INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Deal kita jadian



"Kenapa kamu sendirian?, dimana Arya?" tanya Gili menghampiri Diana


"Oh... dia sedang ada urusan," sahut Diana


Seperti mampu membaca pikiran Diana yang sedang gelisah karena ditinggal oleh Arya Tejo, Gili sengaja memprovokasi gadis itu dengan memberi tahu kepada Diana kemana Arya Pergi.


Diana begitu terpukul ketika Gili memberitahukan bahwa Arya sengaja meninggalkan pesta pertunangannya demi untuk menemui Luci sang kekasih gelapnya.


Mengetahui Diana sudah termakan oleh kata-katanya Gili semakin memperkeruh keadaan dengan mengajak gadis itu menyusul Arya ke Tanjung Lesung.


Diana pun setuju dan kemudian mengikuti Gili menuju ke Tanjung Lesung. Setibanya di sana Gili sengaja menyuruh Diana mencari Arya seorang diri.


Saat sedang mencari Arya, Diana bertemu dengan Guntur dan menanyakan keberadaan Arya pada pemuda itu.


Guntur yang tidak mengetahui keberadaan Arya sengaja mengajak Diana ke villanya saat mendengar gadis itu belum mendapatkan tempat menginap.


"Apa aku tidak merepotkan jika menginap di vila kalian?" tanya Diana


"Tidak apa, lagipula aku hanya berdua dengan Luci, jadi tak masalah jika harus bertambah satu orang lagi,"


"Syukurlah kalau begitu," jawab Diana kemudian mengikuti Guntur


Saat tiba di Villa, Guntur merasa terkejut manakala melihat Arya dan Leo.


Tidak berbeda-beda dengan Guntur, Diana lebih tercengang saat melihat Arya di tempat itu. Ia begitu kecewa sekaligus cemburu mengetahui kebenaran cerita Gili. Gadis itu berusaha menyembunyikan kekecewaannya dengan berusaha bersikap biasa.


Setelah meletakkan barang-barang pribadinya di dalam kamar, Diana segera keluar dan bergabung dengan yang lainnya.


Saat melihat Arya keluar dari Vila, gadis itupun mengikutinya.


Arya yang tahu Diana mengikutinya segera menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau mengikuti ku kesini, apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Arya kemudian menoleh kearahnya


Wajah Diana seketika memerah saat Arya mengetahui niatnya.


"A..aku...." gadis itu terbata-bata dan tak bisa menjawab pertanyaan Arya


"Sekarang kau sudah tahu semuanya jadi aku tak perlu menutupinya lagi darimu. Sejak awal kau sudah tahu aku bertunangan denganmu hanya untuk menyatukan perusahaan kita karena perusahaan ku sedang ada masalah. Tapi sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pertunangan kita," ujar Arya


"Maksudnya?" tanya Diana terkejut


"Sepertinya aku akan berjuang sendiri untuk membangkitkan perusahaan ku yang terpuruk. Aku bisa merelakan semua hartaku hilang tapi aku tidak bisa merelakan cintaku pergi meninggalkan aku. Aku tak bisa membohongi perasaanku lagi, mulai sekarang aku akan berjuang untuk mendapatkan cintaku," jawab Arya


"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Diana


"Aku yakin kau juga akan mendapatkan laki-laki terbaik yang akan memberikan cinta dan perhatiannya hanya padamu," jawab Arya


Lelaki itu kemudian melepaskan cincin di jari manisnya dan memberikannya kepada Diana.


"Sebaiknya kau simpan cincin ini dan berikan kepada lelaki yang akan menjadi suami mu kelak." imbuhnya


"Bagaimana dengan ayahku?" tanya Diana lagi


"Tap perlu khawatir, aku yang akan menyelesaikan semuanya dengan ayahmu," jawab Arya meyakinkan gadis itu


"Sebaiknya kamu istirahat, sudah malam gak baik anak perawan begadang," Arya kemudian mengajak Diana kembali ke Villa.


Malam semakin Larut namun Luci belum bisa memejamkan matanya. Meskipun ia sudah berusaha untuk tidur, tetap saja ia selalu terjaga.


Ia kemudian keluar dari vila untuk mencari udara segar. Tidak jauh beda dengan Luci Arya juga tak bisa tidur karena kepanasan. Pria itu tetap tak bisa tidur meskipun sudah menyalakan kipas angin.


Saat ia sedang berjalan-jalan di tepi pantai ia melihat Luci sedang duduk sendirian menikmati pemandangan langit cerah bertabur Bintang.


