INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Pengakuan 2



"Btw kenapa Mas Arya datang kesini dan meninggalkan acara pertunangan Mas dengan Mbak Diana?" tanya Luci


"Itu karena aku mengkhawatirkan mu, aku takut kamu dan Guntur benar-benar jadian."


"Uhuukk!!" Luci langsung tersedak saat mendengar jawaban Arya


Gadis itu segera mengambil segelas air putih dan meminumnya.


"Kenapa kamu diam?" tanya Arya saat melihat Luci tiba-tiba terdiam


"Aku ...."


"Apa aku salah jika mengkhawatirkan dirimu?, apa aku salah jika aku cemburu saat melihat mu dekat dengan pria lain?" tanya Arya seketika membuat wajah Luci memerah


"Tapi... tidak sepantasnya kita berduaan di tempat ini. Mas Arya sudah bertunangan jadi aku harap kita bisa menjaga jarak agar tidak menimbulkan rumor," ucap Luci


"Aku tidak mau, aku tidak peduli dengan rumor, gosip ataupun sejenisnya. Masa bodo dengan semua itu!"


"Tapi itu akan mempengaruhi perusahaan dan juga nama baik mu," jawab Luci


"Sekarang lebih baik Mas Arya kembali saja ke Villa, jangan mengkhawatirkan aku karena aku baik-baik saja. Mungkin besok aku baru akan kembali ke Jakarta," jawab Luci


"Tapi aku tidak kebagian villa, semuanya sold out karena dampak long weekend. Jadi boleh kan aku bermalam di sini?" tanya Arya berharap Luci akan mengijinkannya


"Tapi...."


"Jangan khawatir, aku bisa tidur di lantai atau di sofa," sahut Arya


Tidak lama terdengar suara ketukan pintu membuat keduanya saling beradu pandang.


Luci segera bergegas membunuh pintu.


"Ah sudah ku duga lo pasti ada di sini," tukas Leo segera menghampiri Arya


"Apa dia mau menginap di sini juga?" tanya Luci dengan wajah polosnya


"Tidak!" jawab keduanya bersamaa


"Gue udah dapat ...," segera Arya langsung membungkam mulut Leo saat pemuda itu hendak memberitahunya jika ia sudah mendapatkan Villa bintang lima seperti keinginan Arya.


"Terus kalau dia tidak menginap disini dia tiduran dimana?" tanya Luci


"Jangan khawatir, dia bisa tidur dimana saja." sahut Arya


"That's right baby, lagipula aku sudah punya tempat tinggal yang nyaman,"


"Oh gitu,"


"Yups, tapi kalau lo maksa yaudah gue nginep disini juga, lagipula gak ada tempat yang nyaman selain berada di samping mu Lu," goda Leo


"Ish, mulai deh ngegembel," cibir Arya


"Namanya juga usaha Bro, wkwkwkwk,"


"Dasar buaya Rawa!"


Leo terkekeh saat mendengar ucapan Arya. Sementara itu tak lama Guntur memasuki vila itu.


"Kok jadi rame?" tanya pemuda itu mengerutkan keningnya


"Sorry Bro, kita ikut menginap di sini demi keamanan dan kenyamanan bersama," jawab Leo


"Oh begitu rupanya, tapi sepertinya kita kedatangan tamu lagi," ucap Guntur


"Siapa?" tanya Luci


Dua orang wanita kemudian masuk kedalam vila itu.


"Diana??"


Arya dan Leo begitu terkejut saat tahu Diana datang ke vila itu.


"Sorry Ar, gue terpaksa nyusul lo agar tidak ada rumor miring tentang kita," ucap Diana menunjukkan ponselnya pada Arya


Arya tersenyum sinis membaca tranding topik di sebuah sosial media yang ditunjukkan oleh Diana.


"Ok," jawab Arya pasrah


"Tapi tempat ini begitu sempit jika di huni oleh lima orang," ucap Guntur


"Oi, di kamar hanya untuk ciwi-ciwi, sedangkan para cogan tidur di sofa," ucap Arya menarik Guntur saat hendak memasuki kamar vila


"Tapi ini kan kamarku," sahut Guntur


"Meskipun begitu, tetap saja sebagai seorang lelaki sejati kau harus mengalah, sudah sebaiknya lo disini saja bareng kita," ucap Arya


Guntur hanya pasrah saat Arya memaksanya duduk di sampingnya.


Mereka kemudian menghabiskan malam dengan bermain kartu. Arya begitu antusias saat harus mencoret wajah Guntur saat dia kalah. Bagitupun sebaliknya, Guntur begitu bersemangat mencorat-coret wajah Arya saat ia kalah.


Luci tersenyum simpul menatap keakraban ketiganya yang terjalin begitu cepat.


