INHUMAN KISS

INHUMAN KISS
Hanya Kau Yang Bisa Menyelamatkan Guntur



Ringkasan cerita


Dahulu kala ada Sebuah kalung sakti yang bisa membuat pemiliknya kebal terhadap senjata apapun. Kalung itu bernama Kalung Serigala yang merupakan jelmaan dari Pangeran Adipala Sayuti.


Memiliki kalung sakti itu membuat pemiliknya harus melakukan ritual atau lelaku khusus agar sang penjaga kalung tidak murka dan memangsanya.


Hal itulah yang membuat Ki Broto Seno pemilik kalung ini memberikan kalung ini kepada Mbah Ponijan. Suatu ketika Arya Tejo yang didesak keinginan untuk bisa menikahi Surti terpaksa menemui Ki Ponijan untuk meminta Jimat agar bisa selamat dari perang untuk bisa menikahi kekasihnya.


Ki Ponijan kemudian memberikan kalung serigala kepada Arya Tejo dan memberitahu pantangan dan lelaku yang harus dijalaninya selama memakai kalung tersebut.


Saat di medan perang kalung serigala di curi oleh Marijo dan menimbulkan petaka bagi Arya Tejo yang kemudian menjadi Asu Baung karena pangeran Adipala Sayuti memilihnya sebagai penerusnya.


Arya Tejo menyalahkan Marijo atas apa yang menimpa dirinya sehingga ia begitu dendam dan ingin membalas dendam padanya terlebih saat ia mencoba menikahi Surti kekasihnya.


Dendam Tejo semakin memuncak saat Marijo membunuh Surti yang memilih bunuh diri daripada menjadi istrinya.


Arya Tejo akhirnya berhasil membunuh Marijo, namun karena hal tersebut Ki Broto Seno yang awalnya ingin membantu Tejo menjadi Manusia kembali justru memberikan hukuman kepada Tejo.


Ia mengurung Tejo di Alas Ijen untuk merenungi kesalahannya. Suatu malam seorang wanita tiba-tiba berada di Alas Ijen dan melahirkan di sana.


Nining memang sudah tahu akan melahirkan seorang balung wangi hingga ia tak terkejut saat berada di Alas Ijen, terlebih orang tuanya yang memiliki indra keenam memang sudah memberitahunya untuk melahirkan bayinya di tanah kelahirannya Banyuwangi.


Arya yang penasaran dengan Nining berusaha menyelamatkan bayi wanita itu saat para siluman dan lelembut penghuni Alas Ijen mencoba mengambil bayi itu dari ibunya.


Sebagai seorang siluman Arya juga tergoda untuk menghisap darah sang balung wang, namun rasa sayang justru muncul saat melihat bayi itu hingga ia memutuskan untuk menjaganya setelah ibunya meninggal.


Arya yang berusaha mencari makanan untuk sang bayi terkejut saat ia menyadari telah keluar dari Alas ijen. Ia berada di sebuah kamar rahasia yang menghubungkan Alas Ijen dengan bayi itu.


Setelah diselidiki kamar rahasia tersebut ada di rumah sang balung wangi alias Luci. Rumah itu kemudian di jual oleh ayah Luci karena alasan untuk membuang sial atas kematian istrinya.


Arya Tejo yang berusaha memutuskan hubungan dengan sang bayi dan juga semua yang berhubungan dengannya tidak sengaja justru membeli rumah itu saat ditawarkan di sebuah situs penjualan online.


Rumah inilah yang mempertemukan kembali Arya Tejo dengan sang Bayi yang sudah beranjak dewasa bernama Luci.


************


*Plaakkkk!!!


"Awww, sakit sekali!" seru Arya saat Luci menampar wajahnya


"Dasar mesum!" seru Luci kemudian mendorongnya


"Luci...tempat ini?, bagaimana aku kembali lagi ke sini?" ucap Arya


Pemuda itu masih kebingungan saat mendapati dirinya kembali ke kediaman Alvin Syailendra.


Ah, bagaimana mungkin aku membiarkan Mas Arya mencium ku. Aku pasti sudah gila?


Luci terus memukul bibirnya dan berlari menghampiri Guntur.


"Guntur, aku harus menghajar pemuda itu karena sudah berusaha mempermainkan ku," gerutunya


Ia kemudian membalikkan badannya, namun betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan di depannya.


"Mas Guntur!" seru Luci langsung memeluk lelaki itu


"Eh, kenapa Lu?" tanya Guntur begitu kaget saat gadis itu memeluknya erat


"Terimakasih sudah menolong ku," ucap Luci menyunggingkan senyumnya


Kenapa kau tidak memeluk si brengsek itu bukannya aku yang menolong mu.


