INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Tumbal 2



Ki Brojo tersenyum sinis saat mengamati Gili tengah memeriksa setiap ruangan padepokannya.


Dasar zombie tak tahu balas Budi, aku sudah membantunya selama ini tapi kamu begitu egois saat aku meminta bantuan darimu,


Ki Brojo kemudian segera keluar dari ruang rahasianya dan menghampiri pemuda itu.


"Kenapa kamu kembali, apa yang kamu cari di sini?" tanya Ki Brojo


"Dimana kau sembunyikan Arya?" tanya Gili dengan santainya


"Kenapa apa kau berniat melepaskannya agar bisa menukarnya dengan Luci?" tanya Ki Brojo menyeringai


"Tentu saja tidak Aki, aku tahu Arya tidak akan membiarkan aku hidup jika ia tahu aku akan menjadikan kekasihnya sebagai tumbal ku. Begitupula dengan Leo dan Guntur aku yakin mereka tidak akan memberikan Luci padaku mengingat mereka begitu menyayangi gadis itu," jawab Gili


"Lalu untuk apa kau mencarinya?"


"Aku ingin membantumu membangkitkan Arya,"


"Baiklah kalau begitu ikutlah denganku," ucap Ki Brojo membawa Gili ke ruangan rahasia


Semburat senyum tersirat di wajah Ki Brojo saat Gili mengikutinya ke ruang rahasia.


Brojo tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat Gili tak sedikitpun curiga padanya saat ia mengajaknya ke ruang rahasia.


Bak mendapat durian runtuh Ki Brojo tidak perlu repot-repot mencari tumbal untuk Arya yang sudah menjadi Iblis Asu Baung. Tanpa berpikir panjang ia memang berniat menjadikan Gili sebagai tumbal untuk Arya.


Lelaki itu kemudian segera mengunci pintu ruangan itu setelah memastikan Gili benar-benar masuk ke ruang rahasia.


"Aki!" Gili sedikit terkejut saat Ki Brojo mengunci ruangan itu dan meninggalkannya sendirian di ruangan itu.


Namun lelaki itu tak ambil pusing dan terus melangkah masuk mencari keberadaan Arya.


Ia menghentikan langkahnya saat melihat Arya di terkapar dengan kaki dan tangan di ikat rantai.


Gili terus mengumpat kekejaman Ki Brojo yang menyiksa Arya seperti binatang. Tubuh Arya dipenuhi dengan luka-luka bahkan dua buah bambu kuning masih menancap di tubuh lelaki itu membuat Gili segera mencabutnya.


"Arrgghhh!!" pekik Arya seketika membuka matanya


Matanya seketika membulat saat melihat Gili didepannya. Ia menyeringai saat pemuda itu menghampirinya dan membuka rantai di tangan dan kakinya.


Arya segera bangun dan berdiri.


"Sebaiknya kau segera pulang, Luci sudah menunggumu, maaf aku tidak bisa mengantarmu karena aku harus menghadap Li Brojo lebih dahulu. Kau bisa kan pulang sendiri?" Tanya Gili menatapnya


Ia kemudian memberikan segenggam kelopak mawar putih kepada Arya.


"Tempelkan di bekas lukamu agar segera mengering," ucap Gili


Namun Arya justru menggigit tangan Gili membuat lelaki itu segera melepaskan pukulan kearahnya.


"Ah sial!" pekik Gili segera menarik lengannya yang sudah terluka terkena gigitan Arya.


"Kau pasti sangat kelaparan hingga ingin menggigit ku," ucap Gili segera berjalan menuju pintu keluar.


Namun Arya yang sudah sudah berubah menjadi monster kembali menariknya hingga dan berusaha memangsanya.


"Sial, ternyata Ki Brojo sudah menjadikannya seorang monster!" Gili yang merasa terancam segera melawan saat Arya mencoba terus memangsanya.


Gili yang sudah melemah tak bisa mengimbangi kekuatan Arya yang begitu besar.


Saat ia mulai terpojok Gili berusaha kabur untuk bisa menyelamatkan dirinya.


Saat ia berusaha membuka pintu ruangan itu Ki Brojo tak membukanya, bahkan ketika ia terus menggedor-gedor pintu dan memanggil namanya Ki Brojo tetap tak bergeming meskipun ia berdiri didepan pintu ruangan tersebut.


