INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
saatnya membalas



"Bukankah itu Gili," Ki Brojo menyeringai melihat pemuda itu.


Ia segera menghampiri pemuda itu dan menusuknya hingga tewas. Brojo tersenyum puas saat melihat pemuda itu jatuh tersungkur bersimbah darah.


Ia seger menelpon ambulans setelah memastikan pemuda itu tewas. Setibanya di rumah sakit Ki Brojo segera menghubungi orang tua Gili untuk memberitahukan kondisi putra mereka.


Tidak butuh waktu lama, Seorang Pria dengan tuxedo hitam memasuki unit gawat darurat ditemani seorang asisten pribadinya.


Brojo segera menyambut lelaki itu dan menceritakan kronologi kejadian yang menimpa Gili. Lelaki itu sengaja menjadikan Guntur sebagai kambing hitam. Ia mengatakan jika Gunturlah yang sudah mencelakai Gili dengan menikamnya di padepokan miliknya.


Termakan hasutan Ki Brojo, lelaki itu kemudian menyetujui sarannya untuk membalas dendam kepada Guntur dan kawan-kawannya. Ia kemudian memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menyerang Guntur bersama Ki Brojo.


Tak tanggung-tanggung ia juga mempersenjatai mereka dengan senjata api. Sementara lelaki itu mengurus administrasi pengurusan jenazah Gili, Ki Brojo segera bergegas menuju ke rumah Arya bersama kaki tangan orang tua Gili.


Lelaki itu sengaja menyerang kediaman Arya karena tahu jika Guntur dan yang lainnya pasti ada di rumah itu.


"Aku yakin kali ini aku bisa membalaskan dendam ku padamu Arya Tejo," ucapnya menyeringai


Ia terlebih dulu memastikan peluru di pistolnya terisi penuh sebelum turun dari mobilnya.


"Lepaskan dia Tejo!" seru Guntur memasuki ruangan itu


"Kau keliru jika beranggapan bahwa kau akan mati saat menemukan cinta sejati mu. Bukan Luci yang akan membunuh mu tapi kau sendirilah yang akan membunuh dirimu sendiri." ucap Guntur


"Jika kau ingin kembali menjadi manusia lagi maka lepaskanlah kalung itu dan berikan padaku. Selama ini kau hanya menjadi inang bagi Pangeran Adipala Sayuti selama ia keluar dari cangkangnya. Kau akan tetap menjadi Arya Tejo selama tidak melakukan pantangan yang diberitahukan oleh Ki Broto. Selama kau tidak pernah meminum darah manusia ataupun membunuh mereka, maka jiwa manusia mu masih ada dan Pangeran Adipala Sayuti tidak bisa mengambil alih tubuhmu." terang Guntur


"Tapi sekarang aku sudah berubah menjadi Iblis, dan aku tidak bisa mengontrol diriku sekarang, jadi tidak mungkin aku bisa kembali lagi menjadi manusia bukan," jawab Arya Gusar


"Jangan khawatir aku akan bisa membantumu, percayakan semuanya padaku, semuanya belum terlambat," ucap Guntur mencoba membujuknya.


"Ah sial, dia benar-benar bisa merusak rencana ku, aku harus melenyapkannya lebih dulu jika ingin membunuh Arya Tejo," Ki Brojo segera mengarahkan pistolnya kearah Guntur yang sedang membujuk Arya Tejo


*Dor!!


Tiba-tiba tubuh Guntur roboh saat sebuah timah panas menembus dadanya.


*Bruugghhh!!


"Guntur," seru Luci langsung menghampirinya


"Dasar brengsek," Alvin segera melesat dan mendorong tubuh Ki Brojo hingga membentur dinding ruang tamu.


Ia kemudian menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi, namun Ki Brojo justru semakin tertawa keras saat Alvin terus menerus memukulinya.


"Jangan pernah percaya dengan omongannya... Tejo, kau sudah menjadi iblis jadi mustahil untuk menjadi manusia kembali. Sebaiknya kau hisap saja darah Balung Wangi itu agar bisa hidup abadi, lagipula bukankah dukun itu sudah mati, jadi tidak akan adalagi yang bisa membantu mu menjadi manusia lagi," ucap Ki Brojo membuat Alvin semakin geram dan melepaskan tembakan mautnya hingga tubuh Ki Brojo tersungkur ke lantai.