"Sebenarnya, bukan aku yang menyelamatkan dirimu, tapi Mas Arya Tejo yang sudah menolong mu," jawab Guntur


"Tapi Mas Gun juga sudah ikut menolong aku, jadi sama saja,"


Luci kemudian menggandeng lelaki itu dan membawanya keluar dari kediaman Alvin.


"Kita mau kemana?" tanya Guntur


Guntur tersenyum mendengar jawaban Luci, lelaki itu kemudian mengajak Luci menemui Vie yang sudah menunggunya di parkiran.


"Syukurlah kamu selamat," Luci memeluk Vie erat


Sementara itu Arya Tejo yang geram dengan Guntur segera menarik bahu lelaki itu dan menghajarnya.


*Buuggghhh!!


Seketika Guntur terhempas beberapa langkah darinya setelah terkena pukulan kerasnya. Arya yang tidak puas melihat Guntur hanya baik-baik saja, kembali menghantamkan tinjunya kearah pemuda itu.


Namun kali ini Guntur tidak tinggal diam, ia menangkis serangan Arya hingga membuat sang Asu Baung semakin geram padanya.


Pertarungan sengit antara keduanya kemudian tak bisa dihindarkan lagi. Melihat Arya dan Guntur beradu otot membuat Luci merasa bersalah dan segera berlari untuk melerai keduanya.


"Berhenti!" seru Luci segera berdiri ditengah-tengah keduanya bak seorang wasit


Arya terus menatap lekat kearah Guntur, lelaki itu tak bisa menyembunyikan kebenciannya meski Luci sudah mencoba menengahi keduanya.


"Aku minta maaf jika gara-gara aku kalian jadi bertengkar. Jujur aku berterima kasih kepada kalian berdua karena sudah menyelamatkan aku hari ini, tapi aku juga merasa bersalah jika kalian bertengkar hanya karena aku," ucap Luci merasa tak enak hati


"Ini bukan salah lo kok Lu, sudahlah jangan di ambil hati," ucap Guntur mencoba menenangkan Luci


"Terimakasih Mas," jawab Luci sedikit lega


"Kamu terluka?"


Luci segera mengusap darah di ujung bibir Guntur.


"Tidak apa, hanya luka kecil sebentar lagi juga sembuh,"


Terus saja memperhatikan dia, kau bahkan tidak pernah melihat ku sedikit pun.


Melihat Luci semakin menempel dengan Guntur membuat Arya semakin kesal. Lelaki itu kemudian meninggalkan tempat itu dengan perasaan dongkol.


"Oii, Arya Tejo!!"


Arya segera menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang memanggilnya.


Ia membalikkan badannya dan mencari siapa yang memanggilnya.


"Oii, aku di sini!!"


Arya kembali mengedarkan pandangannya mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Ah sial, emang aku selalu tersisihkan jika ada Luci di dekat mu, kasian banget sih nasib lo Leo??"


"Lo dimana bangs*t!" seru Arya dengan suara lantang


"Di hatimu eaaa," jawab Leo sambil terkekeh


"Anj*r, jangan bercanda, aku sedang tidak mood sekarang," sahut Arya


"Beneran aku ada di hatimu Arya Tejo, kenapa sih lo gak percaya sama aku?" sahut Leo


Mendengar jawaban Leo tentu saja membuat Arya semakin berang. Bagaimana tidak lelaki itu sudah cukup kesal dengan Guntur yang ia kira sudah membuatnya terombang-ambing ke alam gaib, ditambah lagi Luci yang lebih care terhadap lelaki itu daripada dirinya, dan kini ia menganggap Leo bahkan mempermainkannya.


Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu tanpa mencari keberadaan Leo.


*Arrrrrghhh!!


Tiba-tiba Arya merasa kesakitan hingga ia terguling-guling ke lantai.


Melihat Arya yang mengerang kesakitan membuat Guntur segera mendekatinya untuk menolongnya.


Namun Arya segera mendorong lelaki itu saat berusaha menolongnya.


"Yang Leo ucapkan itu benar, dia memang ada di hatimu. Meskipun Alvin berusaha menyingkirkanya dengan membakar lukisannya, tetap saja dia tidak bisa membunuhnya karena sebagian jiwanya ada dalam dirimu. Hanya kau yang bisa merasakan dia masih hidup atau sudah mati. Hanya kau juga yang bisa melacak keberadaannya karena kalian saling terhubung," ucap Guntur