INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Aku dan Kamu akan selalu terhubung



"Tentu saja itu tidak mungkin, tidak ada sejarahnya harimau akan merawat seekor bayi rusa, jika rusa merawat bayi harimau itu mungkin saja. Seekor predator tidak akan pernah bisa menjaga mangsanya karena itu sesuatu yang mustahil," jawab Tejo


Wanita itu tiba-tiba saja kejang dan mengeratkan genggaman tangannya.


"Ada apa denganmu nyonya?" tanya Arya khawatir


"Tolong lindungi putriku," ucap wanita itu kemudian menghembuskan nafas terakhirnya


"Sungguh wanita yang malang, semoga kau beristirahat dengan tenang," ucap Arya kemudian menutupi jasad wanita itu dengan dedaunan.


"Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan padamu bayi mungil, aku tidak bisa memberimu Asi, karena aku tidak punya. Aku tidak bisa membawamu kepada keluargamu karena aku tidak bisa keluar dari hutan ini. Ah ... benar-benar bayi yang malang," ucap Arya mengusap lembut wajah bayi mungil itu


Tiba-tiba saja bayi itu tersenyum seakan tahu apa yang diucapkan oleh Arya Tejo.


"Kamu tersenyum pasti lapar ya, kalau begitu aku akan cari makanan untuk kamu, sabar ya...." ucap Arya begitu gemas melihatnya


Ia kemudian berkeliling hutan mencari buah-buahan. Namun sayangnya malam itu Arya tidak menemukan apapun di dalam hutan.


"Pada hilang kemana pepohonan itu kenapa semuanya jadi putih bersih seperti dinding sebuah rumah?" Arya begitu terkejut saat ia tiba-tiba merasa berada di sebuah ruangan kamar.


"Benar ini tembok kamar, dan lantainya juga keramik bukan tanah seperti di alas Ijen," ucapnya lirih


Ia bahkan memukul tembok dan lantai untuk memastikan bahwa memang benar ia sudah keluar dari hutan.


"Cih, benar-benar ajaib, bagaimana aku bisa keluar dari Alas Ijen dan masuk ke kamar ini." Arya kemudian menatap pintu kamar itu dan membukanya.


*Krieeettt!!!


Matanya membelalak saat menyadari dirinya benar-benar ada do sebuah rumah asing.


"Apa bayi mungil ini yang membawaku kemari??, apa dia yang mengeluarkan aku dari alas Ijen??, ah persetan dengan semua itu yang jelas aku bahagia sekarang bisa keluar dari hutan itu. Tapi sepertinya aku tidak asing dengan rumah ini??" Arya kemudian berjalan menyusuri rumah itu


"Benar-benar dunia ini sempit, jadi ini alasannya kenapa aku dulu membeli rumah ini. Padahal aku berusaha mati-matian menjauh dari rumah ini karena aku tidak mau bertemu dan berurusan lagi dengan bayi ini. Tapi kenapa aku begitu tergoda saat melihat rumah ini di jual. Apa karena kamar rahasia itu, atau karena bayi mungil ini?" ucap menatap lekat bayi mungil dalam gendongannya.


Arya kemudian turun dari lantai dua, untuk melihat ruangan lainnya. Ia kemudian berhenti di ruang tamu dan menatap photo pengantin yang terpanjang di dinding ruangan itu.


"Sepertinya memang benar jika balung wangi ini yang membawaku kemari, ini adalah rumah wanita malang itu. Tapi kenapa dia tiba-tiba bisa ada di hutan ijen???" Arya terus menatap lekat photo di depannya itu


Meskipun banyak pertanyaan yang mengganggunya namun ia berusaha menepisnya untuk sementara waktu.


"Jika benar ini rumah wanita itu, berarti suaminya ada di sini. Syukurlah akhirnya aku bisa menyerahkan bayi ini kepada ayahnya. Setidaknya aku akan terbebas dari kewajiban ku untuk menjaga dan melindunginya," ujarnya girang


Ia kemudian memeriksa setiap ruangan itu untuk mencari ayah sang bayi.


