INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Keputusan Guntur



Minggu ceria, matahari bersinar begitu terik siang itu. Meskipun begitu tak mengurungkan niat Luci untuk pergi bersama Guntur.


Keduanya memang berencana untuk pergi ke pantai menikmati liburan akhir pekan.


"Cie cie mau kemana sih, rapi amat?" goda Leo


"Kepo," cibir Luci


Pemuda itu terus menggodanya ketika mendengar gadis itu akan pergi bersama Guntur.


"Kenapa lo harus pergi di hari pertunangan Arya?. Apa lo sengaja pergi untuk menghindarinya?" tanya Leo lagi


Luci hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Leo.


"Kenapa aku harus menghindarinya, toh nanti aku juga tetap sering bertemu dengannya. Aku hanya ingin bersenang-senang sebentar, melepaskan penat dengan melihat indahnya pantai, apa aku tidak boleh menikmati hari libur ku?" jawab Luci


"Hmm,"


Tidak lama terdengar suara klakson motor Guntur membuat Luci segera menyambar tas kecilnya dan segera bergegas keluar dari rumah itu.


Leo mengantar kepergian Luci hingga depan pintu gerbang.


"Tolong jaga Luci, jangan biarkan dia terluka apalagi menangis. Buatlah dia selalu tersenyum bahagia bersamamu," ucap Leo


"Tentu saja Le, aku pastikan dia akan bahagia bersama ku. Santai saja," jawab Guntur kemudian menyalakan motornya dan melesat pergi meninggalkan kediaman Arya Tejo.


*Ballroom Aryaduta hotel


Acara tunangan Arya dengan Diana berjalan lancar. Leo yang melihat sahabatnya gusar segera menghampirinya.


Pemuda itu sengaja mengajak Arya berbincang dan memberitahukan kepergian Luci bersama Guntur.


Ia sengaja mendramatisir cerita agar Arya Tejo merasa bersalah dan cemburu saat mendengar Luci pergi berdua dengan Guntur untuk menghabiskan akhir pekan.


"Sepertinya Guntur akan mengungkapkan perasaannya kepada Luci sehingga ia sengaja mengajak Luci menginap di cottage dekat pantai untuk menyatakan isi hatinya," ucap Leo


"Biarkan saja, lagipula itu sudah biasa di kalangan anak muda bukan," sahut Arya mencoba bersikap cool,


"Tapi mereka akan menginap bersama, bukankah itu hal yang terlalu berlebihan. Apa memang budaya seperti ini sudah biasa di kalangan remaja ibukota," ucap Leo semakin memperkeruh suasana


Arya langsung mengepalkan tangannya saat mendengar keduanya akan menginap bersama. Meskipun ia berusaha menyembunyikan kegundahan hatinya tetap saja Leo berhasil membuatnya kembali jelous dengan kata-katanya.


Arya yang sudah tak tahan mendengar ucapan Leo tentang Luci dan Guntur segera meninggalkan pemuda itu dan menghampiri Diana.


Ia kemudian mengajak gadis itu meninggal Ballroom Aryaduta hotel.


Keduanya terlihat duduk berdua di sebuah ruangan VIP. Arya mengeluarkan sebuah surat perjanjian dan memberikannya kepada Diana.


"Silakan baca dan tandangani surat perjanjiannya," ucap Arya


Diana segera mengambil surat perjanjian itu menandatanganinya tanpa basa-basi.


"Kenapa kau tidak membaca terlebih dahulu?" tanya Arya terkejut dengan sikap Diana


"Tidak perlu, Aku percaya padamu, aku yakin kau tidak akan menipuku bukan?" sahut Diana


"Syukurlah, kalau kau percaya padaku. Kalau begitu aku harus pamit pulang. Maaf tidak bisa menemanimu lama-lama karena ada urusan penting yang harus aku selesaikan," ucap Arya berpamitan


"Tapi acara pertunangan kita belum selesai, bagaimana kau bisa meninggalkan pesta saat banyak tamu undangan ingin mengucapkan selamat padamu," sahut Diana


"Kau tidak usah khawatir, aku sudah meminta ijin pada ayahmu. Maaf jika membuat mu tak nyaman,"


"Sepertinya aku harus membiasakan diri untuk menghadapi situasi seperti ini nantinya," sahut Diana


"Semoga ini yang terakhir kalinya dan tidak akan pernah terjadi lagi,"


Arya kemudian beranjak dari duduknya, dan berjalan pergi meninggalkan hotel.