"Sekarang tamatlah riwayat mu mayat hidup!" ucap Ki Brojo menyeringai manakala mendengar Gili menggedor-gedor pintu ruangan itu.


Ia kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu , dengan seringai di wajahnya.


*Brakkkkk!!


Ki Brojo segera menoleh kebelakang saat mendengar suara pintu dibuka dengan paksa.


"Alvin!!"


Ki Brojo membulatkan matanya saat melihat Alvin sedang bergulat dengan Arya di ruang rahasia.


Gili yang sekarat berjalan tertatih dan menarik pundak Ki Brojo saat lelaki itu hendak melarikan diri.


"Jangan pergi Aki, kau harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi padaku," ujar Gili dengan wajah bengisnya


Ki Brojo segera melepaskan tangan Gili dan menyerangnya hingga terjadi duel antara keduanya.


Gili yang sudah terluka parah jatuh tersungkur setelah terkena beberapa kali tendangan dari Ki Brojo.


Leo yang baru tiba di tempat itu segera menangkap tubuh Gili saat Ki Brojo menghempaskannya menggunakan kemampuan supranaturalnya.


"Ah sial, bagaimana kau bisa telat datang kemari!" gerutu Gili


"Sorry, maklumin aja kecepatan sepeda motor tidak bisa melaju secepat lari para Iblis seperti kalian!" sahut Leo membela dirinya


"Hmmm, lalu bagaimana dengan dukun itu!" ucap Gili menunjuk kearah Guntur yang masih khusu berkidung di ruang utama padepokan


"Ah, itu karena dia punya semacam kendaraan gaib," bisik Leo


"Memangnya kamu tidak punya gitu?" tanya Gili


"Aku cuma punya hati," jawab Leo sambil terkekeh


"Sue!"


*Bruugghhh!!!


Alvin terlempar dan jatuh tepat di depan kedua pemuda itu. Keduanya semakin tercengang saat melihat Arya keluar dari ruang rahasia dengan tatapan mata nanar seperti sang harimau yang siap menerkam mangsanya.


"Kita datang terlambat, rupanya Arya sudah benar-benar menjadi siluman Asu Baung," ucap Leo


"Sepertinya kita tidak bisa mengalahkannya," ucap Gili pesimis


"Kalian sebaiknya melipir saja, biar aku yang akan mengurusnya," ucap Leo segera berjalan menghampiri Arya


"Seperti janjiku padamu, aku akan selalu melindungi mu apapun caranya," ucap Leo menatapnya tajam


"Dia bukan Arya yang dulu Le, sebaiknya jauhi dia dan serahkan saja semuanya kepada Guntur," ucap Alvin menarik Leo


"Kau boleh saja tak peduli dengannya, tapi aku tidak seperti itu, aku harus menyelamatkannya." ucap Leo kemudian melesat menyerang Arya.


"Dasar bodoh, kenapa dia selalu bersikap konyol dari dulu hingga sekarang benar-benar bodoh!" gerutu Alvin


Leo berusaha menyerang titik lemah Arya untuk membuat lelaki itu lemah, namun tak di sangka kekuatan Arya yang bertambah dua kali lipat membuat pemuda itu kewalahan hingga membuatnya terhempas saat terkena tendangan Arya.


Suara alunan Kidung yang dilantunkan begitu merdu oleh Guntur berhasil membuat Arya melemah. Lelaki itu tiba-tiba ambruk ke tanah dan tak sadarkan diri.


Melihat Guntur berhasil menjinakkan Arya membuat Ki Brojo kebakaran jenggot. Ia tahu jika dirinya tidak akan menang melawan Guntur dan teman-temannya tanpa bantuan Arya.


Saat lelaki itu akan melarikan diri, Alvin dengan sigap langsung menangkapnya.


"Mau kemana Aki, urusan kita belum selesai jadi jangan pergi kemana-mana dulu ok," ucapnya sembari menjewer telinga lelaki paruh baya itu


Diam-diam Ki Brojo berusaha membangkitkan kembali Arya. Dengan suara lirih ia berusaha membuka mulutnya, kemudian ia berkomat-kamit membaca mantra pemanggil arwah. Namun pendengaran Alvin yang begitu tajam membuat pemuda itu begitu berang dan melepaskan tendangan tepat ke mulutnya hingga ia langsung terjungkal dan menutup mulutnya yang seketika mengeluarkan darah.


Mencium bau amis darah membuat Arya perlahan membuka matanya dan menyerang Ki Brojo.