INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Hancur sebelum berkembang jilid 2



Dreet, dreet, dreet!!!


Arya terbangun saat mendengar suara ponselnya bergetar. Ia segera beranjak dari ranjangnya untuk mengambil gawai pipih miliknya.


"Halo?"


"Cepatlah kau bergegas ke kantor, ada banyak hal yang harus aku bicarakan denganmu, ini sangat penting," sahut Leo


"Memangnya ada apa?" tanya Arya


"Ada seseorang yang sedang memancing di air keruh. Sepertinya dia ingin bermain-main dengan kita hingga mencoba mengambil beberapa tender besar perusahaan kita,"


"Baiklah aku akan segera ke sana," Arya menutup ponsel


Siapa yang ingin bermain-main denganku??


Selesai berganti pakaian Arya segera turun dari lantai dua. Ia sempatkan menengok Luci di kamarnya sebelum pergi meninggalkan rumahnya.


Lelaki itu tertegun melihat Luci yang terlelap di bibir ranjangnya.


Dia pasti lelah setelah bekerja seharian. terimakasih Luci sudah menjaga dan merawat ku saat aku sakit.


Arya segera menggendong tubuh gadis itu dan memindahkannya keatas ranjangnya. Ia kemudian menyelimutinya. Tak lupa ia mengecup kening gadis itu sebelum meninggalkanya.


"Love you...."


Setibanya di kantor Arya segera menemui Leo. Pemuda itu segera menceritakan semuanya tentang apa yang menimpa perusahaan mereka.


"Jadi siapa yang berani bermain Api dengan Arya Tejo?" tanyanya berang


"Gili," jawab Leo singkat


"Gili??, bukankah dia pernah menandatangani kontrak kerjasama dengan kita??" tanya Arya


"Benar, tapi sepertinya itu hanya sebuah pancingan saja agar di bisa menggali informasi tentang perusahaan kita," sahut Leo


"Biarkan saja dia, aku ingin tahu sejauh mana di bisa mengalahkan aku. Karena tidak ada manusia biasa yang bisa mengalahkan Arya."


"Tapi kita tidak bisa membiarkannya lagi, lihatlah... ia bahkan mengambil semua tender dan menguasai monopoli pengadaan rumah subsidi," terang Leo


"Aku yakin dia bukan manusia," ucap Arya


"Bagaimana kau bisa begitu yakin, apa dia adalah mahluk jadi-jadian atau siluman seperti dirimu?" tanya Leo


"Bisa jadi, karena tidak ada manusia biasa yang bisa mengalahkan seorang Arya Tejo. Sekarang lebih baik kau cari tahu tentang dia. Hari ini aku ingin pulang cepat, entah kenapa aku sudah mulai merindukannya, padahal aku belum lama meninggalkanya," ucap Arya memandangi wajah Luci di ponselnya


"Sekarang bukan waktunya untuk ngebucin, kita selesaikan masalah ini dulu baru lo lanjut ngebucin lagi setelah semuanya selesai," sahut Leo


"Sampai kapan?"


"Mungkin sampai besok pagi," jawab Leo


"Buset lama banget, btw kenapa gak lo aja yang menyelesaikan semuanya seperti biasa,"


"Gak bisa Tejo, kali ini masalahnya serius. Kita harus menanggung banyak kerugian karena tender yang gagal ini, belum lagi kita harus membayar ganti rugi kepada para investor. Aku tidak bisa menyelesaikan semuanya sendirian," sahut Leo


"Kalau masalah uang lo gak perlu khawatir. Sebagai seorang Siluman yang selalu diagungkan sebagai tokoh pesugihan, aku memiliki uang yang melimpah. Kau tinggal nyalakan saja Lilin dan menjaganya sepanjang malam pasti uang akan berdatangan," jawab Arya dengan sombongnya


"Memangnya lo bab* ngepet!" cibir Leo


"Ish, tentu bukan lah, aku ini Asu Baung. Aku tinggal menunjukkan wujud asliku dan semu penghuni rumah pasti langsung pingsan dan aku bisa dengan mudah mengambil semua isi rumah itu, gampang kan?" sahut Arya


"Lo gak bisa selamanya mencari uang dengan cara seperti itu, ada kalanya semua harus diakhiri sebelum bahaya besar menghampiri mu," sahut Leo


"Lo gak usah khawatir, aku ini cukup sakti untuk menghadapi semua orang yang berusaha membunuh ku,"


"Tidak selama kau akan hidup Abadi Tejo, suatu saat kau bisa saja mati. Karena hanya Tuhanlah satu-satunya yang abadi di dunia ini camkan itu,"


"Inggih pak Ustadz," goda Arya


"Terus aku harus gimana?" tanya Arya


"Berusaha hidup normal, agar orang tidak curiga denganmu."


"Ok, gue akan hidup normal seperti manusia lainnya,"


"Satu-satunya cara untuk menutupi semua kerugian perusahaan kita, adalah dengan cara kau menikahi Diana. Kau tahu kan hanya dia yang memiliki pengaruh besar dalam business property di Indonesia. Jika kita berhasil mendapatkan kepercayaannya, aku yakin kita bisa mengalahkan Gili pada proyek pembangunan rumah susun bersubsidi dari pemerintah,"


"Tapi aku tidak bisa menikahi Diana, lo tahu kan gue tidak pernah bisa menyukai wanita lain setelah kematian Surti. Hanya Luci yang bisa membuat ku jatuh cinta lagi setelah 77 tahun lamanya aku menjomblo," jawab Arya


"Tapi tidak ada cara lain Bro,"


"Ya sudahlah aku terima nasib saja," jawab Arya pasrah


Pemuda itu kemudian meninggalkan kantornya. Ia menuju ke sebuah kafe untuk menemui Diana.


