
" Dari semua lukisan yang ada di rumah ini kenapa semuanya berisi wanita, tidak ada satupun lukisan pria di rumah ini. Apa pemilik rumah ini seorang playboy seperti aku hingga gemar sekali melukis wanita pujaan hatinya," ucap Leo tersenyum tipis
Tiba-tiba senyumnya memudar saat melihat lukisan seorang wanita yang begitu mirip dengan Juleha.
"Ibu???"
Ia kemudian mendekati lukisan itu dan memperhatikannya dengan seksama.
"Benar dia adalah Juleha, tapi kenapa dia ada di dalam lukisan??" Leo begitu penasaran dengan Lukisan yang begitu mirip dengan Juleha
Kenapa wajahmu begitu sedih ibu, meskipun aku sangat membencimu, tapi tetap saja aku tidak suka jika melihat mu bersedih,
"Hadirin sekalian Mariah kita mulai acara perayaan ulang tahun Alvin Syailendra yang ke 25 dengan penampilan dari band papan atas Indonesia yaitu Noo Ahhh!"
"Tapi sebelumnya kita sambut dulu kehadiran sang Pangeran yang berulang tahun malam ini, please welcome Alviiiiin .... Syailendra!!" semua hadirin langsung bertepuk tangan meriah menyambut kedatangan Alvin Syailendra.
Acara ulang tahunpun segera dimulai, seorang lelaki muda keluar dari dalam rumah dan segera berdiri didepan kue ulang tahun yang sudah dipenuhi lilin berjumlah dua puluh lima buah.
Lelaki itu terlihat begitu tampan dan elegan, hampir semua tamu undangan terpesona oleh ketampanannya. Karena parasnya yang begitu rupawan membuat semua tamu menggunjingkannya.
"Menurut mu apa dia tampan?" tanya Vie
"Biasa saja," jawab Luci
"That's right Luci, di biasa aja, bahkan gue lebih tampan dari dia," sahut Leo
"Biasa apanya, lihat saja dia begitu tampan bahkan membuat para pria yang ada di tempat ini begitu iri dengan ketampanannya," ucap Vie kembali memujinya
"Kata siapa, gue gak iri, bagi gue tidak ada lelaki yang lebih tampan di dunia ini selain diriku sendiri nomor dua arya dan mungkin dia nomor tiga. Itulah sebabnya aku disebut sebagai the prince of the year oleh majalah pria dewasa di Indonesia, bukankah itu keren?" jawab Leo menyombongkan dirinya
"Kata siapa Lo keren, menurut gue Alvin tetap yang paling keren . Andai saja di menjadi kekasih ku, aku pasti akan memberikan segalanya padanya," ucap Vie
"Ah jangan begitu, kamu tidak tahu kan kalau ketampanannya itu palsu, asal kau tahu sebenarnya di itu memakai jimat pengasihan agar terlihat tampan." bisik Leo
"Darimana kau tahu?" tanya Luci
"Aku bisa melihatnya dengan indra keenam ku," jawab Leo
"Sejak kapan kau punya Indra keenam?' tanya Luci
"Sejak keluar dari Alas Ijen, sejak itulah aku merasakan jika diriku memiliki kekuatan supranatural yang bisa melihat mahluk gaib dan sejenis," jawab Luci
Vie yang kesal dengan Leo kemudian meninggalkan lelaki itu.
Ia kemudian mendekati Alvin untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak??"
"Dimana Luci, Diman dia??" kenapa dia menghilang lagi??" Leo seger berlari memeriksa setiap ruangan di rumah itu.
"Luci kamu dimana, jangan sampai kamu hilang lagi, aku bisa kena marah Arya jika sampai kehilangan dirimu,"
"Astaga!" teriak Leo saat Alvin tiba-tiba berada di depannya.
