INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Dunia begitu sempit



"Arrrrrghhh!!"


"Suzy, apa terjadi sesuatu dengannya. Sial, bagaimana aku bisa melupakannya," Guntur langsung berlari mencari gadis itu.


*Deg!!


"Mahluk apa itu!"


Guntur begitu terkejut saat melihat sosok lelaki tinggi besar mencekik leher Suzy.


"Bagaimana ini aku tidak bisa menolongnya," Guntur begitu ketakutan melihat mahluk itu hingga keringat dingin membasahi pelipisnya.


"Aku harus segera pergi dari sini jika tidak ingin bernasib sama seperti Suzy," ucap lelaki itu kemudian berlari meninggalkan Suzy.


"Tolong aku Pak Satpam!" seru Suzy begitu mengiba


Mendengar suara gusar Suzy membuat lelaki itu menghentikan langkahnya.


Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya, jadi gunakanlah kekuatan supranatural mu untuk menolong sesamamu,


"Ah kenapa aku egois sekali!" Guntur segera berbalik dan menghampiri mahluk gaib itu.


"Aku yang sudah membawanya kemari, jadi aku harus menyelamatkan nyawanya!"


Makhluk itu berusaha menjauhinya, saat Guntur melangkahkan kakinya mendekatinya.


"Jika memang aku memiliki kekuatan supranatural seperti yang di bicarakan kakek itu maka aku akan menggunakannya untuk menyelamatkannya!" seru Guntur menatap tajam Gondoruwo dihadapannya


"Hiaaatt!!" Guntur mengepalkan tangannya dan menghantamkannya kearah Gondoruwo itu


*Blaaashhh


Seketika mahluk itu musnah menjadi kepulan asap hitam setelah terkena bogem mentah Guntur.


Tidak mungkin, bagaimana aku bisa mengalahkannya hanya dengan sekali pukul,


Guntur begitu terpukau dengan keberhasilannya mengalahkan sang Gondoruwo sembari terus mengamati tangannya yang masih mengepal setelah memukul mahluk itu.


"Yeay, akhirnya aku bisa!" serunya melompat-lompat kegirangan


Sementara itu Suzy hampir saja terjatuh ke dasar jurang setelah lepas dari mahkluk gaib yang mencoba membunuhnya.


"Oooh!" Guntur segera berlari dan menarik tangan gadis itu untuk menyelamatkannya


*Grep!!


*Bruugghhh!!


Keduanya terjatuh, sembari berpelukan membuat Suzy begitu terpukau melihat penyelamatan Guntur yang begitu heroik dan romantis.


Kenapa dia terlihat begitu tampan saat ku melihatnya dari dekat,


Suzy tak berkedip saat menatap pemuda dihadapannya.


*Deg!


Guntur mencoba mengalihkan pandangannya saat Suzy terus menatapnya.


"Oii, ngapain kalian disini!" seru Arya menghampiri keduanya


Guntur segera mendorong tubuh Suzy saat Arya memergoki keduanya.


"Awww!" seru Suzy meringis ketika sikunya tergores batu


Darah segar membuat Arya tak bisa mengendalikan insting serigalanya untuk sesaat.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Guntur segera mengecek luka Suzy


"Hanya luka kecil tapi sangat perih,"


"Jangan meremehkan luka kecil, karena meskipun begitu dia bjsa menjadi luka besar dan semakin menganga dan bahkan bisa saja ia menjadi penyakit mematikan, jadi segera obati sebelum lukanya membesar," sahut Arya


"Unch so sweat banget sih Mas Arya, pasti ayahku menyuruh mu datang ke sini untuk menyelamatkan aku bukan, jadi terhura," ucap Suzy segera mendorong tubuh Guntur dari hadapannya dan memeluk erat Arya Tejo


"Haish, jangan kepedean, aku datang ke sini untuk menghukum kalian berdua karena telah lancang memasuki rumahku tanpa ijin," ucap Arya mendorong wanita itu


*Grep!!