Betapa bahagianya Diana saat tahu Arya mengajaknya untuk bertemu lagi.


Arya terus memainkan jemarinya saat menunggu kedatangan Diana di kafe itu, lelaki itu tak bisa menyembunyikan kegalauannya saat memikirkan dirinya harus menjalani pernikahan sandiwara dengan Diana.


Arya segera menyampaikan maksudnya kepada Diana. Gadis itu sama sekali tak menolak saat Arya menyampaikan niatnya untuk melakukan pernikahan sandiwaranya hanya demi business mereka.


"Ok, terserah apapun pandangan mu, tapi sekali lagi aku tegaskan padamu, tidak akan pernah ada cinta untukmu," jawab Arya dengan tegas


Diana hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Arya. Tak ada guratan kekecewaan apalagi kesedihan dalam diri wanita anggun itu.


Baginya bisa menjadi istri Arya saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri baginya jadi tidak ada alasan untuknya bersedih apalagi kecewa saat Arya tak bisa membalas cintanya.


Akhirnya setelah menunggu sekian purnama akhirnya kau luluh juga Arya, aku tidak peduli kau menikahi ku karena cinta atau hanya untuk berbisnis semata. Bagiku menjadi wanita nomor satu di kartu keluarga mu sudahlah cukup, karena semua orang tahu kau milikku dan hanya aku yang berhak atas dirimu. Bukan wanita itu....


*Ting Nong


Wajah Luci seketika berseri-seri saat mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Ia segera berlari untuk membukakan pintu dan menyambut kedatangan Arya.


Luci tidak lupa merapikan penampilannya. Ia bahkan memakai riasan tipis hanya untuk menyambut kepulangan sang Majikan.


"Sela...mat datang,"


Senyumnya seketika memudar saat melihat Arya menggandeng lengan seorang wanita cantik.


Seketika ia membalikkan badannya dan mengusap riasan di wajahnya.


"Terimakasih sambutannya Lu, kamu cantik sekali malam ini," ucap Leo segera merangkulnya.


"Terimakasih," jawab Luci mencoba tegar


Leo tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap lekat gadis itu.


"Jangan bilang kau sedih karena Arya,"


"Oh tidak kok, siapa yang sedih, aku baik-baik saja kok, swear!" sahut Luci berusaha menyembunyikan kekecewaannya


"Syukurlah kalau gitu, aku takut kamu patah hati karena dia,"


"Tentu saja tidak Le, mana berani seorang asisten rumah tangga seperti ku mencintai majikannya sendiri," jawab Luci kemudian bergegas menuju ke dapur


Siapa bilang kau tak pantas mencintainya, justru kaulah wanita yang pantas mendampinginya, karena hanya dirimulah satu-satunya wanita yang Arya cintai


"Luci!!"


Gadis itu segera berlari ke ruang tamu saat Arya memanggil namanya.


"Iya Mas Arya, ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong buatkan makan malam untuk calon istri ku," ucap Arya begitu hati-hati


Calon istri, jadi Mas Arya akan menikah dengan wanita itu.


Luci sejenak menatap wanita cantik yang duduk disebelah Arya. Seketika kristal bening mengumpul di sudut matanya. Berbeda dengan Luci Diana tersenyum sinis saat melihat kegusaran di wajah gadis itu.


"Baik," jawab Luci


Gadis itu segera berlari ke dapur sebelum air matanya benar-benar membasahi pipinya.


Ia segera mengusap air matanya sambil memanaskan kembali sup yang ia sudah siapkan untuk makan malam Arya.


Sesekali ia menampar wajahnya untuk menyadarkan kembali bahwa ia memang tidak pantas menangisi semuanya.


"Sadarlah Luci, kau ini cuma pembantu, tidak mungkin Mas Arya menyukaimu," ucapnya mencoba menguatkan dirinya menghadapi kenyataan pahitnya.


Selesai menyiapkan semuanya ia kembali menemui Arya di ruang tamu.


"Makanannya sudah siap Mas,"


"Ok, terimakasih Luci," jawab Arya tersenyum simpul padanya


Lelaki itu kemudian mengulurkan tangannya dan menggandeng Diana menuju ke meja makan.


Luci hanya menatap keduanya dari kejauhan, ia kemudian memilih keluar rumah saat mereka menikmati makan malamnya.


Saat ia sedang menyendiri di taman, tiba-tiba Guntur menghampirinya.


"Apa kau sedang menangis?" tanya Guntur


Tentu saja Luci yang terkejut segera mengusap lembut air matanya.


"Ah tidak, aku hanya kelilipan saja," jawabnya singkat


"Jangan bohong, meskipun kau berusaha keras menyembunyikan kesedihan mu tetap saja mata itu tidak bisa berbohong," sahut Guntur mengusap air mata Luci


"Oh...aku ketahuan ya," ucap Luci tersenyum menatapnya


"Hmm, kau boleh cerita padaku jika punya masalah, aku pasti siap mendengarkan semuanya, asal kamu tahu I always listening and understanding you," ucap Guntur membuat Luci sedikit terhibur


Keduanya kemudian bercengkrama, bahkan Luci tertawa terbahak-bahak saat Guntur berkelakar untuk menghiburnya.


Dari kejauhan Arya menatap keduanya dengan wajah jelousnya.


Kenapa aku masih saja tak suka melihat mu tertawa riang bersamanya.