"Ah mengagetkan saj, oh ya kalau boleh tahu dimana para tamu dan juga sahabat ku Luci, jangan bilang kau sengaja menyembunyikan mereka?" tanya Leo
"Jangan pernah bermimpi mengambil Luci dari Arya Tejo, asal kau tahu siluman jelek seperti dirimu tidak akan bisa memiliki balung wangi seperti Luci," sahut Leo
"Sekarang katakan padaku dimana dia atau aku akan menghancurkan istanamu ini?" tanyanya lagi
"Ternyata kau bukan manusia biasa kau bahkan bisa tahu jika aku seorang siluman. Tapi...selama ini belum ada seorangpun yang berani mengusikku, kecuali jika kau bosan hidup!" sahut Alvin
Lelaki itu seketika menghempaskan tubuh Leo hingga ia terperangkap masuk kedalam lukisan.
"Tamatlah riwayat mu sekarang anak muda," ucap alvin kemudian membakar lukisannya.
Jika kau benar-benar seorang siluman sakti, maka cepatlah datang dan selamatkan aku. Aku akan begitu membenci mu jika kau tidak datang menolong ku kali ini. Datang lah Tejo, selamatkan kekasih mu Luci
Arya yang berada di luar negeri bisa merasakan jika sesuatu yang buruk terjadi pada sahabatnya.
"Leo!!!" Ia langsung membuka matanya saat melihat seseorang berusaha melenyapkan pemuda itu.
Ia kemudian menjentikkan jarinya, dan tiba-tiba saja Arya Tejo sudah berada di kediaman Alvin Syailendra.
Ia berjalan memasuki rumah itu sembari mengamati satu persatu lukisan yang terpajang di dinding ruangan itu.
"Jadi dia berusaha menculik sukma para wanita dan mengurungnya kedalam lukisan, dasar siluman keparat, aku yakin kau sengaja mengurung mereka agar bisa mengambil energinya untuk memperkuat dirimu," ucap Atya menyeringai
"Selamat datang Kanda pangeran Adipala Sayuti," sapa Alvin Syailendra
"Jangan sok akrab dengan ku bajinga*n," sahut Arya Tejo
"Ternyata mencuri raga manusia sudah membuat mu menjadi angkuh dan sombong pangeran, sampai kau tak mengenali aku sebagai adikmu sendiri," sahut Alvin Syailendra
"Adik, yang benar saja, bagaimana mungkin seorang pangeran seperti diriku memiliki adik seorang bangs*t seperti dirimu,". jawab Arya Tejo
"Kau boleh lupa siapa diriku, tapi mungkin lukisan itu akan mengingatkan dirimu siapa aku dan kamu sebenarnya?" ucap Alvin menunjukkan lukisan Juleha
"Juleha????, bukankah dia ibunya Leo kenapa dia juga ada dalam lukisan??"
"Putri Sekar Wangi sekarang dikutuk menjadi seorang pelac*r untuk menebus kesalahannya karena telah mengkhianati ayah kita, dia sudah berselingkuh dengan seorang cenayang dan menghasilkan anak haram yang kelak akan membunuh kita berdua. Kau bahkan tidak tahu bukan siapa anak haram yang akan membunuh di kita di kehidupan sekarang," terang Alvin
"Putri Sekar Wangi??"
"Kanda tidak perlu khawatir karena aku sudah menyingkirkan anak haram yang akan menjadi musuh besar kita berdua. Apa kau tidak penasaran siapa anak haram itu?" tanya Alvin
Untuk sejenak Arya Tejo mulai mempercayai semua ucapan Alvin. Bak sebuah hipnotis Arya seakan termakan semua ceritanya tentang kehidupan Pangeran Adipala Sayuti di masa lalu.
"Aku sudah menangkap anak haram itu dan memenjarakannya kedalam lukisan. Aku akan menunjukkan wajah anak haram itu padamu agar kau tidak mati penasaran kanda?" ucap Alvin
Ia kemudian mengeluarkan sebuah lukisan yang sudah terbakar dan memunculkan wajah Leo didalamnya.
"Leo!" pekik Arya Tejo begitu terkejut melihat Leo terperangkap dalam lukisan yang sudah terbakar
Jangan lupa bantu like komen dan Favoritkan ya guys. Kasih gift juga jika kalian suka Sam ceritanya.
Yuks berikan komentar Terbaik mu di kolom komentar, dan nantikan kejutan dari Author.
Salam sayang dari Zahra.. muaaaach!!!