Arya kemudian menghampiri gadis itu dan duduk disebelahnya. Luci yang kaget dengan kedatangan Arya mencoba menjauh darinya namun dengan cepat Arya langsung menarik lengannya.


"Kenapa kamu menghindar?" tanya Arya dengan wajah penasaran


"Maaf Mas, aku tidak mau membuat Mbak Diana salah sangka. Lagipula sudah larut aku juga harus tidur," jawab Luci beralibi


Arya kemudian mencondongkan wajahnya hingga ia begitu dekat memandangi wajah Luci yang mulai salah tingkah dibuatnya.


"Aku tahu kau pasti butuh kepastian bukan, baiklah sekarang aku akan menegaskan status hubungan kita." ucap Arya membuat Luci semakin tegang


"Maksudnya??" tanya Luci


"Aku tahu semuanya perlu proses, dan beberapa orang wanita sangat menginginkan proses percintaannya berurutan seperti dalam novel. Sebenarnya pertunangan ku dengan Diana adalah pertunangan kontrak. Kami melakukan pertunangan untuk menggabungkan perusahaan kami untuk memperkuat kedua perusahaan. Terutama perusahaan ku yang sedang collapse. Namun Aku tidak bahagia dengan pertunangan ku, karena ada sesuatu yang hilang dari hatiku," terang Arya


"Apa kau kehilangan sesuatu?" tanya Luci


"Benar, sesuatu yang lebih berharga dari apapun tiba-tiba menghilang saat aku memutuskan untuk bertunangan dengan Diana?" jawab Arya


"Katakan saja benda apa yang hilang agar aku bisa membantu mu mencarinya,"


"Apa kau benar-benar ingin membantu ku mengembalikan benda itu jika kau tahu benda apa yang hilang dariku?" tanya Arya


"Tentu saja," sahut Luci dengan percaya diri


"Aku kehilangan dirimu," jawab Arya


"Ah yang benar saja, aku ada di depan mu sekarang Mas, aku tidak kemana-mana," jawab Luci


"Kau memang ada bersamaku sekarang tapi kamu sudah tak seperti dulu lagi. Kamu mulai menjaga jarak dengan ku itulah yang membuat ku kehilangan dirimu. Kau bahkan langsung meninggalkan aku di hari pertunangan ku. Kamu memilih pergi dengan Guntur daripada memberi selamat padaku. Itulah alasannya kenapa aku menyusul mu kesini dan membatalkan pertunangan ku. Aku tidak mau kehilangan kamu, aku ingin kau tetap berada disisi ku," ucap Arya menatapnya lekat


"Kau tidak perlu khawatir, aku akan tetap bersamamu karena aku juga belum berpikir untuk berhenti bekerja sebagai assisten rumah tanggamu, don't worry," jawab Luci


"Tapi aku tidak kamu kamu berada di sisi ku sebagai ART ku, aku ingin kau selalu bersama ku sebagai kekasih ku, jadi maukah kamu menadi pacarku Luci?" tanya Arya membuat Luci Begitu tercengang


Gadis itu kemudian menepuk-nepuk pipinya meyakinkan bahwa semuanya bukan mimpi.


*Cup!


Tiba-tiba Arya mengecup pipi wanita itu hingga wajah Luci memerah.


"Jika jantungmu berdegup kencang setelah aku mencium mu maka ini bukan mimpi, tapi jika kau tidak merasakan apapun berarti kamu sedang bermimpi," tutur Arya


Luci segera menyentuh dadanya untuk memastikan denyut jantungnya yang memang berdetak tak karuan.


Benar, perasaanku tak karuan setalah dia mengungkapkan perasaannya terlebih lagi kecupan itu membuat dadaku serasa akan meledak.


"Jika aku belum bisa meyakinkan dirimu, bagaimana kalau kita jalani dulu aja?" tanya Arya membuyarkan lamunan Luci


"Oh...itu..." Luci semakin gugup mendengar ucapan Arya


Lelaki itu kemudian menggenggam tangannya dan meletakkannya di dada bidangnya.


"Sekarang kau bisa merasakan bagaimana jantung ku berdegup tak beraturan saat bersamamu, rasanya seperti hendak meledak. Apa kau masih belum percaya juga jika aku benar-benar menyukaimu?" tanya Ary


"Aku percaya kok ...tapi...."


"Kalau begitu deal kita jadian!" ucap Arya