INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Menyelamatkan leo



"Sejak kapan kau punya Indra keenam?' tanya Luci


"Sejak keluar dari Alas Ijen, sejak itulah aku merasakan jika diriku memiliki kekuatan supranatural yang bisa melihat mahluk gaib dan sejenis," jawab Leo


"Dasar modus, bilang saja kau iri pada Alvin," cibir Vie


Vie yang kesal dengan Leo kemudian meninggalkan lelaki itu.


Ia kemudian mendekati Alvin untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


"Selamat Ulang Tahun Mas Alvin," ucap Vie menyunggingkan senyumnya


"Terimakasih," sahut Alvin kemudian mencium punggung tangan Vie


"Unncchh sweat banget sih," imbuh Vie tersipu-sipu


"Kalau boleh tahu apa gadis itu temanmu?" tanya Alvin menoleh kearah Luci


"Benar, memangnya kenapa?" jawab Luci balik bertanya


"Aku hanya penasaran kenapa dia begitu wangi, aku cuma ingin tahu parfum yang dipakainya saja, bisakah kau memanggilnya kemari?" jelas Alvin


"Oh begitu rupanya. Baiklah, dengan senang hati aku akan mengajaknya kesini," jawab Vie sumringah


Vie kembali menghampiri Luci dan Leo yang masih asik bercengkrama.


"Bestie, bisakah ikut aku sebentar?" ajak Vie


"Kemana?" tanya Luci


"Ada seseorang yang begitu penasaran dengan dirimu," bisik Vie


"Siapa?"


"Tuh," sahut Vie menunjuk kearah Alvin yang melambaikan tangannya kearah mereka.


"Kenapa dia penasaran dengan ku?" tanya Luci penasaran


"Sebaiknya kau tanyakan sendiri padanya, kali aja dia tertarik padamu dan ingin lebih dekat denganmu,"


"Ah tidak mungkin, lelaki tampan seperti dirinya menyukai ku yang buruk rupa ini, that's impossible!" sahut Luci


"Hanya mahluk halus yang menyukai dia," celetuk Leo


"Ish, jangan ikut campur!" sahut Vie segera mendorong Leo


"Dih apaan sih, emang kenyataannya begitu," ucap Leo


"Sotoy!" cibir Vie kemudian menggandeng Luci menemui Alvin


"Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak??"


"Dimana Luci, Dimana dia??" kenapa dia menghilang lagi??" Leo seger berlari memeriksa setiap ruangan di rumah itu.


"Luci kamu dimana, jangan sampai kamu hilang lagi, aku bisa kena marah Arya jika sampai kehilangan dirimu," imbuhnya


"Gawat, jangan-jangan Alvin bukan manusia. Karena hanya mahluk halus yang menyukai cewek jelek seperti Luci,"


"Astaga!" teriak Leo saat Alvin tiba-tiba berada di depannya.


"Ah mengagetkan saja, oh ya kalau boleh tahu dimana para tamu dan juga sahabat ku Luci, jangan bilang kau sengaja menyembunyikan mereka?" tanya Leo


Lelaki itu tersenyum sinis menatap Leo, "Sebaiknya kau pergi dari sini dan ikhlaskan teman wanita mu itu menjadi milikku." jawab lelaki itu enteng


"Jangan pernah bermimpi mengambil Luci dari Arya Tejo, asal kau tahu siluman jelek seperti dirimu tidak akan bisa memiliki balung wangi seperti Luci," sahut Leo


"Sekarang katakan padaku dimana dia atau aku akan menghancurkan istanamu ini?" Ancam Leo


"Ternyata kau memang bukan manusia biasa, kau bahkan bisa tahu jika aku seorang siluman. Tapi...selama ini belum ada seorangpun yang berani mengusikku, kecuali jika kau bosan hidup!" sahut Alvin


"Kau terlalu banyak bicara anak muda, sebaiknya kau ku sembunyikan dulu agar tidak merusak rencana ku," ucap Alvin


Lelaki itu seketika menghempaskan tubuh Leo hingga ia terperangkap masuk kedalam lukisan.


Dimana aku, kenapa semua orang yang ada ditempat ini adalah laki-laki, tak satupun wanita disini.