*Grep!!


Arya segera membalikkan badannya saat seseorang menyentuh bahunya.


"Siapa kau, kenapa kau ada di rumah ku?" tanya seorang lelaki menatapnya curiga


Lelaki itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah bayi yang di gendong Arya.


Seakan ingin menjawab rasa penasaran sang pemilik rumah, Arya segera menjelaskan tentang bayi yang sedang di gendongnya.


"Oh ... bayi ini, dia... dia adalah putrimu," ucap Arya sedikit gugup


Tentu saja ucapan Arya membuat lelaki itu terkejut bukan main.


"Benar, aku baru saja menyelamatkan putrimu, tapi maaf aku tidak bisa menyelamatkan istrimu," sahut Arya


"Kau menyelamatkan bayiku, bagaimana bisa?" tanya lelaki itu lagi


"Ah itu terjadi begitu saja," jawab Arya kemudian memberikan bayi itu kepada lelaki itu.


"Dimana istriku?" tanya lelaki itu lagi


"Dia ada di Alas Ijen," jawab Arya


"Apa... alas Ijen??" tanya lelaki itu tersentak kaget


"Oh itu... maksudnya dia ada di kamar lantai dua," jawab Arya menunjuk kamar di lantai dua


"Iya benar, dia masih ada disana," imbuhnya


Lelaki itu kemudian naik ke lantai dua diikuti oleh Arya.


Ia membuka pintu kamar itu dan langsung menangis histeris saat melihat istrinya terbujur kaku di lantai kamar tersebut.


Benar-benar ajaib, bahkan wanita itu bisa kembali ke rumah ini, ah semuanya membuat aku pusing....


Ketika Arya hendak meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba lelaki itu menariknya.


"Sebenarnya siapa dirimu, dan kenapa kau bisa ada di rumah ku dan menyelamatkan bayi ku?"


"Oh itu... aku juga tidak tahu kenapa aku bisa ada disini, mungkin takdir yang membawaku ke tempat ini," jawab Arya


"Aku harap kau bisa menjaga putrimu dengan baik seperti keinginan istrimu, dan sepertinya aku harus pamit pulang karena ada sesuatu yang belum aku selesaikan," ucap Arya menepuk pundak lelaki itu


Saat Arya mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba bayi itu menangis keras seolah tak mau berpisah dengannya. Tangisan bayi itu membuat Arya tidak tega mendengarnya dan kembali menggendong bayi mungil itu. Ajaib sang bayi berhenti menangis saat Arya menggendongnya.


"Kau pasti begitu menyukai ku hingga tak mau berpisah denganku bukan?. Dasar genit, padahal kau masih kecil tapi kau sudah tahu pria tampan. Bagaimana jika kau besar nanti pasti kau akan mengejar-ngejar ku seperti seorang paparazi," celoteh Arya menenangkan sang Bayi


"Sebenarnya aku juga sudah jatuh hati padamu sejak pertama kali melihat mu, tapi sayangnya aku harus kembali karena seseorang sedang menunggu ku, so sampai jumpai lagi bayi mungil. Aku harap aku bisa bertemu lagi denganmu saat kau sudah dewasa kelak. Dan aku ingin tahu apa kau masih menyukaiku saat itu atau aku yang justru tergila-gila padamu?" ucap Arya kemudian mencium bayi mungil itu.


*Plaakkkk!!!


"Awww, sakit sekali!" seru Arya saat seseorang menampar wajahnya


"Dasar mesum!" seru Luci kemudian mendorongnya


"Luci...tempat ini?, bagaimana aku kembali lagi ke sini?" ucap Arya


Pemuda itu masih kebingungan saat mendapati dirinya kembali ke kediaman Alvin Syailendra.


"Guntur, aku harus menghajar pemuda itu karena sudah berusaha mempermainkan ku," gerutunya


Ia kemudian membalikkan badannya, namun betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan di depannya.


"Mas Guntur!" seru Luci langsung memeluk lelaki itu


Kenapa kau tidak memeluk si brengsek itu bukannya aku yang menolong mu.