"Apa yang kalian lakukan di rumah ku?" tanga Arya dengan tatapan elangnya


"Aku datang ke sini untuk memastikan keadaan Luci. Suzy bilang dia sudah tiga hari tak masuk kuliah, dan kebetulan akupun tak melihatnya keluar dari rumah selama beberapa hari. Karena khawatir maka ku putuskan untuk melihatnya sendiri, apalagi aku dengar kau sedang ke luar negeri. Sekali lagi aku minta maaf, tapi aku pastikan tidak ada satupun barang di rumah ini yang hilang," jawab Guntur


"Jangan bohong, bagaimana aku percaya denganmu?" sahut Arya sinis


"Setelah aku mengecek Luci tidak ada di kamarnya maka aku putuskan untuk masuk ke ruang rahasia ini, aku takut dia memasuki ruangan ini dan menghilang itulah kenapa aku ada sini,"


"Bagaimana kau bisa yakin Luci ada di sini?" tanya Arya


"Dari semua ruangan di rumah ini, hanya kamar ini yang begitu menarik perhatian siapapun yang datang ke rumah mu," jawab Guntur


"Lalu bagaimana kalian tak tersesat di kamar ini?"


"Entahlah, saat pertama kali aku masuk ke ruangan ini aku tidak melihat apapun, hanya kamar biasa yang seperti gudang. Tapi malam ini aku melihat sesuatu yang berbeda, seorang kakek yang begitu tulus menyemangati ku seakan membuat ku sadar jika yang selama ini aku lakukan adalah salah. Tidak seharusnya aku minta bantuan orang lain apalagi menggunakan ilmu hitam untuk melenyapkan kemampuan supranatural yang begitu membuat hidup ku ketakutan. Sekarang aku lega karena aku bisa menggunakan kemampuan itu untuk menyelamatkan orang lain," terang Guntur


"Apa kau sedang memamerkan kelebihan mu padaku?" tanya Arya


"Bukan begitu, aku hanya begitu bahagia hingga ingin membaginya denganmu,"


"Tidak perlu, lagipula aku tidak menyukai mu. Sebaiknya kalian cepat pergi dari rumah ku sebelum aku mengusir mu!"


"Baiklah kalau begitu, saya permisi." sahut Guntur kemudian meninggalkan kamar rahasia


Semua yang ada di kamar Rahasia adalah hal-hal yang berkaitan denganku, jangan bilang jika Guntur ternyata juga berhubungan denganku,


"Tunggu!" seru Arya


Guntur segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Arya.


"Kalau boleh tahu siapa yang kau temui di Alas Ijen?" tanya Arya


"Seorang kakek yang menganggap ku sebagai cucunya," jawab Guntur


"Bisakah kau gambarkan ciri-ciri lelaki itu?" tanya Arya lagi


"Aku tidak bisa menggambarkan fisiknya secara jelas dia memiliki tahi lalat di bawah mata kirinya," jawab Guntur


"Ah, ternyata dunia memang sempit, tidak ku sangka kau adalah keturunan dari Ki Ponijan," ucap Arya dengan mata merah membara


**********


*Tok, tok, tok!!


Seorang pria keluar membukakan pintu rumahnya.


"Apa yang terjadi padamu??, kenapa wajahmu babak belur seperti ini?" tanya Ki Brojo Anom begitu terkejut melihat wajah babak belur Guntur


"Katakan padaku, sebenarnya ada hubungan apa antara leluhur ku dengan Arya Tejo. Kenapa ia begitu murka kepada ku dan sangat ingin membunuh ku?" tanya Guntur


"Jadi Arya Tejo yang melakukan semua ini padamu?" tanya Ki Brojo


"Benar Aki, dia bilang ingin membalas dendam padaku atas apa yang sudah dilakukan kakekku padanya?"


"Sebenarnya apa yang sudah dilakukan oleh kakekku hingga ia begitu marah padaku?" tanya Guntur lagi


"Apa dia tahu siapa kakek mu?" jawab Ki Brojo Anom balik bertanya


"Tentu saja, Arya Tejo bilang dia sangat dekat dengannya, dia juga bilang jika kakek mengkhianatinya itulah yang membuatnya begitu marah dan ingin melampiaskan dendamnya padaku?"


"Bagaimana dia tahu kau adalah keturunan orang yang sudah mengkhianatinya?" tanya Ki Brojo Anom


"Itu karena aku tidak sengaja masuk ke dalam kamar rahasia yang ada di rumahnya. Di sana aku bertemu seorang kakek tua yang mengaku sebagai leluhur ku,"


"Jadi kau memberitahukan tentang kakek mu itu pada Arya?"


"Benar, dia hanya bertanya bagaimana ciri-cirinya dan kemudian langsung tahu siapa kakek buyut ku itu,"


Jika kakek mu adalah orang yang membuat Arya begitu murka, mungkin kau adalah orang yang selama ini aku cari???