Leo tampak kebingungan saat menyadari bahwa dirinya berada di dalan lukisan.


"Tamatlah riwayat mu sekarang anak muda," ucap alvin kemudian membakar lukisannya.


"Kenapa tiba-tiba aku merasa panas," ucap Leo sembari hidungnya mengendus sesuatu yang mulai mengganggu penciumannya.


"Bau apa ini, ah sial... sepertinya si brengsek itu membakar lukisannya," gerutu Leo


"Tejoooo!!"'


"Jika kau benar-benar seorang siluman sakti, maka cepatlah datang dan selamatkan aku. Aku akan begitu membenci mu jika kau tidak datang menolong ku kali ini. Datang lah Tejo, selamatkan aku dan juga kekasih mu Luci." ucap Leo begitu pasrah


Arya yang berada di luar negeri bisa merasakan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Luci dan sahabatnya Leo.


"Leo!!!" Ia langsung membuka matanya saat melihat seseorang berusaha melenyapkan pemuda itu.


"Tidak boleh ada yang menyakiti sahabatku apalagi wanitaku!" seru Arya


Ia kemudian menjentikkan jarinya, dan dalam sekejap saja Arya Tejo sudah berada di kediaman Alvin Syailendra.


"Apa benar ini rumahnya,"


Ia berjalan memasuki rumah itu sembari mengamati satu persatu lukisan yang terpajang di dinding ruangan itu.


"Jadi dia berusaha menculik sukma para wanita dan mengurungnya kedalam lukisan, dasar siluman keparat, aku yakin kau sengaja mengurung mereka agar bisa mengambil energinya untuk memperkuat dirimu," ucap Arya menyeringai kesal


"Selamat datang Kanda pangeran Adipala Sayuti," sapa Alvin Syailendra


"Jangan sok akrab dengan ku bajinga*n," sahut Arya Tejo


"Ternyata mencuri raga manusia sudah membuat mu menjadi angkuh dan sombong kanda, sampai kau tak mengenali aku sebagai adikmu sendiri," sahut Alvin Syailendra


"Adik, yang benar saja, bagaimana mungkin seorang pangeran seperti diriku memiliki adik seorang bangs*t seperti dirimu,". jawab Arya Tejo


"Kau boleh lupa siapa diriku, tapi mungkin lukisan itu akan mengingatkan dirimu siapa aku dan kamu sebenarnya?" ucap Alvin menunjukkan lukisan Juleha


"Juleha????, bukankah dia ibunya Leo kenapa dia juga ada dalam lukisan??"


"Putri Sekar Wangi sekarang dikutuk menjadi seorang pelac*r untuk menebus kesalahannya karena telah mengkhianati ayah kita, dia sudah berselingkuh dengan seorang cenayang dan menghasilkan anak haram yang kelak akan membunuh kita berdua. Kau bahkan tidak tahu bukan siapa anak haram yang akan membunuh di kita di kehidupan sekarang," terang Alvin


"Putri Sekar Wangi??"


"Kanda tidak perlu khawatir karena aku sudah menyingkirkan anak haram yang akan menjadi musuh besar kita berdua. Apa kau tidak penasaran siapa anak haram itu?" tanya Alvin


Untuk sejenak Arya Tejo mulai mempercayai semua ucapan Alvin. Bak sebuah hipnotis Tejo mulai termakan semua ceritanya tentang kehidupan Pangeran Adipala Sayuti di masa lalu.


"Aku sudah menangkap anak haram itu dan memenjarakannya kedalam lukisan. Aku akan menunjukkan wajah anak haram itu padamu agar kau tidak mati penasaran kanda?" ucap Alvin


Ia kemudian mengeluarkan sebuah lukisan yang sudah terbakar dan memunculkan wajah Leo didalamnya.


"Leo!" pekik Arya Tejo begitu terkejut melihat Leo terperangkap dalam lukisan yang sudah terbakar


"Apa kau terkejut kanda??"


"Kenapa kau membakar lukisan Leo!" hardik Arya marik kerah baju Alvin


"Karena dia anak haram itu, dialah yang akan membunuh semua siluman di muka bumi ini," sahut Alvin


"Apapun itu aku tidak peduli, karena aku yakin jika dia tidak akan membunuh sahabatnya sendiri