Pemuda itu segera naik keatas mobil Leo yang sudah menunggunya di depan hotel.


"Apa benar kau akan ke Tanjung Lesung sekarang?" tanya Leo


"Jangan bilang lo akan mengacaukan acara dating Guntur dan Luci disana," cibir Leo


"Jangan banyak bicara, lebih baik fokus saja mengemudi!" sahut Arya


Leo kemudian mempercepat laju kendaraannya menuju ke Tanjung Lesung Banten.


Sementara itu Guntur dan Luci yang baru saja tiba di tempat wisata Tanjung Lesung segera menuju ke pantai.


Luci begitu bahagia ketika melihat hamparan laut biru dengan dengan deburan ombak membentang di hadapannya.


Ia segera berlari ketengah pantai dan menceburkan dirinya menikmati segarnya air laut di sore hari.


Melihat Guntur yang hanya diam memandanginya, Luci segera menghampiri pemuda itu dan menariknya ke tengah laut.


Keduanya kemudian asyik saling bermain air dan berkejar-kejaran.


Setelah lelah berkejaran dengan Guntur, Luci merebahkan tubuhnya di atas pasir disusul Guntur yang berbaring di sisinya.


Keduanya tersenyum simpul saat beradu pandang.


"Apa kau senang hari ini?" tanya Guntur


"Tentu saja, hari ini aku bahagia sekali karena bisa menikmati keindahan Tanjung Lesung yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Dan aku lebih bahagia lagi karena aku bisa menikmati keindahan ini bersama mu," jawab Luci membuat Guntur sedikit canggung


"Kamu pasti lapar bukan, bagaimana kalau kita makan dulu," ucap Guntur


"Ok," jawab Luci segera bangun dan mengikuti Guntur


Lelaki itu berjalan menuju ke sebuah vila-vila kecil yang ada di sekitar pantai.


"Sekarang kamu mandi dulu, dan bersiaplah. Aku akan menjemputmu satu jam lagi," ucap Guntur berhenti di depan sebuah vila


"Di sini?" tunjuk Luci


Guntur mengangguk pelan mengiyakan.


"Memangnya kita mau menginap?" tanya Lucu dengan wajah polosnya


"Tentu saja, bukankah kamu ingin menikmati liburan mu di pantai?" jawab Guntur


"Benar, unncchh aku jadi gak enak sama kamu," ucap Luci tersipu


"Maksudnya??"


"Itu... maksudnya gara-gara aku kamu sampai harus membooking vila segala, pasti mahal ya. Bagaimana jika kita patungan saja?" jawab Luci


"Tidak perlu, aku sengaja mempersiapkan semuanya untuk mu," jawab Guntur membuat Luci seketika berbunga-bunga


"Sungguh??"


"Tentu saja, sekarang cepatlah mandi dan bersiap-siap. Aku akan menjemputmu satu jam lagi ok," sahut Guntur


"Ok," jawab Luci mengerlingkan matanya


Gadis itu segera bergegas masuk kedalam vila setelah menerima kunci dari Guntur.


Melihat Luci yang begitu bahagia semakin membuat Guntur merasa tak enak hati kepada gadis itu.


Ia kemudian segera pergi meninggalkan vila menuju ke tepi pantai.


Lelaki itu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo Guru, maaf aku baru bisa menghubungi mu lagi," ucap Guntur membuka perbincangan dengan Ki Brojo Anom


".........."


"Maaf aku hanya ingin memberitahukan dirimu jika sekarang aku akan berhenti meminta bantuan padamu untuk menghilangkan kemampuan supranatural ku. Karena setelah aku pertimbangan sepertinya aku lebih memilih menerima kelebihan ku itu untuk menolong mereka yang membutuhkan bantuan ku daripada membuangnya. Sama seperti pesan leluhur ku, aku akan menjalani takdir ku dengan ikhlas. Terimakasih atas semua bantuan mu selama ini. Dan setelah ini aku mungkin tidak akan menemui mu lagi jika tidak ada keperluan yang mendesak,"