepertinya kau lebih cocok menjadi istriku daripada menjadi seorang jugun ianfu," ucap lelaki itu menyeringai


"Ingat Tuan, Komandan besar memperingatkan kita untuk tidak menikahi wanita pribumi. Sebaiknya kita jadikan dia sebagai jugun ianfu saja, aku tak keberatan jika Tuan ingin mencicipinya lebih dulu. Setelah kau puas makan kau bisa melemparkan wanita itu kepadaku, dan setelah itu aku akan membaginya dengan para serdadu lainnya. Bagiamana?"


Jugun ianfu, oh jangan sampai aku menjadi budak **** para serdadu Jepang. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana menderitanya para wanita pribumi yang dijadikan jugun ianfu oleh tentara jepang


"Tapi aku sudah terlanjur menyukai wanita itu, dia benar-benar cantik dan begitu mempesona. Aroma tubuhnya begitu wangi dan sangat menggoda, itulah yang membuat ku tak mau membaginya dengan siapapun,"


"Tapi komandan,"


"Tutup mulutmu dan jangan beritahukan kepada siapapun tentang wanita itu," seru lelaki itu melemparkan sejumlah uang kepada anak buahnya


"Baik, akan saya laksanakan," jawab serdadu itu kemudian meninggalkan tempat itu


"Tuan...." ucap Luci mulai membuka mulutnya


"Ada yang ingin kau sampaikan cantik?, katakanlah padaku apa yang ingin kau sampaikan?" tanya lelaki itu


"Tolong Jangan jadikan aku sebagai Jugun ianfu, aku tak sanggup bila harus hidup sebagai budak ****," tutur Luci


Wanita itu bahkan bersimpuh di depan sang Komandan agar lelaki itu mengabulkan permohonannya.


"Aku juga tidak mau menjadikan mu sebagai Jugun ianfu, kau dengar sendiri kan kalau aku ingin menikahi mu karena aku sudah jatuh cinta padamu dari pandangan pertama. Berdoa saja semoga Takeda Yamato tidak berkhianat,"


"Sekarang bangunlah dan bersihkan tubuhmu, aku menunggumu di kamarku," ucap lelaki itu


Dua orang wanita tua kemudian menyambangi Luci dan membawa gadis itu menuju kamar mandi.


"Aku bisa mandi sediri," ucap Luci mempersilakan dua wanita itu pergi meninggalkannya


Selesai Mandi, Luci didandani dan dibawa menemui Komandan tentara Jepang Takeshi Yamada.


*Tak, tak, tak!!


Luci berjalan pelan menuju ke kamar Takeshi Yamada, wanita itu begitu gugup hingga seluruh tubuhnya bergetar karena ketakutan.


"Kenapa kamu belum datang juga Tejo, aku sudah tidak tahan lagi, rasanya aku ingin mati saja jika harus melayani nafsu lelaki jepang itu," Luci kemudian membuka pintu kamar itu perlahan-lahan.


Betapa terkejutnya dia saat melihat Takeshi Yamada sudah tewas bersimbah darah dilamarnya.


"Owh, dia sudah mati, kalau begitu aku harus segera pergi dari sini sebelum mereka mengira aku yang membunuhnya." ucap Luci segera keluar dari kamar itu


Namun sayangnya beberapa serdadu Jepang sudah berdiri didepan pintu kamar itu saat ia keluar.


"Wanita itu sudah membunuh Komandan Takeshi Yamada, jadi bunuh dia Sekarang," ucap Takeda Yamato


"A..a..aku tidak membunuhnya, aku menemukannya sudah tewas jadi jangan bunuh aku," ucap Luci


"Jangan berbohong gadis manis, sebaiknya kau mengaku saja atau timah panas ini akan menembus jantung mu," sahut Takeda


"Aku tidak berbohong, aku benar-benar tidak membunuhnya, percayalah padaku,"


Takeda Yamato segera mengambil pistolnya dan menembak wanita itu tepat mengenai jantungnya.


*Bruuughh!!!!


Seketika Luci jatuh bersimbah darah di lantai.


Jangan lupa bantu like komen dan Favoritkan ya guys.


Yuks berikan komentar Terbaik mu di kolom komentar, dan nantikan kejutan dari Author.


Salam sayang dari Zahra.. muaaaach!!!