"Mau bikinin kalian minun,"


"Gak usah biar Leo aja suruh beli ke depan, kamu sini aja ikut main bareng kita," ucap Arya


"Tapi aku gak bisa main kartu?"


"Gak papa, nanti biar Mas ajarin," sahut Arya


"Eheekk, ikan hiu dalam dus, ish ada yang modus!" celetuk Leo


"Serah lo mau bilang apa Le," sahut Arya


"Baiklah,"


"Hmm, btw pada mau minum apa nih?" tanya Leo


"Apa aja boleh Le, yang penting segar," sahut Arya


"Kalau gue Kopi aja Le," ucap Guntur


"Kalau kamu apa sayang?" tanya Leo pada Luci


"Hmm," seketika Arya langsung melotot kearah Leo


"Aku apa aja yang penting dingin," jawab Luci


"Ok sayang, ku tahu yang kau kamu," ucap Leo kemudian bergegas pergi


Luci kemudian duduk di samping Arya, namun disaat yang bersamaan Diana juga keluar dari kamar dan lebih dulu duduk di sisi Arya sehingga Luci memilih duduk di samping Guntur.


Mereka kemudian melanjutkan bermain kartu. Guntur yang melihat Luci kebingungan segera mengajarinya. Tentu saja hal itu kembali membuat Arya kesal dan akhirnya menghentikan permainan. Ia kemudian keluar dari vila di susul oleh Diana.


Sepertinya Arya menyukai Luci,


Guntur menatap Luci yang sedang merapikan kartu domino di depannya.


Tak lama Arya dan Diana kembali ke villa. Ia kemudian mencari keberadaan Luci yang tidak ada bersama Leo dan Guntur.


"Kemana Luci?" tanya Arya


"Tidur Bro," jawab Leo memberikan segelas kopi padanya


"Hmm, kalau begitu lo juga harus tidur Di," ucap Arya


"Sepertinya lebih baik aku pulang saja Ar," jawab Diana


"No, tidak baik cewek keluar malam-malam gini. Besok saja pulangnya," sahut Arya


"Tentu saja aku tidak pulang sendirian Ar, aku akan meminta assisten pribadi ku untuk menjemput kemari,"


"Tetap saja tidak boleh, sebaiknya kau tidur besok Leo akan mengantarmu pulang," jawab Arya


"Benar Dian, perjalanan dari Tanjung Lesung ke Jakarta cukup jauh sebaiknya besok saja ya," imbuh Leo


"Ok Le," jawab Diana


Gadis itu kemudian bergegas masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di sebelah Luci.


"Kenapa semua cewek selalu nurut sama lo sih, herman gue!" gerutu Arya


"Itu karena gue emang cowok romantis yang bisa memahami isi hati para wanita, so lo juga harus belajar romantis bro," sahut Leo


"Dih ogah,"


"Yang dikatakan Leo benar, wanita lebih suka cowok yang lembut dan perhatian. So kamu juga harus seperti itu jika ingin di dengar oleh para gadis,"


"Hmmm,"


Malam semakin Larut namun Luci belum bisa memejamkan matanya. Meskipun ia sudah berusaha untuk tidur, tetap saja ia selalu terjaga.


Ia kemudian keluar dari vila untuk mencari udara segar. Tidak jauh beda dengan Luci Arya juga tak bisa tidur karena kepanasan. Pria itu tetap tak bisa tidur meskipun sudah menyalakan kipas angin.


"Kenapa malam ini panas banget," Arya kemudian bergegas keluar dari villa untuk mencari udara segar.


Saat ia sedang berjalan-jalan di tepi pantai ia melihat Luci sedang duduk sendirian menikmati pemandangan langit cerah bertabur Bintang.


Ia kemudian menghampiri gadis itu dan duduk disebelahnya. Luci yang kaget dengan kedatangan Arya mencoba menjauh darinya namun dengan cepat Arya langsung menarik lengannya.


"Kenapa kamu menghindar?" tanya Arya dengan wajah penasaran


"Maaf Mas, aku tidak mau membuat Mbak Diana salah sangka. Lagipula sudah larut aku juga harus tidur," jawab Luci beralibi


Arya kemudian mencondongkan wajahnya hingga ia begitu dekat memandangi wajah Luci yang mulai salah tingkah dibuatnya.


"Aku tahu kau pasti butuh kepastian bukan, baiklah sekarang aku akan menegaskan status hubungan kita." ucap Arya membuat Luci semakin tegang


"Maksudnya??" tanya Luci


"Sebenarnya Aku sudah memutuskan pertunangan ku dengan Diana, jadi maukah kamu jadi pacarku Luci?" tanya Arya membuat Luci Begu tercengang