"Selamanya kau tidak akan bisa membunuh ku Al. Sekuat apapun dirimu, tetap saja Iblis dilarang membunuh manusia kecuali kau memang mau di hukum," ucap Ki Brojo memprovokasinya


"Tetap saja, aku bisa membuatmu sekarat hingga serasa kau sudah mati Aki," ucap Alvin kembali melepaskan tendangan kearahnya.


"Apa kau akan diam saja melihat dia membunuh ku Tejo, ingat... sekarang hanya aku yang bisa menolong mu untuk menjadi mahluk abadi," ucap Ki Brojo segera di balas pukulan keras alvin


"Iblis licik seperti dirimu sebaiknya aku jadikan jimat saja, aku yakin pasti laku keras." celetuk Ki Brojo


Lelaki itu segera mengambil sebuah batu mirah delima dan mengarahkannya kepada Alvin hingga pemuda itu tersedot masuk ke dalam batu tersebut.


"Ternyata aku bisa menangkapnya dengan mudah,"


Leo yang juga kewalahan menghadapi anak buah ki Brojo, hingga ia terjungkal saat terkena tendangan dari musuhnya.


"Sebaliknya kau juga segera menyusul ibumu, bocah tengik?" ucap Ki brojo mengarahkan pistolnya kepada Leo


Melihat Brojo akan menembak Arya membuat Arya seketika langsung tersadar. Pria itu segera melesat secepat kilat menangkis peluru yang akan menembus tubuh Leo.


"Tidakkk!!" seru Leo berteriak histeris saat melihat Arya tertembak.


"Oo, ada yang ingin menjadi pahlawan kesiangan rupanya. Baiklah kalau begitu tidak ada ruginya aku membunuh mu, lagipula aku memang harus mengirim mu ke Neraka seperti permintaan leluhurku," ujar Brojo


Saat lelaki itu hendak menarik kembali pelatuk pistolnya, Leo segera melepaskan tendangan kearahnya.


"Bruugghhh!!"


Ki Brojo jatuh tersungkur ke lantai, saat ia akan mengambil pistolnya Leo langsung menginjak telapak tangannya hingga ia meraung kesakitan.


Mendengar jeritan Brojo, para anak buahnya kembali menyerang Leo. Pemuda yang sudah terbakar api amarah langsung melepaskan kemampuan supranaturalnya kearah para musuh-musuhnya hingga mereka tumbang seketika.


Saat salah seorang dari mereka hendak menembaknya, tiba-tiba ratusan kunang-kunang datang dan menahan peluru itu hingga tak melukai pemuda itu.


Dengan bara dendam yang berkobar di dadanya membuat Leo berhasilnya menghabisi satu persatu musuh-musuhnya.


Melihat Leo yang tak biasa membuat Ki Brojo begitu ketakutan, ia segara bangun dan berusaha lari meninggalkan tempat itu.


Namun dengan cepat Leo menariknya dan menyeret lelaki tua itu ke ruang rahasia.


"Sekarang kau akan merasakan bagaimana rasanya mati dalam ketakutan," Leo mendorong pria itu hingga masuk kedalam ruangan itu.


Brojo perlahan membuka matanya, ia begitu terkejut saat puluhan anj*ng hutan sudah mengerubunginya.


Hewan buas itu kemudian menyerang Ki Brojo dan menggigitnya hingga lelaki itu meraung-raung kesakitan.


Saat ia mulai sekarat, para anj*ng hutan itu kemudian meninggalkannya. Brojo yang merasa kehausan merayap menyusuri hutan mencari mata air.


Saat ia hendak meminum air di sungai, Leo kemudian mengeringkan mata air itu dengan kekuatannya.


"Ini adalah awal neraka mu di alas ijen ini, kau akan merasakan apa yang leluhur mu rasakan di hutan ini saat ajal menjemputnya.


Semua lukanya, rasa sakit dan juga kesedihannya akan kau rasakan sebentar lagi. Ingat ... kau hanya bisa keluar dari hutan ini setelah sukma mu terpisah dari ragamu.


Leo kemudian meninggalkan lelaki itu di hutan ijen sendirian.